PEKANBARU, SIDIK24JAM – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti meraih Penghargaan Mitra Kerja Kementerian Hukum Tahun 2026. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan komitmen Pemkab Meranti dalam memperkuat kualitas pelayanan hukum dan kepastian regulasi bagi masyarakat.
Penghargaan diserahkan dalam kegiatan yang digelar di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau, Rabu (19/8/2026). Sekda Kabupaten Kepulauan Meranti H. Sudandri Jauzah* hadir mewakili Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar. Turut mendampingi Kepala Bagian Hukum Setda beserta jajaran.
“Pasti Ada Solusi” Jadi Budaya Kerja.
Menteri Hukum RI Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H. dalam arahannya menegaskan pentingnya membangun budaya kerja yang berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat.
“Pasti ada solusi harus menjadi budaya kerja Kementerian Hukum,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan data dan teknologi untuk mempercepat pelayanan. Menurutnya, perubahan kelembagaan di Kemenkum harus menghasilkan pola kerja yang lebih sederhana, cepat, profesional, dan mudah dijangkau masyarakat.
Yang masyarakat ingin tahu sederhana: urusan saya sudah selesai atau tidak?” ujarnya.
Menteri Hukum juga mengingatkan agar semangat Hari Pengayoman ke-81 , tidak berhenti pada seremoni.
Kalau bisa dipercepat, percepat. Kalau bisa dipermudah, permudah. Kalau bisa diselesaikan di wilayah, jangan semuanya dibawa ke pusat,” tegasnya.
Apresiasi dan Motivasi bagi Pemkab Meranti.
Sekda H. Sudandri Jauzah menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemkab Meranti untuk meningkatkan kualitas kerja sama di bidang hukum.
“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Ini bentuk apresiasi terhadap sinergi dan kolaborasi yang selama ini telah dibangun bersama Kementerian Hukum,” ujar Sudandri.
Ia menegaskan Pemkab Meranti akan terus memperkuat koordinasi, terutama dalam memastikan setiap kebijakan daerah memiliki landasan hukum yang kuat serta memberikan kepastian bagi masyarakat. Mulai dari pembentukan produk hukum daerah, harmonisasi regulasi, hingga peningkatan kesadaran hukum masyarakat.
Kami berharap sinergi ini terus ditingkatkan. Pemerintah daerah membutuhkan dukungan dan pendampingan dari Kementerian Hukum agar setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat serta kepastian hukum bagi masyarakat,” katanya.
Sudandri menambahkan, semangat Hari Pengayoman sejalan dengan komitmen Pemkab Meranti menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel.
Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasakan kehadiran pemerintah melalui pelayanan yang mudah, cepat dan memberikan solusi,”. tuturnya.
Penghargaan ini diharapkan menjadi momentum Pemkab Kepulauan Meranti untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (ZAMRI).
MERANTI, SIDIK24JAM – Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar menghadiri ramah tamah Pemerintah Kabupaten bersama Veteran Republik Indonesia dan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026 , di Lapangan Afifa, Selatpanjang, Senin (17/8/2026) malam.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI . Suasana berlangsung penuh keakraban sekaligus menjadi momentum memperkuat nilai perjuangan, kebangsaan, dan penghormatan kepada para pahlawan.
Hadir Wakil Bupati Muzamil Baharudin , Ketua dan Anggota DPRD, Forkopimda, Sekda, pimpinan instansi vertikal, kepala OPD, para camat, Ketua MUI, Ketua LAMR, Ketua FKUB, tokoh masyarakat, pemuka adat, alim ulama, dan undangan lainnya.
Pesan Haru dari Veteran dan Paskibraka
Perwakilan Paskibraka 2026 menyampaikan terima kasih kepada Pemkab, panitia, pelatih, pengasuh, tenaga kesehatan, kakak asuh, Purna Paskibraka, dan Pasukan 45 yang telah mendampingi mereka.
Mereka juga berbagi kesan selama pembinaan.
“Pelatih bukan hanya kami anggap sebagai pelatih, tetapi sudah kami anggap seperti ayah kami sendiri,” ungkap salah seorang Paskibraka.
Proses pembinaan, lanjutnya, tidak hanya mengajarkan kedisiplinan dan tata cara pengibaran bendera, tetapi juga tentang kehidupan, tanggung jawab, kebersamaan, dan mengesampingkan ego.
Sementara itu, perwakilan Veteran RI Mahidin membagikan kisah perjuangannya saat menghadapi agresi Malaysia. Dengan nada haru ia berpesan:
“Saya ingin anak-anak Paskibraka tahu betapa kerasnya perjuangan kami dulu. Jangan sampai melupakan sejarah.”
Jadikan Veteran Sebagai Sumber Inspirasi”
Menanggapi hal tersebut, Bupati Asmar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan rangkaian HUT RI ke-81, khususnya Paskibraka yang menjalankan tugas dengan baik.
“Pelaksanaan upacara kemerdekaan bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia,” ujar Asmar.
Ia mengajak masyarakat mengenang sejarah perjuangan bangsa agar termotivasi mengisi kemerdekaan dengan pembangunan nyata.
“Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah modal perjuangan untuk mengisi hari-hari ke depan yang penuh tantangan. Jadikan HUT ke-81 ini momentum mempererat persatuan dan kebersamaan dalam membangun Meranti,” katanya.
Bupati juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan.
“Sejarah membuktikan bangsa yang besar tidak akan mampu mencapai tujuan tanpa persatuan. Segala perbedaan harus diselesaikan dengan baik dan bermartabat. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri membangun Meranti yang kita cintai,” tegasnya.
Di akhir amanatnya, Asmar mengajak ASN, masyarakat, dan generasi muda menjadikan semangat para veteran sebagai teladan.
“Tanpa jasa para pahlawan, belum tentu kita menikmati hasil pembangunan seperti sekarang. Jadikan mereka sumber inspirasi karena mampu membela negara dengan mengorbankan jiwa, raga, bahkan keluarga demi NKRI,” pungkasnya.
Ia berharap nilai patriotisme, nasionalisme, persaudaraan, dan rela berkorban terus dijaga generasi penerus demi Meranti yang semakin cemerlang dan gemilang . (ZAMRI)
Sidik24jam.com-Manyak Payed — Setiap pagi tanggal 17 Agustus selalu memiliki suasananya sendiri. Di Lapangan Bola Kaki Tualang Baro, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, rumput hijau dipenuhi barisan anak-anak sekolah. Seragam putih memenuhi lapangan. Di kejauhan, bendera Merah Putih terpasang di sejumlah sudut.
Ada yang berdiri sebagai peserta upacara. Ada yang bertugas. Ada yang menunggu giliran menyanyikan lagu perjuangan. Ada pula yang berdiri dalam barisan dengan wajah serius, mengikuti setiap aba-aba yang terdengar dari tengah lapangan.
Pagi itu, mereka tidak datang untuk sekadar menyaksikan sebuah upacara.
Mereka sedang menjadi bagian dari sebuah peristiwa yang mungkin suatu hari nanti akan mereka kenang.
Pemerintah Kecamatan Manyak Payed menggelar upacara memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Bola Kaki Tualang Baro, Senin (17/8/2026).
Upacara diikuti para pelajar tingkat SD, SMP dan SMA sederajat se-Kecamatan Manyak Payed. Kehadiran mereka membuat lapangan terasa penuh. Putih seragam sekolah bertemu dengan hijau lapangan, sementara Merah Putih menjadi warna yang menyatukan semuanya.
Tepat pukul 09.00 WIB, suasana yang sebelumnya dipenuhi aktivitas berubah hening.
Sirene terdengar.
Barisan menjadi lebih tegak. Percakapan berhenti. Pandangan tertuju ke depan.
Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia diperingati dengan pembacaan teks Proklamasi yang menggema di tengah lapangan.
Di antara barisan itu, ada anak-anak yang mungkin belum sepenuhnya memahami panjangnya perjalanan bangsa ini menuju kemerdekaan.
Tetapi mereka sedang mengalami satu bagian kecil dari sejarahnya.
Mereka berdiri bersama teman-teman sekolahnya. Mereka menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Mereka melihat Merah Putih dinaikkan. Mereka memberi hormat ketika Sang Saka mencapai puncak tiang.
Barangkali, bagi mereka, pagi itu hanya berlangsung beberapa jam.
Tetapi kenangan sering bekerja dengan cara yang berbeda.
Ada Kemerdekaan yang Dikenalkan Lewat Upacara
Upacara tersebut dipimpin Sekretaris Kecamatan Manyak Payed, Muslim Budiman, S.Ag., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Perwira Upacara dipercayakan kepada Pelda Natra Wiriawan dari Koramil 06/Manyak Payed Kodim 0117/Aceh Tamiang. Sementara Komandan Upacara dijabat oleh Serma Suriyadi dari Koramil 06/Manyak Payed Kodim 0117/Aceh Tamiang.
Turut hadir Wakapolsek Manyak Payed Iptu Hendri Mulyadi yang mewakili Kapolsek Manyak Payed serta unsur TNI dari Koramil 06/Manyak Payed.
Namun, yang membuat pagi itu terasa hidup bukan hanya susunan pejabat atau barisan petugas.
Ada anak-anak yang bernyanyi dengan suara lantang.
Ada anggota Paskibra yang menjalankan tugas dengan penuh konsentrasi.
Ada petugas yang sejak awal berdiri di tengah lapangan dalam panas matahari.
Dan ada para pelajar yang mungkin belum menyadari bahwa mereka sedang menciptakan sebuah kenangan bersama.
Kemerdekaan memang tidak lagi mereka kenal dalam bentuk perjuangan bersenjata.
Bagi mereka, Indonesia yang merdeka adalah Indonesia yang sudah ada sejak mereka lahir.
Mereka mengenal Merah Putih sebagai bendera di sekolah. Mengenal 17 Agustus sebagai hari libur dan upacara. Mengenal lagu kebangsaan dari ruang kelas.
Tetapi di lapangan seperti Tualang Baro, semua itu kembali dipertemukan dalam sebuah pengalaman bersama.
Mereka belajar bahwa kemerdekaan bukan hanya cerita dalam buku sejarah.
Kemerdekaan juga hadir dalam kesempatan untuk berdiri di lapangan, pergi ke sekolah, belajar, bercita-cita, bernyanyi, dan tumbuh tanpa harus mengalami perang seperti generasi sebelum mereka.
Dari Anak-Anak Itulah Cerita Berikutnya Dimulai
Muslim Budiman mengatakan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Menurutnya, momentum tersebut penting untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, khususnya di kalangan generasi muda.
“Peringatan HUT RI ke-81 ini hendaknya tidak hanya kita maknai sebagai kegiatan seremonial. Ini adalah momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus menanamkan semangat nasionalisme kepada generasi muda,” ujar Muslim Budiman.
Ia berharap para pelajar di Kecamatan Manyak Payed tumbuh menjadi generasi yang memiliki semangat belajar, berkarakter, disiplin, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Kalau dahulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan dengan pengorbanan jiwa dan raga, maka tugas generasi sekarang adalah mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan pendidikan, prestasi, persatuan dan karya nyata. Dari anak-anak inilah masa depan bangsa dan daerah kita akan ditentukan,” katanya.
Pesan itu sederhana, tetapi terasa dekat dengan kehidupan mereka.
Perjuangan hari ini tidak selalu membutuhkan keberanian di medan perang.
Kadang perjuangan itu berbentuk seorang anak yang tetap mau belajar meski banyak keterbatasan.
Seorang remaja yang memilih menjauhi narkoba.
Anak muda yang tidak mudah terpecah hanya karena perbedaan.
Atau seseorang yang ketika dewasa memilih kembali memberi sesuatu untuk kampung tempat ia dibesarkan.
Mungkin seperti itulah kemerdekaan harus diteruskan.
Bukan dengan mengulang perjuangan yang sama, tetapi dengan menjawab tantangan pada zamannya sendiri.
Pagi yang Akan Menjadi Kenangan
Setelah upacara selesai, barisan perlahan bubar.
Lapangan yang sejak pagi dipenuhi seragam putih kembali lengang. Suara aba-aba berhenti. Paduan suara menyelesaikan tugasnya. Paskibra meninggalkan lapangan. Anak-anak kembali berkumpul dengan teman-temannya.
Sebentar lagi, lapangan itu akan kembali menjadi lapangan biasa.
Namun bagi sebagian anak yang hadir pagi itu, mungkin ada sesuatu yang akan tertinggal.
Bukan hanya foto yang tersimpan di telepon genggam.
Melainkan suasana.
Tentang bagaimana mereka pernah berdiri bersama pada 17 Agustus 2026. Tentang lagu-lagu perjuangan yang mereka nyanyikan. Tentang Merah Putih yang perlahan naik ke puncak tiang. Tentang teman-teman yang berdiri di sebelah mereka.
Kelak, ketika mereka telah dewasa, mungkin mereka tidak lagi mengingat siapa yang menjadi petugas upacara.
Mungkin mereka bahkan lupa pidato apa yang disampaikan.
Tetapi bisa jadi mereka akan mengingat satu pagi di Lapangan Tualang Baro.
Pagi ketika mereka masih mengenakan seragam sekolah dan berdiri bersama di bawah Merah Putih.
Pagi ketika mereka belum tahu akan menjadi siapa kelak, tetapi untuk sesaat mereka berdiri sebagai bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri: sebuah bangsa yang sedang memperingati 81 tahun kemerdekaannya.
Dan mungkin, di situlah makna kemerdekaan mulai dikenalkan.
Bukan hanya melalui buku sejarah.
Bukan hanya melalui upacara.
Tetapi melalui sebuah pengalaman yang sederhana, yang suatu hari nanti mungkin akan mereka ceritakan kepada anak-anak mereka:
“Dulu, waktu aku masih sekolah, aku pernah berdiri di sana.”
Di Lapangan Tualang Baro.
Di bawah Merah Putih.
Pada sebuah pagi 17 Agustus yang mungkin tidak akan pernah benar-benar hilang dari ingatan. (KS)
MERANTI,SIDIK24JAM – Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dirasakan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Pawai Obor di Jalan Merdeka, Selatpanjang, Minggu (16/8/2026) malam.
Pawai obor dilepas secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Sudandri Jauzah , mewakili Bupati. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan, diikuti masyarakat serta berbagai unsur organisasi dan kepemudaan.
Turut hadir Forkopimda Meranti, pimpinan instansi vertikal, staf ahli, para asisten Setda, kepala OPD, Camat Tebing Tinggi, Ketua MUI, Ketua LAMR, Ketua FKUB, tokoh masyarakat, pimpinan OKP, pemuka adat, alim ulama, serta undangan lainnya.
Simbol Semangat Para Pahlawan.
Dalam sambutannya, Sekda H. Sudandri Jauzah mengatakan pawai obor bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Obor yang kita nyalakan bukan sekadar cahaya, tetapi simbol semangat perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, pawai ini juga mencerminkan kebersamaan, persatuan, dan kecintaan terhadap Tanah Air. Kehadiran generasi muda yang membawa obor menjadi simbol harapan agar semangat perjuangan terus diwariskan.
“Generasi muda yang membawa obor melambangkan harapan bangsa, bahwa semangat perjuangan tidak akan pernah padam, melainkan terus menyala untuk mengisi kemerdekaan dengan karya, prestasi dan pengabdian,” kata Sudandri.
Ajak Isi Kemerdekaan dengan Hal Positif.
Sudandri mengajak seluruh peserta mengikuti pawai dengan tertib, sopan, dan menjunjung tinggi keteladanan. Ia berharap kegiatan ini membangkitkan kembali nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme.
Secara khusus ia berpesan kepada generasi muda Meranti untuk terus meningkatkan kualitas diri dan melakukan kegiatan positif.
“Kemerdekaan tidak diraih dengan cuma-cuma. Kemerdekaan ini adalah tetesan darah para pejuang bangsa yang telah mempertaruhkan jiwa dan raganya demi kedaulatan Indonesia,” tegasnya.
Ia menambahkan, momentum HUT ke-81 RI harus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan adalah hasil perjuangan panjang. Tugas generasi saat ini adalah menjaga persatuan, memperkuat persaudaraan, dan melanjutkan pembangunan.
“Mari kita jadikan momentum HUT RI ke-81 ini sebagai pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan. Tugas kita sekarang adalah menjaga persatuan, memperkuat persaudaraan, dan membangun daerah serta bangsa menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Irangi Jalanan Selatpanjang.
Usai sambutan, pawai obor diberangkatkan. Ribuan peserta dengan obor menyala menyusuri sejumlah ruas jalan di Selatpanjang.
Suasana semarak, diiringi sorakan yel-yel kebangsaan. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Meranti sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan nasionalisme masyarakat. (ZAMRI
MERANTI, SIDIK24JAM – Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar secara resmi mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2026. Pengukuhan berlangsung di Ballroom Grand Meranti, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Dalam sambutannya, Bupati Asmar menyampaikan selamat kepada seluruh anggota Paskibra yang telah lolos seleksi dan menyelesaikan rangkaian pelatihan.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, kami mengucapkan selamat atas terpilihnya ananda sekalian sebagai Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih Tingkat Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2026,” ujar Asmar.
Putra-Putri Terbaik Daerah.
Bupati menegaskan, anggota Paskibra adalah putra-putri terbaik Meranti yang telah memenuhi syarat ketahanan fisik, postur, mental, moralitas, dan kedisiplinan.
“Terpilih menjadi anggota Paskibra bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga kehormatan sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Sebelum pengukuhan, para anggota telah menjalani pendidikan dan latihan intensif untuk memantapkan fisik dan mental. Pembinaan itu dipersiapkan untuk mendukung tugas utama yakni pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada 17 Agustus mendatang.
“Di samping penempaan fisik, kalian juga mengalami penempaan mental. Pendidikan dan latihan ini akan berguna bagi diri kalian di masa yang akan datang,” katanya.
Jadilah Teladan.
Bupati Asmar berharap nilai-nilai kedisiplinan, nasionalisme, patriotisme, kepeloporan dan kepemimpinan yang didapat selama pelatihan tidak berhenti setelah upacara.
“Pesan saya, hasil pendidikan dan latihan ini dapat menjiwai sikap dan perilaku keseharian sehingga kalian menjadi contoh dan teladan bagi pelajar dan generasi muda lainnya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan makna mendalam dari ikrar dan prosesi penciuman bendera Merah Putih. Menurutnya, semangat itu harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jiwa nasionalisme dan patriotisme harus mampu memberi energi positif baik untuk diri sendiri maupun masyarakat,” ucapnya.
Apresiasi Orang Tua dan Pelatih.
Pada kesempatan itu, Pemkab Meranti juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua/wali Paskibra atas doa dan dukungan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pembina, pelatih dan panitia.
“Embahlah amanah dan kepercayaan yang telah diberikan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah kepada kalian dengan penuh rasa tanggung jawab. Kami optimis ananda sekalian dapat menunaikan tugas tersebut dengan baik dan sukses,” pungkas Asmar.
Turut hadir Forkopimda, Sekda, Kepala OPD, Camat, Lurah, Kades, Ketua MUI, LAMR, FKUB, tokoh masyarakat, serta seluruh anggota Paskibra Meranti 2026….(zamri)
SELATPANJANG, SIDIK24JAM – Mewakili Bupati Kepulauan Meranti, Asisten Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesra Tengku Arifin, S.Sos., secara resmi membuka Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) di Ballroom Grand Meranti Selatpanjang, Jumat (14/8/2026).
Rakor ini mengusung tema “Optimalisasi Pengawasan Orang Asing Melalui Sinergi Timpora dan Penguatan Sistem Keimigrasian di Kabupaten Kepulauan Meranti”. Tema tersebut dinilai relevan mengingat posisi Kepulauan Meranti sebagai daerah perbatasan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Dalam sambutannya, Tengku Arifin menyampaikan bahwa Timpora memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan, keamanan, dan ketertiban wilayah.
“Pengawasan orang asing tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi kuat antara Imigrasi, TNI, Polri, OPD terkait, dan seluruh unsur Timpora agar setiap keberadaan dan aktivitas orang asing di Meranti dapat terpantau dengan baik,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan sistem keimigrasian berbasis data dan teknologi, serta peningkatan patroli dan pengawasan di wilayah pesisir dan pulau-pulau.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kabag Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjen Imigrasi Provinsi Riau Junior Manerep Sigalingging , jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala OPD, serta seluruh anggota Timpora Kabupaten Kepulauan Meranti.
Sementara itu, Kabag TU Kanwil Imigrasi Riau Junior Manerep Sigalingging dalam arahannya mengapresiasi komitmen Pemkab Meranti dalam mendukung tugas Timpora. Ia berharap hasil rakor ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat pengawasan, pencegahan pelanggaran keimigrasian, dan penegakan hukum.
Rakor Timpora ini diharapkan menjadi forum efektif untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta menyusun langkah strategis dalam menghadapi dinamika pergerakan orang asing di wilayah Kepulauan Meranti…..(zamri)
SELATPANJANG, SIDIK24JAM – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus mendorong lahirnya kebijakan khusus bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal daerah perbatasan agar dapat bekerja secara legal, aman, dan terlindungi di Malaysia.
Komitmen itu kembali disuarakan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, S.M., M.M., dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) RI, Kamis (13/8/2026).
Rakor yang membahas perlindungan dan penataan mobilitas tenaga kerja masyarakat perbatasan itu digelar secara daring dari Ruang Rapat Wakil Bupati Kepulauan Meranti.
Dalam kesempatan tersebut, Muzamil mendorong penerapan Special Border Treatment (SBT) atau perlakuan khusus bagi masyarakat dari wilayah perbatasan, khususnya Kepulauan Meranti dan Karimun, yang selama ini memiliki hubungan sosial, budaya, ekonomi, serta historis yang sangat erat dengan Malaysia.
“Mobilitas masyarakat Meranti dan Karimun menuju Malaysia untuk bekerja telah berlangsung puluhan tahun. Namun sebagian masih menggunakan visa kunjungan sehingga menghadapi persoalan legalitas dan rentan risiko. Persoalannya bukan menghentikan mobilitas, tetapi bagaimana mengatur agar aman, legal, produktif dan bermanfaat bagi kedua negara,” ujar Muzamil.
Jadikan Peluang Tenaga Kerja
Muzamil menilai kebutuhan tenaga kerja di Malaysia menjadi peluang strategis bagi masyarakat Meranti dan Karimun. Beberapa sektor yang berpeluang besar di antaranya perkebunan, peternakan, konstruksi, pertukangan, restoran, barbershop hingga jasa lainnya.
“Ini celah yang bisa kita isi dengan tenaga kerja kita. Tapi harus dibekali kompetensi, sertifikasi dan perlindungan hukum,” jelasnya.
Untuk itu, Pemkab Meranti mendorong agar calon PMI mendapatkan pelatihan dan sertifikasi sesuai bidang pekerjaan. Ia juga telah berkoordinasi dengan Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI. Ke depan, tenaga kerja yang lolos kualifikasi bisa melanjutkan sertifikasi di Malaysia, termasuk melalui kerja sama dengan Construction Industry Development Board (CIDB).
“Jadi bukan lagi berangkat sebagai pekerja ilegal, tetapi sebagai tenaga kerja yang sudah memiliki kompetensi dan disalurkan melalui mekanisme kerja sama resmi,” katanya.
Dukungan Karimun dan KJRI Johor Bahru
Bupati Karimun, H. Iskandarsyah., turut mendukung gagasan SBT. Ia menyebut ada 4.000 hingga 5.000 masyarakat Karimun yang bekerja di Malaysia, namun sebagian masih menghadapi persoalan legalitas.
“Negara harus hadir. Kita berharap ada perlakuan khusus bagi masyarakat Karimun dan Meranti sehingga bisa bekerja legal dan tidak terindikasi TPPO. Masa tinggal juga diharapkan bisa 3-6 bulan, bukan hanya 1 bulan,” ujarnya.
Konsul Jenderal RI di Johor Bahru, Sigit Widiyanto , menambahkan bahwa skema kerja sama ketenagakerjaan Malaysia-Thailand bisa menjadi referensi untuk diterapkan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Dukungan juga datang dari asosiasi pengusaha Malaysia yang membutuhkan tenaga kerja Indonesia.
Kemenko Kumham Imipas Siap Kawal.
Asisten Deputi KSPK Kemenko Kumham Imipas, Agato PP Simamora , menyatakan pihaknya akan mengawal dan mendorong gagasan tersebut agar terwujud.
Turut hadir dalam rakor tersebut Bupati Karimun, Kakanwil Kemenkumham Kepri Edison Manik, Kepala BP3MI Kepri Kombes Pol. Imam Riyadi, serta sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga terkait.
Muzamil berharap dukungan pemerintah pusat menjadi pintu masuk merumuskan kebijakan khusus bagi PMI perbatasan.
“Harapan kita, Kemenko Kumham Imipas dapat mendukung dan mengawal ini. Kita ingin warga negara kita mendapatkan pekerjaan yang layak, legal dan terlindungi,” pungkasnya…(zamri)
Deli Serdang —Kekhawatiran sebagian warga Dusun II, Desa Pagar Merbau I terkait rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah berbasis Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) kini mulai terjawab dan mereda. Camat Pagar Merbau, Junaidi, S.E., M.Si. turun langsung memberikan penjelasan secara terbuka dan transparan kepada warga, guna meluruskan kesalahpahaman yang sempat berkembang luas di tengah masyarakat.
Dalam penjelasannya yang disampaikan dengan bahasa yang tegas namun tetap santun, Camat Junaidi menegaskan perbedaan yang sangat mendasar:
“Saya luruskan dengan jelas kepada seluruh warga: yang sedang kita bangun ini BUKAN Tempat Pembuangan Akhir sampah, bukan tempat menumpuk sampah yang menimbun dan membusuk. Inilah Tempat Pengolahan Sampah 3R — tempat di mana sampah akan dipilah, dikurangi jumlahnya, lalu didayagunakan kembali menjadi barang yang bermanfaat.”
MANFAAT TPS 3R YANG HARUS DIPAHAMI BERSAMA
Camat menjelaskan secara rinci manfaat besar yang akan dirasakan warga jika TPS 3R berjalan dengan baik:
Sampah Tidak Menumpuk & Tidak Membusuk — Sampah langsung dipilah sejak awal, sehingga tidak menimbulkan bau busuk, lalat, maupun genangan air kotor yang menjadi sumber penyakit.
Mengurangi Volume Sampah Secara Signifikan — Melalui prinsip Reduce (Mengurangi), sampah yang masuk ke tempat pengolahan akan diperkecil volumenya, sehingga tidak memakan banyak lahan dan tidak mengotori lingkungan.
Dapat Dimanfaatkan Kembali — Melalui prinsip Reuse (Menggunakan Ulang), barang yang masih layak pakai dapat disalurkan kembali. Sedangkan prinsip Recycle (Mendaur Ulang) mengubah sampah menjadi barang baru yang bernilai ekonomi, seperti pupuk kompos dari sampah organik, bahan kerajinan, hingga sumber energi.
Menjaga Kebersihan, Kesehatan & Keindahan Desa — Dengan adanya pengelolaan yang tertib dan teratur, lingkungan menjadi bersih, udara menjadi segar, saluran air tidak tersumbat sampah, dan warga terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh sampah.
Mendorong Perubahan Perilaku Warga — Membiasakan warga memilah sampah sejak dari rumah, sehingga kesadaran hidup bersih dan sehat tumbuh di setiap keluarga.
TANGGUNG JAWAB PENGOLAHAN & RUANG ASPIRASI
Meskipun manfaatnya sangat besar, Camat tetap memberikan penegasan yang tegas dan bertanggung jawab:
“Apabila di kemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, menimbulkan gangguan, bau, atau kerugian bagi warga sekitar akibat pengelolaan TPS 3R ini, maka sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak pelaksana dan pengelola TPS 3R sesuai ketentuan yang berlaku.”
Selain itu, Camat juga membuka lebar ruang pelayanan dan aspirasi bagi seluruh masyarakat:
“Kami tidak menutup diri dari masukan. Siapa pun warga yang ingin menyampaikan pertanyaan, saran, keluhan, atau hal-hal yang ingin didiskusikan lebih lanjut, silakan datang langsung ke Kantor Camat Pagar Merbau pada jam pelayanan. Kami siap mendengar, melayani, dan mencari solusi terbaik bersama-sama demi kepentingan masyarakat.”
WARGA MULAI MEMAHAMI DAN MENDUKUNG
Setelah mendengar penjelasan yang lengkap dan terbuka tersebut, sebagian besar warga yang hadir menyatakan pemahaman dan dukungannya. Warga menyadari bahwa TPS 3R justru dibangun untuk kebaikan bersama — menjaga kebersihan lingkungan, melindungi kesehatan keluarga, dan menciptakan Desa Pagar Merbau yang bersih, sehat, dan sejahtera.
Harapan warga kini sederhana: Semoga TPS 3R benar-benar dikelola sesuai fungsinya, transparan, dan tetap menjadi milik serta manfaat bagi seluruh masyarakat. Dengan pengawasan bersama antara pemerintah dan warga, pembangunan ini Insya Allah akan membawa dampak positif yang luar biasa bagi Kecamatan Pagar Merbau di masa mendatang.(Rul)
Sidik24jam – SELATPANJANG,– Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Dyan Desmanengsih, S.Sos.M.IP menggelar kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2024 tentang Pemberdayaan, Pengembangan, dan Perlindungan Koperasi serta UMKM.
Kegiatan yang berlangsung penuh antusias ini turut dihadiri suami Dyan, Sahala Marulitua Hutajulu, tokoh masyarakat, Ketua RT, pelaku UMKM, dan warga setempat.
Acara dibuka dengan doa bersama, dilanjutkan sambutan Ketua RT Erizam yang mengapresiasi dipilihnya wilayahnya sebagai lokasi sosialisasi.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberi pemahaman langsung kepada masyarakat tentang hak, kewajiban, dan dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha,” ujarnya.
Perda untuk Ciptakan Iklim Usaha Kondusif.
Dalam sambutannya, Dyan menegaskan Perda Nomor 10 Tahun 2024 adalah komitmen DPRD bersama Pemda untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.
“UMKM bukan hanya sumber penghasilan keluarga, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi. Perda ini hadir agar pelaku usaha mendapat perlindungan, pembinaan, hingga akses pengembangan usaha yang lebih baik,” kata Dyan.
Sosialisasi Lewat Kuis, Warga Antusias,
Yang berbeda dari kegiatan ini adalah metode penyampaiannya. Dyan mengajak peserta mengikuti kuis interaktif seputar isi perda. Pertanyaan seputar tujuan perda, kewajiban pemerintah, hingga hak pelaku UMKM dilempar ke peserta.
Metode ini membuat suasana lebih hidup. Warga tampak antusias mengangkat tangan, bahkan saling berdiskusi menjawab pertanyaan.
“Saya senang belajar sekaligus berbagi lewat kuis. Dengan cara ini masyarakat lebih mudah mengingat isi perda, lebih aktif, dan diharapkan semakin melek regulasi yang dibuat untuk kepentingan mereka,” ujar Dyan.
Pemateri Fakhru menambahkan, Pemda memiliki kewajiban melakukan pembinaan, pendampingan, membantu pemasaran, membuka akses pembiayaan, hingga meningkatkan daya saing koperasi dan UMKM.
Tujuan perda, sebutnya, adalah memberdayakan UMKM, mengurangi kemiskinan, memperluas kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sesuai Pasal 2.
Dorongan Miliki NIB dan Go Digital.
Dalam dialog, Dyan menyoroti pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB) . Ia menyebut masih banyak pelaku usaha yang sudah bertahun-tahun jalan tapi belum punya NIB, sehingga terkendala saat ajukan pembiayaan ke bank.
Selain legalitas, Dyan juga mendorong UMKM meningkatkan kualitas produk, kemasan, dan memanfaatkan digital serta marketplace.
“Persaingan usaha semakin berkembang. Produk lokal harus mampu bersaing. Pemerintah punya tanggung jawab memfasilitasi pelatihan, pendampingan, kemitraan, hingga akses pembiayaan sebagaimana diatur dalam perda ini,” jelasnya.
Sebagai pelaku usaha di bidang hijab, kosmetik, dan skincare, Dyan mengajak masyarakat memanfaatkan program pemerintah untuk UMKM. Ia juga mengingatkan masyarakat berhak menyampaikan pengaduan jika pelayanan pemerintah belum optimal.
Menutup kegiatan, Dyan berharap sosialisasi ini tidak berhenti seremonial.
“Keberhasilan implementasi Perda Nomor 10/2024 butuh kolaborasi pemerintah, DPRD, dan masyarakat agar koperasi serta UMKM Meranti semakin maju, mandiri, dan berdaya saing,” tutupnya. ..(zamri)
Padang – Dukungan penuh mengalir kepada Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy dalam memberantas berbagai tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat. Gabungan organisasi Jurnalis Lingkungan Hidup dan Jurnalis Anti Korupsi menyatakan kesiapannya mengawal ketat upaya penegakan hukum di sumbar tersebut.
Ketua Umum Jurnalis Lingkungan Hidup dan Jurnalis Anti Korupsi, Soni, S.H., M.H., M.Ling, menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen tegas pimpinan kepolisian di Sumbar itu. Pihaknya mendukung penuh langkah Polda Sumbar dalam memutus rantai peredaran narkoba, menindak aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI), hingga membongkar praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi selama ini.
Dukungan ini merespons instruksi langsung Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy dalam acara “Duduk Basamo Kapolda Jo Insan Pers Se-Sumatera Barat” pada Selasa (4/8/2026). Dalam forum tersebut, Kapolda memerintahkan seluruh jajarannya untuk segera turun ke lapangan dan menindak tegas seluruh gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Soni menegaskan bahwa tindak kejahatan seperti tambang ilegal dan mafia BBM tidak hanya merugikan negara, tetapi juga berdampak fatal terhadap kerusakan ekosistem dan kehidupan sosial masyarakat masa mendatang.
”Intinya kami dari organisasi lingkungan hidup dan organisasi anti korupsi mendukung penuh Kapolda Sumbar beserta jajaran dalam memberantas segala kegiatan yang berdampak terhadap rusaknya lingkungan hidup di tengah masyarakat baik peredaran narkoba, aktivitas tambang ilegal dan penyalahgunaan BBM bersubsidi,” ujar Soni.(Team Redaksi)