Pakpak Bharat Sidik24jam.com
Dr. Naslindo Sirait untuk ke dua kalinya meninjau pekerjaan pengolahan lahan untuk Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) di desa Silimakuta, Pakpak Bharat bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Camat dan Kepala Desa Silimakuta (Kamis 31/10/2024).
Kehadiran Naslindo guna memastikan bahwa pembersihan lahan dengan traktor sudah mulai dikerjakan. Di lokasi Naslindo melihat lahan sudah mulai ditraktor dan akses menuju lokasi sudah di bersihkan oleh masyarakat bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pakpak Bharat.
Naslindo berpesan agar terus dikerjakan. “Target kita 5 hektar bisa kita buka agar penanaman cabai bisa kita kejar di November pas musim hujan ini”, pesan dia.
Disela – sela monitoring ini Kepala Desa menyuguhkan makanan Peleng kepada Pjs. Bupati dengan rombongan di lokasi bersama masyarakat, sembari berdiskusi pengembangan desa dan pertanian di desa Silimakuta.
(DP)
Pakpak Bharat Sidik24jam.com
Pemandangan menarik tampak terlihat di Pusat Kabupaten Pakpak Bharat Pagi ini, dimana tampak kesibukan pagi yang tidak biasa, terlihat Pjs. Bupati Pakpak Bharat, Dr. Naslindo Sirait memimpin gotong-royong dan kebersihan di kota Salak dan sekitarnya (01/11/2024).
Gotong-royong ini diikuti para ASN, Personil Satpol PP, tenaga kebersihan, masyarakat dan unsur lainnya. Sebelum memulai gotong-royong, Naslindo memberikan pengarahan, tentang pentingnya kebersihan dan keindahan lingkungan.
“Kota Salak ini tidak termasuk kota besar, tergolong kota kecil, tapi kalau kota kecil saja kita tidak bisa tata, maka tidak punya nilai yang tinggi. Tidak masalah kota kita kecil, tapi apik, rapi, indah, aman, itu menjadi kebanggaan. Kita mau menjadi warga kota Salak, kita mau tunjukkan kota kita kepada siapapun yang datang”, jelas Naslindo Sirait.
“Hari ini mungkin persoalan tidak selesai, tapi kita bisa memulai. Maka berikan tenaganya, satu atau dua jam kedepan kita bisa bergotong-royong di kota Salak ini, sampah-sampah kita buang, saluran air kita bersihkan, sambil kita menyapa masyarakat, kita ajak supaya mereka juga dekat dengan kita, supaya kemudian kita bisa rutin melakukan kegiatan seperti ini” ucap Naslindo Sirait.
Warga masyarakat T. Berutu ketika dimintai awak media tanggapannya atas giat gotong royong ini, Berutu mengatakan bahwa budaya gotong royong seperti ini sudah sangat jarang bahkan hampir tidak ditemukan. “inisiasi pemerintah dalam giat seperti ini layak kita apresiasi, kita tahu budaya gotong royong hampir tergerus oleh jaman. Ini menjadi sentilan positif dari pemerintah kepada kita semua untuk dapat kembali menggalakkan budaya luhur bangsa kita dalam bergotong royong”, ungkap Berutu
Para pelajar dari sekolah di sekitar Salak turut mengikuti gotong-royong ini. Berbagai peralatan kebersihan juga turut dikerahkan. Setelah selesai giat gotong royong bersama ini, Kota Salak terlihat lebih bersih dan rapi.
(DP)
Peringatan Hari Pahlawan yang jatuh tepat dihari Minggu tahun ini tidak mengurangi semangat peserta upacara dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat. Tampak Bupati Pakpak Bharat, Dr. Naslindo Sirait memimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan tahun 2024 tingkat Kabupaten Pakpak Bharat di Lapangan Kasean Banurea, Napa Sengkut, Salak (10/11/2024). Naslindo Sirait dalam kesempatan ini membacakan pidato tertulis dari Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf.
Tema Peringatan hari Pahlawan Tahun 2024 adalah; “Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu”. Tema ini mengandung makna yang dalam. Teladani Pahlawanmu, berarti bahwa semua olah pikiran dan perbuatan harus senantiasa diilhami oleh semangat kepahlawanan. Adapun Cintai Negerimu mengandung makna bahwa apa pun bentuk pengabdian kita harus memberikan sumbangsih yang berarti bagi kemajuan bangsa Indonesia. Terlebih dalam situasi global yang sukar diprediksi ini maka mencintai negeri adalah juga dengan memperkuat jalinan kesetiakawanan sosial, memperkuat persatuan dan solidaritas sosial, menghidupkan kembali nilai sosial persaudaraan sesama anak bangsa.
Proses perjuangan membangun bangsa senantiasa berbeda bentuknya dari tahun ke tahun, hal ini terkait dengan perubahan lingkungan strategis bangsa Indonesia. Pada setiap masa akan berbeda tantangannya, peluangnya, kekuatannya dan keterbatasannya. Ketika dahulu implementasi kepahlawanan adalah dengan semangat mendobrak, menjebol dan meruntuhkan bangunan struktur kolonialisme penjajah, maka saat ini implementasinya adalah meruntuhkan kultur dan struktur kemiskinan dan kebodohan yang menjadi akar masalah sosial di Indonesia. Oleh karenanya semangat kepahlawanan harus menjalar pada semangat membangun, menciptakan kemakmuran masyarakat, mewujudkan perlindungan sosial sepanjang hayat, mewujudkan kesejahteraan sosial yang inklusif untuk rakyat di mana pun berada. Kemajuan sebuah bangsa bukan saja diukur dari kemampuannya mengejar pertumbuhan ekonomi, namun kemajuan sebuah bangsa juga diukur dari kemampuannya mengelola permasalahan sosial, demikian kutipan pidato tertulis Menteri Sosial RI, Saifullah Yusus.
Dikesempatan ini, Naslindo Sirait menyampaikan harapan, agar dimasa yang akan datang Alm. Liberti Manik, seorang komponis dan pencipta banyak lagu nasional, bisa dianugerah Gelar Pahlawan Nasional. “Semoga segera diajukan nama Liberti Manik sebagai Pahlawan Nasional, bentuk timnya, dan buat kajiannya”, pesan Naslindo Sirait.
Peringatan Hari Pahlawan ini, dihadiri juga oleh para veteran perjuangan kemerdekaan asal Kabupaten Pakpak Bharat, serta banyak undangan lainnya. Upacara berlangsung hikmat hingga usai dilaksanakan
Pjs. Bupati Pakpak Bharat Dr.Naslindo Sirait untuk ke dua kalinya meninjau pekerjaan pengolahan lahan untuk Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) di desa Silimakuta, Pakpak Bharat bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Camat dan Kepala Desa Silimakuta (Kamis 31/10/2024).
Naslindo ingin memastikan bahwa pembersihan lahan dengan traktor sudah mulai dikerjakan. Di lokasi Naslindo melihat lahan sudah mulai ditraktor dan akses menuju lokasi sudah di bersihkan oleh masyarakat bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pakpak Bharat.
Naslindo berpesan agar terus dikerjakan.
Target kita 5 hektar bisa kita buka agar penanaman cabai bisa kita kejar di November pas musim hujan ini, pesan dia.
Disela – sela monitoring ini Kepala Desa menyuguhkan makanan Peleng kepada Pjs. Bupati dengan rombongan di lokasi bersama masyarakat, sembari berdiskusi pengembangan desa dan pertanian di desa Silimakuta.
Pjs. Bupati Pakpak Bharat, Dr. Naslindo Sirait memimpin gotong-royong dan kebersihan di kota Salak dan sekitarnya (01/11/2024). Gotong-royong ini diikuti para ASN, Personil Satpol PP, tenaga kebersihan, masyarakat dan unsur lainnya. Sebelum memulai gotong-toyong, Naslindo memberikan pengarahan, tentang pentingnya kebersihan dan keindahan lingkungan.
Kota Salak ini tidak termasuk kota besar, tergolong kota kecil, tapi kalau kota kecil daja kita tidak bisa tata, maka tidak punya nilai yang tinggi. Tidak masalah kota kita kecil, tapi apik, rapi, indah, aman, itu menjadi kebanggaan. Kita mau menjadi warga kota Salak, kita mau tunjukkan kota kita kepada siapapun yang datang, jelas Naslindo Sirait.
Hari ini mungkin persoalan tidak selesai, tapi kita bisa memulai. Maka berikan tenaganya, satu atau dua jam kedepan kita bisa bergotong-royong di kota Salak ini, sampah-sampah kita buang, saluran air kita bersihkan, sambil kita menyapa masyarakat, kita ajak supaya mereka juga dekat dengan kita, supaya kemudian kita bisa rutin melakukan kegiatan seperti ini, ucap Naslindo Sirait.
Para pelajar dari sekolah di sekitar Salak turut mengikuti gotong-royong ini. Berbagai peralatan kebersihan juga turut dikerahkan. Hasilnya, Kota Salak terlihat lebih bersih dan rapi.
Pjs. Bupati Pakpak Bharat, Dr.Naslindo Sirait membuka diskusi penyusunan data PDRB Kabupaten Pakpak Bharat bertempat di aula Bapelitbang, Rabu, 30/10/2024
Naslindo menyampaikan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita Pakpak Bharat dapat dilakuakn dengan tiga jalur. Pertama memperkuat dan meningkatkan struktur perekonomian yang menjadi basis. Mengingat 57 persen struktur perekonomian Pakpak Bharat berbasis pertanian, maka perlu dilakukan peningkatan produksi dan produktivitas pertanian baik tanaman pangan maupun perkebunan dan peternakan. Mengingat masih banyak nya lahan pertanian yang belum di kelola bisa dilakukan dengan program ekstensifikasi, maka produksi akan bisa di naikkan. Selain program ekstensifikasi program intensifikasi juga bisa di lakukan dengan pemberian bibit unggul, peremajaan kopi maupun peremajaan sawit rakyat dengan bibit bibit unggul.
Jalur kedua dengan meningkatkan hilirisasi hasil- hasil pertanian menjadi bahan setengah jadi seperti meningkatkan produk green beenmenjafi roast been sampai bubuk kopi. Meningkatkan jagung pipil kering menjadi jagung pecah itu sudah menaikkan nilai tambah.
Jalur ketiga adalah meningkatkan arus perdagangan dengan menguasai rantai pasok perdagangan komoditi dan hasil olahan komoditi mulai dari penguasaan pasar lokal, regional dan tidak tertutup kemungkinan pasar luar negeri seperti ekspor gambir.
Untuk bisa menguasai pasar maka harus mendorong kewirausahaan masyarakat tumbuh dan memperkuat kelembagaan rkonomi masyarakat melalui koperasi.
Dengan tiga jalur tersebut di yakini perekonomian Pakpak Bharat akan meningkat yang muara nya pendapatan perkapita juga akan meningkat. Jelas nya mengakhiri diskusi.
Pjs.Bupati Pakpak Bharat, Dr. Naslindo Sirait, memberikan pengarahan dan bimbingan bagi Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pejabat Fungsional di jajaran Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat (jumat/25/10/2024)
Naslindo meminta agar seluruh pejabat memiliki komitmen untuk mengakselerasi, mengkonsolidasikan berbagai program dan anggaran pembangunan agar berjalan dengan dengan efektif, efesien dan dapat di pertanggung jawabkan. setiap anggaran setiap amanah setiap jabatan yang diemban harusnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pakpak Bharat dengan berkurangnya kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Karena itu setiap pejabat harus menjadi pemimpin perubahan dan menciptakan banyak pemimpin yang membawa perubahan, ucap Naslindo Sirait.
ASN tidak cukup pintar dengan kualifikasi pendidikan tapi juga harus memilikin etos dan semangat kerja yang tinggi dan yang utama adalah harus memiliki integritas dengan demikian ASN diharapkan menjadi ASN yang profesional, inovatif dan memiliki Integritas yang tinggi, jelas Naslindo Sirait kemudian.
Naslindo juga menyinggung hari ini adalah era Pemerintahan digital, diperlukan visi, kecepatan dan responsibilitas yang tinggi. Tantangan digitalisasi bukan hanya masalah infrastruktur digital tapi diperlukan mindset digital yakni ASN yang selalu memberikan layanan dengan mudah, murah dan inovatif.
Tantangan di era sekarang juga menyangkut adanya gab komunikasi dalam orga isasi. Karena dalam organisasi terdapat tiga generasi secara bersamaan yakni generasi X, generasi milenial dan generasi Z yang masing- masing memiliki karakteristik yang berdeba, apabila tidak ada penyesuaian dari pemimpin dari generasi X kepada generasi Y dan Z maka akan terjadi konflik. Karena itu pemimpin tidak lagi hanya memerintah tapi lebih kepada memberikan arahan dan mendukung setiap anggota untuk tumbuh dan berkembang. Dengan jalan demikian semua lini organisasi akan di berdayakan dan dipastikan akan mencapai kunerja optimal, tutupnya.
Pjs. Bupati Pakpak Bharat, Dr. Naslindo Sirait hari ini menyampaikan Pidato Nota Jawaban Bupati atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi di DPRD terhadap Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah APBD PAkpak Bharat Tahun 2025 di hadpan Sidang Paripurna DPRD Pakpak Bharat. Naslindo Sirait mengapresiasi seluruh Anggota DPRD Pakpak Bharat atas kerja keras dan kesungguhan dalam tahapan pembahasan Ranperda APBD Pakpak Bharat ini.
Kami menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan DPRD, Ketua-Ketua Fraksi dan seluruh Anggota, seluruh Komisi dan Badan Anggaran DPRD yang telah melakukan pembahasan, kemudian memberikan pendapat, pertanyaan dan masukan melalui pemandangan umum Fraksi-Fraksi sebagaimana telah disampaikan beberapa waktu yang lalu. Pemerintah menyadari bahwa pemandangan umum yang disampaikan oleh Dewan yang terhormat merupakan refleksi kerjasama yang baik dan sinergis antara DPRD dengan Pemerintah Daerah. Hal tersebut tergambar dari seluruh pertanyaan, usulan dan saran dalam pemandangan umum tersebut, ucap Naslindo Sirait diawal pidatonya.
Dalam pidatonya, Naslindo Sirait menjelaskan Secara sistematis seluruh tanggapan dan pertanyaan dari masing-masing Fraksi di DPRD Pakpak Bharat, mulai dari Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Gabungan Bangkit Bersatu, serta Fraksi Gabungan Amanat Perjuangan Sejahtera.
Diantara seluruh penjelasan dan jawaban tersebut mungkin masih ada yang kurang memuaskan atau dirasa kurang lengkap, hal ini bukan merupakan kesengajaan tetapi semata-mata disebabkan oleh keterbatasan waktu yang tersedia bagi Pemerintah.
Perkenankan saya atas nama Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat mengucapkan terima kasih kepada segenap Pimpinan dan Ketua Fraksi beserta seluruh anggota Dewan yang kami hormati atas perhatian dan kerjasamanya dalam menyempurnakan rancangan peraturan daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pakpak Bharat Tahun Anggaran 2025, tutup Naslindo Sirait.
Sejumlah tamu undangan turut menghadiri Sidang Paripurna ini, diantaranya Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Pakpak Bharat, Sekretarsi Daerah Pakpak Bharat, para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Pakpak Bharat, dan banyak undangan lainnya.
(DP)
Pjs. Bupati Pakpak Bharat, Dr. Naslindo Sirait meninjau pelaksanaan Gotong royong perbaikan ruas Jalan Usaha Tani di Dusun Sarmeme, Desa Perpulungen, Kecamatan Kerajaan hari ini (24/10/2024). Mengajak serta puluhan personil Satpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Ketahanan Pangan an Pertanian Pakpak Bharat, anggota koperasi CU Pesada, personil kecamatan dan desa Perpulungen, bergotong royong membersihkan dan merapikan kembali badan Jalan Usaha Tani, serta memperbaiki sebuah jembatan yang rusak parah menuju kawasan pertanian di desa ini.
Naslindo Sirait menginisiasi pelaksanaan gotong royong ini, menyusul kehadiran Dinta Solin, Direktur Eksekutif Pesada sekaligus Dewan Pengawas Koperasi Pesada Perempuan Tangguh yang datang beraudensi ke Kantor Bupati Pakpak Bharat bersama rombongan beberapa waktu lalu. Dinta solin melaporkan sulitnya masyarakat mengelola lahan pertanian di dusun ini, akibat sulitnya akses jalan yang rusak parah ditambah jembatan yang sudah tidak layak dilalui.
Mereka ini, Pesada ini adalah perempuan-perempuan hebat dan Tangguh. Terutama mereka memberikan edukasi politik kepada perempuan bahwa perempuan itu punya hak yang sama, dalam semua aspek, mau politik, mau professional, dimana saja aspek kehidupan perempuan sama. Kadang memang ada hambatan budaya, nah itulah yang mau diterobos, tapi bukan maksudnya budaya kita budaya Pakpak tidak well dengan perempuan, tapi kadang juga bahwa budaya secara umum kan menganggap bahwa perempuan itu kelas nomor dua, tidak setara dengan laki-laki, kalau budaya pakpak pastilah memuliakan perempuan kan, jadi kita harus dukung mereka ini, ucap Naslindo Sirait kala itu.
Naslindo Sirait berjanji bahwa pihaknya akan berupaya membantu program pemberdayaan yang digalang oleh Pesada Perempuan, baik program pertanian organik, pembibitan, koperasi, agriwisata dan lainnya.
Nanti kalau sudah jadi pembibitannya, kita alokasikan anggaran di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk membeli bibit dari mereka, Pjs. Bupati Pakpak Bharat, Dr. Naslindo Sirait meninjau pelaksanaan Gotong royong perbaikan ruas Jalan Usaha Tani di Dusun Sarmeme, Desa Perpulungen, Kecamatan Kerajaan hari ini (24/10/2024). Mengajak serta puluhan personil Satpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Ketahanan Pangan an Pertanian Pakpak Bharat, anggota koperasi CU Pesada, personil kecamatan dan desa Perpulungen, bergotong royong membersihkan dan merapikan kembali badan Jalan Usaha Tani, serta memperbaiki sebuah jembatan yang rusak parah menuju kawasan pertanian di desa ini.
Naslindo Sirait menginisiasi pelaksanaan gotong royong ini, menyusul kehadiran Dinta Solin, Direktur Eksekutif Pesada sekaligus Dewan Pengawas Koperasi Pesada Perempuan Tangguh yang datang beraudensi ke Kantor Bupati Pakpak Bharat bersama rombongan beberapa waktu lalu. Dinta solin melaporkan sulitnya masyarakat mengelola lahan pertanian di dusun ini, akibat sulitnya akses jalan yang rusak parah ditambah jembatan yang sudah tidak layak dilalui.
Mereka ini, Pesada ini adalah perempuan-perempuan hebat dan Tangguh. Terutama mereka memberikan edukasi politik kepada perempuan bahwa perempuan itu punya hak yang sama, dalam semua aspek, mau politik, mau professional, dimana saja aspek kehidupan perempuan sama. Kadang memang ada hambatan budaya, nah itulah yang mau diterobos, tapi bukan maksudnya budaya kita budaya Pakpak tidak well dengan perempuan, tapi kadang juga bahwa budaya secara umum kan menganggap bahwa perempuan itu kelas nomor dua, tidak setara dengan laki-laki, kalau budaya pakpak pastilah memuliakan perempuan kan, jadi kita harus dukung mereka ini, ucap Naslindo Sirait kala itu.
Naslindo Sirait berjanji bahwa pihaknya akan berupaya membantu program pemberdayaan yang digalang oleh Pesada Perempuan, baik program pertanian organik, pembibitan, koperasi, agriwisata dan lainnya.
Nanti kalau sudah jadi pembibitannya, kita alokasikan anggaran di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk membeli bibit dari mereka, yang berikutnya agrowisata, olahan-olahan hasil pertaniannya, dan mungkin mereka buat edukasi dan semua orang bisa belajar, itu luar biasa, mereka konsisten disitu, jelas Pj. Bupati kemudian.
Dalam diskusi yang berkembang, Naslindo Sirait mencetuskan ide untuk membantu perbaikan jalan dan jembatan ini melalui skema gotong royong.
Kita gotong royong saja dulu, supaya langsung jalan itu perbaikannya. Nanti saya bantu dari saya pribadi lima juta rupiah, saya minta desa juga bantu, nanti kalian siapkan makan, tenaga kita kerahkan dari Satpol PP kita, dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga, janji Naslindo Sirait dalam pertemuan ini.
Pjs. Bupati Pakpak Bharat ini berjanji, ditahun 2025 ruas jalan ini akan diperbaiki dan dibangun dengan mengerahkan bantuan dana JUT dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Turut hadir dalam kegiatan gotong royong ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pakpak Bharat, Adei johan Banurea, SP, MP, Kasat Pol PP, Damkar dan Penyelamatan, Esra Anakampun, S.STP, Camat Kerajaan, H Wenta Banurea, ST dan jajarannya, Kepala Desa Perpulungen dan jajaran. Selain itu puluhan masyarakat Perpulungen dan anggota CU Pesada turut berpartisipasi dalam gotong royong ini.
Naslindo berpesan kepada kepala desa dan masyarakat agar menggerakkan budaya gotong royong.
Budaya mersiurupen, jangan menunggu pihak luar, munculkan kekuatan itu di dalam diri sendiri, tutup nya.
Pjs. Bupati Pakpak Bharat, Dr.Naslinfo Sirait, melakukan kunjungan ke Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara untuk menyampaikan proposal Pembangunan Kawasan Pertanian Terpadu Pakpak Bharat.
Naslindo menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat sedang menyiapkan 500 hektar lahan yang selama ini lahan tidur untuk di jadikan pengembangan holtilultura seperti cabe, bawang, kubis dan kentang dengan melibatkan petani lokal.
Komoditas tersebut diyakini memiliki prospek pasar yang bagus, baik untuk kebutuhan domestik dan wilayah sekitarnya maupun ekspor.
Dalam kawasan ini nantinya akan dikembangkan sistim pertanian yang mengadopsi teknologi, membangun kelembagaan petani dengan koperasi, dan budidaya pertanian modern untuk menghadirkan produktivitas tinggi dan harga yang berdaya saing.
Naslindo berharap Pemerintah Provinsi bisa dukung pembangunam jalan usaha tani, bibit, gudang dan mekanisasi pertanian, serta irigasi yang modern.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumatera Utara, Rajali, S.Sos, M.SP menerima dengan baik gagasan yang diusung oleh Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dan siap untuk mendukung dan menyukseskannya.