Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor memimpin upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Pakpak Bharat ke 23 Tahun 2026 di lapangan Balai Diklat BKPSDM, desa Cikaok.
Upacara ini turut dihadiri segenap Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para tokoh pendiri Kabupaten Pakpak Bharat dan sejumlah tamu penting lainnya.
Dalam upacara ini dibacakan sejarah singkat berdirinya Kabupaten Pakpak Bharat oleh Ketua DPRD Pakpak Bharat, Elson Angkat, SS.
Kabupaten Pakpak Bharat berdiri pada 28 juli 2003 silam dengan terbitnya Undamg-Undang nomor 9 Tahun 2003 tentang pendirian Kabupaten Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan dan Nias Selatan di Provinsi Sumatera Utara.
(RP)
Suasana Pesta Budaya Oang-Oang Tahun 2026 semakin meriah pada Senin malam, 27 Juli 2026, di Lapangan Kasean Banurea, Salak, saat ribuan masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat dan daerah sekitarnya memadati lokasi acara untuk menyaksikan malam hiburan rakyat dalam rangka Pesta Budaya Oang-Oang sekaligus menyambut Hari Jadi Kabupaten Pakpak Bharat ke-23. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian perayaan yang berlangsung semarak dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Penampilan Nabasa Trio berhasil menghipnotis para penonton dengan membawakan sejumlah lagu terbaik yang mengundang tepuk tangan dan sorak sorai dari ribuan pengunjung. Tidak hanya itu, panggung hiburan juga dimeriahkan oleh sederet artis lokal Pakpak, di antaranya Sohya Trio, Maman Sinamo, Masniah Bancin, Darmianto Berutu, Saringar Berutu, Simto Simalango, Manik Kece, serta sejumlah penyanyi dan seniman lokal lainnya yang turut menampilkan karya-karya terbaik mereka.
Suasana keakraban semakin terasa ketika Wakil Bupati Pakpak Bharat, Dr. Mushuyto Solin, M.Pd., bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat turut naik ke atas panggung dan menyumbangkan beberapa lagu untuk menghibur masyarakat. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari ribuan warga yang hadir. Momen kebersamaan antara pimpinan daerah, jajaran pemerintah, para seniman, dan masyarakat menjadi gambaran eratnya hubungan pemerintah dengan masyarakat dalam memeriahkan Pesta Budaya Oang-Oang 2026.
Penampilan para artis lokal tersebut menjadi bukti bahwa Kabupaten Pakpak Bharat memiliki potensi besar di bidang seni dan budaya. Melalui panggung hiburan ini, para seniman daerah diberi ruang untuk menampilkan bakat sekaligus memperkenalkan kekayaan musik dan budaya Pakpak kepada masyarakat luas.
Ribuan warga tampak menikmati setiap penampilan yang disuguhkan. Sejak malam hari hingga acara berlangsung, kawasan Lapangan Kasean Banurea dipenuhi pengunjung dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pakpak Bharat maupun daerah tetangga. Selain menyaksikan hiburan, masyarakat juga memanfaatkan kesempatan untuk mengunjungi stand pameran, menikmati kuliner khas daerah, serta mendukung para pelaku UMKM yang turut meramaikan kegiatan.
Malam hiburan tersebut menjadi simbol kebersamaan masyarakat dalam merayakan Hari Jadi Kabupaten Pakpak Bharat ke-23. Semangat pelestarian budaya yang dipadukan dengan hiburan rakyat diharapkan mampu mempererat persatuan, memperkuat rasa cinta terhadap budaya Pakpak, sekaligus menjadi ajang promosi potensi seni dan pariwisata daerah.
Pesta Budaya Oang-Oang merupakan agenda budaya tahunan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat yang bertujuan melestarikan warisan budaya sekaligus menjadi sarana promosi pariwisata dan potensi daerah. Tahun ini, rangkaian kegiatan berlangsung pada 27–28 Juli 2026 di Lapangan Kasean Banurea, dengan berbagai perlombaan, pameran, pertunjukan seni, serta hiburan rakyat yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Di Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pakpak Bharat Ada gambir kwalitas terbaik di stand pameran desa Bandar Baru, desa di kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe yang memang terkenal dengan kwalitas gambirnya yang mumpuni.
Di pameran ini, kami mencoba mencari investor dan pemodal yang bisa menampung gambir kami, bekerja sama dengan desa mungkin, melalui BUMDes yang sedang kami kerjakan. Dari desa Bandar Baru saat ini kami mampu menghasilkan hingga 20 ton gambir perbulan. Mudah-mudahan dengan pengelolaan pasar yang baik bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, jelas Bin Berutu, Kepala Desa Bandar Baru.
Di stand pameran desa Mbinalun ada buah durian, manggis dan petai terbaik. Demikian halnya di stand desa Maholida yang terkenal dengan duriannya yang manis dan tebal.
Sedang musim buah sekarang, berkunjung ke stand kami, akan bisa menikmati buah durian terbaik kami, ada juga manggis. Berkunjung ke desa tentu lebih banyak varian harga dan buah yang bisa dinikmati, jelas Kepala Desa Mbinalun, Berin Angkat.
Di stand desa Lae Mbentar kecanatan Pagindar ada banyak pilihan anyaman rotan dan bambu. Hasil alam yang melimpah ruah diolah menjadi barang kerajinan yang bermanfaat dan bernilai tinggi.
Datanglah, kunjungi pameran pembangunan di lapangan napa sengkut, lokasi pesta budaya Oang-Oang 2026 digelar dengan meriah.
(RP)
Ayah dari Kepala Cabang Travel Umroh asal Kota Pekanbaru, saat ini di laporkan oleh Pengusaha Asal Medan Ke Polda Sumatera Utara, didug melakukan Tindak Pidana Penipuan dan Penggelepan.
Kepolisian Daerah Sumatera Utara melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) secara resmi telah menerima laporan polisi terkait dugaan tindak pidana penggelapan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Penerimaan laporan tersebut dibuktikan dengan diterbitkannya Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STTLP/B/1167/VII/2026/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 20 Juli 2026.
Pelapor P Kepada awak media menyampaikan bahwa dirinya mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai sekitar Ratusan Juta Rupiah akibat dugaan penggelapan yang dilakukan oleh pihak terlapor berinisial SRYD dalam hubungan kerja sama pengangkutan batu bara.
Dengan diterimanya laporan tersebut, perkara kini memasuki tahap penanganan oleh penyidik Polda Sumatera Utara.
Selanjutnya, aparat kepolisian diharapkan melakukan serangkaian proses penyelidikan dan penyidikan guna mengungkap fakta hukum serta menentukan ada atau tidaknya unsur pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak terlapor SRYD mengenai laporan yang telah diajukan tersebut. Oleh karena itu, seluruh pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Siddik24jam-Aceh Tamiang-
Ada kalanya sebuah organisasi tidak membutuhkan ruang rapat yang megah untuk melahirkan gagasan-gagasan besar. Cukup sebuah sudut kedai kopi, beberapa cangkir yang terus terisi, dan orang-orang yang datang dengan niat yang sama: menyusun langkah untuk masa depan.
Suasana itulah yang tergambar di Best Kopi, Kecamatan Karang Baru, Senin (13/07/2026). Di tengah aroma kopi yang menguar dan percakapan yang mengalir hangat, jajaran pengurus Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Aceh Tamiang berkumpul membahas arah organisasi, menyusun program kerja, sekaligus memperkuat komitmen untuk membangun organisasi yang semakin profesional.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, SH. Kehadirannya menjadi isyarat bahwa pers dan lembaga publik sejatinya tidak berjalan di jalur yang saling berlawanan. Keduanya memiliki tanggung jawab yang sama, yakni menghadirkan ruang informasi yang sehat, mencerdaskan masyarakat, dan mengawal pembangunan daerah melalui peran masing-masing.
Rapat berlangsung tanpa banyak formalitas. Sesekali terdengar tawa yang memecah suasana, namun pembahasan tetap mengerucut pada hal-hal yang substansial. Penguatan kelembagaan organisasi, peningkatan kapasitas dan kompetensi wartawan, penyusunan program kerja jangka pendek maupun jangka panjang, hingga upaya mempererat sinergi dengan pemerintah daerah, DPRK, aparat penegak hukum, serta berbagai elemen masyarakat menjadi pokok-pokok pembahasan yang mengisi jalannya diskusi.
Di tengah derasnya arus informasi yang bergerak nyaris tanpa jeda, pembahasan tersebut terasa semakin relevan. Tantangan wartawan hari ini bukan lagi sekadar menjadi yang paling cepat menyampaikan berita, melainkan tetap mampu menjadi pihak yang paling dipercaya ketika informasi simpang siur memenuhi ruang publik.
Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, SH, mengapresiasi kekompakan jajaran pengurus ASWIN. Menurutnya, organisasi wartawan memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas demokrasi melalui informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“ASWIN diharapkan terus menjadi mitra yang profesional, independen, serta mampu menyajikan informasi yang edukatif dan berimbang kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua ASWIN DPC Kabupaten Aceh Tamiang, Dyogi Syahputra, menilai pertemuan tersebut bukan sekadar memenuhi agenda organisasi. Baginya, rapat ini menjadi titik awal untuk menyatukan visi, menyelaraskan langkah, dan memastikan seluruh pengurus bergerak ke arah yang sama.
“Momentum ini kami manfaatkan untuk mematangkan program kerja organisasi. Kami ingin membangun ASWIN yang solid, profesional, dan berintegritas, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan dunia jurnalistik di Aceh Tamiang. Sinergi dengan pemerintah, DPRK, aparat penegak hukum, dan seluruh stakeholder akan terus kami perkuat demi mewujudkan pers yang berkualitas, independen, dan bertanggung jawab,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus agar terus menjaga kekompakan, menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, serta tidak berhenti meningkatkan kompetensi. Menurutnya, kepercayaan publik bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya. Ia tumbuh dari konsistensi wartawan dalam bekerja secara jujur, profesional, dan bertanggung jawab.
Menjelang sore, cangkir-cangkir kopi mulai kosong. Percakapan yang sejak tadi memenuhi sudut ruangan perlahan mereda. Kursi-kursi kembali tertata, tetapi gagasan yang lahir di atas meja-meja itu justru baru akan memulai perjalanannya.
Bagi organisasi wartawan, rapat bukanlah garis akhir. Ia hanyalah ruang untuk menyepakati arah, sementara ukuran keberhasilannya akan ditentukan oleh kerja-kerja yang dilakukan setelah pintu ruangan ditutup. Dari cara menjaga independensi, menghormati kode etik, hingga keberanian menyampaikan fakta tanpa kehilangan nurani.
Di tengah zaman ketika informasi melesat lebih cepat daripada kesempatan untuk memverifikasinya, wartawan dihadapkan pada pilihan yang tidak selalu mudah. Menjadi yang pertama memang menggoda, tetapi menjadi yang dapat dipercaya selalu menuntut lebih banyak kesabaran, ketelitian, dan integritas.
Barangkali itulah makna paling sederhana dari pertemuan siang itu. Bukan sekadar menyusun agenda organisasi, melainkan mengingatkan kembali bahwa pers yang kuat tidak dibangun oleh banyaknya rapat atau panjangnya program kerja. Ia tumbuh dari wartawan-wartawan yang tetap setia pada fakta, tidak lelah belajar, dan memahami bahwa setiap berita yang dipublikasikan pada akhirnya adalah bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Ketika berita telah dibaca, rapat telah usai, dan kopi di cangkir tinggal ampasnya, yang akan tetap diingat publik bukanlah seberapa ramai sebuah organisasi berkumpul, melainkan seberapa besar manfaat yang berhasil dihadirkannya. Sebab, pada akhirnya, jurnalisme bukan hanya tentang menulis peristiwa, tetapi juga merawat kepercayaan. Dan kepercayaan itu selalu lahir dari kerja yang jujur, keberanian menjaga independensi, serta kesediaan untuk terus belajar di tengah dunia yang tak pernah berhenti berubah.
Kepala UPT Jalan Jembatan Dolok Sanggul, Anto Oppu Sunggu, M.Si meninjau pelaksanaan peningkatan mutu dan kwalitas jalan penghubung Pakpak Bharat – Humbang Hasundutan di delleng simpoon. Anto Oppu Sunggu, M.Si selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam kegiatan tersebut didampingi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dan Pengawas melaksanakan proses pematokan awal bagi pembanguan ruas jalan sepanjang total 3.060 meter ini.
Mudah-mudahan tidak ada hambatan, kita akan segera menyelesaikan pembangunan pada ruas jalan ini, ucap Anto Oppu Sunggu dilapangan.
Sejumlah Kepala Desa dari Kabupaten Humbang Hasundutan turut hadir dalam kegiatan hari ini. Mereka berharap kegiatan peningkatan mutu dan kwalitas jalan penghubung Pakpak Bharat – Humbang Hasundutan ini bisa segera terselesaikan, guna membantu mempermudah akses antar dua daerah bertetangga.
Dengan terbangunnya jalan ini, tentu akan sangat membantu kami khususnya di wilayah perbatasan yang selama ini sangat sulit. Kami sesungguhnya memiliki hubungan erat baik budaya, kekerabatan dan juga hubungan ekonomi. Namun selama ini kami sangat kesulitan untuk sekedar saling mengunjungi, terimakasihlah kepada bapak Gubernur dan juga kedua Bupati baik itu Bupati Pakpak Bharat dan juga Bupati Humbang Hasundutan yang telah memperjuangkan jalan ini, ucap salah seorang kepala desa.
Jalur penghubung Pakpak Bharat – Humbang Hasundutan melalui Delleng Simpoon kini mulai dikerjakan. Ruas jalan ini merupakan salah satu perioritas utama Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor yang berupaya membuka beberapa akses dengan daerah tetangga Kabupaten Pakpak Bharat.
Ini merupakan impian kita semua, impian masyarakat, impian Pemerintah dan menjadi salah satu perioritas utama bapak Bupati. Kami mohon dukungan dan doa dari kita semua semoga pengerjaannya lancar, ucap Plt. Kepala Dinas PUTR dan Perhubungan Pakpak Bharat, Manotar Silalahi, ST.
(RP)
Batalyon TP 906/Sanalenggam menggelar panen perdana jagung di lahan seluas 6 ha di desa Penanggalen Binanga Boang, kecamatan Salak. Komandan Brigade TP 37/Hujur Siringgis, Kolonel Inf. Saiful Rizal, S.Hub.Int, M.HI yang hadir pada kesempatan ini menjelaskan, kegiatan pertanian oleh Batalyon TP 906 ini dilaksanakan dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional di Kabupaten Pakpak Bharat.
Ada satu hal yang perlu kami sampaikan kepada kita semua, keberadaan Yon TP memang adalah sebagai fungsi ketahanan pangan, namun Batalyon secara umum adalah untuk mendukung pertahanan keamanan. Kenapa ketahanan pangan,karena pangan ini adalah kebutuhan krusial yang perlu kita siapkan baik secara regional untuk mendukung ketahanan nasional. Saya lihat jagung disini sangat bagus. wilayah disini cukup subur untuk mendukung ketahanan pangan, kita akan bentuk Pakpak Bharat ini menjadi daerah yang betul-betul tahan dalam sisi pangan, jelas Kolonel Saiful Rizal.
Kami menyampaikan terimakasih atas dukungan bapak dan ibu semua terutama dari Pemkab Pakpak Bharat yang sangat antusias dalam mendukung keberadaan Batalyon TP, Pakpak Bharat salah satu Pemda yang sangat antusias dalam mendukung keberadaan Yon TP, ucap dia kemudian.
Komandan Batalyon TP 906/Sanalenggam, Letkol Inf. Rachmat Shaleh, SH, M.Han menjelaskan, pihaknya akan melaksanakan panen perdana jagung diatas lahan lahan Integrated Farming Yonif TP 906/Sanalenggam seluas 6 ha dengan perkiraan hasil panen mencapai hingga 40 ton jagung pipil.
Dari lahan seluas 6 hektar yang kami kelola ini, hari ini kita dapat memanen jagung sebanyak lebih kurang 40 Ton ton. Capaian ini adalah hasil kerja keras, keringat, dan doa kita semua. Tentu semua ini tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, pendampingan para Penyuluh Pertanian Lapangan, serta restu dari orang tua kami para Tokoh Adat dan Tokoh Agama, jelas Rahmat Saleh dalam laporannya.
Sekretaris Daerah Pakpak Bharat, Jalan Berutu, S.Pd, MM yang hadir mewakili Bupati mengungkapkan, dukungan Pemerintah Daerah terhadap upaya perwujudan ketahanan pangan yang dilaksanakan oleh Batalyon TP 906 akan terus ditingkatkan.
Kami sangat mendukung upaya ketahanan pangan ini, sejalan dengan upaya bapak Bupati juga dalam mewujudkan kemandirian pangan di Kabupaten Pakpak Bharat, jelas Jalan Berutu.
Batalyon Infanteri TP 906/Sanalenggam merupakan salahsatu Batalyon pada Brigade Infanteri TP 37/Hujur Siringgis. Batalyon ini bermarkas di Kabupaten Pakpak Bharat. Amerupakan satuan tempur TNI Angkatan Darat yang berfokus pada pertahanan teritorial dan percepatan pembangunan wilayah.
(RP)
Ketua Tim Penggerak PKK Pakpak Bharat, Ny. Juniatry Franc Bernhard Tumanggor mengatakan, dalam rangka memajukan kesejahteraan masyarakat Pakpak Bharat, Pemerintah Daerah menggalakkan program penanggulangan kemiskinan dengan memberikan dukungan kepada masyarakat yang diberdayakan dengan berbagai program diantaranya program Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Hal ini dia sampaikan dalam kegiatan Monitoring Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Utara di desa Kuta Dame sebagai salah satu desa binaan UP2K Tahun 2026.
Program UP2K ini merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga yang dibentuk sebagai sarana peningkatan pembangunan yang berfokus pada upaya penanggulangan kemiskinan. Sebab tanpa kondisi ekonomi yang baik, tentu sulit bagi keluarga untuk meningkatkan kwalitas kehidupannya, ucap Ny. Juniatry Franc Bernhard Tumanggor.
Nia berharap, dengan program UP2K ini bisa meningkatkan ekonomi keluarga yang akan berujung pada meningkatnya kondisi kehidupan kearah yang semakin baik.
Sasaran program UP2K ini adalah keluarga yang berpenghasilan rendah, telah bergabung dalam kelompok dan benar-benar membutuhkan penambahan dana usaha, ini yang akan terus kita bina. UP2K tergolong pada jenis usaha atau ekonomi kerakyatan yang memiliki ciri pokok bersifat tradisional, skala usaha kecil, dan pemenuhan kebutuhan pokok rumah tangga, jelas dia kemudian.
Desa Kuta Dame di kecamatan Kerajaan menjadi salah satu desa binaan TP PKK sebagai desa UP2K PKK 2026. Desa ini terus berbenah, membangun ekonomi keluarga melalui berbagai usaha-usaha tradisional yang tentu akan membawa dampak kemajuan ekonomi bagi masyarakat.
(RP)
Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat menggelar Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional ke 33 di lapangan Napa Sengkut, Salak.
Dalam upacara ini Wakil Bupati Pakpak Bharat H. Mutsyuhito Solin, Dr, M.Pd membacakan pidato Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji yang mengajak segenap keluarga Indonesia memakna peringatan Hari Keluarga Nasional ini sebagai ajang refleksi dan koreksi atas upaya mewujdkan keluarga yang harmonis, tangguh dan kuat.
Hari ini adslah momentum refleksi nasional, sebuah jeda kultural untuk kita semua menengok kembali kedalam rumah masing-masing, memeriksa kembali pilar-pilar penyangga domestik kita, dan bertanya pada diri kita sendiri, sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan siap melahirkan generasi pemenang?, pesan Wihaji dalam sambutan tertulisnya.
Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang diperingati setiap tanggal 29 Juni berakar dari dua peristiwa penting pasca-kemerdekaan Indonesia, yakni momen kembalinya para pejuang gerilya kepada keluarga mereka pada 29 Juni 1949 serta dimulainya Gerakan Keluarga Berencana (KB) Nasional pada 29 Juni 1970.
Kembalinya Para Pejuang (29 Juni 1949) setelah penarikan mundur pasukan Belanda dari Yogyakarta , para pejuang Tentara Republik Indonesia akhirnya dapat kembali berkumpul dengan keluarga mereka setelah sekian lama berpisah di medan perang. Momen haru ini menjadi simbol bersatunya kembali fondasi unit terkecil dalam masyarakat.
Tonggak Gerakan KB Nasional (29 Juni 1970), tanggal ini juga menandai puncak kristalisasi perjuangan bangsa Indonesia untuk membangun keluarga yang lebih sehat dan sejahtera melalui peluncuran program Keluarga Berencana (KB) secara massal.
(RP)
Tim Taekwondo Pakpak Bharat meraih berhasil mencuri poin pada ajang Sumut Nasional Taekwondo Championship (SNTC) 2026. Maju dengan kekuatan tujuh atlit muda, nyatanya tim besutan James Samosir ini berhasil memetik 2 medali perak dan 5 perunggu.
Syukur kepada Tuhan, anak-anak berhasil membawa medal, meskipun belum berhasil memperoleh medali emas, namun kita patut mengapresiasi upaya dan kerja keras mereka, ucap James Samosir pagi ini.
Kejuaraan yang diikuti atlet dari 10 provinsi itu berlangsung sengit. Atlit-atlit muda Pakpak Bharat berhadapan dengan ratusan atlit-atlit terbaik dan kaya pengalaman, namun nyatanya mereka tidak kehilangan mental juara, berjuang dan mencuri poin. Hal ini juga disampaikan oleh Ketua Taekwondo Indonesia Pakpak Bharat, Lowis Saragih, S.Sos, MIP.
Mereka sama sekali tidak merasa minder, tidak ada keraguan, tidak merasa takut. Saya turut senang dan bangga atas prestasi ini. Prestasi taekwondo Pakpak Bharat akan terus mengiring perjalanan prestasi Pakpak Bharat, ucap Lowis Saragih.
(RP)