PARIAMAN — Organisasi lingkungan hidup, Yayasan Devendra, resmi mengajukan gugatan hukum terhadap seorang pengusaha tambak udang, H. Adrijon alias H. Jon, ke Pengadilan Negeri (PN) Pariaman. Gugatan tersebut terkait dugaan pelanggaran pemanfaatan kawasan sempadan pantai yang dijadikan sebagai lokasi budidaya udang.
Perkara ini telah resmi terregistrasi di PN Pariaman dengan nomor perkara 34/Pdt.Sus-LH/2026/PN.PMN. Namun, dalam sidang perdana yang dijadwalkan pada Kamis (18/06/2026), pihak tergugat selaku pemilik tambak mangkir dari panggilan pengadilan. Akibat ketidakhadiran tersebut, majelis hakim memutuskan untuk menunda persidangan selama dua minggu guna melakukan pemanggilan ulang.
Kuasa hukum Yayasan Devendra, Ibrahim Saleh Harahap, S.H., kepada awak media menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh saudara Adrijon merupakan bentuk Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Objek sengketa yang digunakan untuk budidaya udang tersebut sejatinya merupakan kawasan sempadan pantai yang dilindungi.
”Sempadan pantai memiliki fungsi krusial sebagai wilayah penyangga untuk melindungi ekosistem pesisir. Aktivitas pembangunan tambak di lokasi tersebut jelas-jelas menabrak aturan hukum yang berlaku,” ujar Ibrahim Saleh Harahap tegas.
Lebih lanjut, Ibrahim menjelaskan bahwa tindakan tergugat diduga kuat melanggar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Selain itu, aktivitas tersebut juga dinilai bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2016 Pasal 1 Angka 21 tentang Sempadan Pantai.
Dampak dari mangkirnya tergugat, sidang akan kembali dilanjutkan pada Kamis, 2 Juli 2026 mendatang. Pengadilan dijadwalkan akan melakukan pemanggilan ulang terhadap H. Adrijon selaku tergugat, serta para pihak turut tergugat, yakni Bupati Pariaman dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pariaman. Pihak organisasi lingkungan berharap para pihak dapat kooperatif demi penegakan hukum lingkungan di wilayah pesisir Pariaman.(Team Redaksi)
sidik24jam. SELATPANJANG – Warisan nenek moyang Suku Akit di Pulau Rangsang mulai dibedah secara ilmiah. Sekda Kepulauan Meranti Sudandri hadir langsung dalam pemaparan hasil penelitian “Eksplorasi Tradisi Lisan Suku Akit di Pulau Rangsang”, Jumat 19/6/2026 di Ruang Rapat Dinas PUPR.
Penelitian dipimpin Dr. Fatmahwati A.,M.Pd bersama tim. Tujuannya jelas: dokumentasi, kajian, dan identifikasi nilai budaya yang hidup dalam tutur kata Suku Akit.
1. Kenapa Suku Akit Penting Buat Meranti?
Suku Akit adalah komunitas adat pesisir asli Kepulauan Meranti. Hidup dari laut, hutan mangrove, dan sagu. Tradisi lisannya bukan sekadar cerita. Di dalamnya ada kearifan: cara jaga alam, etika melaut, sistem sosial, sampai doa-doa adat sebelum turun ke laut.
Sayangnya tradisi lisan rawan punah. Kalau nggak dicatat sekarang, hilang ditelan zaman + gempuran budaya luar. Makanya penelitian ini langkah strategis.
2. Isi Penelitian: Dari Pantun Sampai Doa Adat.
Dr. Fatmahwati eksplorasi berbagai bentuk tradisi lisan: pantun berbalas, dongeng rakyat, teka-teki, seloka, hingga mantra/doa adat Suku Akit. Semua dikaji nilainya: apa pesan moral, filosofi, dan kearifan lokal yang terkandung.
Hasilnya bakal jadi arsip resmi Pemkab. Bisa dipakai jadi bahan ajar muatan lokal SD-SMP, referensi akademisi, sampai konten promosi wisata budaya.
3. Pesan Sekda Sudandri: Jangan Biarkan Punah.
Kehadiran Sekda Sudandri bukan seremonial. Itu sinyal Pemkab serius. “Kekayaan budaya lokal harus terus terjaga, terdokumentasi baik, dan jadi sumber pengetahuan + kebanggaan generasi masa kini dan mendatang,” pesan yang dibawa Sekda.
Artinya Pemkab dorong 2 hal: selamatkan dulu lewat dokumentasi, lalu gaungkan ke anak muda biar bangga jadi orang Meranti.
Langkah Lanjutan yang Ditunggu.
Setelah paparan ini, publik nunggu tindak lanjut: apakah hasil penelitian dibukukan? Dijadikan modul sekolah? Atau dibuat festival budaya Suku Akit di Rangsang?
Kalau jalan, ini bisa jadi branding baru Meranti: selain “Negeri Seribu Sagu”, juga “Penjaga Budaya Suku Akit”….(zamri)
sidik24jam. SELATPANJANG – Setelah rampung kunjungi Kecamatan Rangsang, rombongan delegasi Grisek Jaya Sdn. Bhd Johor Malaysia kembali gas site visit ke Kecamatan Tebingtinggi Barat, Sabtu 20/6/2026 sore.
Kunjungan didampingi Asisten Pemkab, Staf Ahli Bupati, dan kepala OPD terkait. Ini bukti keseriusan Pemkab Kepulauan Meranti jemput bola investor luar.
1. Bedah Industri Hilir Sagu di Rumah Ibu Prapti.
Destinasi utama: kediaman Ibu Prapti, Desa Gogok, Tebingtinggi Barat. Di sini delegasi Malaysia lihat langsung dapur produksi Mie Sagu Boedjang + aneka olahan sagu lain.
Mereka nanya detail: proses produksi, kapasitas, bahan baku, sampai standar kebersihan. Tujuannya satu: ukur potensi industri hilir sagu Meranti buat masuk pasar Malaysia & ASEAN.
Ibu Prapti jadi UMKM binaan yang “naik panggung” karena kualitas Mie Sagu Boedjang-nya udah dikenal. Ini momen emas UMKM lokal ketemu investor langsung.
2. Pelabuhan RoRo Insit Jadi Kunci Distribusi.
Selesai dari UMKM, rombongan geser ke Pelabuhan RoRo Desa Insit. Delegasi Grisek Jaya cek kondisi dermaga, alur bongkar muat, dan akses jalan.
Logis. Mau ekspor sagu, pelabuhan jadi urat nadinya. Pemkab sengaja tunjukkan Pelabuhan RoRo Insit biar investor Malaysia lihat sendiri: konektivitas Meranti-Sumatera-Malaysia makin siap.
3. Gerai Sagu Jalan Siak: Test Market Langsung.
Kunjungan ditutup “belanja”. Delegasi singgah di Gerai Sagu Jalan Siak, Selatpanjang. Lihat, coba, lalu beli produk olahan sagu sebagai oleh-oleh.
Ini test market paling real. Kalau delegasi aja mau beli buat dibawa pulang ke Johor, berarti produknya udah lolos selera pasar Malaysia.
Sinyal Kerja Sama Terbuka.
Rangkaian site visit ini bukan seremonial. Ini langkah konkret Pemkab kenalkan potensi ekonomi Meranti ke pelaku usaha Malaysia.
Sagu Meranti punya 3 modal: bahan baku melimpah, UMKM kayak Ibu Prapti yang udah jalan, dan akses pelabuhan. Tinggal tunggu “klik” kerja sama Grisek Jaya.
Kalau deal, UMKM sagu Meranti bisa naik kelas dari lokal ke ekspor. Lapangan kerja + pendapatan petani sagu pasti terdampak positif…(zamri)
Medan,-18 Juni 2026 DPW Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (A-PPI) Sumatera Utara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, atas keputusan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) yang dijatuhkan kepada Kompol Dedi Kurniawan. Keputusan ini kami pandang sebagai langkah yang tepat, adil, dan tak terelakkan.
Berdasarkan keterangan resmi, Kompol Dedi Kurniawan terbukti secara sah dan meyakinkan melalui hasil uji forensik yang dilakukan di Laboratorium Forensik Polda Sumut sebagai pengguna aktif narkoba. Fakta ini sudah cukup menjadi dasar kuat bagi penegakan aturan kedinasan yang berlaku di tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
Selain itu, nama dan integritas institusi Polri juga tercoreng parah akibat perbuatan yang melibatkan dirinya. Melalui rekaman video yang sempat viral di ruang publik, Kompol Dedi Kurniawan terlihat diduga sedang menggunakan vape getar bersama seorang wanita di salah satu rumah makan di Kota Medan.
Peristiwa itu bukan hanya menjadi tontonan memalukan, tetapi telah merusak kepercayaan masyarakat serta menodai citra bersih dan wibawa Polri yang selama ini dijaga dengan susah payah.
Menanggapi kabar bahwa Kompol Dedi Kurniawan mengajukan upaya banding ke Mabes Polri atas putusan hasil sidang etik di Bidang Propam Polda Sumut, DPW A-PPI Sumut menyatakan sikap tegas menolak permohonan tersebut. Kami berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dapat menindaklanjuti dengan konsisten dan menolak keras upaya banding itu.
Jangan sampai keputusan yang sudah tepat ini dibatalkan atau dilemahkan hanya karena proses hukum lanjutan. Jika dibiarkan, hal ini justru akan menimbulkan kesan bahwa pelanggaran berat dapat dimaafkan, dan membuka celah bagi oknum lain untuk mengulangi perbuatan serupa.
Masyarakat berharap Kapolri dapat bersikap tegas bagi siapa pun aparat, tanpa pandang pangkat, jika terbukti melanggar hukum dan kode etik profesi, harus bertanggung jawab penuh dan menerima konsekuensinya. Polri harus terus membersihkan jajarannya dari unsur-unsur yang merusak, agar tetap dipercaya sebagai garda terdepan pelindung, pengayom, dan penegak hukum bagi seluruh rakyat Indonesia. (Tim)
Sidik24jam. Pekanbaru – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Sudandri Jauzah, S.H., menghadiri Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Riau Tahun 2026 yang digelar di Ruang Melati Lantai III Kantor Gubernur Riau, Kamis (18/6/2026).
Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, dan dihadiri Direktur Jenderal terkait, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Riau Nurhadi Putra, para bupati dan wali kota se-Provinsi Riau, kepala kantor pertanahan kabupaten/kota, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan bahwa reforma agraria merupakan langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola pertanahan yang lebih adil dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Menurutnya, reforma agraria tidak hanya berfokus pada penataan aset melalui penguasaan dan pemilikan tanah, tetapi juga penguatan akses ekonomi masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata, khususnya bagi masyarakat adat, petani kecil, dan kelompok rentan lainnya.
“Pelaksanaan reforma agraria membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor serta mempercepat pelaksanaan reforma agraria secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan,” ujar SF Hariyanto.
Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi data Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), optimalisasi pelaksanaan akses reform, serta peningkatan pengawasan program yang dijalankan pemerintah daerah.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Riau, Nurhadi Putra, menjelaskan bahwa reforma agraria merupakan salah satu kebijakan strategis nasional yang bertujuan mewujudkan keadilan agraria melalui penataan kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2023 tentang Percepatan Pelaksanaan Reforma Agraria.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan reforma agraria di Provinsi Riau tidak terlepas dari kuatnya koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota serta seluruh elemen masyarakat.
“Keberhasilan reforma agraria tidak dapat dicapai secara sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan penguatan Gugus Tugas Reforma Agraria melalui pendekatan HITS, yaitu holistik, integratif, tematik dan spasial,” jelas Nurhadi Putra.
Ia menerangkan bahwa pendekatan holistik berarti penanganan secara menyeluruh, integratif mengedepankan keterpaduan antarprogram, tematik berfokus pada pencapaian prioritas nasional, sedangkan spasial menitikberatkan pada perencanaan berbasis data dan lokasi yang jelas sehingga memudahkan integrasi program di lapangan.
Pada kesempatan tersebut, Nurhadi Putra juga mengungkapkan bahwa melalui GTRA, sejumlah konflik pertanahan di berbagai daerah di Provinsi Riau berhasil diselesaikan. Salah satunya penyelesaian konflik antara masyarakat dengan pemegang hak atas tanah di Kabupaten Indragiri Hilir yang menjadi salah satu contoh keberhasilan kolaborasi berbagai pihak.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Sudandri Jauzah, S.H., menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mendukung penuh pelaksanaan reforma agraria sebagai upaya menciptakan kepastian hukum atas tanah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Pertanahan Nasional serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan secara berkeadilan.
“Pemkab Kepulauan Meranti siap mendukung program reforma agraria melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat serta mendorong pemerataan pembangunan daerah,” ujar Sudandri Jauzah.
Melalui rapat koordinasi ini diharapkan pelaksanaan reforma agraria di Provinsi Riau semakin optimal, mampu menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan, serta memberikan kepastian hukum dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat secara berkelanjutan.***
sidik24jam. BEKASI – Pemkab Kepulauan Meranti resmi menjalin kerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan BPSDMP Kementerian Perhubungan. Tujuannya: meningkatkan kualitas SDM di sektor transportasi darat.
Kerja sama ditandai penandatanganan Nota Kesepahaman MoU antara Bupati AKBP Purn H. Asmar dengan Kepala BPSDMP Kemenhub Suharto di Kampus Politeknik Transportasi Darat Indonesia–Sekolah Tinggi Transportasi Darat PTDI-STTD, Bekasi, Jawa Barat, Rabu 17/6/2026.
Di momen yang sama, Bupati H. Asmar juga tanda tangan Perjanjian Kerja Sama PKS dengan Direktur PTDI-STTD Avi Mukti Amin terkait pemenuhan kebutuhan SDM bidang transportasi darat.
Kirim 10 Putra Daerah, Kembali Mengabdi 2027-2032.
Kesepakatan berlaku 5 tahun, 2027–2032. Pemkab Meranti mengusulkan 10 putra-putri terbaik daerah untuk menempuh pendidikan vokasi berbasis ASN di PTDI-STTD.
Setelah lulus, mereka akan kembali mengabdi dan ditempatkan di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti.
Bupati H. Asmar menyebut ini langkah strategis. “Kita berharap lahir tenaga profesional bidang transportasi darat dari putra-putri Meranti. Mereka akan memperkuat pelayanan dan pembangunan sektor transportasi di daerah kepulauan,” ujarnya.
Kepala BPSDMP Kemenhub Suharto bertindak berdasarkan Keppres RI Nomor 12/TPA Tahun 2026. Sementara Bupati H. Asmar bertindak berdasarkan SK Mendagri Nomor 100.2.1.3-221 Tahun 2025 tentang pengesahan pengangkatan kepala daerah masa jabatan 2025–2030.
Pemkab optimistis, hadirnya SDM transportasi kompeten dari putra daerah akan mendukung pelayanan publik, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, serta percepatan konektivitas antarwilayah Meranti ke depan….
sidik24jam. MERANTI – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti untuk menguatkan pendidikan anak usia dini kembali ditegaskan. Hal itu disampaikan saat pelepasan siswa-siswi Raudhatul Athfal se-Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir Tahun Ajaran 2025/2026 di Gedung Serba Guna Kantor Camat Rangsang Barat, Rabu 17/6/2026.
Sebanyak 102 siswa dari 14 RA dilepas secara simbolis. Acara dihadiri Asisten Pemerintahan & Kesra Setda Meranti Tengku Arifin mewakili Bupati AKBP Purn H. Asmar, Kepala Kemenag Meranti Misyanto, Camat Rangsang Barat Jefri, Kapolsek Rangsang Barat, kepala desa, guru, yayasan, dan orang tua wali murid.
Fondasi Karakter Dimulai dari RA.
Tengku Arifin menyebut pendidikan anak usia dini adalah fondasi membentuk karakter, kepribadian, kecerdasan, dan akhlak. Di RA, anak tidak hanya belajar calistung, tapi juga nilai keislaman, disiplin, jujur, kasih sayang, dan kebiasaan ibadah sejak dini.
“Pelepasan ini bukan sekadar perpisahan. Ini momentum bersyukur atas proses pendidikan yang dilalui anak-anak dengan cinta, sabar, dan tulus dari para guru,” ujarnya.
Ia mengapresiasi dedikasi guru RA dan menyebut ikhtiar mereka sebagai amal jariyah. Pemkab Meranti, kata dia, akan terus dukung peningkatan kualitas pendidikan usia dini demi menyiapkan generasi penerus yang unggul.
Orang Tua & MDTA Jadi Kunci Lanjutan.
Camat Rangsang Barat Jefri mengajak orang tua melanjutkan pendidikan agama anak lewat Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah MDTA setelah lulus RA. Sementara Kepala Kemenag Meranti Misyanto menegaskan, RA adalah tahap paling menentukan dalam penanaman akidah dan akhlak.
Ketua Panitia Amran melaporkan, kegiatan ini terlaksana berkat dukungan Pemda, Pemdes, komite, yayasan, guru, dan orang tua murid.
Pemkab menargetkan anak-anak yang dilepas hari ini tumbuh jadi generasi Qurani: beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, dan membanggakan daerah….
sidik24jam. MERANTI – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, Bhabinkamtibmas Desa Alahair melaksanakan pengecekan lahan pertanian jagung manis dan tanaman hidroponik milik warga di Desa Alahair Timur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan arahan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, melalui Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis.
Pengecekan dilakukan di dua lokasi, yakni di Jalan Paringan dan Jalan Sepakat, Desa Alahair Timur. Lahan yang diperiksa meliputi area pertanian hidroponik seluas 10 x 15 meter serta lahan jagung manis seluas sekitar 0,7 hektare.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Desa Alahair, Bripka Mukhtarrosidi, bersama pemilik lahan, Haji Paimin, serta anggota Kelompok Tani Mandiri Jaya, Darmono.
Lahan pertanian tersebut merupakan milik Haji Paimin, sementara sebagian area digunakan dengan sistem pinjam pakai oleh Pengurus Masjid Al-Istiqomah Alahair.
Dari hasil pengecekan yang dilakukan, kondisi tanaman hidroponik dan jagung manis diketahui dalam keadaan baik dan subur. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat komunikasi dan koordinasi antara petani dengan petugas pendamping di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas turut memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus mengembangkan program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.
Melalui kegiatan monitoring dan pendampingan seperti ini, diharapkan sektor pertanian masyarakat dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Kepulauan Meranti. (RK12).
sidik24jam. SELATPANJANG – Musorkablub KONI Kepulauan Meranti 2026 resmi tetapkan Hidayat Abdurrahman, SE sebagai Ketua Umum KONI Meranti masa bakti 2026-2030 secara aklamasi.
Penetapan berlangsung Minggu (14/6/2026) malam di Grand Meranti, Selatpanjang. Musorkablub dibuka Wakil Bupati Muzamil Baharuddin, SM, MM.
Hidayat jadi satu-satunya calon yang lolos penjaringan TPP KONI Meranti. Dukungan penuh cabang olahraga berhak suara antarkan ia kembali pimpin KONI 4 tahun ke depan.
Wakil Bupati Muzamil Baharuddin, SM, MM:
“Selamat kepada Ketua KONI yang telah terpilih. Amanah ini tentu harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab untuk membangun olahraga Meranti yang lebih baik, lebih berprestasi dan semakin solid.”
Muzamil tegas: organisasi olahraga harus jadi wadah pengabdian, bukan cari kepentingan pribadi/kelompok.
“Kalau ingin organisasi ini besar, maka pengurus harus bertekad menghidupkan organisasi, bukan mencari hidup di organisasi.”
Ia ajak seluruh cabor bersatu hadapi pembinaan atlet & persiapan Porprov Riau 2027. “Kita harus meninggalkan perbedaan dan fokus pada tujuan bersama, yaitu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kepulauan Meranti.”
Ketua Umum KONI Meranti Terpilih, Hidayat Abdurrahman, SE:
“Target kita adalah meningkatkan prestasi olahraga Meranti. Atlet-atlet potensial harus mulai dipersiapkan dari sekarang agar mampu bersaing dan meraih hasil terbaik pada Porprov 2027.”
Hidayat pastikan fokus kepengurusan baru: perkuat pembinaan atlet + naikkan capaian prestasi daerah dibanding Porprov sebelumnya.
Musorkablub dihadiri Waka Umum I KONI Riau Dr. Khairul Fahmi, MT, Wakil Bidang Sarpras KONI Riau Faisal, Kadis Kepemudaan Olahraga & Pariwisata Saiful Bakhri, ST, serta ketua/perwakilan cabor se-Meranti…..
Sidik24jam. SELATPANJANG – Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar hadir di perayaan Waisak Sannipata Nusantara 2570 Buddhis Era 2026, Sabtu (13/6/2026) di Hall Grand Meranti Hotel, Jl. Kartini. Tema tahun ini: “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”.
Turut hadir anggota DPRD Fazrul Amraini, Forkopimda, kepala OPD, para biksu Sangha, tokoh agama, tokoh masyarakat & umat Buddha se-Meranti.
Rangkaian Waisak 2026 Sudah Jalan Sejak Mei:
1. 3 Mei : Karya bakti di TMP Kusuma Bangsa
2. 7 Mei : Donor darah di Wihara Maharaja Sakti
3. 8 Mei : Ekoteologi – tanam pohon + Fangshen di Desa Beting & Sesap
4. 10 Mei : Pembuatan eco enzyme di Sekolah Kasimetria
5. 20 Mei : Hening Nusantara – meditasi bersama di Wihara Buddha Dharma
6. 13 Juni : Puncak Waisak Sannipata Nusantara
Ketua Panitia, Arfandi, S.Pd:
“Peringatan Waisak bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi momentum merefleksikan nilai-nilai luhur ajaran Buddha: cinta kasih, kebijaksanaan, kepedulian sesama & lingkungan.”
Arfandi tegaskan panitia + umat Buddha Meranti komit hadirkan kegiatan bermanfaat bagi masyarakat & lingkungan.
Plt Kepala Kemenag Meranti, Misyanto, S.Pd.I:
“Mari kita jadikan peringatan Tri Suci Waisak sebagai momentum mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta mewujudkan kehidupan yang damai, rukun dan harmonis.”
Bupati Asmar:
“Melalui Waisak Sannipata Nusantara, kita tidak hanya merayakan tradisi keagamaan, tetapi juga memperkuat persaudaraan lintas budaya dan agama. Inilah wujud nyata semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi fondasi bangsa Indonesia.”
Asmar sebut kearifan lokal Meranti: gotong royong + musyawarah sejalan dengan ajaran Buddha tentang kebersamaan & welas asih. Pemda komit bangun pendidikan, kesehatan, infrastruktur untuk masyarakat sejahtera harmonis.
Tri Suci Waisak = peringatan 3 peristiwa agung Sang Buddha: kelahiran Siddharta Gautama, pencerahan sempurna, Parinibbana….