Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dodi Triwinarto, S.I.P., M.Han., secara resmi memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan penyerahan jabatan sejumlah perwira menengah di lingkungan Kodam XV/Pattimura, Jum’at (24/4/2026).Prosesi yang berlangsung khidmat ini menandai penyegaran organisasi di tubuh komando kewilayahan Kodam XV/Pattimura. Dalam amanatnya, Pangdam menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan hal lumrah dalam dinamika organisasi TNI Angkatan Darat guna meningkatkan kinerja dan profesionalisme prajurit sesuai tuntutan tugas yang semakin kompleks.
Salah satu rotasi strategis yang menjadi sorotan adalah peralihan tongkat estafet posisi Aspers Kasdam XV/Pattimura dari Kolonel Arh Hendra Roza, S.I.P., kepada Kolonel Inf Wisnu Joko Saputro. Selain itu, jabatan Aslog Kasdam XV/Pattimura juga resmi berganti dari Kolonel Inf M. Bahrodin, S.I.P., kepada Kolonel Inf Gusti Nyoman Mertayasa, S.E. Di jajaran staf ahli, jabatan Pamen Ahli Bidang Hukum dan Humaniter diserahkan oleh Kolonel Inf Angkat Purbadi kepada Kolonel Cba Markus Irwan Purnomo, S.E., M.Si., sementara jabatan Pamen Ahli Bidang Ekonomi kini resmi dipercayakan kepada Kolonel Inf Herry Riana Sukma.
Bagian penerangan pun turut mengalami regenerasi melalui pergantian Kapendam XV/Pattimura dari Kolonel Inf Heri Krisdianto, S.E., kepada Letkol Inf Adi Swastika, S.Hub.Int. Di saat yang bersamaan, Pangdam juga menerima penyerahan jabatan dari Letkol Inf Efran Tri Hernowo, S.I.P., selaku Waaspers Kasdam XV/Pattimura. Pergeseran ini diharapkan membawa inovasi baru dalam pola komunikasi publik dan pembinaan personel di internal Kodam.
Tak hanya di markas komando utama, rotasi juga menyentuh satuan komando kewilayahan di jajaran Korem. Letkol Inf Lukman Permana, S.E., resmi mengemban amanah sebagai Kasiintel Kasrem 151/Binaiya. Sementara itu, Korem 152/Baabullah turut memperkuat strukturnya dengan kehadiran Letkol Inf Hastiar Hatta, S.I.P., sebagai Kasiren dan Kolonel Arh Isdarmawan sebagai Kasiops. Acara tersebut ditutup dengan pelepasan Letkol Inf Galih Perkasa yang sebelumnya menjabat Wakabintaljarahdam XV/Pattimura untuk mengemban tugas baru sebagai Kasipers Kasrem 152/Wkr di Kodam Jaya. Pangdam berharap para pejabat baru segera beradaptasi dengan karakteristik wilayah Maluku guna melanjutkan program kerja yang telah berjalan dengan penuh integritas.(Pendam 16)
Sahli D Jemen Poksahli Kodaeral lX, Kolonel Laut (KH) Slamet Basuki, S. Pd., M. Pd. mewakili Komandan Kodaeral lX, Laksda TNl Hanarko Djodi Pamungkas, S.H. menghadiri Dies Natalis ke-63 dan Wisuda ribuan Sarjana Universitas Pattimura (Unpatti) yang digelar di Auditorium Kampus Utama Unpatti, Ambon, Maluku, Kamis (23/4/2026).
Dari 1.298 orang sarjana yang diwisuda bertepatan dengan Dies Natalis ke-63 Unpatti pada 23 April 2026 ini, terdiri dari 845 Sarjana S1, 373 Profesi, 75 Magister dan 5 Doktoral.
Rapat senat terbuka luar biasa dalam rangka rapat terbuka Senat dan Dies Natalis dibuka oleh Ketua Senat Unpatti, Prof. Dr. Tony Pariela, di hadiri Wakil Ketua MPR RI, Dr Eddy Soeparno, Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, sejumlah Rektor, Forkopimda Maluku, Rektor dan Wakil Rektor Unpatti.
Wakil Walikota Ambon, Ely Toisuta, para guru besar, dekan dan civitas akademika Unpatti beserta para rohaniwan, pimpinan bank mitra, para wisudawan serta tamu undangan lainya.
Kehadiran Soeparno dalam rangka MPR Goes To Kampus Ke-48 Dies Natalis Unpatti ke-63, dalam orasi ilmiah dengan judul : Indonesia Dipusaran Disprupsi Global, Tantangan dan Peluang Bagi Kaum Muda.
Ketua Senat Unpatti, Prof. Dr. Tony Pariela, MA mengatakan, Senat memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Rektor dan jajarannya atas kerja bermutu, kerja cerdas, sehingga transformasi mendasar memajukan Unpatti menuju world classuniversity.
“Di Usia ke-63, terjadi perubahan masif dan progresif di Unpatti,”kata Pariela.
Tak hanya itu, Pariela mengaku, Unpatti bangga kepada para wisudawan yang berkenan dilahirkan. disusui dan dihirkan di almamater tercinta.
“Melewati inisiasi yang penuh tantangan. Kami sampaikan selamat. Semoga Profil dan kapasitas ilmu selama menjalani studi, berkaya di tengah masyarakat dan akan terus menjunjung spritualitas Hotumese mencari dan menemukan sesuatu. Hidup semakin bermitu bemanfaat bagi bangsa dan masyarakat didaerah ini,” harapnya.
Sementara itu, Rektor Unpatti, Prof Dr Fredy Leiwakabessy mengatakan, pihaknya mengucapkan selamat dan sukses kepada semua wisudara serta keluarga para wisudawan yang hadir.
Rektor mengaku, pengembangan kepemimpinan Rektor tahun 2023 hingga 2027, dengan visi menuju wolrd Class University.
“Ini bukan slogan biasa. Ini kerja keras dan arah pengabdian kita ditanah kepulauan,” tegas Rektor. (@Dispen Kodaeral lX).
Ambon Sidik24jam,com-
Semangat kebersamaan terasa hangat di Kota Ambon melalui kegiatan Karya Bakti di Jumat Berkah yang digelar sepanjang jalur dari Pelabuhan Yos Soedarso Ambon hingga Pasar Mardika pada Jumat (24/4/2026). Sejak pagi, prajurit TNI bersama masyarakat dan para pelajar turun langsung membersihkan lingkungan, menyapu jalan, mengangkat sampah, serta merapikan area publik yang menjadi pusat aktivitas warga.
Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian Kodam XV/Pattimura terhadap kebersihan Kota Ambon, sekaligus mempererat kedekatan antara TNI dan masyarakat serta pelajar. Tanpa sekat, seluruh peserta bersama-sama dengan semangat gotong royong, menghadirkan suasana kebersamaan yang sederhana namun bermakna.
Sepanjang rute, warga yang melintas turut memberikan apresiasi, bahkan sebagian ikut serta dalam kegiatan tersebut. Partisipasi pelajar juga menjadi contoh positif dalam menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini. Lingkungan yang bersih pun memberi dampak baik bagi kenyamanan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi warga.
Program ini menjadi langkah strategis Pangdam XV/Pattimura dalam mengawali kepemimpinan di Tanah Bumi Raja-Raja, sekaligus sejalan dengan program Presiden Republik Indonesia dalam menghidupkan budaya ‘korve’ sebagai wujud tanggung jawab bersama. Melalui Jumat Berkah, diharapkan kesadaran menjaga kebersihan terus tumbuh dan menjadi kebiasaan bersama, sehingga Ambon semakin tertata, bersih, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (Pendam 15)
Sidik24jam. Meranti – Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menghadiri acara pelepasan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kepulauan Meranti, Drs. H. Sulman, Jumat (24/4/2026). Acara berlangsung hangat di Kantor Kemenag Kepulauan Meranti.
Dalam sambutannya, Bupati Asmar menegaskan pergantian pejabat merupakan dinamika organisasi yang tak terpisahkan dari upaya memperkaya pengalaman, memperluas wawasan, serta pengembangan karier dan kepemimpinan. “Lepas sambut jabatan ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan visi, misi, dan nilai-nilai organisasi. Mutasi diperlukan guna menampung pemikiran serta langkah baru untuk meningkatkan kinerja melalui kaderisasi yang terbuka dan adil,” ujar Asmar.
Apresiasi untuk 13 Tahun Pengabdian.
Atas nama Pemkab Meranti, Asmar menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada H. Sulman atas dedikasi, tenaga, dan pikiran selama bertugas di Negeri Jantan. “Terima kasih atas darmabakti Bapak H. Sulman, khususnya dalam membina kerukunan umat beragama di Kepulauan Meranti. Harmonisasi seperti ini harus tetap kita jaga sampai kapan pun,” tegasnya.
Dengan gaya bertutur khas Melayu, Asmar juga menyampaikan permohonan maaf. “Tak ada gading yang tak retak, tak ada laut yang tak berombak, tak ada jalan yang tak berkelok. Kami percaya dalam kebersamaan selama ini tentu ada salah dan silap, baik sikap maupun tutur kata. Atas nama pribadi, keluarga, pemerintah, dan masyarakat, kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada Bapak H. Sulman beserta istri dan keluarga,” ucapnya tulus.
Ia mendoakan H. Sulman sukses di tempat tugas baru. “Selamat jalan dan selamat bertugas. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua,” pungkas Asmar.
Sulman Kenang Awal Berdirinya Kemenag Meranti.
Sebelumnya, Drs. H. Sulman menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan selama bertugas di Meranti. Ia mengenang perjalanan 13 tahun sejak awal berdirinya Kantor Kemenag Meranti yang penuh keterbatasan. “Perpindahan jabatan adalah hal lumrah dalam kehidupan ASN. Ini dinamika organisasi yang harus kita terima dengan ikhlas,” ujarnya.
Sulman mengaku bangga melihat perkembangan pegawai Kemenag Meranti. “Dulu serba terbatas. Sekarang sudah banyak yang berstatus PPPK. Ini kemajuan luar biasa,” katanya.
Plh Kemenag: Jasa Beliau Sangat Besar.
Pelaksana Harian (Plh) Kemenag Meranti, Misyanto, http://S.Pd.I., turut menyampaikan apresiasi. “Perjuangan dan jasa beliau sangat besar dalam membangun Kementerian Agama di Kepulauan Meranti. Semoga segala pengabdian beliau menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT,” ungkap Misyanto.
Ia berharap bimbingan dari pemerintah daerah dan tokoh masyarakat untuk melanjutkan tugas di lingkungan Kemenag Meranti ke depan.
Acara pelepasan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Hadir unsur Forkopimda, pejabat Kemenag Meranti, tokoh agama, serta tamu undangan.
Sidik24jam. JAKARTA – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Jakarta, Minggu (20/4/2026).
Kehadiran Bupati H. Asmar dalam forum strategis tersebut didampingi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kepulauan Meranti, Irwandi. Rakornas ini digelar dalam rangka membahas langkah antisipatif menghadapi potensi kekeringan ekstrem yang diprediksi terjadi pada tahun 2026.
Kegiatan ini merupakan respons atas prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi kekeringan yang dapat berdampak signifikan terhadap sektor pertanian nasional. Rakornas menjadi wadah koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun langkah mitigasi yang efektif dan terintegrasi.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai strategi nasional dibahas, mulai dari pengelolaan sumber daya air, optimalisasi sistem irigasi, hingga penyesuaian pola tanam yang adaptif terhadap perubahan iklim. Selain itu, penguatan cadangan pangan serta distribusi logistik juga menjadi perhatian utama guna menjaga stabilitas produksi pangan di seluruh wilayah Indonesia.
Bupati H. Asmar menegaskan pentingnya kesiapan daerah dalam menghadapi potensi kekeringan yang dapat memengaruhi produktivitas pertanian.
“Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berkomitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Kami akan terus meningkatkan kapasitas sektor pertanian serta memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi risiko kekeringan,” ujar Asmar.
Ia juga menekankan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.
“Dengan koordinasi yang kuat dan strategi yang terarah, kami optimistis sektor pertanian di Kepulauan Meranti akan tetap tangguh meski dihadapkan pada berbagai dinamika dan tantangan ke depan,” tambahnya.
Rakornas ini diikuti oleh perwakilan pemerintah daerah dari seluruh Indonesia, termasuk kepala dinas pertanian dan pemangku kepentingan terkait. Diskusi yang berlangsung menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim.
Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen daerah dalam mendukung upaya nasional, sekaligus memperkuat strategi lokal dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian.***Zamri***
sidik24jam. Kepulauan Meranti – Wilayah perbatasan Indonesia kerap jadi titik rawan keluar-masuk warga secara non-prosedural. Menyadari celah tersebut, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang mengambil langkah proaktif dengan membentuk Desa Binaan Imigrasi di Desa Melai, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (16/4/2026).
Langkah ini bukan sekadar sosialisasi biasa. Pembentukan Desa Binaan Imigrasi merupakan strategi “jemput bola” untuk memperkuat pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) langsung dari hulu, yakni di tingkat desa yang berbatasan dengan jalur laut internasional.
Kukuhkan PIMPASA Sebagai Ujung Tombak.
Poin penting dalam kegiatan ini adalah pengukuhan Petugas Imigrasi Pembina Desa atau PIMPASA. Mereka adalah warga setempat yang diberi mandat dan pelatihan khusus untuk menjadi penghubung resmi antara masyarakat dan Imigrasi. Tugasnya menyebarkan informasi keimigrasian yang benar, mendeteksi dini potensi keberangkatan non-prosedural, dan melaporkan indikasi TPPO/TPPM ke petugas.
PIMPASA ini kepanjangan tangan kami di lapangan. Mereka yang paling paham kondisi sosial warga. Harapannya, edukasi bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” jelas Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Nanda Ambeg Paramaarta, mewakili Kepala Kantor Imigrasi Selatpanjang.
Edukasi dari Paspor hingga Risiko Non-Prosedural.
Dalam sosialisasi, tim Imigrasi memaparkan materi yang relevan dengan kebutuhan warga pesisir. Mulai dari tata cara pengurusan paspor, syarat dokumen, alur pemeriksaan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), hingga konsekuensi hukum dan sosial jika berangkat kerja ke luar negeri tanpa prosedur resmi.
Nanda menegaskan, banyak warga belum sadar bahwa berangkat tanpa prosedur bukan hanya melanggar hukum, tapi juga menempatkan diri dalam posisi rentan. “Risikonya besar, mulai dari gaji tidak dibayar, kekerasan, penyekapan, sampai jadi korban perdagangan orang. Kalau sudah di luar negeri tanpa dokumen, negara sulit melindungi,” tegasnya.
Warga Antusias, Pertanyaan Kritis Bermunculan.
Sesi diskusi jadi bukti tingginya rasa ingin tahu warga. Pertanyaan yang muncul cukup kritis dan teknis, seperti: bagaimana prosedur jika paspor hilang di luar negeri, berapa denda paspor rusak, apa bedanya TPI laut dan udara, hingga soal fenomena paspor ganda yang sering jadi modus sindikat.
Salah satu warga, Rudi, mengaku baru paham bahaya calo keberangkatan. “Selama ini kami pikir yang penting bisa sampai sana kerja. Ternyata kalau tidak resmi, kita tidak ada perlindungan. Lebih baik urus paspor betul-betul,” ujarnya.
Desa Melai Didorong Jadi Percontohan.
Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki garis pantai panjang yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka. Kondisi geografis ini membuat Desa Melai dinilai strategis untuk dijadikan pilot project Desa Binaan Imigrasi.
Imigrasi Selatpanjang berharap Desa Melai bisa jadi contoh bagi desa-desa lain di Meranti. Ketika masyarakatnya sudah melek hukum keimigrasian, maka celah bagi sindikat TPPO/TPPM untuk merekrut korban akan semakin sempit.
Pencegahan terbaik itu dimulai dari pemahaman warga. Kalau masyarakatnya sudah kuat, sindikat tidak akan mudah masuk,” tutup Nanda.
Dengan adanya Desa Binaan Imigrasi, upaya melindungi warga perbatasan dari jerat perdagangan orang tidak lagi hanya tugas aparat, tapi jadi gerakan bersama berbasis komunitas…zamri…
Inspektorat Kodaeral lX mengakhiri Audit Kinerja Internal di Satuan Kerja (Satker) Rumkital dr. F.X.Suhardjo dan Dinas Kesehatan (Diskes) Kodaeral IX yang ditutup dengan taklimat akhir di Ruang Rapat Rumkital dr. F.X.Suhardjo Kodaeral lX, Halong, Kota Ambon, Maluku, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan Audit Kinerja Internal ini menjadi bagian penting dalam rangka evaluasi serta peningkatan kinerja dan akuntabilitas di lingkungan Kodaeral IX.
Acara penutupan dipimpin langsung oleh Inspektur Kodaeral IX (Ir Kodaeral IX), Kolonel Mar Eko Priyo selaku pimpinan acara didampingi Kadiskes, perwira staf Rumkit dan perwira staf Inspektorat Kodaeral lX lainnya
Dalam kesempatan tersebut, lnspektur Kodaeral lX menyampaikan bahwa audit internal merupakan salah satu instrumen strategis untuk memastikan pelaksanaan program kerja berjalan sesuai dengan ketentuan serta mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan, khususnya di bidang kesehatan.
Laporan hasil pelaksanaan audit disampaikan oleh Kapten Laut (K) dr. Pramudya yang memaparkan berbagai temuan, evaluasi, serta rekomendasi perbaikan yang perlu ditindaklanjuti oleh masing-masing satuan kerja.
Laporan tersebut diharapkan menjadi bahan masukan konstruktif guna meningkatkan profesionalisme dan kinerja ke depan.
Kegiatan taklimat akhir ini, diharapkan seluruh jajaran dapat segera menindaklanjuti hasil audit secara optimal, sehingga mampu meningkatkan kualitas tata kelola organisasi serta pelayanan kesehatan di lingkungan Kodaeral IX.
Dalam kegiatan tersebut, tampak hadir Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kolonel Laut (K) Joko Santoso, S.Si., M.T. beserta para Perwira Staf Diskes, serta Pelaksana Tugas Sementara (Pgs) Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Mayor Laut (K) dr. Ricky Masyudha, Sp. B beserta para Perwira Staf Rumkit. (@Dispen Kodaeral IX).
SAMARINDA – Awak media berhasil membongkar dugaan praktik distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar ilegal yang beroperasi secara sistematis di wilayah perairan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kujang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Investigasi mendalam yang dilakukan tim redaksi menemukan fakta adanya kolaborasi operasional antara pangkalan milik PT Indo Bahari Sukses (IBS) dengan armada angkutan milik PT Cahayatama Andalan Transport
Temuan Lapangan: Bukti “Kucing-Kucingan”
Investigasi tim di lokasi pada Senin sore, 13 April 2026, pukul 16.48 WITA, mendapati aktivitas mencurigakan berupa pemindahan muatan solar dari kapal LCT ke unit mobil tangki. Berdasarkan bukti visual yang berhasil diabadikan, truk tangki berwarna biru-putih dengan nomor polisi KT 8519 MB milik PT Cahayatama Andalan Transport tampak sedang melakukan pengisian muatan di area yang diketahui sebagai pangkalan milik PT Indo Bahari Sukses (IBS).
Narasumber terpercaya yang berada di lokasi menegaskan bahwa praktik ini bukan merupakan kejadian insidental. “Itu pangkalan mereka (PT IBS), dan kapal LCT-nya juga milik mereka. Truk PT Cahayatama ini yang datang mengambil muatannya. Sudah jadi rahasia umum kegiatan di situ,” ungkap sumber tersebut kepada tim redaksi.
Dugaan Kendali Direktur
Seluruh rangkaian kegiatan niaga ilegal ini diduga berada di bawah kendali pimpinan PT Indo Bahari Sukses, Syamsul Bahri, SE. Keterlibatan aset perusahaan—baik berupa pangkalan maupun kapal LCT—dalam aktivitas yang diduga melanggar hukum ini memperkuat indikasi bahwa praktik tersebut merupakan kebijakan terorganisir, bukan tindakan oknum sepihak.
Penggunaan truk PT Cahayatama sebagai pengangkut dalam rantai distribusi ini semakin memperjelas pola “kucing-kucingan” yang dilakukan para pelaku di perairan Loa Bakung.
Tinjauan Hukum
Aktivitas niaga dan pengangkutan BBM tanpa dokumen perizinan resmi merupakan pelanggaran berat terhadap undang-undang yang berlaku. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 6 Tahun 2023 (UU Cipta Kerja), setiap kegiatan usaha hilir—mencakup pengangkutan, penyimpanan, dan niaga—wajib memiliki Izin Usaha yang sah.
Pasal 53 dalam undang-undang tersebut secara tegas mengancam pelaku usaha hilir tanpa izin dengan sanksi pidana penjara dan denda yang sangat berat. Praktik yang ditemukan di pangkalan PT IBS ini tidak hanya merugikan negara dari sisi pajak dan distribusi, tetapi juga membahayakan keselamatan lingkungan dan masyarakat luas.
Upaya Konfirmasi & Tuntutan Publik
Tim redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada pihak manajemen PT Indo Bahari Sukses, termasuk kepada Direktur Syamsul Bahri, SE, terkait temuan aktivitas di lapangan tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan memilih untuk bungkam dan tidak memberikan tanggapan apa pun.
Masyarakat kini mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak lagi tinggal diam. Dengan adanya bukti kepemilikan lokasi, kapal LCT, dan keterlibatan armada truk PT Cahayatama, tidak ada alasan bagi pihak berwenang untuk tidak segera melakukan penggerebekan, memeriksa dokumen legalitas, dan mengusut tuntas siapa saja oknum yang terlibat dalam rantai bisnis BBM ilegal ini. Praktik yang terkesan “kebal hukum” ini harus segera dihentikan demi tegaknya aturan energi di Kalimantan Timur.(Team Redaksi)
Ambon Sidik24jam,com-TNI AL-Kodaeral IX (20/4/2026).
Guna melanjutkan Operasi Tameng Papua-26 Tahap II, Pesawat Udara (Pesud) TNI AL CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) P-8301 dibawah binaan Puspenerbal lepas landas (take off) dari Bandara Pattimura Ambon, Maluku pada Senin (20/4/2026).
Keberangkatan Pesud TNl AL dari Bandara Pattimura Ambon kali ini, dilepas para pejabat dan Tim Merflug Kodaeral lX anatara lain Dansathantai Kodaeral IX, Kadiskomlek Kodaeral IX dan Kadissyahal Kodaeral IX.
Pesawat yang diawaki oleh Pilot Mayor Laut (P) Wisnu Akbar tersebut, melaksanakan penerbangan dengan rute Ambon (AMB) menuju Makassar (MKS) dan dilanjutkan ke Juanda (JDA) untuk melaksanakan RON (Remain Over Night) sebelum melanjutkan misi berikutnya.
Turut dalam penerbangan tersebut, Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada III, Laksamana Pertama TNI Andri Kristianto, yang secara langsung memantau dan memastikan kesiapan pelaksanaan operasi udara maritim dalam rangka mendukung tugas pengamanan wilayah perairan Indonesia, khususnya di kawasan timur.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut nasional melalui operasi udara maritim yang terintegrasi.
Dengan kemampuan pesawat CN235-220 MPA yang dilengkapi peralatan pengawasan canggih, diharapkan mampu meningkatkan efektivitas patroli serta deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman di wilayah perairan yurisdiksi Indonesia.
Pelaksanaan Operasi Siaga Purla/Tameng Papua-26 Tahap II ini menjadi salah satu wujud kesiapsiagaan unsur TNI AL dalam menjaga stabilitas keamanan maritim serta mendukung kepentingan nasional di wilayah perbatasan dan perairan strategis Indonesia. (@Dispen Kodaeral IX).
AMBON SIDIK24JAM,COM — Seorang pelajar perempuan berusia 14 tahun berinisial SKP, mengalami luka berat setelah terlibat kecelakaan lalu lintas dengan kendaraan truk militer di Jalan Jenderal Sudirman, kawasan Batu Merah, Kota Ambon, Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 18.30 WIT.
Korban yang merupakan siswi kelas IX SMP Negeri 6 Ambon itu hingga kini masih menjalani perawatan intensif sejak hari kejadian.
Berdasarkan keterangan keluarga, kecelakaan terjadi saat iring-iringan truk militer yang mengangkut calon siswa (CASIS) TNI melintas di lokasi yang dikenal padat lalu lintas.
Dalam kondisi jalan yang ramai dan terdapat titik putar balik (U-turn), salah satu truk yang dikemudikan Sulaiman Laitupa bersenggolan dengan sepeda motor ojek daring Maxim yang ditumpangi korban dan dikendarai Jhon Soumury.
Akibat senggolan tersebut, sepeda motor kehilangan keseimbangan hingga korban terjatuh ke badan jalan dan terlindas truk TNI tersebut.
“Dari rekaman CCTV yang kami peroleh menunjukkan bahwa kendaraan truk itu yang menyenggol sepeda motor yang ditumpangi anak kami. Dan itu bukan dari arah belakang, melainkan depan truk. Dan setelah menyenggol dan melindas anak kami, truk tersebut tidak berhenti. Sopir truk justru tetap melanjutkan perjalanan bersama rombongan,”ujar Ibu korban, Mariska Muskita (41), di Ambon, Rabu (15/4).
Pasca peristiwa itu, Mariska mengaku bahwa
Korban pertama kali dilarikan warga ke RS Bhayangkara, kemudian dirujuk ke RS Siloam Ambon pada hari yang sama dalam kondisi kritis.
Di tengah perawatan intensif di rumah sakit, korban sempat menyampaikan kondisi yang dialaminya kepada sang ibu.
“Ma, oto Truck tentara yang muat CASIS giling Kia” tutur korban lirih.
Pada 7 Maret 2026, korban menjalani operasi darurat oleh tiga dokter spesialis dengan kondisi hemoglobin (HB) sekitar 4.
“Dengan diagnosa, pendarahan hebat pada organ hati, cedera serius pada panggul dan pangkal paha, dan pembengkakan pada otak”tutur Mariska.
Pada 8 Maret 2026, korban dirujuk ke RSUP Leimena karena keterbatasan tenaga medis spesialis di RS sebelumnya.
Sejak dirawat, korban telah menjalani tindakan medis intensif, termasuk lebih dari 40 kantong transfusi darah dan CT Scan kepala korban karena sempat mengalami kejang akibat pembengkakan pada otak
“Anak saya dilindas, tapi Puji Tuhan anak saya selamat. Itu Mujizat Tuhan,” ujar Mariska.
Korban juga menjalani operasi lanjutan pada organ hati pada 12 Maret 2026 serta operasi ortopedi berupa pemasangan pen pada panggul dan pangkal paha pada 30 Maret 2026. Dan hingga kini, korban masih dirawat di RSUP Leimena Ambon.
Ia mengaku kecewa dengan pihak Kodam XV Pattimura yang sebelumnya menyatakan akan menanggung biaya pengobatan korban hingga sembuh total, namun tidak direalisasi sepenuhnya.
“Memang sejumlah bantuan telah mereka berikan, seperti santunan dari unsur pimpinan TNI dan panitia CASIS, itu sekitar Rp.25 juta.
Dukungan logistik serta donor darah dari satuan TNI. Serta bantuan dari pihak lain. Namun pernyataan pihak TNI bahwa akan bertanggungjawab sampai pulih dan sembuh itu di mana? Anak saya bukan binatang, lalu datang beri santunan setelah itu tidak ada lagi, Kami sudah sebulan lebih di rumah sakit? Hanya Danrem saja yang datang menjenguk, Pangdam tidak,”ujar Mariska kecewa.
Meski demikian, Mariska dan keluarganya berterima kasih atas bantuan awal yang telah diberikan. Namun, menurutnya, kondisi anaknya masih membutuhkan perhatian serius dalam jangka panjang.
“Kami berharap ada tanggung jawab yang berkelanjutan, tidak hanya pengobatan saat ini, tetapi juga jaminan masa depan anak kami,” ujarnya.
Keluarga berharap adanya pengobatan lanjutan hingga pulih total, rehabilitasi medis jangka panjang, pendampingan psikologis, jaminan pendidikan, dukungan masa depan korban.
Selain itu, keluarga juga meminta perhatian dari pihak penyedia layanan transportasi Maxim untuk meningkatkan perlindungan keselamatan penumpang serta memberikan dukungan tambahan bagi korban.
Peristiwa ini tidak hanya menjadi persoalan kecelakaan lalu lintas, tetapi juga menyangkut masa depan seorang anak yang kini tengah berjuang untuk pulih.
Keluarga berharap seluruh pihak dapat menunjukkan tanggung jawab bersama secara berkelanjutan agar masa depan korban tetap terjamin.
Mariska mengungkapkan, bahwa di tengah kondisi yang masih lemah, anaknya tetap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada 6–7 April 2026 dari ruang perawatan.
“Dia mengerjakan ujian matematika dan bahasa Indonesia sambil menahan rasa sakit, bahkan sempat menangis, namun tetap berusaha menyelesaikan ujian,”tutur Mariska.
Pihak Kodam XV/Pattimura “Bela Diri”
Terkait insiden tersebut, pihak Kodam XV/Pattimura “bela diri”.
Kapendam XV/Pattimura, Kolonel Inf. Heri Krisdianto mengatakan insiden tersebut bukan tabrak lari.
“Narasi tabrak lari yang beredar di media sosial adalah tidak benar,”katanya dalam keterangan tertulisnya belum lama ini yang dishare dalam grup mitra pers dan penerangan Kodam XV/Pattimura.
Kronologi Versi Kodam
Heri menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 18.30 WIT saat konvoi truk TNI AD yang mengangkut calon siswa (casis) bergerak dari RS dr. J.A. Latumenten menuju Rindam XV/Pattimura dengan pengawalan Polisi Militer.
Setibanya di depan kantor Jasa Raharja, sebuah sepeda motor ojol yang dikendarai pria berinisial JS (49) diduga mencoba masuk ke jalur konvoi.
Motor tersebut kemudian bersenggolan dengan bagian belakang truk terakhir dalam rombongan, sehingga pengendara dan penumpangnya terjatuh.
“Pengemudi truk awalnya tidak menyadari kejadian tersebut. Namun setelah diberitahu pengendara lain, pengawal sempat menghentikan konvoi di Jembatan Merah Putih untuk menunggu konfirmasi,” kata Heri.
Namun karena pengendara ojol tidak kunjung datang, rombongan kendaraan akhirnya melanjutkan perjalanan.
Akibat kecelakaan tersebut, penumpang motor berinisial SKP, seorang pelajar SMP, mengalami patah tulang pada pangkal paha kiri.
“Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit,”kata Heri.
Tanggung Jawab dan Penanganan
Pihak Kodam XV/Pattimura menyatakan telah mengambil langkah sebagai bentuk tanggung jawab, termasuk menjenguk korban dan memastikan biaya pengobatan ditanggung hingga sembuh.
“Kami sangat prihatin dan mendoakan agar korban segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala,” ujar Heri.
Proses Penyelidikan
Saat ini, pihak Kodam masih melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi truk maupun pengemudi ojol untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Ia juga mengingatkan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, termasuk memberikan prioritas kepada kendaraan yang sedang dalam pengawalan petugas sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Percayakan proses penanganan kepada pihak berwenang agar situasi tetap kondusif,” kata Heri.