
![]()
Sidik24jam.com-Aceh Tamiang – Mengawali masa kepemimpinannya setelah resmi dilantik oleh Bupati Aceh Tamiang, Datok Penghulu Kampung Lueng Manyo, Kecamatan Manyak Payed, M. Basir, menggelar silaturahmi bersama perangkat desa, lembaga kemasyarakatan, dan kader desa di Kantor Datok Penghulu Lueng Manyo, Selasa (22/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Desa, Kaur Keuangan, Kaur Umum dan Perencanaan, Kasi Pemerintahan, Kasi Kesejahteraan, Kepala Dusun Trieng Gading, Kepala Dusun Tunas Baru, Majelis Duduk Setikar Kampung (MDSK) beserta anggotanya, LKMD, kader Posyandu, serta Pendamping Lokal Desa (PLD).
Mengawali pertemuan, M. Basir mengucapkan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya untuk memimpin Kampung Lueng Manyo. Ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut masih sebatas ajang silaturahmi untuk mempererat komunikasi awal bersama seluruh unsur pemerintahan dan kelembagaan kampung.
“Agenda kita hari ini sebatas silaturahmi saya sebagai Datok Penghulu yang baru dilantik,” ujar M. Basir.
Ia menambahkan, agenda pembahasan yang lebih substansial, termasuk Musyawarah Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung (RPJM Kampung), direncanakan akan dilaksanakan pada pekan depan.
Meski belum memasuki tahapan musyawarah perencanaan secara resmi, suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Berbagai persoalan, masukan, dan harapan mulai disampaikan peserta sebagai bahan awal dalam menyusun arah pembangunan kampung ke depan.
Pembahasan diawali dengan diskusi mengenai mekanisme pencairan bantuan stimulan rehabilitasi rumah. Topik tersebut mendapat perhatian peserta yang aktif bertukar informasi terkait proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Ketua MDSK, Tgk. Marhalim, menyampaikan harapannya agar kegiatan pengajian bulanan di dayah kembali diramaikan oleh unsur pemerintah kampung. Menurutnya, kehadiran aparatur desa dalam kegiatan keagamaan tidak hanya mempererat hubungan dengan masyarakat, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga syiar keagamaan di kampung.
Sementara itu, Kasie Kesejahteraan Julfa mengusulkan agar pemerintah kampung dapat menyediakan operator desa guna mendukung pengelolaan administrasi pemerintahan serta meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.
Masukan lainnya disampaikan Sekretaris Desa Feri Ferdana yang mengajak seluruh perangkat desa untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong yang mulai memudar di tengah masyarakat. Menurutnya, semangat kebersamaan harus diawali dari pemerintah kampung sehingga dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam menghidupkan kembali budaya saling membantu.
Pada kesempatan yang sama, Pendamping Lokal Desa Kasiani, S.ST menyampaikan komitmennya untuk terus mendampingi Pemerintah Kampung Lueng Manyo dalam setiap tahapan pembangunan desa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasiani, S.ST menegaskan bahwa kehadiran pendamping desa bukan semata sebagai pengawas, melainkan sebagai mitra pemerintah kampung yang siap mendukung tata kelola pemerintahan desa. Selain itu, pendamping desa juga berkomitmen mendokumentasikan berbagai praktik baik yang dilakukan pemerintah kampung sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Berbagai masukan yang muncul dalam pertemuan tersebut menunjukkan antusiasme peserta dalam menyampaikan gagasan, meskipun forum tersebut belum memasuki tahapan musyawarah resmi. Usulan mengenai penguatan pelayanan publik, penyediaan operator desa, pelestarian budaya gotong royong, hingga peningkatan partisipasi aparatur dalam kegiatan keagamaan diperkirakan akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut pada Musyawarah Penyusunan RPJM Kampung yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.
Menutup pertemuan, Datok Penghulu M. Basir berharap seluruh perangkat Kampung Lueng Manyo dapat bekerja secara maksimal, khususnya dalam pengelolaan administrasi pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya berharap seluruh perangkat dapat bekerja semaksimal mungkin. Jangan sampai administrasi menghambat pelayanan kepada masyarakat. Justru kita harus memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan mempermudah setiap urusan masyarakat,” tegas M. Basir.
Silaturahmi perdana tersebut menjadi langkah awal membangun komunikasi, menyerap aspirasi, serta memperkuat sinergi antara pemerintah kampung, lembaga kemasyarakatan, kader desa, dan pendamping desa dalam mewujudkan pemerintahan kampung yang responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Berbagai gagasan yang mulai mengemuka dalam forum ini diharapkan menjadi modal awal dalam penyusunan RPJM Kampung yang akan menentukan arah pembangunan Kampung Lueng Manyo selama masa kepemimpinan Datok Penghulu M. Basir. (KS)



