Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Keberhasilan Ditresnarkoba Polda Sulbar dalam memberantas peredaran narkoba kembali terukir. Pada Kamis, 16 Januari 2025, tiga pemuda asal Mamuju berhasil diamankan di Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju setelah terbukti membawa dan mengedarkan sabu-sabu. Pengungkapan kasus ini tak lepas dari peran aktif masyarakat yang memberikan informasi kepada pihak kepolisian.
Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Sulbar, Kompol Eduard Steffry Allan yang memimpin langsung operasi penangkapan tersebut mengungkapkan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat atas kesadaran dan partisipasi aktifnya dalam memerangi bahaya narkoba. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran publik akan dampak merusak narkoba terhadap kesehatan dan mental generasi muda.
Kronologi penangkapan bermula dari penangkapan RZ, yang kedapatan membawa sabu-sabu seberat 0,21 gram. RZ mengaku memperoleh sabu tersebut dari T seharga Rp 300.000. Petugas kemudian bergerak cepat mengamankan T, yang selanjutnya mengakui mendapatkan barang haram tersebut dari D.
D sendiri mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seseorang berinisial A seharga Rp 400.000. Saat ini, A masih dalam pengejaran pihak kepolisian untuk mengungkap lebih lanjut jaringan peredaran narkoba di Sulawesi Barat.
Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi satu saset kristal bening diduga sabu-sabu (0,21 gram bruto), satu saset plastik bekas sabu, satu unit telepon genggam, satu buah tutup botol, pipet, dan sebuah tas.
Kompol Eduard Steffry Allan melanjutkan, keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi bukti komitmen Ditresnarkoba Polda Sulbar dalam memberantas peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya.
Upaya pencegahan dan penindakan yang berkelanjutan, dikombinasikan dengan peran aktif masyarakat, diharapkan mampu menekan dan memberantas peredaran narkoba di Sulawesi Barat secara efektif. Untuk itu, kami menghimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan setiap informasi terkait penyalahgunaan narkoba kepada pihak berwajib, Rabu (22/1/25).
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Menjadi pemateri dalam rangka peningkatan wawasan bintara remaja Polda Sulbar untuk mendukung maksimalisasi pelaksanaan tugas dan menjaga citra Polri di tengah masyarakat, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kombes Pol Slamet Wahyudi mengenalkan fungsi Humas Polri serta strategi humas menjaga kamtibmas lewat media sosial.
Di era digital saat ini, kata Kabid Humas media sosial telah menjadi platform komunikasi yang sangat berpengaruh, menjangkau jutaan pengguna di seluruh dunia. Keberadaan media sosial memiliki dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam konteks keamanan dan ketertiban masyarakat.
Polri, sebagai lembaga penegak hukum sanagat perlu memanfaatkan media sosial secara efektif untuk mendukung tugasnya menjaga keamanan yang kondusif.
Selanjutnya, Kabid Humas menyampaikan beberapa poin tentang peluang maupun tantangan media Sosial dalam pelaksanaan tugas Polri.
Peluang media Sosial dalam mendukung tugas Polri meliputi :
1. Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas: Media sosial memungkinkan Polri untuk mempublikasikan informasi terkait kinerja, kegiatan, dan pencapaiannya secara transparan. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan publik dan akuntabilitas Polri terhadap masyarakat. Contohnya, unggahan video kegiatan patroli, penangkapan pelaku kejahatan, atau sosialisasi program-program kepolisian.
2. Peningkatan Komunikasi Publik: Media sosial menjadi saluran komunikasi yang efektif antara Polri dan masyarakat. Polri dapat memanfaatkannya untuk memberikan informasi penting, imbauan, dan edukasi kepada masyarakat terkait isu-isu keamanan dan ketertiban. Contohnya, imbauan mengenai pencegahan kejahatan, sosialisasi peraturan lalu lintas, atau informasi mengenai situasi keamanan terkini.
3. Deteksi Dini dan Pencegahan Kejahatan: Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai alat deteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Informasi dan kejadian yang diunggah oleh masyarakat dapat menjadi indikator dini potensi konflik atau kejahatan. Polri dapat memantau media sosial untuk mendeteksi informasi tersebut dan mengambil tindakan pencegahan.
4. Pengumpulan Informasi dan Intelijen: Media sosial dapat menjadi sumber informasi dan intelijen yang berharga bagi Polri. Unggahan, komentar dan percakapan di media sosial dapat memberikan gambaran tentang opini publik, sentimen masyarakat dan potensi ancaman keamanan. Informasi ini dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan strategis.
5. Rekrutmen dan Sosialisasi: Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai platform rekrutmen anggota Polri dan sosialisasi program-program kepolisian. Hal ini dapat membantu Polri dalam menjaring calon anggota yang berkualitas dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tugas dan fungsi Polri.
Selanjutnya, untuk tantangan Media Sosial dalam pelaksanaan Tugas Polri meliputi :
1. Hoaks dan Informasi Salah: Penyebaran hoaks dan informasi salah di media sosial dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu keamanan. Polri perlu memiliki strategi yang efektif untuk menanggulangi penyebaran hoaks dan memberikan klarifikasi kepada masyarakat.
2. Ujaran Kebencian dan Provokasi: Media sosial dapat menjadi tempat penyebaran ujaran kebencian dan provokasi yang dapat memicu konflik sosial. Polri perlu mengawasi dan menindak tegas penyebaran ujaran kebencian dan provokasi di media sosial.
3. Penyalahgunaan Media Sosial oleh Pelaku Kejahatan: Pelaku kejahatan dapat memanfaatkan media sosial untuk melakukan kejahatan, seperti penipuan online, penyebaran konten ilegal, atau perencanaan aksi terorisme. Polri perlu meningkatkan kemampuannya dalam mendeteksi dan menanggulangi kejahatan di media sosial.
4. Manajemen Reputasi: Media sosial dapat menjadi tempat munculnya kritik dan komentar negatif terhadap Polri. Polri perlu memiliki strategi manajemen reputasi yang efektif untuk menanggapi kritik dan menjaga citra positif di mata masyarakat.
Kabid Humas melanjutkan, media sosial memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung tugas Polri menjaga keamanan yang kondusif. Namun, Polri juga perlu menghadapi berbagai tantangan dalam memanfaatkan media sosial secara efektif.
Oleh karena itu, Polri perlu meningkatkan kemampuannya dalam memanfaatkan media sosial secara bijak, responsif dan profesional. Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, pelatihan bagi personel dan kerjasama dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan Polri dalam memanfaatkan media sosial untuk mendukung tugasnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tutup Kabid Humas.(*/Udin)
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Sebagai respons terhadap tantangan ketahanan pangan nasional, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), melaksanakan program penanaman jagung massal di Dusun Tarawe, Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Selasa (21/1/25).
Hari ini, sebuah aksi nyata ditunjukkan dengan kegiatan penanaman jagung serentak di Dusun Tarawe, Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Mamuju. Nampak Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol. Adang Ginanjar, bersama seluruh elemen Forkopimda menunjukkan sinergi kepemimpinan dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan.
Kegiatan diawali dengan mengikuti arahan Kapolri dan Mentan RI melalui video zoom, menekankan pentingnya peran aktif seluruh lapisan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Selanjutnya di lahan seluas kurang lebih satu hektar, Kapolda bersama para peserta dengan penuh semangat menanam bibit jagung, menunjukkan komitmen bersama untuk mencapai swasembada pangan.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar aksi simbolik, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam membangun pertanian berkelanjutan di Sulawesi Barat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menguatkan fondasi ketahanan pangan nasional.
Kapolda Sulbar disela-sela kegiatannya mengatakan “Ini adalah langkah nyata untuk membangun pertanian berkelanjutan di Sulawesi Barat. Kami berharap penanaman di lahan seluas kurang lebih satu hektar ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi pangan lokal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Kapolda.
Lebih dari itu, program ini dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang. Rencananya, akan ada pendampingan berkelanjutan bagi petani setempat, termasuk pelatihan teknik budidaya jagung yang modern dan efisien. Hal ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan program dan meningkatkan produktivitas pertanian secara keseluruhan.(*/Usin)
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Mengawali kepemimpinannya perdanya sebagai Direktur Lalu Lintas Polda Sulbar Kombes Pol. Wahid Kurniawan, SIK berupaya membangun komunikasi dan sinergi yang baik dengan seluruh personelnya.
Hari ini, Kombes Pol. Wahid Kurniawan, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) menggelar pertemuan dengan seluruh personelnya, Senin (20/1/25) di Aula Marannu Mapolda Sulbar yang menjadi momentum penting menuju misi pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat.
Pertemuan tersebut bukan hanya perkenalan resmi, tetapi juga pencanangan Commander Wish yang berfokus pada peningkatan tanggung jawab dan kinerja Ditlantas Polda Sulbar.
Lebih dari sekadar arahan, Dirlantas berharap setiap personelnya dapat menjadi bagian dari transformasi yang lebih bertanggung jawab (Responsibility) dalam menjalankan tugasnya. Wahid Kurniawan tidak hanya menyampaikan poin-poin penting, tetapi juga menciptakan suasana dialogis dan motivatif.
Beberapa poin krusial dalam Commander Wish tersebut antara lain:
• Peningkatan Rasa Tanggung Jawab: Wahid Kurniawan menekankan pentingnya tanggung jawab individual dalam setiap tugas. Ia menyatakan bahwa kepatuhan dan hindar dari pelanggaran saja sudah merupakan kontribusi nyata dalam mendukung program Kapolri. Ini bukan sekadar mematuhi aturan, tetapi memahami esensi dari tugas dan dampaknya bagi masyarakat.
• Empati dan Keadilan: Dirlantas mengajak seluruh personel untuk selalu menempatkan diri pada posisi masyarakat. Memberikan rasa simpati dan empati merupakan kunci dalam membangun kepercayaan publik. Selain itu, penegakan hukum harus dijalankan dengan adil dan proporsional, tanpa memandang status sosial atau latar belakang seseorang.
• Kecepatan dan Efektivitas: Kecepatan dalam bertindak bukanlah sekadar kecepatan fisik, tetapi juga kecepatan dalam pengambilan keputusan dan proses kerja. Hal ini sangat penting dalam menangani situasi darurat atau kemacetan lalu lintas. Efisiensi dan efektivitas dalam kerja juga sangat ditekankan.
• Pembinaan dan Edukasi: Personel Ditlantas tidak hanya bertugas untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk memberikan arahan dan tujuan kepada masyarakat. Edukasi dan sosialisasi tentang keselamatan berlalu lintas merupakan bagian penting dari tugas ini. Pembinaan yang komprehensif diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
Di luar poin-poin utama tersebut, Wahid Kurniawan juga menekankan pentingnya:
• Solidaritas dan Kerjasama Tim: Saling membantu dan mendukung antar personel sangat diperlukan. Ia mengajak untuk menghilangkan rasa iri dan dengki, serta terus terbuka untuk berkomunikasi jika mengalami permasalahan dalam tugas.
• Disiplin dan Profesionalisme: Disiplin waktu dan kepatuhan dalam melaksanakan tugas merupakan nilai yang harus diutamakan. Pekerjaan yang diperintahkan harus diselesaikan dengan tepat waktu dan sesuai standar operasional prosedur.
• Keselamatan dan Integritas: Menjaga keselamatan diri, harta benda, keluarga dan citra Polri merupakan prioritas utama. Integritas dan profesionalisme harus selalu dijaga dalam setiap tugas.
Commander Wish ini bukan hanya sekadar kumpulan poin, tetapi merupakan komitmen nyata Dirlantas Polda Sulbar untuk membangun Ditlantas yang lebih bertanggung jawab, efektif dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Dengan pendekatan yang komprehensif dan humanis, diharapkan Ditlantas Polda Sulbar dapat memberikan kontribusi maksimal bagi keselamatan dan kenyamanan masyarakat Sulbar.(*/Udin)
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Adang Ginanjar memberikan wejangan kepada seluruh personelnya, menekankan pentingnya penguatan profesionalisme dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Wejangan tersebut disampaikan saat memimpin langsung pelaksanaan apel pagi sebagai kesiapan penuh dalam melaksanakan tugas memberikan perlindungan dan melayani masyarakat, Senin (20/1/25).
Wejangan tersebut tidak hanya berisi semangat serta menginspirasi para personel untuk terus berinovasi dan mengembangkan diri. Namun juga peringatan terhadap pelanggaran disiplin.
Kapolda mengajak seluruh personel untuk saling mengingatkan dan mencegah terjadinya masalah baru. Beliau menekankan pentingnya komitmen untuk selalu memperhatikan tugas pokok dan memberikan dukungan penuh terhadap program-program pemerintah. Hal ini merupakan bagian integral dari tugas Kepolisian dalam melayani, menegakkan hukum dan melindungi masyarakat.
Lebih lanjut, Kapolda mengingatkan pentingnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya dalam setiap aspek tugas dan kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut harus menjadi pedoman dalam berinteraksi dengan masyarakat dan dalam pengambilan keputusan. Beliau mengajak para personel untuk terus berinovasi dan mengembangkan program-program kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sebagai contoh nyata, Kapolda mengungkapkan apresiasi terhadap program “Jumat Ruapwan” (cukur gratis) yang diselenggarakan oleh Ditpolairud dan pelayanan kesehatan gratis yang aktif dilaksanakan oleh Bidang Dokkes. Inisiatif-inisiatif seperti ini menunjukkan komitmen nyata Polri dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Kapolda juga menekankan pentingnya mempertahankan citra Polri yang baik dan mencegah terjadinya masalah. Beliau mengajak seluruh personel untuk segera memperbaiki segala bentuk persoalan, baik yang berkaitan dengan masalah pribadi, keluarga, maupun pekerjaan. Kemampuan menahan diri dan mengendalikan emosi menjadi sangat penting dalam menjaga profesionalisme dan menghindari konflik.
Terkait masalah narkoba, Judol dan pelanggaran lainnya, Kapolda menyatakan bahwa tidak ada toleransi terhadap pelanggaran hukum. Beliau mengingatkan mbahwa konsekuensi hukum akan diberlakukan secara tegas terhadap personel yang terlibat dalam pelanggaran tersebut, termasuk potensi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Hal ini dilakukan untuk menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Sebagai lembaga publik, Polri harus selalu berpegang teguh pada hukum dan aturan yang berlaku. Segala bentuk tindakan yang dilarang oleh pimpinan dan bertentangan dengan hukum harus dihindari. Komitmen terhadap hukum dan etika merupakan kunci utama dalam mewujudkan Polri yang profesional, modern dan terpercaya, tutup Irjen Pol Adang Ginanjar.(*/Udin)
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Upacara penutupan pembinaan tradisi dan pembaretan personel Direktorat Polairud Polda Sulawesi Barat berlangsung khidmat di Pangkalan Sandar Ditpolairud Polda Sulbar, Jalan Poros Mamuju-Kalukku, Sabtu (18/1/25). Irjen Pol. Adang Ginanjar, Kapolda Sulawesi Barat yang memimpin langsung upacara tersebut, menandai tonggak penting dalam pengukuhan komitmen para personel dalam menjaga keamanan dan kedaulatan maritim di wilayah Sulbar.
Puncak dari rangkaian pembinaan yang intensif ini turut dihadiri oleh Wakapolda Sulawesi Barat dan para pejabat utama Polda Sulbar.
Direktur Polairud, Kombes Pol. Deny Pudjianto, dalam laporannya menyampaikan rincian proses pembinaan tradisi yang telah dilalui. Proses ini tidak hanya mencakup latihan fisik yang terukur dan terencana, namun juga pembinaan mental dan spiritual yang dirancang untuk membentuk kepribadian yang tangguh dan berintegritas. Latihan-latihan khusus yang diberikan menjamin kesiapan para personel dalam mengatasi berbagai tantangan tugas di laut.
Dalam amanatnya, Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol. Adang Ginanjar, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan perjuangan para personel menyelesaikan tradisi pembaretaan. Beliau juga menekankan pentingnya peran Ditpolairud dalam menjaga keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Sulawesi Barat, yang memiliki potensi ancaman yang beragam.
Bersamaan itu, Kapolda juga mengingatkan pentingnya pengembangan kapasitas diri yang berkelanjutan untuk menjaga profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas.
“Saya harapkan agar para personel Ditpolairud dapat terus berinovasi dan menjadi pelopor dalam penegakan hukum di laut, serta memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat pesisir. Komitmen teguh dan kemampuan yang teruji akan menjadi modal utama dalam menjalankan tugas yang mulia ini,” tutup Kapolda.
Puncak upacara ditandai dengan penyiraman bunga kepada para personel yang telah menyelesaikan tradisi pembaretan. Momen simbolis ini menjadi babak baru komitmen para personel DitPolairud dalam menjalankan tugas dengan semangat patriotisme yang tinggi.
Upacara ini bukan hanya menandai selesainya sebuah proses, namun merupakan awal dari pengabdian yang lebih luas dan berkelanjutan bagi keamanan maritim Indonesia.(*/Udin)
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulawesi Barat (Sulbar), Kombes Pol. Wahid Kurniawan, mengikuti rapat analisa dan evaluasi (Anev) Operasi Lilin 2024 yang diselenggarakan di Gedung NTMC Korlantas Polri pada hari Rabu 15 Januari 2025 lalu.
Anev yang dihadiri oleh seluruh Dirlantas jajaran Kepolisian Indonesia dan instansi terkait ini bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan efektivitas Operasi Lilin di masa mendatang. Rapat tersebut tidak hanya membahas capaian Operasi Lilin 2024, tetapi juga menganalisa kendala yang dihadapi di lapangan serta merumuskan strategi yang lebih efektif dan humanis.
Kombes Pol. Wahid Kurniawan, usai mengikuti Anev di Korlantas Polri, menyampaikan sejumlah poin penting yang akan diterapkan di Polda Sulbar berdasarkan arahan Brigjen Pol Raden Slamet Santoso.
“Dari hasil evaluasi ini, kami menemukan beberapa hal krusial yang perlu menjadi perhatian. Salah satunya adalah pentingnya peningkatan sinergitas antar instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan, Basarnas, dan instansi terkait lainnya,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih erat untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keamanan selama periode Natal dan Tahun Baru.
Selain sinergitas, lanjut Kombes Pol. Wahid juga ditekankan pentingnya pendekatan yang lebih humanis kepada masyarakat. “Para petugas di lapangan diharapkan untuk lebih simpatik dan humanis dalam bertugas. Tetap menegakkan hukum, namun dengan cara yang santun dan mengutamakan dialog,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kombes Pol. Wahid menjelaskan bahwa Polda Sulbar akan mempersiapkan strategi khusus untuk mengantisipasi potensi peningkatan volume kendaraan dan kepadatan lalu lintas di sejumlah titik rawan selama periode Natal dan Tahun Baru mendatang. Strategi ini meliputi penambahan personel di lapangan, pengaturan lalu lintas yang lebih optimal, serta pemanfaatan teknologi untuk memantau arus lalu lintas secara real-time.
“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas selama Natal dan Tahun Baru mendatang,” tutupnya.(*/Udin)
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Dalam rangka memperingati Hari Kesadaran Nasional (HKAN), Polda Sulawesi Barat menyelenggarakan upacara bendera sebagai momen refleksi dan peneguhan komitmen bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas, Jumat (17/1/25) di lapangan Tribrata Mapolda.
Upacara ini menekankan pentingnya mengevaluasi kinerja, meningkatkan profesionalisme dan memperkuat solidaritas.
Kegiatan tersebut ditandai dengan pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks Pancasila, pengucapan Tribrata, Catur Prasetya dan Panca prasetya korpri.
Irwasda Polda Sulbar Kombes Pol Aloysius Suprijadi yang memimpin langsung kegiatan upacara dalam amanat yang dibacakannya mengajak seluruh anggota untuk terus berbenah dan meningkatkan kapasitas diri dalam menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks.
Bersamaan itu, Irwasda juga mengingatkan seluruh anggota untuk tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya, serta menjaga nama baik institusi Kepolisian.
Rangkaian upacara yang diikuti oleh seluruh personel Polda Sulbar ini diharapkan dapat menyegarkan komitmen dan semangat pengabdian kepada negara. Disiplin dan kepatuhan terhadap aturan menjadi fokus utama dalam upacara ini, menciptakan kesadaran akan pentingnya kerja sama tim dan kepedulian antar sesama anggota.
Upacara ini menjadi pengingat akan pentingnya integritas, disiplin dan solidaritas dalam mewujudkan cita-cita sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat.(*/Udin)
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Bagi putra-putri terbaik Sulawesi Barat yang memiliki jiwa kepemimpinan, integritas, dan dedikasi tinggi untuk mengabdi kepada bangsa, kini saatnya mewujudkan cita-cita menjadi Perwira Polri melalui jalur Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) 2025!
Pendaftaran SIPSS Polri 2025 resmi dibuka, menawarkan kesempatan emas bagi para lulusan D-IV, S1, S1 Profesi, dan S2 untuk bergabung dengan korps Bhayangkara dan menjalankan tugas mulia sebagai pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat.
Kabid Humas Kombes Pol Slamet Wahyudi menyampaikan SIPSS Polri merupakan jalur rekrutmen Perwira Pertama Polri dengan pangkat Inspektur Polisi Dua (IPDA). Seleksi ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk mengembangkan kekuatan personel yang berpendidikan sarjana dan memenuhi kebutuhan organisasi dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Untuk itu, kami mengajak para calon perwira untuk mempersiapkan diri dengan baik dan memperhatikan jurusan prioritas yang dibutuhkan Polri dalam Penerimaan SIPSS kali ini, yaitu:
• S-2: Psikologi (Profesi), Hukum Pidana, Hukum Tata Negara, Hukum Administrasi Negara, Kriminologi, Ilmu Komunikasi, Desain Komunikasi Visual, Rekayasa Kriptografi, Rekayasa Pertahanan Siber, Keamanan Siber, Forensik Digital.
• S-1: Agen Intelijen (STIN), Keamanan Siber, Kriptografi (Politeknik Siber dan Sandi Negara), Kedokteran Umum (Profesi), Psikologi (Profesi), Akuntansi Keuangan dan Pajak (sudah memiliki Sertifikat Auditor), Kimia (Murni), Biologi (Murni), Fisika (Murni), Metalurgi, Sains Data, Sistem Informasi, Teknik Informatika, Teknik Penerbangan, Ilmu Komunikasi, Desain Komunikasi Visual, Kriminologi.
• S-1 Profesi: Kedokteran Umum (Profesi), Psikologi (Profesi)
• D-IV/S-1: Teknik Elektro (Telekomunikasi)
Bagi warga Sulbar yang tertarik mendaftar melalui jalur seleksi SIPSS, dapat membuka Website resmi Polri di alamat *penerimaan.polri.go.id* untuk mendapatkan informasi rincian syarat lengkap pendaftaran.
Ingat, masuk Polri itu gratis dan jangan percaya calo. Bersainglah dengan sehat dan jujur untuk menjadi abdi negara masa depan.(*/Udin)
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyambut hangat penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) urusan pemerintahan umum tahun 2025. Kegiatan penting ini bertujuan untuk mendukung cita-cita menuju Indonesia Emas tahun 2045 yang diselenggarakan di Grand Maleo Hotel and Convention Mamuju, Kamis (16/1/25). Untuk memastikan kelancaran dan keamanan acara tersebut Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Polda Sulbar) bersiap siaga penuh dengan mengerahkan personel terbaiknya.
Sebagai tuan rumah, Polda Sulbar tidak main-main dalam menjaga keamanan Rakornas. Pintu masuk hotel, area parkir, pintu masuk gedung Ball Room, dan area pusat kegiatan Rakornas menjadi titik-titik vital yang dijaga ketat oleh personel Polda Sulbar dan jajarannya. Sinergi dengan instansi terkait lainnya juga diperkuat untuk memastikan keamanan maksimal.
Setiap peserta yang memasuki ruang utama kegiatan Rakornas diwajibkan melalui pemeriksaan ketat oleh petugas. Langkah ini dilakukan untuk mencegah masuknya benda-benda berbahaya dan menjaga keamanan seluruh peserta.
Tidak hanya fokus di area hotel, Polda Sulbar juga aktif melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi Rakornas. Patroli dan himbauan kamtibmas juga dilakukan secara rutin untuk menciptakan suasana kondusif dan mencegah potensi gangguan keamanan.
Rakornas Urusan Pemerintahan Umum tahun 2025 ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Dr. Bima Arya Sugiarto. Kehadiran beliau menandakan pentingnya Rakornas dalam menyatukan langkah dan strategi untuk mencapai tujuan bersama dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Peserta dari berbagai provinsi di tanah air juga hadir dalam kegiatan ini.
Polda Sulbar menekankan bahwa keamanan dan kelancaran Rakornas merupakan prioritas utama. Mereka akan terus memantau situasi dan melakukan penyesuaian strategi pengamanan apabila diperlukan. Polda Sulbar juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Rakornas.
Rakornas Urusan Pemerintahan Umum tahun 2025 ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret untuk mendukung pencapaian Indonesia Emas tahun 2045. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan dari semua pihak, Indonesia diyakini dapat mencapai tujuan tersebut.(*/Udin)