Pjs. Bupati Pakpak Bharat Dr.Naslindo Sirait Mengunjungi Pasar Tradisional Klohi, di Kota Salak, Kabupaten Pakpak Bharat (17/10/2024).
Dalam kunjungan ini, Naslindo menyapa para pedagang dan pembeli untuk menanyakan harga harga berbagai komoditas seperti daging, cabe, ikan, tomat bawang dan komoditas lainnya. Dari peninjauan ini terlihat ada beberapa harga mengalami peningkatan seperti harga tomat, cabe dan daging ayam putih, namun masih dalam batas harga yang wajar dan terkendali.
Naslindo juga melihat berbagai karakteristik barang yang diperjual belikan masih banyak yang di datangkan dari luar Pakpak Bharat, Naslindo berharap dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pakpak Bharat agar terus mengembangkan berbagai komoditas pangan dan perkebunan agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Pakpak Bharat yang dihasilkan oleh petani dari Pakpak Bharat sendiri, sehingga petani bisa meningkatkan pendapatannya dan harga-harga juga menjadi lebih murah.
Disamping itu, Naslindo juga memperhatikan karakteristik pedagang masih didominasi pedagang dari luar Pakpak Bharat yang menyewa kios-kios yang ada di pasar tersebut. Pjs. Bupati meminta Kepala Dinas Perdagangan agar memperhatilan dan mempersiapkan para pedagang dari Pakpak Bharat untuk bisa mengisi kios dan berjualan di pasar ini.jangan dominan dari luar agar terjadi peningkatan ekonomi di Pakpak Bharat.
Di akhir kunjungan Naslindo juga meninjau infrastruktur mulai dari kios, balairung dan areal parkir. Naslindo berpesan agar tahun 2025 dilakulan rehab dan peningkatan kualitas pasar termasuk WC, toilet dan penanganan sampah, serta perlu ditinjau kembali pemungutan retribusi agar bisa menghasillkan bagi Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat.
Ahmad Zulfahmi Fikri (26) seorang aktifis menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh oknum jurnalis hingga menyebabkan luka memar dibagian wajahnya. Senin (14/10/24)
Kejadian tersebut berlokasi di Belakang Sekolah Dasar tak jauh dari Gedung Serbaguna / GOR Stabat Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.
Kronologi bermula ketika Korban Ahmad Zulfahmi Fikri mendapat pesan dari terduga pelaku yaitu RH untuk menemui dirinya di lokasi yang sudah ditentukan oleh RH.
Sesampainya dilokasi, Fikri mempertanyakan kepada RH terkait sindiran yang dilakukannya disalah satu sosial media tiktok milik RH, sebab postingan tersebut menyinggung harkat dan martabat keluarga besar Fikri yang membuat ia geram dan ingin mempertanyakan langsung maksud dan tujuan RH.
” Ada postingan dia (RH) yang menyinggung istri dan keluarga ku, jadi aku ingin mempertanyakan langsung apa maksud dia buat begitu, dan diajaknya lah aku jumpa di Belakang GOR Stabat itu sama dia ” ucap Fikri ketika dikonfirmasi awak media.
Ketika bertemu, Fikri mendekati RH untuk mempertanyakan maksud RH dengan postingan di Akun Tiktok milik RH, Namun bukannya penjelasan yang ia dapat malah RH seakan ingin memberi pukulan kearah Fikri, tapi hal tersebut tidak terjadi karena Fikri mengelak.
” Sewaktu kami sudah bertemu, RH ini menggertak seperti mau memukul saya dan spontan saya menggelak ” jelas Fikri.
Karena gertakan tersebut tidak mengenai Fikri, akhirnya RH menganiaya Fikri dengan membabi buta hingga menyebabkan luka memar dibagian wajah.
Setelah kejadian tersebut Fikri merasa tidak terima dengan peristiwa yang ia alami, dan Fikri bersama rekannya melaporkan yang ia alami ke Polres Langkat.
Laporan tersebut pun diterima dengan tanda bukti Laporan Polisi Nomor : LP/B/540/X/2024/SPKT/POLRES LANGKAT/POLDA SUMATRA UTARA tertanggal Senin 14 Oktober 2024.
Atas laporan tersebut, Ahmad Zulfahmi Fikri meminta pihak Kepolisian Polres Langkat khususnya Sat Reskrim Polres Langkat yang dikomandoi oleh AKP Deddy Mirza S.I.K M.M mempercepat proses penanganan kasus ini agar pelaku dapat segera di amankan.
Franc Bernhard Tumanggor, Bupati Pakpak Bharat Nonaktif turut menyambut kehadiran rombongan RI, H Joko Widodo di Kabupaten Humbang Hasundutan (16/10/2024). Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja di wilayah Sumut, diantaranya Kabupaten Humbang Hasundutan dengan sejumlah agenda penting.
Di Humbang Hasundutan, Presiden Joko Widodo meresmikan Pusat Riset Genomik Pertanian di Kabupaten Humbang Hasundutan. Presiden menekankan pentingnya peningkatan produksi pangan di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.
Jokowi juga mengatakan, perubahan iklim sekarang ini semakin nyata dirasakan dan dampaknya tidak hanya berkaitan dengan udara panas, tetapi juga produksi pangan dunia menjadi turun.
“Panasnya berapa bulan, hujannya berapa bulan, sulit sekarang ini diprediksi dan dihitung sehingga menyebabkan produksi pangan di semua negara, hampir di semua negara turun. Dan ketakutan dunia adalah nantinya terjadi krisis pangan,” kata Presiden dalam sambutannya.
Sementara itu Franc Bernhard Tumanggor sendiri berharap, adanya Pusat Riset Genomik ini bisa membantu pertanian di KabupatenPakpak Bharat.
Mungkin dengan penyediaan bibit unggul, membantu penelitian tanah dan sebagainya. Untuk jangka panjangnya akan segera kita persiapkan, uca Franc.
Turut mendampingi Presiden dalam peresmian ini, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
(DP)
Pjs. Bupati Pakpak Bharat, Dr. Naslindo Sirait menghadiri Launching Pemetaan Kerawanan Pemilihan dan Sosialisasi Netralitas ASN, TNI dan POLRI Pada Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Tahun 2024 di Aula Balai Diklat BKPSDM, Cikaok (11/10/2024). Dikesempatan ini, Naslindo Sirait memaparkan tentang Netralitas ASN Dalam Pilkada Serentak Tahun 2024. Netralitas adalah kecenderungan untuk tidak memihak, keadaan dan sikap netral (tidak memihak atau bebas). Netralitas ASN menurut Naslindo Sirait bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga merupakan komitmen moral untuk memastikan proses demokrasi dengan adil, bersih dan tidak memihak.
Kedudukan ASN ditengah masyarakat dipandang sebagai contoh (role model), sumber rujukan (referensi), dan juga sebagai sumber ekonomi. Oleh karenanya mari kita menjadi teladan supaya masyarakat bisa mengikuti apa yang menjadi kebijakan-kebijakan yang diinginkan dan diperbuat oleh Pemerintah. Yang kedua ASN itu adalah sumber rujukan, kita tahu masyarakat kita masih banyak yang belum terdidik, masih berada dirata-rata tamat SMP, belum sampai SMA atau perguruan tinggi untuk Sumatera Utara, itu artinya pengetahuan dan keterampilan masih sangat rendah. Kitalah sebagai terdepan untuk bisa memberikan rujukan-rujukan dalam banyak hal, termasuk hari ini kita berdemokrasi. Tugas kita juga untuk memberikan edukasi, pemahaman pemahaman kepada masyarakat supaya masyarakat menggunakan hak pilihnya, kalau demokrasi ini adalah pilar menuju kita menjadi negara yang baik. Dari semua sistim, diyakini bahwa demokrasi adalah sistim pemerintahan yang paling baik, dan kita sudah memilih itu setelah kita mengalami proses yang Panjang. Karena itu kita terus sosialisasikan, banyak negara yang tidak menganut demokrasi. Bayangkan negara-negara yang tidak pernah memilih Presidennya, jadi presiden itu terus sampai meninggal. Kita diberikan kesempatan sekali lima tahun kita bisa menentukan siapa Bupati, siapa Gubernur, siapa Presiden dan siapa anggota legislatif kita, jelas Naslindo Sirait.
ASN juga adalah sumber ekonomi, baik dari segi pendapatannya, termasuk juga para ASN ini dmungkinkan berwirausaha dan menolong orang, sehingga dia menjadi bagian dari sumber ekonomi yang juga ikut membantu pertumbuhan ekonomi kita, nah, disini kita bicara tentang netralitas, jelas dia kemudian.
NAslindo Sirait juga menjelaskan peran ASN sebagai pelayan publik, yang masih jelas hak politiknya, tapi prinsip-prinsip politik, tidak boleh terlibat dalam dalam partai politik atau organisasi sayap politik.
Pilihan kita hanya kita dan Tuhan yang tahu, tidak boleh disampaikan kepada siapapun termasuk kepada istri. Konsekwensi hak politik itu ya, itu tadi, tidak boleh diungkapkan kepada orang lain. Prinsip-prinsip politik misalnya tidak boleh terlibat dalam partai politik dan dan atau organisasi sayap politik, itu tidak boleh terjadi. Kalau itu dilakukan maka ada sanksi mulai dari hukuman disipiln yang ringan, sedang dan berat. Semuanya ada dengan sangat jelas pada Peraturan Pemerintah nomor 94 tahun 2021 tentang disiplin PNS, disana mengatur tentang bentuk pelanggaran ASN dan juga sanksi dan hukuman yang akan diterimanya apabila memakukan pelanggaran-pelanggaran, jelas Naslindo Sirait kemudian.
Pjs. Bupati juga menjelaskan beberapa faktor penyebab ketidak netralan ASN dalam perhelatan Pemilihan Umum.
Ternyata dari hasil survay Bidang Pengkajian dan Pengembangan ASN tahun 2024, 43 persen motifnya untuk mendapatkan atau mempertahankan jabatan. Jadi supaya bisa menjadi pejabat atau tetap bisa menjabat, terlibatlah untuk mendukung salah satu pasangan calon. Kalau pengalaman saya, saya tidak pernah, tapi puji Tuhan sampai saat ini masih dipercayai oleh pimpinan. Jadi mungkin ini kita bisa sharing kepada teman-teman ASN, lebih bagus netral dari pada terlibat mendukung si A atau si B. 15 persen itu karena adanya hubungan kekeluargaan, jadi memang ini juga bisa dibedakan antara keluarga dengan taat aturan. Yang lain itu karena pemberian sanksi lemah, ketidak netralan ASN menjadi hal yang lumrah, ini yang bahaya. Kalau sudah menjadi hal yang lumrah, bisa asal jangan ketahuan, ini bisa membuat demokrasi kita menjadi tidak baik. Berikutnya karena kurangnya integritas juga menjadi persoalan kita, bagaimana pimpinan juga terus memupuk integritas teman-teman supaya terus meningkatkan integritas kita. Dan adanya intervensi, adanya tekanan yang ini sekitar 12, 1 persen karena kurangnya pemahaman aturan birokrasi, karena itulah sosialisasi hari ini akan terus kita lakukan, kita juga buat surat edaran, kami akan terus memastikan jangan sampai karena kurang pemahaman, kurang sosialisasi, mereka bertindak, mereka pikir itu benar, padahal aturan yang dilanggar, ada sanksi-sanksi bahkan sampai pemberhentian, ini akhirnya tidak baik bagi ASN, tutup Naslindo Sirait mengakhiri paparannya.
Intensitas curah hujan beberapa hari terakhir di wilayah kabupaten Pakpak Bharat sangat tinggi, sehingga mengakibatkan banyak terjadi longsor dan banjir terutama di berbagai titik jalan lintas nasional.
Bahkan jalan jalan penghubung antar kecamatan dan desa juga banyak mengalami kerusakan akibat longsor bahkan hingga banyak jalan di berbagai titik mengalami kerusakan dan tertimbun longsor dan material di berbagai titik
Seperti yang terlihat terjadi dini hari tadi akibat curah hujan yang sangat tinggi jalan nasional Pakpak Bharat – Aceh tepatnya di kilometer 20 dusun Pettal Desa Simbruna kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe Pakpak Bharat.
Mendengar informasi tersebut, dengan sigap Pjs Bupati Pakpak Bharat, Naslindo Sirait langsung meninjau titik longsor di bahu jalan nasional Pakpak Bharat tersebut dengan turun langsung melihat kondisi di lokasi, Sabtu (12/10/2024).
PJs Bupati Naslindo saat meninjau lokasi badan jalan nasional mengatakan, intensitas hujan masih tinggi sehingga terlihat banyak material batu dan tanah lumpur terbawa arus air yang lumayan deras menggenangi badan jalan sehingga menghambat perjalanan bagi pengguna.
Naslindo Sirait menyebut, sepanjang hari hari ini hujan deras dengan intensitas yang tinggi mengguyur wilayah Pakpak Bharat yang mengakibatkan beberapa titik badan jalan mengalami longsor.
“Saya sudah meminta Dinas PUTR Pakpak Bharat untuk segera menurunkan alat berat dalam membantu titik-titik yang longsor agar ditangani supaya lalu lintas dapat berjalan lancar,” ujar Naslindo Sirait.
Dirinya juga menghimbau masyarakat pengguna jalan agar tetap waspada di sepanjang perjalanan,” Tetap waspada bagi seluruh warga yang bermukim pada sisi jalan dan tebing agar terhindar dari bencana,” harapnya singkat.
PJs Bupati Naslindo Sirait bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) menggelar Deklarasi Pilkada Damai tahun 2024 di lapangan Napasengkut, Salak, Kamis (10/10/2024).
Nampak membersamai seluruh unsur tokoh dan peserta Pemilukada Kabupaten Pakpak Bharat seperti pimpinan parpol pengusung calon kepala daerah, tokoh agama, pemuda, masyarakat dan calon pasangan bupati dan wakil bupati Pakpak Bharat FBT -MO.
PJs Bupati Pakpak Bharat Naslindo Sirait berharap dalam pelaksanaan Deklarasi Pilkada Damai kali ini mengajak seluruh lapisan masyarakat Pakpak Bharat dapat mengikuti tiap tahapan yang sudah berlangsung hingga 27 November 2024 nanti dapat melaksanakan dengan damai, sejuk dan sukses.
Naslindo Sirait menyebut, sejauh ini hingga pelaksanaan kegiatan deklarasi pilkada damai adalah tahapan dan hingga pada masa kampanye baik melalui sosialisasi atau pertemuan bagi pasangan calon kepala daerah baik Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara dan calon Bupati dan Wakil Bupati Pakpak Bharat dapat dilaksanakan dengan melalui pendekatan yang baik.
“Sehingga dalam rangka mendekati seluruh konstituen ataupun masyarakat dalam menyampaikan Visi- Misi kepada masyarakat, tentunya dapat berdialog dan bertemu dengan calon kepala daerah yang nantinya sebagai pimpinan di kabupaten Pakpak Bharat yang kita cintai ini,” ucap Naslindo Sirait.
Dengan demikian lanjut dia, nantinya masyarakat dapat teredukasi dan dengan sadar untuk datang ke tps untuk menggunakan hak pilihnya untuk memilih pemimpin yang membawa perubahan yang lebih sejahtera dan maju kedepan.
Pilkada tahun 2024, ini adalah bagian dari suksesi untuk memilih kepemimpinan. Baik dari tingkat Provinsi Sumatera Utara maupun kepemimpinan kepala daerah terkhusus Bupati dan Wakil Bupati Pakpak Bharat Lima tahun kedepan.
“Melihat dengan seluruh tahapan pilkada ini, mari kita songsong bersama hingga 27 November 2024 nantinya Pesta Demokrasi bejalan dengan damai dan sejuk,” harapnya.
Tak lupa, Naslindo Sirait mengajak kepada seluruh elemen masyarakat baik kaum muda dan pelajar dalam menggunakan media sosial dapat lebih berhati hati dan tidak menyebarkan berita hoax, atau provokasi bagi sesama agar pilkada tahun 2024.
Sementara, Kapolres Pakpak Bharat AKBP Oloan Siahaan SIK.M.Si mengatakan, dengan deklarasi pilkada damai ini pihaknya berharap kepada seluruh lapisan masyarakat dapat Secra bersama sama ciptakan kondisi yang aman dan damai.
Dengan kegiatan Colling System, Polres Pakpak Bharat sudah melakukan upaya upaya untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan sejuk sebagai penegakan situasi Kamtibmas jelang pilkada serentak tahun 2024.
“Termasuk seperti hari ini kita melaksanakan deklarasi pilkada damai yang telah kita nyatakan bersama seluruh unsur baik dari Forkopimda yang hadir dari Kejari Sidikarang, ketua DPRD, pasangan calon kepala daerah , Tokoh agama, pemuda serta pimpinan partai politik pengusung calon bupati dan wakil bupati Pakpak Bharat,” ujarnya.
Kapolres Pakpak Bharat meminta masyarakat agar menggunakan hak suaranya dengan datang ke TPS secara kondusif.
“Kami berharap masyarakat tidak menyebarkan berita hoax , atau ujaran kebencian, agar tetap kondisi seperti saat ini dapat kita pertahankan hingga proses pemilihan kepala daerah dapat kita laksanakan berjalan baik dan sukses,” harap Kapolres.
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H mengunjungi Kabupaten Pakpak Bharat hari ini (09/10/2024). Rombongan Kapoldasu yang datang menggunakan pesawat helicopter mendarat di lapangan Balai Diklat BKPSDM, desa Cikaok, disambut langsung oleh Pjs Bupati Pakpak Bharat, Dr. Naslindo Sirait bersama segenap Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, dan para pejabat Pemerintah Kbupaten Pakpak Bharat. Usai transit di Balai Diklat, rombongan Kapoldasu bergerak ke Lapangan Kasean Baurea, Napa Sengkut, Salak guna bertemu dengan ribuan masyarakat Pakpak Bharat yang telah menunggu disana.
Kami ucapkan selamat datang kepada bapak Kapolda dan ibu bersama seluruh jajarannya di Kabupaten Pakpak Bharat yang kita cintai, Pakpak Bharat yang udaranya sejuk, panoramanya indah dan juga masyarakatnya yang berbudaya, ramah untuk setiap tamu dan pengunjung, bersahabat. Karena itu kami sekali lagi mengucapkan terimakasih kepada bapak Kapolda, ditengah-tengah kesibukan bapak, masih menyempatkan hadir untuk melihat situasi Kabupaten Pakpak Bharat dan tentu bisa bertemu dengan masyarakat Pakpak Bharat dalam kesempatan yang sangat berharga ini, ucap Pjs. Bupati Pakpak Bharat mengawali sambutannya.
Naslindo Sirait kemudian melaporkan kondisi dan gambaran umum Kabupaten Pakpak Bharat, jumlah penduduk 57.152 orang dengan mata pencarian utama sebagai petani dan pekebun, juga batas-batas wilayah, kondisi keamanan dan ketertiban dalam suasana masa Kampanye Pilkada tahun 2024.
Bapak Kapolda yang kami hormati, kami laporkan bahwa hari ini kondisi keamanan dan ketertiban di Pakpak Bharat aman, tertib dan kondusif baik pasca pilpres dan pemilu yang sudah berlangsung sampai pada saat ini dimasa-masa kampanye untuk pelaksanaan Pilkada baik Pilkada Gubernur maupun Pilkada Bupati dan Wakil Bupati di Pakpak Bharat. Tentunya kondisi yang aman dan tertib ini tidak lepas dari keberadaan kita semua yang bekerja keras mengupayakanya, baik masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat, dan tentunya juga dari Forkopimda khususnya dari jajaran Polres Pakpak Bharat. Kami mengucapkan terimakasih atas berbagai upaya yang telah dilakukan bapak Kapolres dan seluruh jajarannya, sehingga hari ini kita bisa menjaga kondusifitas Pakpak Bharat dan kita siap melaksanakan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur. Pelaksanaan Pikada Gubernur dan Bupati, kita memiliki daftar pemilih tetap sebanyak 37.754 orang dan kita punya 105 TPS. Kami terus melakukan koordinasi dan komunikasi kepada KPUD dan Bawaslu sebagai penyelenggara, dan tentu kita berharap pelaksanaan Pilkada ini bisa berlangsung dengan baik, terutama meningkatnya partisipasi masyarakat pelaksanaan Plemilihan Gubernur dan juga Bupati. Kalau kita mengacu Pemilu dan Pilpres yang lalu, partisipasi masyarakat mencapai 86,89 persen, tentu kita berharap pada Pilkada ini angka tersebut bis akita pertahankan dan kalau bis akita tingkatkan diatas 86,89 persen. Karena itu kami bersama dengan bapak Kapolres, dengan Forkopimda, KPUD, mengajak tokoh masyarakat terus mensosialisasikan pelaksanaan Pilkada supaya masyarakat nantinya boleh datang tanggal 27 november memberikan hak pilihnya, urai Pjs. Bupati.
Disamping itu Naslindo Sirait juga meyampaikan kondisi sosial dan ekonomi di Kabupaten Pakpak Bharat yang menjadi konsentrasi Pemerintah saat ini, diantaranya tingkat angka stunting yang masih relatif tinggi diangka 28,89 persen, yang menurutnya tidak terlepas dari pola hidup sehat, pola asuh anak, sanitasi dan kondisi perekonomian masyarakat. Naslindo Sirait juga menyelipkan harapan-harapan putra-putri Pakpak Bharat yang begitu besar untuk mengabdikan diri sebagai anggota Polri.
Bapak Kapolda yang terhormat, beberapa waktu yang lalu saya berkunjung ke SMA Negeri Salak, saya bertanya kepada mereka cita-citanya mau jadi apa, ternyata banyak mereka yang punya cita-cita mau jadi polisi. Tentu ini harus kita respon dengan baik, meskipun kita tahu menjadi polisi tidak mudah, perlu kesiapan mental, fisik dan intelektual mereka. Saya berbincang dengan bapak Kapolres, kira-kira berapa banyak pemuda-pemuda Pakpak Bharat yang menjadi polisi, beliau mengatakan memang masih kecil. Oleh karenanya bapak Kapolda yang kami hormati, kami mohon ijin Jenderal, kami mewakili mayarakat Pakpak Bharat kami bermohon, kami tahu sudah ada mekanisme rekrutmen menjadi polisi, namun kiranya ada alokasi khusus dan kalaulah kami Pemerintah Kabupaten bisa membuat kerja sama atau MoU dengan Polres atau Polda, kami boleh menyiapkan anggaran untuk mepersiapkan anak-anak kami, paling tidak tig atau enam bulan sebelum test supaya mereka dibina, dilatih fisik dan mentalnya sehingga pada saat memasuki test merek betul-betul siap. Kami berfikir upaya ini bisa membantu supaya banyak nanti anak-anak kita di Pakpak Bharat menjadi anggota kepolisian, harap Naslindo Sirait.
Sementara itu Kapolda Sumatera Utara mengungkapkan rasa kagum atas keindahan alam Pakpak Bharat yang menurutnya sangat indah dan sejuk, mirip dengan kampung halamannya di bandung.
Kalau melihat suasananya saya teringat kampung halaman, saya ini dari Bandung. Bandung itu seperti ini, udaranya sejuk, tenang, gunungnya banyak. Istri saya dari Pematang Siantar marga Silalahi, jadi Jawa Batak, kalau di sini Namanya Pujakusuma. Maksud dan tujuan kami dari Polda Sumut inginmelihat secara langsung masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat. Saya berkeliling mulai dari kemarin Batubara, minggu depan ke Nias, sore ini ke Karo, kemarin ke Langkat, jadi saya mutar terus, melihat bagaimana suasana masyarakat Sumatera Utara. Saya besama bapak Pangdam dan bapak Gubernur sudah janjian, melihat sama-sama kondisi Sumatera Utara. Tadi disampaikan oleh pak Pjs. Bupati bahwa stunting masih tinggi. Ini menjadi catatan saya kepada bapak Gubernur nanti, bagaimana kita memberikan bantuan-bantuan khusus kepada masyarakat Pakpak Bharat supaya stuntingnya menurun, supaya Sumber Daya Manusianya meningkat. Inilah menjadi masukan saua berkunjung ke semua Daerah di Sumatera Utara. Begitupun juga nanti kalau bapak Gubernur datang kesini, melihat abagaimana kondisi keamanan di wilayah Pakpak Bharat, saya menerima laporan bahwa di Pakpak Bharat masalah kejahatan itu sangat kecil. Ini menjadi situasi yang bagus untuk kedepan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Saya senang sekali masih banyak anak-anak Pakpak Bharat yang ingin jadi polisi. Saya akan berdikusi dengan Kapolri, dengan bapak Irwasda, untuk mencari jalan terbaik supaya masyarakat Pakpak Bharat bisa lebih banyak menjadi polisi, tadi disampaiakan ada dukungan dari Pemda. Namun saya sampaikan kepada mseluruh masyarakat Pakpak Bharat bahwa masuk polisi itu gratis, kalau ada yang bayar-bayar lapor saya, saya tindak.teatapi saya minta setelah jadi polisi kembali kemsyarakat, berikan kemampuan, jadikan polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat dan tentunya perekonomian di Daerah menjadi meningkat, demikian beberapa pesan Kapolda Suatera Utara, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H.
Dalam kunjungan ini, kapoldasu juga menyerahkan bantuan sosial dan alat Kesehatan, serta layanan Kesehatan gratis yang dibuka sehari penuh di lapangan kasean banurea, napa sengkut, Salak,
Pjs. Bupati Pakpak Bharat, Dr. Naslino Sirait memberikan arahan penting tentang pengembangan UMKM di Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan UMKM Pakpak Bharat (04/10/2024). Naslindo Sirait memotivasi seluruh ASN di Kantor ini, bagaimana membangun UMKM, membangun produk-produk unggulan daerah seperti gambir dan produk turunannya, Oles Pakpak, madu, keripik ubi, keripik pisang dan sebagainya, menjadi produk yang laku di pasar, diminati konsumen yang pada akhirnya akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat Pakpak Bharat.
Konsistensi itu penting, soal belum berhasil tidak apa-apa, kadang belajar ini pun perlu gagal tapi jangan kita korupsi, itu saja, intinya jangan ada uang itu masuk ke kantong kita. Soal belum berhasil itu tidak ada masalah. Tapi kita mitigasi, jangan kita buat gagal terus, dari kegagalan itu kita perlu belajar dan konsisten. Konsisten sampai jadi, dan perlu dipelajari apa penyebab ini semua belum berhasil.
Naslindo sirait juga memberikan perhatian khusus bagi pelestarian dan pengembangan oles Pakpak sebagai salah satu produk lokal yang menurutnya harus dipertahankan dengan meciptakan komunitas-komunitas para penenun Oles, menyediakan peralatan tenun, serta memberikan jaminan pasar bagi Oles Pakpak baik melalui koperasi dan lain sebagainya. Keberadaan dan eksistensi Oles Pakpak menurut Naslindo Sirait harus dipertahankan sebagai salah satu identitas Pakpak, dan juga sebagai slaah satu produk unggulan daerah yang memiliki peluang pasar yang besar apabila dikelola dangan baik dan sungguh-sungguh.
Apapun yang kita bicarakan ini, iin bicara tentang kratifitas saja, semakin kreatif semakin bisa diterima pasar. Kalau kami dari ekonom, selalu berbicaranya itu bukan demand sebenarnya, tapi suplay. Contohlah, siapa dulu yang memikirkan tentang handphone, katakanlah nokia jaman dulu, kan bukan kebutuhan, tapi karena diciptakan akhirnya menjadi kebutuhan. Jadi suplay create demand, itu teori ekonom, kami para ekonom percaya itu, bukan permintaan dulu tapi dibuat produknya, pasti ada pembelinya. Sama halnya pisang goreng ini, jualan dia didepan itu pasti ada orang lewat dan beli pisang goreng. Jadi teman-teman jangan gusar, jangan khawatir siapa yang akan membeli produk kita, kita buat dulu pasti ada demand nya, jelas Naslindo Sirait.
Hadir dalam acara ini antara lain Plt. Kepala Dinas Koperindag dan UMKM Pakpak Bharat, Sahat Parulian Boangmanalu, S.Pd, MM dan seluruh jajaran, Sekretaris Dinas Koperasi UKM Sumatera Utara, Rais Kari, AP, MM, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil, Retno Indrayani, S.Sos, M.Sp, Kepala Bidang Kelembagaan, Drs. Unggul Sitanggang, M.Si, Plt. Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi, Desi Artawati Purba, S.STP dan beberapa tamu lainnya.
(DP)
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Langkat Syah Afandin-Tiorita Br Surbakti (SATRIA) mengusung program berobat gratis saat menghadiri deklarasi dan dukungan masyrakat pedalaman Desa Lama Baru, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Senin (7/10/2024).
Dijelaskan Syah Afandin, program berobat gratis itu berlaku untuk semua masyarakat Langkat di seluruh rumah sakit yang ada di seluruh Indonesia.
Menurut Syah Afandin atau dikenal dengan Bang Ondim, berobat gratis bagi warga Langkat itu nantinya, cukup hanya membawa kartu identitas (KTP) saja.
“Kita hanya butuh 28 M saja untuk menjalankan program berobat gratis bagi masyarakat Langkat di seluruh Indonesia, tinggal tunjuk KTP saja,” paparnya.
Ditambahkan dia, jika nanti pasangan SATRIA menang dalam Pilkada 27 November 2024, maka dirinya memastikan program berobat gratis ini akan berjalan dimasa satu tahun kepemimpinannya.
“Saya jamin program berobat gratis ini bisa dijalankan setahun masa kepemimpinan kami nanti, karena kita hanya butih 28 miliar saja untuk menjalankan program ini,” tegas Bang Ondim.
Selain itu, Bang Ondim juga ingin memafasilitasi masyarakat dengan perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar pemukiman penduduk melalui program CSR.
“Kemarin saya sudah jalankan program CSR itu, agar diperuntukan bagi masyarakat kecil yang ingin membuka usaha di seputaran perusahaan, sehingga ekonomi masyarakat ditempat perushaan itu berdiri, juga merasakan manfaat dari kehadiran perusahaan itu,” jelas matan Plt Bupati Langkat 2022-2024 ini.
Program inipun disambut baik masyarakat setempat dengan mendokan sekaligus memberi dukungan penuh kepada pasangan SATRIA agar menjadi Bupati dan Wakil Bupati Langkat 2025-2030.
Deli Serdang,Diduga oknum kepala sekolah SD Inpres nomor 105352 Pasar Miring Deli Serdang telah melanggar aturan pelaku PNS/ASN di lingkungan kabupaten Deli Serdang karena tidak mentaati PP NOMOR 53 TAHUN 2010 yang setelah diperbarui menjadi PP nomor 94 tahun 2021 pelarangan PNS melakukan pelanggaran Dan Undang-Undang KIP Nomor 14 tahun 2008
Tim Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia lakukan Konfirmasi Senin (07-10-2024).Oknum kepala sekolah SD Inpres Nomor 105352 Pasar Miring mengakui dalam menjalankan tugasnya selain menjabat jabatan sebagai kepala sekolah juga sebagai wartawan di salahsatu media terbitan Sumatera Utara dengan tujuan diduga untuk mengelabuhi para jurnalis ataupun masyarakat umum dalam menutupi kebobrokan kepemimpinannya selama bertugas sebagai PNS kepala sekolah di wilayah kerja Pagar Merbau kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara
Oknum kepala sekolah yang berstatus PNS atau ASN yang seharusnya menjadi contoh tauladan kepada seluruh guru-guru yang ada di lingkungan kerjanya dan juga menjadi contoh terbaik kepada anak didik untuk menciptakan pendidikan yang bersih dan profesional tanpa ada unsur – unsur kebohongan di dalam tubuh kepegawaian yang berstatus PNS dalam dunia pendidikan yang ada di Negara Republik Indonesia. Serta diduga oknum kepala sekolah tidak menjalankan dengan baik di dalam penggunaan anggaran RKAS yang diterima selama ini dari Tahun 2022, 2023 dan 2024 anggaran yang dimaksud adalah RKAS yang diterima SD negeri nomor 105352 Pasar Miring Deli Serdang layak diragukan, sesuai penemuan awak media di lapangan pemaparan penggunaan dana RKAS yang digunakan selama ini terpantau langsung hanya anggaran Tahun 2022 namun di tahun 2023 dan 2024 tidak terdapat papan informasi tentang penggunaan keuangan yang ada selama ini, diduga oknum kepala sekolah telah melanggar aturan undang-undang keterbukaan informasi publik ( KIP ) nomor 14 tahun 2008.
SA warga kecamatan Pagar Merbau mengatakan Senin (07-10-2024) mengatakan ” Kepala sekolah SD Inpres nomor 105352 Pasar Miring di zaman kepala sekolah yang lama pak Trisno jauh beda dengan yng saat ini, pak Trisno selain ramah dan sangat baik seorang kepala sekolah yang bersahabat dan sopan , yang sekarang ini bapak JI kesannya seperti orang yang paling hebat dan pintar , keramahannya juga pilih-pilih ya bisa di bilang sedikit angkuh, bila menjadi wartawan saya tidak tahu, tapi mengapa harus jadi wartawan dia sudah pegawai negeri kepala sekolah lagi, kurang kerjaan atau serakah itu namanya ” celotehnya
Seorang PNS dilarang melakukan double jabatan selain menjadi seorang PNS atau kepala sekolah menjadi seseorang yang menjalankan profesi Sebagai wartawan hal tersebut dianggap sebagai suatu pelanggaran sesuai PP nomor 53 Tahun 2010 diperbaharui menjadi PP nomor 94 tahun 2021 seseorang yang telah melanggar aturan tersebut akan dikenakan sanksi atau hukuman disiplioner seorang PNS .
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 53 TAHUN 2010 DIUBAH MENJADI PP NOMOR 94 TAHUN 2021 sebagai berikut :
a.Pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25 persen selama 6 bulan;
b.Pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25 persen selama 9 bulan; dan
c.Pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25 persen selama 12 bulan.
5. Adapun jenis hukuman disiplin berat antara lain :
a.Penurunan jabatan setingkat lebih rendah selama 12 bulan;
b.Pembebasan dari jabatannya menjadi jabatan pelaksana selama 12 bulan, dan ;
c.Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS.
6. Perubahan mengenai jangka waktu pelanggaran atas kewajiban masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja, salah satunya adalah pemberhentian bagi PNS yang selama 10 (sepuluh) hari kerja berturut-turut tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah
7. Penyederhanaan pembagian kewenangan pejabat yang berwenang menghukum.
8. Pembentukan tim pemeriksa bersifat pilihan untuk dugaan pelanggaran hukuman disiplin tingkat sedang dan bersifat wajib untuk dugaan pelanggaran disiplin tingkat berat. Sebelumnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 ditentukan bahwa untuk pelanggaran disiplin yang ancaman hukumannya sedang atau berat dapat dibentuk tim pemeriksa.
9. Atasan langsung yang tidak melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap PNS yang diduga melakukan pelanggaran disiplin, dan melaporkan hasil pemeriksaan kepada pejabat berwenang menghukum dijatuhi hukuman disiplin yang lebih berat.
10. Dalam hal pejabat yang berwenang menghukum tidak menjatuhkan hukuman disiplin kepada PNS yang melakukan pelanggaran, maka pejabat tersebut dijatuhi hukuman disiplin yang lebih berat. Sebelumnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 hanya dijatuhi hukuman disiplin yang sama dengan jenis hukuman disiplin kepada PNS yang melakukan pelanggaran disiplin.
11. PNS yang melanggar ketentuan mengenai izin perkawinan dan perceraian PNS dijatuhi salah satu jenis Hukuman Disiplin Berat sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021.
12. Peraturan perundang-undangan yang merupakan pelaksanaan dari peraturan perundang-undangan mengenai disiplin PNS yang ada sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 ini dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan belum diubah berdasarkan Peraturan Pemerintah ini.
Diminta kepada PJ Gubernur Sumatera Utara, PJ Bupati kabupaten Deli Serdang, Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Deli Serdang, kepala dinas Badan Kepegawaian PNS/ASN kabupaten Deli Serdang, Kepala Dinas Inspektorat Kabupaten Deli Serdang, Kapolresta Deli Serdang cq. Tipikor Polresta Deli Serdang, Kepala Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam segera memanggil oknum kepala sekolah SD nomor dan lakukan pemeriksaan apabila terdapat unsur pelanggaran yang telah diatur pada PP nomor 53 tahun 2010 yang telah diubah menjadi PP nomor 94 tahun 2021 yang mengatur dan larangan seorang PNS/ASN, bila terbukti melakukan pelanggaran segera lakukan tindakan sesuai jalur hukum perundang-undangan yang telah diatur di negara kesatuan Republik Indonesia antisipasi tidak terjadi kepada oknum-oknum kepala sekolah di masa mendatang dan menjadikan pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik. (tim IWO.I)