
![]()
Berau, Kalimantan Timur — Proyek pemasangan u-ditch (saluran beton) di wilayah Gang Padi, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menuai sorotan tajam dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) antikorupsi bersama awak media.

Berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan pada Selasa (13/01/2026), proyek yang diduga menelan anggaran miliaran rupiah tersebut dinilai dikerjakan tidak maksimal dan terkesan asal jadi. Temuan di lapangan menunjukkan adanya keretakan pada sejumlah u-ditch, pemasangan yang tidak rata, serta kualitas pekerjaan yang dinilai jauh dari standar teknis.
LSM antikorupsi menilai kondisi tersebut berpotensi merugikan keuangan negara dan masyarakat, mengingat fungsi saluran beton seharusnya memiliki daya tahan tinggi dan pemasangan presisi untuk mencegah banjir maupun kerusakan dini.
“Dari hasil pengamatan kami, hampir seluruh titik pemasangan terlihat tidak rapi, permukaan tidak rata, dan sudah mengalami keretakan. Ini menimbulkan dugaan kuat bahwa proyek ini tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis,” ujar salah satu perwakilan LSM antikorupsi di lokasi.
Selain itu, awak media dan LSM secara terbuka meminta pihak Kejaksaan Negeri Berau serta aparat penegak hukum Tipikor untuk segera melakukan audit dan penyelidikan menyeluruh terhadap proyek tersebut. Audit dinilai penting untuk memastikan kesesuaian antara besaran anggaran yang digelontorkan dengan realisasi pekerjaan di lapangan.
“Jika anggarannya besar, maka hasilnya juga harus sesuai standar. Jangan sampai masyarakat dirugikan akibat pekerjaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut. LSM antikorupsi menyatakan akan terus mengawal kasus ini dan membuka kemungkinan melaporkannya secara resmi kepada aparat penegak hukum.(Fendy)



