
![]()
sidik24jam – PEKANBARU, – Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar melakukan audiensi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau, Kementerian Pekerjaan Umum RI, di Kantor BPJN Riau, Pekanbaru, Selasa (21/7/2026).
Audiensi ini menjadi langkah konkret Pemkab Meranti dalam mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan guna meningkatkan konektivitas wilayah kepulauan.
Bupati Asmar hadir bersama Ketua DPRD H. Khalid Ali , anggota DPRD Al Amin dan Drs. Jani Pasaribu , serta jajaran OPD. Rombongan diterima langsung Kepala BPJN Riau Dr. Ir. Yohanis Tulak Todingrara, M.T.
Kondisi Infrastruktur Jadi Tantangan .
Dalam pemaparannya, Bupati Asmar menyebut Meranti sebagai daerah kepulauan di jalur strategis Selat Malaka dan kawasan IMS-GT. Namun potensi itu belum maksimal karena keterbatasan infrastruktur dasar.
“Meranti merupakan kabupaten kepulauan dengan kondisi geografis yang cukup menantang. Keterbatasan akses transportasi menyebabkan biaya logistik tinggi, memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat ,” ujar Asmar.
Data 2026 menunjukkan tingkat kemantapan jalan di Meranti baru 23,29% dari total panjang jalan sekitar 505 kilometer . Artinya sebagian besar ruas jalan masih butuh peningkatan kualitas.
Bupati juga menyoroti ambruknya Jembatan Panglima Sampul di Tebing Tinggi Barat dan Jembatan Selat Akar di Tasik Putri Puyu pada 2024. Kedua jembatan itu menghambat ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
“Sejak rubuhnya kedua jembatan tersebut kami terus berkoordinasi. Kami berharap Pemerintah Pusat melalui Kementerian PU dapat memberikan dukungan percepatan pembangunan kembali kedua jembatan tersebut ,” kata Asmar.
Ajukan 3 Ruas Jalan Jadi Nasional + 3 Jembatan Baru.
Dalam audiensi itu, Pemkab Meranti mengajukan sejumlah usulan strategis:
1. Peningkatan Status Jalan Nasional:.
-Ruas ,Dorak–Alai–Kundur : 25,85 Km
-Ruas , Kampung Balak–Kundur : 13,38 Km
Ruas Tanjung Harapan–Lingkar Dorak : 4,93 Km
2. Pembangunan Jalan di Pulau Rangsang (PPKT):.
Pelabuhan Peranggas–Pecah Buyung, Peranggas–Sungai Kayu Ara, Kayu Ara–Telesung, Telesung–Tanjung Kedabu, Tanjung Samak–Tanjung Kedabu, Tanjung Samak–Repan, serta Jalan Lingkar Topang melalui APBN 2027.
3. Usulan Jembatan Baru:.
– Jembatan Bokor .
– Jembatan Galang (Beting–Sokop)
– Jembatan Tanjung Buton–Lukit.
– Jembatan Pulau Sumatera–Tebing Tinggi.
4. Usulan Lain: .
Penetapan Kota Selatpanjang sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) untuk mempercepat pembangunan pelabuhan, transportasi terpadu, serta menarik investasi.
BPJN Riau Siap Dampingi.
Kepala BPJN Riau Dr. Yohanis. menjelaskan, perubahan status jalan nasional harus memenuhi syarat teknis: fungsi strategis, lebar ±6 meter, ROW minimal 15 meter, kondisi minimal sedang, dan sesuai tata ruang.
“Kami siap membantu pemerintah daerah menyiapkan seluruh data teknis sesuai kriteria yang ditetapkan. Nantinya seluruh usulan akan diverifikasi pemerintah pusat ,” jelas Yohanis. Ia menegaskan pembahasan hari ini masih berupa usulan.
Ketua DPRD . H. Khalid Ali. mengapresiasi BPJN Riau dan berharap usulan ini jadi perhatian serius pusat. Sementara . Al Amin. berharap program Inpres Jalan Daerah (IJD) kembali diakomodasi tahun depan.
Audiensi ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan melengkapi persyaratan teknis demi pemerataan infrastruktur di wilayah kepulauan…( zamri)



