sidik24jam. MERANTI – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan program swasembada pangan nasional, Pemerintah Desa Sonde bersama Bhabinkamtibmas Polsek Rangsang melaksanakan kegiatan penanaman jagung pipil tahun 2026, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB di Jalan Kampung Baru, Dusun I, Desa Sonde, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada lahan seluas 0,5 hektare milik kelompok tani yang dikelola oleh Ducai.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sonde Syafrii, Bhabinkamtibmas Desa Sonde Brigadir Ahmad Kamil, Ketua RT 01 Mahdi, serta perwakilan kelompok tani, Ducai.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH melalui Kapolsek Rangsang AKP Gunawan SH mengatakan, penanaman jagung pipil ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.
“Penanaman jagung pipil ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, Polri tidak hanya hadir dalam pengamanan, namun juga aktif memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat serta kelompok tani guna mendukung keberhasilan sektor pertanian di wilayah tersebut.
“Polri mendukung dan mensuport kegiatan penanaman jagung pipil, dan kami akan tetap memantau serta mengawasi hingga proses panen,” terangnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan pertanian secara produktif sehingga mampu meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan warga. Kegiatan berakhir sekitar pukul 09.30 WIB dan selama pelaksanaan berlangsung situasi dalam keadaan aman dan kondusif****
sidik24jam. Meranti – Bhabinkamtibmas Desa Beting melaksanakan kegiatan pengecekan lahan tanaman jagung pipil Kuartal I Tahun 2026 di Desa Beting, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Beting, AIPDA Suharmoko, S.E., dengan melakukan monitoring perkembangan tanaman jagung milik kelompok tani yang dipimpin Jasman.
Lahan pertanian yang ditinjau memiliki luas sekitar setengah hektar dengan usia tanaman mencapai 10 hari.
Adapun estimasi masa panen diperkirakan pada 30 Juli 2026 mendatang. Dalam pengecekan tersebut, petani menyampaikan kendala yang dihadapi di lapangan, yakni belum turunnya hujan sehingga pertumbuhan tanaman jagung belum maksimal.
Selain melakukan pengecekan, pihak kepolisian juga mendampingi petani dalam pengelolaan sektor pertanian serta membangun komunikasi guna mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri melalui keterlibatan aktif dalam program ketahanan pangan demi kesejahteraan masyarakat desa.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Rangsang AKP Gunawan, S.H. mengatakan kegiatan penanaman jagung pipil tersebut bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan serta mendukung program swasembada pangan nasional.
“Polri juga berperan aktif dalam memberikan penyuluhan dan pelaksanaan program penanaman dengan melibatkan anggota kepolisian bersama masyarakat setempat,” ujar Kapolsek.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. Selama pelaksanaan kegiatan berlangsung, situasi dalam keadaan aman dan terkendali.****
Deli Serdang – Pemasangan sejumlah tiang jaringan WiFi yang diduga milik salah satu provider internet di beberapa desa wilayah Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menuai sorotan dari masyarakat. Selain dinilai mengganggu estetika lingkungan dan terkesan semrawut, pemasangan tiang tersebut juga disebut-sebut dilakukan tanpa izin kepada sejumlah pemilik lahan.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pihak manajemen provider mengaku telah memperoleh izin berupa surat keterangan dari pihak Kecamatan Pagar Merbau yang ditandatangani Camat Pagar Merbau, Junaidi, SE., M.Si. Namun, surat tersebut diduga tidak memiliki nomor surat resmi.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait administrasi dan legalitas surat dimaksud. Sejumlah pihak menilai surat tanpa nomor administrasi berpotensi menimbulkan persoalan dalam tertib arsip maupun pembuktian hukum di kemudian hari.
Berdasarkan ketentuan administrasi pemerintahan yang diatur dalam Permendagri Nomor 1 Tahun 2023 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Pemerintah Daerah, nomor surat merupakan bagian penting dalam sebuah dokumen resmi. Nomor surat berfungsi sebagai identitas administrasi, memudahkan penelusuran arsip, serta memperkuat legalitas dokumen.
“Nomor surat sangat penting untuk tertib administrasi dan pembuktian hukum. Surat resmi tanpa nomor dapat menimbulkan polemik terkait keabsahan administrasinya,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Masyarakat juga meminta agar pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, melakukan peninjauan terhadap proses perizinan pemasangan tiang jaringan internet tersebut agar sesuai dengan aturan yang berlaku serta tidak merugikan warga sekitar.
Selain itu, warga berharap Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dapat melakukan evaluasi terhadap tata kelola administrasi di lingkungan Kecamatan Pagar Merbau guna menghindari terjadinya persoalan serupa di masa mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kecamatan Pagar Merbau maupun pihak provider terkait polemik tersebut. (tim)
sidik24jam. MERANTI – Aparat dari Kepolisian Polsek Tebingtinggi melakukan Pengecekan ketahanan pangan Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) pada kolam ikan lele milik warga di Jalan Perumbi Gang Karya RT 04 RW 01, Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti. Selasa, (19/05/2026).
Kapolres Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH melalui Kapolsek Tebingtebing AKP J.A.Lubis SH MH mengatakan kalau kegiatan pengecekan dilakukan oleh Kanit Binmas Polsek Tebing Tinggi AIPTU Djoko Susilo bersama Bhabinkamtibmas Desa Banglas Barat Brigadir Rozi Permanda.
Turut hadir pemilik kolam, Saudara Wawan. Kolam ikan lele yang dilakukan pengecekan memiliki luas sekitar 5 x 15 meter.
“Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui kondisi kolam dan kesehatan ikan lele dalam keadaan baik. Selain itu, kebersihan kolam serta ketersediaan pakan ikan juga terpantau mencukupi,”katanya.
Dijelaskan Kapolsek kalau dalam pengecekan tersebut, jumlah ikan lele yang dipelihara diperkirakan mencapai sekitar 5.000 ekor dengan perkembangan pertumbuhan yang cukup baik.
“Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat komunikasi dan koordinasi antara pemilik kolam dengan pihak pendamping maupun petugas terkait,”bebernya.
Selain melakukan pengecekan, petugas turut memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus mengembangkan usaha budidaya ikan lele sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan serta peningkatan ekonomi keluarga….
Ambon Sidik24jam,com-,POLRESTA PULAU AMBON DAN P.P. LEASE – Personel Polsek Sirimau bersama Tim Identifikasi Polresta Ambon melakukan evakuasi terhadap sesosok jenazah perempuan yang ditemukan di Muara Sungai Wai Ruhu, tepatnya di bawah Jembatan Merah Putih, Negeri Hative Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Senin (18/05/2026) dini hari.
Kapolsek Sirimau IPTU Bastian Tuhuteru, S.Pd menjelaskan, penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui oleh seorang pengemudi Maxim bernama Markus Lappi sekitar pukul 04.30 WIT saat melintas di kawasan tersebut.
“Saksi yang hendak buang air melihat korban dalam posisi tengkurap di muara sungai, kemudian segera melaporkan kejadian tersebut ke Pos PRC Dit Samapta Polda Maluku,” jelasnya.
Korban ditemukan mengenakan baju kaos lengan panjang warna coklat dan celana panjang motif bunga-bunga. Saat ditemukan, bagian kepala hingga perut berada di daratan kering, sementara bagian pinggang hingga kaki masih berada di dalam air.
Menerima laporan tersebut, personel SPKT Polresta Ambon, SPKT Polsek Sirimau serta Bhabinkamtibmas Negeri Galala dan Hative Kecil langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan evakuasi korban sambil menunggu kedatangan Tim Identifikasi Polresta Ambon.
Sekitar pukul 07.51 WIT, Tim Identifikasi tiba di lokasi dan langsung melakukan olah TKP serta identifikasi awal terhadap korban. Selanjutnya korban dievakuasi ke ruang jenazah RS Bhayangkara Tantui Ambon guna dilakukan pemeriksaan luar dan penyelidikan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh dokter umum RS Bhayangkara Tantui, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, diperkirakan korban meninggal kurang dari dua jam sebelum ditemukan.
Dari hasil pemeriksaan identitas menggunakan perangkat milik Tim Identifikasi, korban diketahui bernama Tuti Rahmawati Souwakil, perempuan berusia 31 tahun. Namun demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait keabsahan identitas dan alamat korban.
Polisi juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi warga sekitar, korban diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Meski demikian, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Saat ini jenazah korban masih berada di ruang jenazah RS Bhayangkara Tantui Ambon. Situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif.
sidik24jam. MERANTI – Penutupan sejumlah panglong arang di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menimbulkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Kepulauan Meranti, AKBP Purn H. Asmar, meminta DPR RI ikut turun tangan mencarikan solusi agar masyarakat tetap bisa bekerja tanpa mengabaikan aspek hukum dan kelestarian lingkungan.
Permintaan itu disampaikan Bupati Asmar saat menerima audiensi Anggota DPR RI Dapil Riau Fraksi PKB, Iyet Bustami, di Ruang Rapat Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin 18/5/2026.
Dalam pertemuan tersebut, Asmar menjelaskan bahwa penutupan panglong arang telah berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat yang selama ini menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas pencarian kayu bakau, pengolahan arang, hingga distribusi dan perdagangan hasil produksi.
Banyak warga yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pencarian bakau, pengolahan arang, hingga aktivitas distribusi dan perdagangan, kini kehilangan mata pencaharian,” ujar Asmar.
Bantuan Pangan Hanya Solusi Sementara.
Sebagai langkah penanganan awal, Pemkab Meranti telah menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat terdampak, termasuk Bantuan Pangan Non Tunai bekerja sama dengan Bulog.
Namun menurut Asmar, bantuan tersebut hanya bersifat sementara. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah solusi jangka panjang yang menjaga keberlangsungan ekonomi rakyat tanpa mengabaikan hukum dan lingkungan.
Kami memahami langkah penertiban dilakukan dalam rangka penegakan hukum dan perlindungan kawasan mangrove serta kehutanan. Meski begitu, kondisi masyarakat pesisir yang telah bertahun-tahun menggantungkan hidup dari sektor arang juga perlu menjadi perhatian serius,” katanya.
Asmar meminta dukungan DPR RI untuk memperjuangkan regulasi dan kebijakan yang memberikan kepastian hukum bagi masyarakat. Ia mendorong tata kelola mangrove berkelanjutan, pembinaan usaha rakyat, hingga penyediaan alternatif lapangan pekerjaan bagi warga terdampak.
DPR RI Janji Koordinasi dengan Kementerian Kehutanan.
Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Khalid Ali, mengatakan persoalan perizinan panglong arang memang menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Namun solusi tetap harus dicari agar keseimbangan antara penegakan hukum, kelestarian lingkungan, dan ekonomi masyarakat terjaga.
Sementara itu, Iyet Bustami menyebut kedatangannya ke Meranti untuk mendengar langsung kondisi masyarakat terdampak penutupan panglong arang.
Barangkali ini bisa menjadi informasi yang akurat untuk saya sampaikan ke pusat,” ujarnya.
Iyet menegaskan, penindakan terhadap aktivitas yang merusak lingkungan telah diatur dalam PP Nomor 24 Tahun 2025. Namun aspek sosial dan ekonomi masyarakat tetap harus menjadi perhatian pemerintah.
Insyaallah, sambil menunggu data, saya akan berkoordinasi dengan rekan-rekan di Komisi IV DPR RI untuk melakukan audiensi bersama Kementerian Kehutanan dan kementerian terkait lainnya guna mencari solusi agar masyarakat bisa kembali bekerja,” ungkapnya.
Tinjau Lapangan & Salurkan Bantuan.
Usai audiensi, rombongan meninjau langsung panglong arang di Desa Batin Suir, Kecamatan Tebingtinggi Timur. Dalam kesempatan tersebut, turut disalurkan sebanyak 100 paket sembako kepada para pekerja yang terdampak penutupan panglong arang….
sidik24jam. TEBINGTINGGI BARAT – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, membuka Festival Telaga Air Merah ke-VI Tahun 2026 yang digelar di Desa Tanjung, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Sabtu 16/5/2026.
Dalam kesempatan itu, Bupati Asmar mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes dan PT Imbang Tata Alam ITA dalam mengembangkan potensi wisata berbasis kearifan lokal di Desa Tanjung.
Menurutnya, Festival Telaga Air Merah bukan sekadar ajang hiburan dan wisata, tetapi juga bukti nyata sinergi berbagai pihak dalam membangun sektor pariwisata yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat desa.
Festival ini dapat menjadi contoh bagaimana kekayaan budaya, sejarah, dan kearifan lokal mampu dikembangkan menjadi potensi pariwisata yang berdampak terhadap pemberdayaan masyarakat dan peningkatan perekonomian daerah,” ujar Asmar.
Lestarikan Budaya Melayu, Ajak Anak Muda Aktif.
Asmar mengatakan festival ini juga menjadi sarana pelestarian budaya Melayu sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat serta mengenalkan permainan olahraga tradisional kepada generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi.
Festival Telaga Air Merah ini merupakan salah satu bentuk usaha kita dalam menjaga khasanah budaya Melayu sekaligus mengajak generasi muda untuk terus melestarikan warisan budaya daerah,” katanya.
PT ITA Bangun Jalan 1,6 KM untuk Desa Tanjung.
Selain sektor pariwisata, Bupati Asmar juga mengapresiasi kontribusi PT Imbang Tata Alam dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa melalui pembangunan Jalan Tanjung Darul Takzim sepanjang 1.600 meter dengan lebar 3 meter yang dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat setempat.
Menurutnya, pembangunan jalan tersebut sangat membantu meningkatkan mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi hasil perkebunan maupun pertanian warga.
Kami berharap keberadaan jalan ini dapat dijaga dan dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ungkapnya.
BUMDes Tanjung Mandiri Sumbang PAD Rp183 Juta.
Kepala Desa Tanjung, Muhammad Anas, mengatakan Festival Telaga Air Merah yang telah memasuki tahun keenam merupakan hasil kebersamaan antara pemerintah desa, BUMDes Tanjung Mandiri dan PT Imbang Tata Alam.
Alhamdulillah di tahun 2026 ini kami dari Desa Tanjung bekerja sama dengan BUMDes dan PT Imbang Tata Alam kembali melaksanakan Festival Telaga Air Merah yang ke-VI. Ini bentuk kebersamaan dan kekompakan seluruh pihak,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, keberadaan Wisata Telaga Air Merah yang dikelola melalui unit usaha BUMDes Tanjung Mandiri terus memberikan kontribusi positif bagi desa dan masyarakat.
Alhamdulillah pada tahun 2025 lalu, BUMDes Tanjung Mandiri berhasil menghasilkan PAD atau keuntungan sekitar Rp183 juta yang sedikit demi sedikit dapat memberikan kontribusi bagi desa dan masyarakat,” katanya.
PT ITA: Kami Berupaya Jadi Super Team.
Perwakilan Manajemen EMP PT Imbang Tata Alam ITA, Arif Hidayatullah, mengatakan festival ini bukti nyata kolaborasi antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat dalam membangun potensi wisata daerah.
PT Imbang Tata Alam bukan Superman, tetapi kami berupaya menjadi super team bersama masyarakat dan pemerintah dalam membangun Meranti yang lebih maju,” ujarnya.
Arif menyebut pengembangan Wisata Telaga Air Merah menunjukkan semangat masyarakat Desa Tanjung yang mampu mengubah kawasan embung menjadi destinasi wisata produktif dan menarik bagi pengunjung dari berbagai daerah.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan Pokdarwis, BUMDes dan masyarakat yang menyediakan homestay serta mendukung aktivitas wisata selama festival berlangsung sehingga berdampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Boleh jadi kita berbeda, ada Jawa, Sunda dan Melayu, tetapi di sini kita bersatu dan berkolaborasi membangun Meranti lebih maju,” ungkapnya.
Di sela kegiatan festival, PT Imbang Tata Alam turut menyerahkan santunan kepada 23 anak yatim dan kaum dhuafa di Desa Tanjung..***
Ambon, Sidik24jam.com — Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak dapat hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran keluarga hingga lingkungan terkecil seperti RT/RW menjadi kunci utama dalam mencegah potensi konflik sosial di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kapolsek Sirimau, IPTU Bastian Tuhuteru, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, pengawasan orang tua terhadap anak-anak, khususnya pada malam hari, sangat penting guna mencegah kenakalan remaja yang berujung pada tindakan kriminal.
“Mulai dari rumah. Orang tua harus tahu anaknya ke mana, jam berapa keluar, dan dengan siapa,” ujarnya.
Ia menilai, lemahnya kontrol keluarga kerap menjadi celah munculnya berbagai persoalan sosial.
Lingkungan Negatif Picu Konflik
Selain faktor keluarga, lingkungan pergaulan juga berpengaruh besar. Aktivitas seperti pergaulan bebas, perjudian, hingga konsumsi minuman keras dinilai menjadi pemicu utama terjadinya konflik.
Jika tidak dikendalikan, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi gesekan antar kelompok hingga konflik antar kampung.
Insiden Karpan Jadi Pelajaran
IPTU Bastian juga menyinggung insiden di kawasan Karpan, di mana seorang Ketua RT menjadi korban kekerasan usai menegur sekelompok pemuda yang berkumpul hingga larut malam.
Teguran tersebut berujung aksi brutal menggunakan senjata tajam. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik kecil dapat membesar apabila tidak disikapi dengan bijak.
Warga Diminta Tidak Main Hakim Sendiri
Masyarakat diimbau untuk tidak terpancing emosi dan menghindari tindakan main hakim sendiri.
“Yang awalnya korban bisa berubah jadi pelaku. Ini yang harus dihindari bersama,” tegasnya.
Sinergi Jadi Kunci Kamtibmas
Ia menekankan pentingnya kerja sama antara warga, tokoh masyarakat, dan aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan.
Warga juga diminta proaktif melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas agar dapat segera ditangani.
“Kalau semua bergerak bersama, lingkungan pasti aman,” pungkasnya.
sidik24jam.com.Langkat (Sumut)- Pemerintahan Desa Tanjung Jati bersama Kecamatan dan Baznas Kabupaten Langkat menyantuni masyarakat musibah kebakaran di Dusun.10 Desa Tanjung Jati Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat Sumatera Utara, Rabu (13/5/2026)
Pada kesempatan itu Kepala Desa Tanjung Jati Aslinda Nasution.SE yang baru saja pulang dari jakarta mengikuti kegiatan Musda.II PAPDESI mewakili masyarakat mengucapkan ribuan terimakasih kepada Baznas Kabupaten Langkat melalui Kecamatan atas bantuan yang diberikan pada masyakat musibah korban kebakaran di Dusun 10.
Pemberian santunan sebagai wujud kepedulian Baznas Kab.Langkat yang diberikan melalui Kecamatan dan Pemerintahan Desa, kata Aslinda Nasution.SE yang mewakili masyarakat
Masyarakat yang tertimpa musibah Korban kebakaran dengan rasa haru mengucapkan sangat berterimakasih kepada pemerintahan Desa, Kecamatan dan Baznas Kabupaten Langkat yang peduli kepada kami yang terkena musibah ini.
Pemberian santunan tersebut dihadiri Kepala Desa Tanjung Jati Aslinda Nasution.SE besrta perangkat Desa, Ketua Baznas Kabupaten Langkat Thantawi Jauhari,MA,
Juli Hukman,SE ( wakil ketua 3) dan
Camat Binjai Andi Pranata Siregar, S.IP, M.AP.
sidik24jam.com (Jakarta) – Menteri koordinator bidang pangan Zulkifli Hasan (Zulhas)pentingnya kolaborasi Pemerintah ,kepala desa, hingga TNI dalam mempercepat pembangunan desa dan penguatan program koperasi desa dan program koperasi desa merah putih
Hal ini disampaikan saat membuka musyawarah nasional (Munaa)II PAPDESI tahun 2026 di aula kantor kementerian desa dan PDT Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026,
”Jadi koperasi itu orisinil gagasan Bapak Peesiden kami ini yang memaparkan koperasi ke Bapak Presiden, kata Zulhas.
Ia yang mengapresiasi dukungan TNI terhadap berbagai program pemerintah mulai dari koperasi desa merah putih hingga program unggulan makan berhizi (MBG).
Kami kalau urusan, koperasi urusan MBG apa saja itu beliau di dampingi terus.Pada akhirnya kita seua bekerja untuk rakyak.Mari kita geser air mata kemiskinan menjadi air mata kebahagiaan di desa-desa yang kita bina, ujarnya
Menurut Zulhas, Pemerintah telah mempersiapkan bwebagai program pengembangan desa termatik hingga desa ketahanan pangan.
Di Kemenrerian kami bisa dengan banyak pihak nanti ada desa wisata, desa ekspor, desa termatik dengan desa ketahanan pangan.
Dan dalam kesempatan dialog dengan Dua Ribu lebih Kepala Desa yang Hadir Salah Seorang Peserta yakni Ketua DPD PAPDESI SUMUT Zainul Akhyar yg juga Kades Kedai Durian kec. Deli Tua melaporkan Untuk mendukung Program Bapak Presiden membangun Desa,Bupati Deli Serdang BapakAsri Luddin Tambunan sudah membuat program Satu Desa Satu Sarjana di Kab.Deli Serdang hal ini langsung di sambut tepuk tangan riuh dari seluruh peserta yang hadir, dan mendapat Apresiasi dari bapak
Menko dan Mendes serta memuji program Bupati Deli Serdang bpk kira nya
Bisa menjadi contoh Kabupaten lain di Indonesia.