Deli Serdang,Adanya pemberitaan tentang Makanan Bergizi Gratis ( MBG ) di Kecamatan Lubuk Pakam kabupaten Deli Serdang pada bubur yang di terima siswa MTs Negeri 2 Lubuk Pakam membuat riuhnya kabar yang viral dikalangan produsen mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Berkenaan informasi yang berkembang kini Junaidi salahsatu pengawas penyalur MBG melakukan klarifikasi kepada awak media Selasa (03-03-2026).sebagai berikut :
1. Pengusaha /. Distributor pengadaan MBG telah berupaya melakukan pengadaan sesuai aturan yang ada
2. Bahwa dari ribuan makanan yang telah disajikan tidak terdapat makanan yang basi kecuali makanan yang satu tersebut .
3. Produsen / Distributor kedepannya akan sangat berhati hati dalam sajian yang akan dibagikan kepada siswa siswi di wilayahnya
4. Pengusaha bersedia mengganti makanan yang basi ( 1 paket ) kepada siswa yang mengalaminya bubur basi tersebut.
J Penanggung Jawab Makanan Bergizi Gratis ( MBG ) kepada awak media Selasa (03-03-2026) mengatakan. ” Setelah adanya pemberitaan di beberapa media terkait bubur MBG mengalami basi dapat kami jelaskan / klarifikasi bahwa kami telah lakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada siswa bahwa MBG yang mereka terima dalam keadaan baik , dan kepada siswa yang mendapat MBG namun tidak dalam keadaan baik maka kami akan bertanggung jawab untuk menggantinya dengan makanan baru dan baik , siswa tersebut telah berkenan dan tidak mempermasalahkan hal tersebut” jelasnya
Lanjutnya ” Kami dari distributor juga sangat heran mengapa beribu MBG dalam keadaan baik namun hanya 1 MBG yang mengalami basi, hal tersebut tidak ada unsur kesengajaan melainkan itu merupakan hal diluar kesadaran kami, harapan kami semoga kedepannya tidak akan terulang kembali MBG makanan sehat tetap di prioritaskan yang terbaik.” Pungkasnya (Tim)
BINJAI ( SUMUT ) – Korban pengancaman dengan menggunakan senjata tajam seperti parang dan senapang angin, Ilham Vernando Sitepu warga Dusun Lau Buah Desa Telagah Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat,memohon perlindungan Hukum kepada Kapolres Binjai.
Hal tersebut dikatakan korban Nando kepada sejumlah Wartawan, Senin (02/03/2026), dan mengatakan dirinya selaku korban sudah membuat LP ke Mapolres Binjai sesuai dengan LP tertanggal 04 Januari 2026 lalu dengan melaporkan 6 orang pelaku yang dikenalnya.
Singkat kronologisnya, Nando mengatakan pelaku, mengancan akan membunuhnya dengan membawa parang dan senapan angin yang sempat ditembakkan pelaku beberapa kali,namun korban berhasil melarikan diri untuk penyelamatan,ujarnya.
Bahkan disebutkan korban,istrinya juga bahkan didatangi oleh para pelaku dengan mengancam,sehingga membuat ustrinya ketakutan dan tidak berani tinggal di rumahnya hingga kini masih mengungsi di rumah keluarganya karena takut dengan para pelaku.
” Saya memohon kepada Bapak Kapolres Binjai untuk menindak-lanjuti pengaduannya.Akibat ancaman para pelaku sekitar 6 orang ini membuat dirinya dan istrinya hingga sekarang takut pulang dan tinggal di rumah mereka.Saya berharap Pak Kapolres segera turun-tangan agar kami bisa tenang,karena lima pelaku masih bebas berkeliaran di Desa ini, ” harap korban.
Terkait dengan kasus ini,Kasat Reskrim AKP Hizkia Siagian ketika dikonfirmasi via Wa menyarankan untuk menghubungi Kanit Pidum,namun sampai berita ini dikirim ke Redaksi Kanit belum memberi jawaban.(TIM).
sidik24jam. Tanjung Balai Karimun,
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, melakukan silaturahmi sekaligus penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) di Tanjung Balai Karimun, Senin (02/03/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Pelindo Tanjung Balai Karimun dan dihadiri jajaran manajemen, di antaranya General Manager Joni Hutama, Deputy Branch Manager Operasi Raja Junjungan Nasution, Deputy Branch Manager Pendukung Operasi Albert Sihombing, Manager Operasi Selatpanjang Bruri Sumantri.
Dari Pemkab. Meranti Asisten Sekdakab. Meranti Irmansyah,M.Si, Kepala Dinas Perindag Marwan, Kepala Dinas Perhubungan Fahri, Direktur BUMD Meranti Boni Nofriza, Para Kabag Dilingkungan Sekretariat Daerah.
Pada kesempatan itu Pemkab. Meranti melakukan penandatanganan dua kesepakatan yakni Penandatanganan MoU Pengelolaan Pelayanan Pelabuhan Tj. Harapan yang dilakukan langsung oleh Bupati H. Asmar dan GM PT. Pelindo Tj. Balai Joni Hutama.
Sementara Penandatanganan PKS Pengelolaan Tanah Pasar Modern Pelabuhan Selatpanjang dilakukan oleh Kadis Perindag Meranti Marwan dan GM Pelindo Tj. Balai Karimun.
MoU dan kerjasama ini disebut sebagai cikal bakal kerja sama pengelolaan terminal secara lebih komprehensif ke depan.
Dalam sambutannya, Branch Manager Pelindo Tanjung Balai Karimun, Joni Hutama, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Meranti beserta rombongan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena sesuatu dan lain hal belum dapat berkunjung langsung ke Meranti.
“Alhamdulillah, kerja sama ini telah kita tandatangani. Tinggal lagi kita melaksanakannya sesuai hak dan kewajiban masing-masing,” ujarnya.
Selanjutnya dikatakan Joni pihaknya terus melakukan komunikasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, DPRD, serta tokoh masyarakat. Termasuk dengan Ketua dan Sekretaris LAM Meranti, guna memastikan sinergi yang baik dalam pengelolaan pelabuhan.
Kemudian terkait penguatan Manajemen Kawasan Selatpanjang PT. Pelindo menegaskan sebagai perpanjangan tangan manajemen pusat dalam mengelola terminal penumpang pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik.
“Kita terus berupaya untuk memberikan pelayanan pelabuhan terbaik kepada penumpang agar merasa aman dan nyaman,” ujarnya.
Diantara yang dilakuian adalah transformasi Terminal Tanjung Harapan yang sudah semakin representatif dan ditahun 2026, investasi terus digelontorkan untuk penataan koridor, ponton, dan area parkir.
Sejumlah fasilitas pendukung turut ditingkatkan, seperti penambahan genset, ruang kargo/trestle, ruang tunggu, hingga penyediaan air minum gratis bagi penumpang. Pelindo juga mengapresiasi dukungan Pemkab dan DPRD Meranti atas penyesuaian tarif demi optimalisasi pelayanan.
Sementara itu Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyampaikan apresiasi atas sambutan Pelindo menurutnya kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi pembangunan daerah, khususnya di sektor kepelabuhanan, logistik, dan pengembangan ekonomi wilayah.
“Kami sangat bersyukur atas kesediaan Pelindo bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Asmar.
Ia menegaskan, sebagai daerah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut, pelabuhan memiliki peran vital sebagai pintu gerbang perdagangan dan mobilitas masyarakat.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Bupati Asmar juga menekankan pentingnya kesiapan pelabuhan menghadapi lonjakan arus mudik melalui jalur laut.
“Penandatanganan MoU ini adalah wujud nyata sinergi menghadirkan ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’ di wilayah kita,” tegasnya.
Harapan Pengembangan Kawasan dan PAD
Selain mengapresiasi pembangunan Terminal Tanjung Harapan, Bupati Asmar juga menyampaikan sejumlah harapan strategis kepada Pelindo, di antaranya:
sidik24jam. Meranti,- Polres Kepulauan Meranti Polda Riau melaksanakan Zoom Meeting pada Rakor Lintas Sektoral Mabes Polri dan Kementrian Lembaga tentang kesiapan Operasi Ketupat Tahun 2026 dalam Rangka Pelayanan Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H di Rupatama Lantai II Polres Kepulauan Meranti Senin (2/3/2026) Pagi.
Selain itu, Dalam Zoom tersebut sambutan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyampaikan bahwa pengelolaan arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H/2026 harus dilakukan secara terpadu, berbasis data.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti di wakili Asisten II Tengku Arifin, Waka Polres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Silitonga Kejari , Pabung Kodim 0303, KSOP dan Pihak yang hadir saat itu.
“Dalam aspek manajemen lalu lintas, rekayasa berbasis data harus diterapkan secara dinamis, termasuk skema contraflow dan one way berdasarkan rasio volume kendaraan. Kebijakan tersebut tidak bersifat tetap, melainkan menyesuaikan kondisi lapangan, dengan komunikasi kepada publik minimal enam jam sebelum pelaksanaan agar masyarakat dapat mengantisipasi perjalanannya,” ujar Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Wakapolres Kompol Detis Mayer Silitonga.
Wakapolres juga mengatakan bahwa dalam zoom itu, Selain kelancaran lalu lintas, pelayanan yang humanis dan inklusif juga menjadi perhatian utama. Fasilitas di pos pelayanan perlu distandarisasi, termasuk ruang laktasi, area bermain anak, serta layanan kesehatan siaga. Mobile health patrol harus disiapkan di jalur padat untuk penanganan dini dan mencegah risiko kelelahan pemudik.
” Dalam arahan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan menegaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan wujud kehadiran negara dalam menjamin mudik aman dan keluarga bahagia. Operasi ini adalah agenda tahunan yang mengedepankan pendekatan kemanusiaan, dengan fokus pada pengamanan, pelayanan, dan perlindungan masyarakat selama periode Idulfitri,” kata Wakapolres.
Dalam Zoom itu,Kapolri menyampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 merupakan wujud komitmen Polri bersama stakeholder terkait dalam menjamin perayaan Idulfitri 1447 H berjalan aman, tertib, dan lancar. Berdasarkan hasil survei dan evaluasi tahun sebelumnya, berbagai potensi kerawanan telah dipetakan, baik di jalur tol, arteri, penyeberangan, terminal, stasiun, pelabuhan, maupun bandara, sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan secara lebih terukur,” kata Wakapolres.
“Kapolri juga menekankan pengamanan pada transportasi umum melalui pengawasan di terminal, stasiun, pelabuhan penyeberangan, dan bandara. Polri mendukung kebijakan stimulus pemerintah seperti diskon tarif transportasi serta memastikan pengaturan antrean, pemeriksaan kendaraan, patroli di titik rawan, hingga pengawasan terhadap potensi gangguan kamtibmas, termasuk narkoba dan kriminalitas,” jelas Wakapolres.
Kegiatan Zoom Meeting Rakor Lintas Sektoral Mabes Polri dan Kementerian/Lembaga menunjukkan bahwa Operasi Ketupat Tahun 2026 merupakan agenda strategis nasional yang dilaksanakan secara terintegrasi dan berbasis data. Penekanan pada manajemen arus mudik dan balik yang dinamis mengindikasikan perlunya kesiapan daerah dalam menyesuaikan kebijakan pusat dengan kondisi riil di lapangan, termasuk kesiapan personel, sarana prasarana, serta sistem informasi yang responsif…
sidik24jam. MERANTI – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menerima kunjungan silaturahmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Meranti dalam rangka mendukung pelaksanaan program sensus dan survei rutin statistik, Senin (2/3/2026).
Pertemuan tersebut membahas dukungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, sensus pertanian, serta survei sosial ekonomi guna menghasilkan data makro yang akurat dan berkelanjutan.
Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Meranti, Sumi’rad, SST, mengatakan BPS memiliki peran strategis dalam menyediakan data bagi pemerintah dan masyarakat sebagai bahan evaluasi dan perencanaan pembangunan. Selain itu, pembinaan statistik juga dilakukan untuk mengembangkan statistik sektoral agar selaras dan terintegrasi.
“Kami meminta dukungan Bupati dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar sinkronisasi program dapat berjalan dengan baik, sehingga data yang dihasilkan semakin akurat dan berkualitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada 2026 BPS akan melaksanakan Sensus Ekonomi yang dilakukan setiap 10 tahun sekali. Kegiatan ini merupakan pendataan menyeluruh terhadap seluruh pelaku usaha di berbagai sektor ekonomi, di luar lapangan usaha pertanian.
“Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menyajikan data dasar kegiatan ekonomi yang akan menjadi pondasi utama dalam perumusan kebijakan, perencanaan pembangunan, serta evaluasi program di berbagai sektor, baik di tingkat pusat maupun daerah,” jelasnya.
Menurutnya, data hasil sensus akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 juga akan dilakukan bersamaan dengan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yakni sistem basis data terpadu tingkat nasional yang memuat informasi sosial dan ekonomi seluruh penduduk Indonesia sebagai rujukan utama pemerintah dalam penyelenggaraan program pembangunan dan perlindungan sosial.
“Oleh karena itu, kami berharap dukungan penuh dari seluruh aparat pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Meranti agar pelaksanaan Sensus Ekonomi dan pemutakhiran DTSEN dapat berjalan lancar,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati H. Asmar menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia juga meminta BPS untuk terus memperbarui data secara berkala, khususnya terkait kemiskinan dan kondisi ekonomi masyarakat.
“Kami berharap BPS dapat terus meng-update data setiap tahun, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar sesuai dengan kondisi dan fakta di lapangan,” kata Asmar.
Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi BPS dalam membantu kinerja pemerintah daerah melalui penyediaan data yang akurat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, saya menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Data yang dihasilkan sangat dibutuhkan dalam penyusunan kebijakan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pelaku usaha,” tegasnya.
Bupati juga mengimbau seluruh masyarakat dan pelaku usaha agar berpartisipasi aktif dalam kegiatan pendataan.
“Saya mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk menerima petugas sensus dengan baik, memberikan jawaban yang jujur dan lengkap, serta mendukung sepenuhnya proses pendataan,” ujarnya.
Kegiatan silaturahmi tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama antara Bupati Kepulauan Meranti dan jajaran BPS Kabupaten Kepulauan Meranti. ..
Galang | Deliserdang– Kepala Desa Timbang Deli Hendri Ardiansyah Putera Sabtu 28/02/2026 memberikan bantahan tegas atas pemberitaan yang berjudul “Gawat..!!! Diduga Kades Timbang Deli Menimbulkan Polemik Ingin Menggadaikan SKT Desa Senilai Rp60 Juta” yang beredar di media sosial maupun media online.
Kepala Desa Timbang Deli menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak berdasar.
“Terkait isu SKT desa yang disebut-sebut digadaikan, SKT yang mana yang dimaksud? Saya sendiri tidak tahu dan tidak mengerti maksud tudingan tersebut,” tegasnya.
Ia juga membantah keras adanya dugaan penggandaan Surat Keterangan Tanah (SKT).
“Kalau dikatakan digandakan, berarti harus ada dua surat yang sama. SKT yang mana yang disebut digandakan? Tuduhan itu tidak benar dan tidak pernah terjadi,” jelasnya.
Kepala Desa berharap pihak-pihak yang merasa memiliki informasi atau ingin melakukan konfirmasi agar datang langsung ke kantor desa, bukan menyampaikan tudingan melalui media sosial.
“Kami berharap jika ingin melakukan konfirmasi, silakan datang langsung ke kantor desa. Jangan menyampaikan di media sosial yang justru berpotensi menjadi fitnah,” ujarnya.
Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan telah mencemarkan nama baik dan berpotensi merugikan secara pribadi maupun institusi pemerintahan desa.
Atas tudingan yang dinilai sebagai fitnah, pihaknya menyatakan tidak menutup kemungkinan akan menempuh jalur hukum.
“Ini sudah termasuk fitnah. Jika terus berkembang tanpa dasar yang jelas, kami akan menempuh jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Tidak Ada Masalah Honor Guru PAUD dan Kader
Selain isu SKT, Kepala Desa juga membantah adanya persoalan terkait honor guru PAUD dan kader desa.
Ia memastikan bahwa honor guru PAUD dan kader telah dibayarkan sebagaimana mestinya dan seluruh laporan penggunaan anggaran telah disusun sesuai aturan serta akan dipertanggungjawabkan dalam Surat Pertanggungjawaban (SPJ).
“Tidak ada masalah dengan honor guru PAUD dan kader. Semuanya sudah diberikan dan laporan pertanggungjawabannya akan disampaikan sesuai mekanisme yang berlaku,” pungkasnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, Pemerintah Desa Timbang Deli berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu kebenarannya dan tetap mengedepankan asas konfirmasi serta keberimbangan dalam setiap pemberitaan(Tim)
BINJAI ( SUMUT ) – PKN Binjai Utara,kota Binjai Jumat (27/02/2026) bertepatan dengan 9 Ramadhan 1447 H melaksanakan acara berbuka puasa bersama sekaligus menyantuni anak Yatim Piatu sekitar 40 an orang dari lingkungan sekitar di Kelurahan Cengkehturi Kecamatan Binjai Utara kota Binjai.
Keterangan yang dihimpun, hadir dalam acara tersebut yakni, Pengurus Anak Cabang, Pengurus Ranting serta Keluarga Besar PKN Kecamatan Binjai Utara.
Acara buka Puasa dan sekaligus Silahturahim ini, PKN kecamatan Binjai Utara bersama Anak Yatim Piatu, dimulai pada jam 17.00 sampai dengan selesai bertempat di jalan Pisau Kelurahan Cengkeh Turi – Kecamatan Binjai Utara.
Hadir dari DPAC PKN Binjai Utara Ketua DIDO, Sekretaris Rudiansyah, Bendahara Ibnu Sakdan, Humas Putra Bangun dan Sahyudi, Tokoh Masyarakat/Agama dan hadirin lainnya.(Ibnu)
sidik24jam. PEKANBARU – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Komandan Korem (Danrem) 031/Wirabima, Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han, di Markas Korem 031/Wirabima, Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru, Jumat (27/2/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan TNI dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya di wilayah perbatasan.
Kedatangan Bupati Asmar beserta rombongan disambut langsung oleh Danrem 031/WB bersama jajaran pejabat utama Korem. Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas berbagai program strategis daerah dan dukungan TNI terhadap agenda pembangunan di Meranti.
Apresiasi Dukungan TNI
Bupati Asmar menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI selama ini, mulai dari program cetak sawah, pembangunan tanggul, pengamanan kamtibmas, hingga percepatan pendirian Koperasi Merah Putih di 101 desa dan kelurahan di Meranti.
Ia juga melaporkan pelaksanaan program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dinikmati pelajar dari wilayah kota hingga pelosok desa.
“Semua ini dapat berjalan baik berkat hubungan harmonis antara Pemda dan TNI, termasuk dukungan Dandim 0303/Bengkalis, Pabung, dan Danramil Tebing Tinggi,” ujar Asmar.
Keberhasilan pengamanan Festival Perang Air (Cian Cui) yang mampu menarik puluhan ribu wisatawan dan mendongkrak perputaran ekonomi hingga Rp70 miliar turut menjadi contoh nyata sinergi TNI-Polri dan pemerintah daerah.
Potensi Strategis Meranti
Dalam paparannya, Asmar juga memaparkan potensi unggulan Meranti, di antaranya sektor migas yang dikelola PT Imbang Tata Alam (ITA) dengan sembilan sumur aktif, tambang timah berkualitas di Pulau Rangsang, serta komoditas sagu yang telah diekspor ke mancanegara dengan produksi mencapai 250 ribu ton per tahun.
Selain itu, Kopi Liberika Meranti juga telah mengantongi sertifikat indikasi geografis dan menjadi salah satu produk unggulan daerah.
Namun, Bupati juga menyoroti persoalan abrasi yang cukup mengkhawatirkan, dengan tingkat pengikisan daratan mencapai 8–12 meter per tahun.
Usulan Batalyon dan Free Trade Zone
Dalam mendukung penguatan pertahanan wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, Pemkab Meranti telah menyiapkan lahan untuk pembangunan batalyon di kawasan perbatasan serta lahan untuk pembangunan Kodim.
Menurut Asmar, kehadiran satuan TNI di wilayah tersebut akan menjadi langkah strategis memperkuat sistem pertahanan negara sekaligus mendukung stabilitas keamanan daerah.
Tak hanya itu, Pemkab Meranti juga berencana melobi pemerintah pusat agar Meranti dapat ditetapkan sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ), seperti yang berlaku di wilayah Kepulauan Riau, guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan kelancaran distribusi kebutuhan pokok.
Komitmen Kolaborasi
Menanggapi hal tersebut, Danrem 031/WB Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bupati Asmar yang proaktif menjalin komunikasi dan koordinasi.
Menurutnya, posisi Meranti sebagai wilayah perbatasan memiliki nilai strategis yang perlu mendapatkan perhatian serius. Korem 031/WB bersama jajaran Kodim dan Koramil siap berkolaborasi menyukseskan program pembangunan daerah.
“Kami siap bersinergi menjaga stabilitas dan keamanan, khususnya di kawasan pesisir dan kepulauan yang memiliki posisi strategis,” tegasnya.
Sebagai langkah awal, Danrem berencana melakukan kunjungan langsung ke Meranti untuk meninjau kondisi wilayah perbatasan serta melihat potensi dan tantangan yang dihadapi daerah tersebut.
Pertemuan ditutup dengan pertukaran cenderamata dan foto bersama antara Bupati Asmar dan Danrem 031/WB, disaksikan jajaran pejabat Korem serta rombongan Pemkab Kepulauan Meranti.
sidik24jam. Meranti,–Polres Kepulauan Meranti Pelaksanaan Kegiatan Kurve atau Gotong Royong Personel Polres Kepulauan Meranti dalam Rangka Gerakan Indonesia Asri bermula di Musholla Sirojuttholibin Jalan Gogok Darussalam Kecamatan Tebing Tinggi Barat dan diikuti oleh seluruh Polsek Jajaran Polres Meranti Jumat (27/2/2026).
Selain itu, Dalam Rangka Gerakan Indonesia Asri polres meranti dan polsek jajaran kegiatan kurve di masjid
Selain berdampak pada kebersihan fisik lingkungan, kegiatan ini juga mempererat solidaritas dan kekompakan antarara Polri dengan Masyarakat Desa Gogok serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
” Dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan Gerakan Indonesia Asri Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian kebersihan lingkungan Polres Kepulauan Meranti terhadap tempat Ibadah Musholla dan Pelaksanaan kurve dilakukan secara menyeluruh, meliputi pembersihan halaman depan, Samping, dalam Musholla, serta pemotongan rumput liar disekitar area musholla Begitu juga diwilayah polsek jajaran Polres Meranti,” ujar Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui
Kabag Log Polres Kepulauan Meranti AKP Herry Juana Putra
Ia juga mengatakan Dengan terlaksananya kegiatan kurve ini, diharapkan seluruh Masyarakat termotivasi untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar secara berkelanjutan, sehingga suasana yang bersih dan kondusif dapat terus terpelihara, khususnya dalam Pelaksanaan Ibadah Bulan Suci Ramadhan 1447 H tahun 2026.
” Tentunya, Kegiatan kurve atau gotong royong yang dilaksanakan oleh personel Polres Kepulauan Meranti merupakan bentuk kepedulian institusi terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekitar. Kegiatan ini tidak hanya bersifat rutinitas kebersihan, tetapi juga menjadi momentum Pelaksanaan Ibadah Bulan Suci Ramadhan dengan menciptakan suasana yang bersih, dan sehat,” kata Kabag Log.
Selain berdampak pada aspek fisik lingkungan, kegiatan kurve juga memperkuat solidaritas, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab antara Polri dengan Masyarakat sehingga terciptanya situasi Harmonis.
Ia juga berharap, dengan adanya kegiatan ini masyarakat bisa nyaman dalam pelaksaan ibadah pada bulan suci Ramadhan serta menjadi motivasi bagi Masyarakat untuk bersama-sama menjaga Lingkungan tempat tinggal maupun tempat Ibadah.
AMBON SIDIK24JAM-COM– Deru aktivitas di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota Ambon kian sibuk sejak bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ribuan porsi makanan sehat disiapkan setiap hari. Namun, ada realitas yang mengintai di balik kuali besar tersebut: mayoritas SPPG di Ambon menempati bangunan rumah atau gedung lama yang sistem drainasenya terhubung langsung ke selokan umum tanpa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),jumat 27/02/2026.
Tanpa intervensi, sisa minyak, kuah, dan gunungan sisa bahan makanan dari dapur SPPG akan menjadi bom waktu pencemaran lingkungan yang memicu bau busuk, pendangkalan selokan, hingga memperpendek umur Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Toisapu.
Merespons potensi krisis ekologi ini, Kementerian Lingkungan Hidup telah menetapkan regulasi tegas melalui Keputusan Menteri LHK Nomor 2760 Tahun 2025. Aturan ini mewajibkan seluruh SPPG untuk mengelola air limbah domestik dan sampah sebelum dibuang ke lingkungan.
Lantas, bagaimana SPPG di bangunan lama bisa memenuhi standar ketat ini tanpa harus membongkar total dapur dan mengorbankan kecepatan memasak?
Retrofit IPAL: Solusi Cerdas Tanpa Bongkar Gedung
Tidak perlu ruang bawah tanah yang luas.
Standar teknologi pengolahan air limbah dapat disiasati dengan metode “Retrofit” (penambahan alat pada sistem eksisting):
Pemasangan Grease Trap Portabel: Ini adalah garis pertahanan pertama. Untuk bangunan lama, grease trap (pemisah lemak) dapat dipasang persis di bawah wastafel cuci piring (under-sink). Sistem kerjanya memanfaatkan gravitasi; minyak yang lebih ringan akan mengapung dan terjebak, sementara air mengalir ke bawah. Pengelola wajib mengangkat lapisan lemak ini setiap sore agar tidak jenuh.
Sistem Filtrasi Modular: Setelah bebas lemak, air dialirkan (bisa dibantu pompa kecil) ke Tangki IPAL Modular (biotank) di atas permukaan tanah (misal di halaman belakang). Di sinilah bakteri biologis bekerja mengurai zat pencemar sebelum air yang aman dialirkan ke drainase kota.
Pola Kerja Dry Scraping: Dapur Cepat, Pipa Selamat
Teknologi IPAL akan cepat rusak jika budaya kerja masih sembarangan. SPPG harus menerapkan Pra-Pembersihan Kering (Dry Scraping): Setiap pekerja dilarang membuang sisa makanan ke wastafel. Sisa bahan basah harus dikerok langsung ke wadah organik. Wajan berminyak wajib diseka dengan kain/tisu sebelum dibilas air.
Metode ini memangkas drastis beban pencemar organik yang masuk ke air cucian, membuat proses memasak dan mencuci tetap gesit tanpa menyumbat pipa.
Mengubah Sampah Organik Menjadi “Emas Hijau” dan Pakan Maggot
Di sinilah letak revolusi sesungguhnya. Sampah organik (sisa potongan sayur, kulit buah, dan sisa makanan yang tidak habis) menyumbang volume terbesar di SPPG. Alih-alih membuangnya dan menambah beban retribusi sampah, SPPG di Ambon dapat menciptakan Ekonomi Sirkular:
1. Pabrik Pupuk Mini: SPPG wajib menyediakan sarana pengomposan. Sisa dapur bisa diolah dengan komposter sederhana (seperti metode Takakura atau tong komposter) untuk menghasilkan Pupuk Organik Cair (POC) dan kompos padat. Pupuk ini memiliki nilai jual untuk urban farming atau digunakan menghijaukan perkarangan SPPG sendiri.
2. Kolaborasi Peternak Maggot Kampong Keranjang: Ini adalah solusi paling strategis. SPPG dapat menjalin kerja sama dengan komunitas atau peternak lalat Black Soldier Fly (BSF)/Maggot lokal, seperti yang ada di kawasan Kampong Keranjang, Wayame.
Sampah organik SPPG adalah “pakan super” bagi maggot. Sisa makanan dijemput secara rutin oleh peternak, menghindarkan SPPG dari tumpukan sampah basah yang bau.
Hasilnya? Maggot tumbuh gemuk menjadi pakan ternak (ayam/ikan) berprotein tinggi bernilai ekonomi mahal, menciptakan putaran uang baru bagi masyarakat Ambon.
SPPL dan Kewajiban Pelaporan: Kontrak Sosial SPPG
Secara administratif, pengelolaan limbah ini adalah bentuk pertanggungjawaban mutlak. SPPG wajib menyusun dan memiliki dokumen lingkungan berupa SPPL (Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup). SPPL adalah “kontrak sosial dan hukum” bahwa dapur MBG tidak akan merusak lingkungan sekitar.
Sebagai bentuk kepatuhan terhadap Kepmen 2760/2025, SPPG memikul kewajiban administratif, antara lain:
Memantau kualitas air limbah pada titik penaatan secara rutin setiap 3 (tiga) bulan sekali.
Melaporkan pelaksanaan pengelolaan sampah kepada Pemerintah Daerah c.q. Dinas Lingkungan Hidup. Data ini kelak diintegrasikan ke dalam Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN).
Program Makan Bergizi Gratis hadir untuk mencetak generasi cerdas, bukan mewariskan selokan kotor dan gunung sampah. Lewat IPAL yang tepat guna dan kolaborasi ekonomi sirkular bersama peternak maggot, SPPG di Ambon membuktikan bahwa kesehatan dan kelestarian alam bisa berjalan beriringan.
Penulis ; Hendra Hendriksz, S.Hut – Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Pertama
Pada Dinas LH Provinsi Maluku