![]()
Pakpak Bharat Sidik24jam.com
Pagi ini Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor mulai membagikan bantuan Social Responsibility (CSR) Bank Sumut Tahun Buku 2023 di Desa Kecupak II, Kecamatan Pergetteng-Getteng Sengkut.
Dikesempatan ini, Wakil Bupati Pakpak Bharat H Mutsyuhito Solin, Dr, M.Pd menjelaskan, bantuan CSR ini dikhususkan bagi upaya percepatan penanganan Stunting di Kabupaten Pakpak Bharat.
CSR ini kegunaan dan modelnya macam-macam, untuk tahun ini oleh pak Bupati diarahkan untuk penanganan Stunting. Mudah-mudahan upaya penanganan stunting yang kita lakukan bisa berbuah hasil yang baik, jelas Mutsyuhito Solin yang turut hadir dalam acara ini.
Ini semua adalah bentuk tanggung jawab kemitraan kami Bank Sumut, kami serahkan kepada tiga Desa, salah satunya Desa Kecupak II, semoga bermanfaat khususnya untuk penurunan angka Stunting. Terimakasih atas kepercayaannya kepada Bank Sumut sebagai mitra kerja dan mitra pembangunan di Kabupaten Pakpak Bharat, kami sangat senang berada di sini, sangat senang bisa turut ambil bagian dalam upaya pembangunan ini, jelas Kepala Bank Sumut Capem Salak, David Manalu.
Sementara itu Franc Benrhard Tumanggor sendiri menjelaskan, upaya penurunan Stunting di Kabupaten Pakpak Bharat kian baik dari waktu kewaktu.
Penurunan Stunting kita semakin baik, ini juga berkat upaya bapak dan ibu dalam mengatur gizi keluarga. Harapan saya dari desa juga ada Dana untuk penurunan Stunting. Dan terimakasih kepada managemen Bank Sumut atas adanya bantuan ini, semoga kemitraan kita semakin baik kedepan, ucap Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor.
Dana CSR Bank Sumut Tahun Buku 2023 ini, senilai 37 juta lebih akan dibagikan kepada tiga Desa, Kecupak II, Boangmanalu dan Majanggut II dalam bentuk makanan tambahan bagi blBalita Stunting, guna membantu Pemerintah dan masyarakat dalam upaya mempercepat pemberantasan Stunting di Kabupaten Pakpak Bharat.
Kami sangat berterimakasih atas adanya bantuan ini, terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dan Bank Sumut, terimakasih terlebih kepada bapak Bupati kami, atas besarnya perhatiannya bagi kami, bagi anak-anak kami, semoga kelak anak-anak ini bisa menjadi seperti harapan kita semua, menjadi emas permata bagi Kabupaten Pakpak Bharat, ucap Nispa Bulolo, salah seorang warga penerima manfaat.
(DP)



Kehadiran tim pemantau SINTESA didalam pelaksanaan rapat pleno KPU tingkat kabupaten Pakpak Bharat adalah untuk melihat secara langsung bagaimana penyelenggaraan dilapangan sesuai tahapan-tahapan yang telah ditetapkan.
Kami Pemerintah senantiasa hadir untuk masyarakat, sertifikat ini kegunaannya banyak, keuntungan kita banyak, nilai tanah naik. Makanya patut kita sampaikan terimakasih kepada bapak Presiden kita, bapak Joko Widodo atas adanya program ini melalui Kantor Badan Pertanahan Nasional, dan semoga kerjasama ini berjalan semakin baik, Bersama-sama kita sejahterakan masyarakat, ucap Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor.
Ini kesempatan kita, mari kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, ucap Camat Sitellu Tali Urang Julu, Ucok Benget Berutu.
Ketua TP PKK Kabupaten Pakpak Bharat, Ny. Juniatry Franc Benhard Tumanggor dalam Laporannya menjelaskan, Supervisi Desa Binaan PKK ini dilaksanakan menyusul terbitnya Surat Keputusan Bupati Pakpak Bharat tentang Kecamatan dan Desa Percontohan Binaan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Pakpak Bharat tahun 2024, dimana Kecamatan dan Desa percontohan Binaan TP PKK Kabupaten Pakpak Bharat yang diperlombakan adalah Desa Sukaramai, Kecamatan Kerajaan sebagai Desa Percontohan Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) dengan penuh cinta dan kasih sayang, Desa Kuta Jungak, Kecamatan Siempat Rube sebagai Desa Percontohan Amalkan dan Kukuhkan Kalaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (AKu Hatinya PKK), dan Kecamatan Tinada sebagai Kecamatan IVA Test.



Bupati Pakpak Bharat menjelaskan, salah satu kunci utama keberhasilan Food Estate di Kabupaten Pakpak Bharat adalah masyarakat Pakpak Bharat yang notabene adalah petani.
Ketua Sulang Silima Manik Pergetteng-Getteng Sengkut Wilson Manik, mengingatkan segenap masyarakat untuk mematuhi seluruh pesan dan larangan yang mereka dapatkan hari ini melalui manuk grret-grretten yang baru saja dilaksanakan.
Kami melihat tahun ini semangat kita untuk melaksanakan acara ini sangat menurun dari tahun lalu, padahal Pemerintah kita sendiri begitu besar perhatiannya bagi kita, ini tahun kedua kita menerima bantuan satu ekor kerbau untuk acara ini, patut kita syukuri bersama, jelas dia.
Dalam Ritual Adat ini, kita tidak bermaksud menduakan Tuhan, namun melalui upacara adat ini kita berdoa kepada Tuhan supaya kita lebih meningkat lagi. Kita melihat ada kemajuan dari tahun ketahun, jalan ke Pagindar misalnya, semakin baik. Pertanian kita bagus, tidak ada musim paceklik. Masyarakat kita sehat-sehat. Harapan kita semua semoga semakin baik kedepan, ungkap Bupati kemudian.
Lias atemo mendahi Pemerintah, atas bantuan ini, untuk kedepannya mari kita rembukkan bersama bagaimana ritual menanda tahun ini bisa dilaksanakan serentak di seluruh marga yang ada, sehingga ritual ini benar-benar menjadi sebuah ritual bersama, satu doa, satu kerja dan satu musim tanam, itulah tujuan menanda tahun sebenarnya, ucap Marno Manik, perwakilan marga Manik.