Kampar – Acara peluncuran buku ke-3 sekaligus perayaan Milad ke-55 tahun Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si, Wakil Bupati Kampar, berlangsung pada malam hari dengan suasana meriah dan penuh kehangatan. Namun, di tengah kemeriahan tersebut, muncul adanya ucapan tidak pantas yang terlontar dari Maryenik Yanda, kakak kandung Wakil Bupati Kampar.rabu 29/10/2025.
Berdasarkan informasi yang diterima dari sejumlah saksi di lokasi, Maryenik Yanda diduga menyapa salah seorang wartawan dari media lokal dengan kalimat bernada merendahkan:
“Hai wartawan abal-abal, apa kabar kamu sekarang?”
Ucapan tersebut sontak menarik perhatian beberapa tamu dan awak media yang hadir, karena dianggap tidak pantas diucapkan dalam acara resmi pemerintahan maupun kegiatan publik lainnya.
Meski insiden kecil itu sempat menimbulkan reaksi dari sebagian wartawan, acara peluncuran buku tetap berlanjut hingga selesai. Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas dukungan keluarga, rekan, dan masyarakat Kampar yang telah membantu perjalanan karier dan karya tulisnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga maupun Maryenik Yanda belum memberikan keterangan resmi terkait dengan ucapan tersebut.(Sapi’i)
sidik24jam. MERANTI – Bupati Kepulauan Meranti diwakili Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja, Tengku Arifin, meresmikan dimulainya pengoperasian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang pertama di Kabupaten Kepulauan Meranti di Desa Banglas, Selasa 28 Oktober 2025.
Hadir mendampingi kegiatan peresmian itu Camat Tebing Tinggi, Husni Mubarak, Kabid Koperasi dan UKM, Eko Priyono, Kabid IKP Dinas Kominfo, Dody Hamdani, perwakilan Satpol PP, Kepala Desa Banglas, Abdul Zaid, Dirut BUMDESMA Tebing Tinggi, Susanto Sudarmo, Ketua BPD Banglas, M. Razid, Babinsa Banglas, Sertu Hermansyah, Ketua LAD, Hasan Basri, Ketua KDMP Banglas, Nira Mekeria beserta jajaran dan unsur lainnya.
Kepala Desa Banglas, Abdul Zaid dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Desa Banglas terus mendorong upaya percepatan beroperasinya Koperasi Desa Merah Putih di Desa Banglas.
“Secara administrasi pembentukan, sepengetahuan kami KDMP Banglas adalah yang pertama di Kabupaten Kepulauan Meranti, hari ini peresmian pengoperasian juga yang pertama di Kabupaten Kepulauan Meranti,” ungkap Kades Abdul Zaid.
Zaid mengatakan, cepatnya proses pembentukan dan beroperasinya KDMP di Desa Banglas tidak terlepas dari adanya dukungan dan support dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, dalam hal ini Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja, Dinas PMD dan Camat Tebing Tinggi.
“Ini juga berkat tingginya semangat kawan-kawan pengurus KDMP Banglas, dimana harapan kami dengan beroperasinya lembaga ini dapat menjadi motor penggerak peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Desa Banglas,” ujarnya.
Camat Tebing Tinggi, Husni Mubarak dalam sambutannya mengapresiasi dimulainya pengoperasian KDMP Banglas dengan dibukanya gerai sembako di depan Kantor Desa Banglas.
Camat Husni Mubarak mengharapkan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh KDMP Banglas mampu menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Banglas khususnya dan Kecamatan Tebing Tinggi.
“Kami Pemerintah Kecamatan akan terus memberikan dukungan dan pembinaan bagi kelangsungan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Banglas, serta Desa dan Kelurahan lainnnya di Kecamatan Tebing Tinggi,” kata Husni Mubarak.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Meranti, Tengku Arifin dalam sambutannya mengharapkan KDMP Banglas nantinya mampu mengembangkan aset secara mandiri.
“Koperasi ini bisa mangajukan pinjaman modal usaha hingga 3 Miliar rupiah di Himbara (himpunan bank negara). Semoga dengan modal usaha itu nanti dapat menciptakan kestabilan sosial ekonomi di tengah-tengah masyarakat,” harapnya.
Kadis Tengku Arifin juga mengapresiasi dengan dimulainya pengoperasian KDMP Banglas, sebagai KDMP yang pertama beroperasi di Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Terimakasih kepada semua pihak, khususnya jajaran pengurus KDMP Banglas yang memiliki niat baik untuk membangun ekonomi masyarakat melalui Koperasi. Kami akan terus berikan motivasi agar KDMP Banglas mampu menjadi percontohan bagi Koperasi Desa dan Kelurahan lainnya,” ujar Kadis Tengku Arifin.
Kegiatan peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dibukanya gerai sembako KDMP Banglas oleh Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja bersama Camat Tebing Tinggi yang didampingi semua unsur “**”
sidik24jam. MERANTI – Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Sudandri, memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Selasa (20/10/2025).
Dalam amanatnya, Sudandri membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, yang menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan generasi Sumpah Pemuda 1928.
“Pemuda adalah pemilik masa depan bangsa. Oleh karena itu, keterlibatan aktif generasi muda dalam pembangunan nasional menjadi hal yang sangat penting,” ucapnya.
Sudandri juga mengingatkan bahwa meskipun dunia bergerak cepat dan tantangan semakin berat, generasi muda Indonesia harus tetap optimis dan tangguh.
“Kita tidak boleh takut, karena di setiap kampung, di setiap kota, masih ada anak muda Indonesia yang jujur, tangguh, dan berani. Itulah kekuatan bangsa kita. Kita butuh pemuda yang patriotik, gigih, dan berempati yang mencintai tanah air dengan tindakan nyata, yang tetap berdiri ketika badai datang,” sebutnya.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2025 mengambil tema “Pemuda Pemudi Bergerak Indonesia Bersatu,” yang mengandung makna membangun semangat kolaborasi dari semua elemen bangsa dalam memajukan Indonesia.
Upacara ini dihadiri oleh unsur Forkopimda Kepulauan Meranti, staf ahli Bupati, para Asisten, pimpinan OPD dan berbagai elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, dan pelajar.****
sidik24jam. Meranti – Polres Kepulauan Meranti, Polda Riau, menggelar simulasi gabungan sistem pengamanan markas komando (Sispam Mako) dan sistem pengamanan unjuk rasa di halaman Mapolres Kepulauan Meranti, Senin (27/10/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi kesiapsiagaan dan profesionalisme personel kepolisian dalam menghadapi situasi kontinjensi, baik ancaman terhadap markas maupun gangguan keamanan dalam bentuk aksi massa.
Simulasi tersebut dinilai langsung oleh tim dari Polda Riau yang dipimpin Wakapolda Riau Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo SH M.Han, didampingi sejumlah pejabat utama, antara lain Karo Ops Kombes Pol Ino Harianto SIK MM, Dir Samapta Kombes Pol Syahrial M. Said SIK, Wadansat Brimob AKBP M. Aries Purwanto SIK MM, dan Wadir Polairud AKBP Andi Yul LTG SH SIK MH.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, serta jajaran Forkopimda, di antaranya Asisten I Setdakab Sudandri Jauzah mewakili Bupati, Wakil Ketua DPRD Ardiansyah, Kajari Ricky Makado, Kalapas Selatpanjang Yopi Febrianda, Danramil 02/Tebing Tinggi, Danposal Selatpanjang, dan pimpinan instansi vertikal lainnya seperti Kepala KSOP, Kepala Dinas Perhubungan, serta Kasatpol PP Kepulauan Meranti.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dibagi dalam dua sesi utama untuk menguji kesiapan personel menghadapi kondisi darurat yang berpotensi mengancam keamanan markas maupun stabilitas wilayah.
“Simulasi ini untuk menguji kesiapsiagaan personel dan efektivitas prosedur yang kami miliki, baik dalam menghadapi ancaman internal mako maupun gangguan kamtibmas skala besar seperti unjuk rasa,” ujar AKBP Aldi.
Simulasi Pengamanan Markas Komando
Sesi pertama diawali dengan latihan Sispam Mako, yaitu simulasi pengamanan markas kepolisian dari potensi serangan eksternal.
Kapolres memerintahkan Kabag Ops melaksanakan Panggilan Luar Biasa (PLB) atau Alarm Stelling, yang ditandai dengan bunyi lonceng dan sirene tanda siaga. Seluruh personel langsung menempati posisi sesuai ploting pengamanan.
Sebanyak 159 personel diterjunkan untuk menjaga 16 titik strategis di dalam dan luar Mako Polres, mencakup ruang tahanan, gudang senjata, lobi utama, serta area perimeter luar seperti gerbang, pagar sisi kanan-kiri, dan area belakang markas.
Setelah seluruh area berhasil diamankan dan situasi dinyatakan terkendali, status siaga dicabut. Kegiatan dilanjutkan dengan apel konsolidasi dan evaluasi oleh jajaran pimpinan.
Simulasi Pengamanan Aksi Unjuk Rasa
Sesi kedua menampilkan simulasi pengamanan aksi unjuk rasa dalam skala besar.
Dalam skenario, polisi menangkap seorang pelaku penimbunan beras yang menyebabkan kelangkaan bahan pokok di wilayah Meranti. Penangkapan itu memicu protes dari sekitar 1.000 simpatisan yang berencana mendatangi Mapolres untuk menuntut pembebasan pelaku.
Massa berjumlah sekitar 500 orang tiba di depan gerbang Mapolres dan mulai berorasi. Tim negosiator bersama personel Polwan berada di barisan depan untuk mengimbau massa tetap tertib dan damai.
Kapolres bersama tokoh masyarakat turun langsung menemui pengunjuk rasa, menegaskan bahwa aspirasi akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum dan meminta agar massa tidak terprovokasi.
Namun, dalam simulasi lanjutan, situasi berkembang menjadi tidak terkendali (situasi kuning). Sebagian massa mulai mendorong barikade, membakar ban, serta melempar benda keras ke arah petugas.
Pasukan Dalmas Lanjut kemudian melakukan formasi desak maju dan lapis ganti. Saat massa mulai melakukan pembakaran, tim penembak flashball dan gas air mata dikerahkan.
Tim Water Cannon dari Damkar Kepulauan Meranti bergerak maju menyemprotkan air untuk mengurai massa, sementara Raimas melakukan penembakan gas air mata ke arah titik kerusuhan.
Di sisi lain, tim medis segera melakukan evakuasi terhadap korban yang terjatuh, dan tim Raga melakukan patroli di sekitar lokasi guna memastikan area aman.
Dalam waktu singkat, seluruh situasi berhasil dikendalikan dan Mako Polres Kepulauan Meranti kembali kondusif.
Kapolres AKBP Aldi Alfa Faroqi menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar latihan, tetapi bagian dari tanggung jawab institusi kepolisian untuk selalu siaga menghadapi situasi tak terduga.
“Kami berkomitmen agar seluruh personel Polres Meranti selalu siap dalam menghadapi kondisi apapun, menjaga markas, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat,” pungkasnya.***
Ambon Sidik24jam,com — Personel Polsek Sirimau Polresta Ambon mengevakuasi sesosok jenazah laki-laki tanpa identitas yang ditemukan tergeletak di depan Toko Sanil Aquarium & Pet Shop, Jalan Telukabessy, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Senin (27/10/2025) sekitar pukul 09.30 WIT.
Kapolsek Sirimau, yang memimpin langsung penanganan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), menjelaskan bahwa penemuan jenazah pertama kali diketahui oleh karyawan toko setempat yang hendak memulai aktivitas kerja.
“Saksi pertama atas nama Tiara Latta tiba di tempat kerja sekitar pukul 09.22 WIT dan melihat seorang laki-laki terbaring di depan toko dengan bagian tubuh atas tertutup karung putih. Setelah memastikan korban tidak bergerak, saksi kemudian memanggil rekan kerjanya dan melapor ke pihak kepolisian,” ungkap Kapolsek.
Tak lama berselang, petugas dari Polsek Sirimau tiba di lokasi untuk mengamankan TKP dan memasang police line. Sekitar pukul 10.10 WIT, Unit Identifikasi Polresta Ambon melaksanakan proses olah TKP dan identifikasi awal terhadap jenazah.
Pada pukul 10.17 WIT, jenazah kemudian dievakuasi menggunakan mobil ambulans ke RS Bhayangkara Ambon untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.
Hasil Pemeriksaan Medis Sementara
Berdasarkan keterangan dokter dr. Fenska Soumeru dari RS Bhayangkara Ambon, hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah menunjukkan bahwa:
Korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 24 jam sebelum ditemukan.
Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Tubuh korban telah mengalami kaku mayat (rigor mortis).
Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki, mengenakan empat lapis baju, memakai jam tangan di tangan kanan, cincin besi putih di jari manis, gelang besi di tangan kiri, dan kaos kaki, namun tanpa mengenakan celana luar maupun dalam.
Tidak ditemukan dokumen atau kartu identitas pada tubuh korban.
Dari hasil koordinasi sementara dengan pihak Dinas Sosial, korban diduga merupakan tuna wisma yang biasa beraktivitas di sekitar wilayah tersebut.
Tindakan Kepolisian
1. Mengamankan dan mensterilkan TKP.
2. Memasang police line.
3. Melakukan olah TKP bersama Unit Identifikasi Polresta Ambon.
4. Mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Ambon.
5. Membuat permintaan Visum et Repertum dan laporan resmi.
6. Melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial terkait identitas dan penanganan jenazah.
Keterangan Tambahan
“Saat ini jenazah masih berada di Kamar Jenazah RS Bhayangkara Ambon sambil menunggu hasil identifikasi lebih lanjut dan koordinasi dengan Dinas Sosial. Jika ada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri sebagaimana disebutkan, agar segera menghubungi Polsek Sirimau atau Polresta Ambon,” tambah Kapolsek.
sidik24jam. MERANTI – Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, melalui Asisten Bidang Administrasi Umum Setdakab Kepulauan Meranti, Drs. M. Mahdi, membuka Lomba Bertutur tingkat Kecamatan Tebingtinggi. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Perpustakaan Daerah, Jalan Perumbi, Selatpanjang, Senin (27/10/2025).
Mahdi memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan atas terselenggaranya kegiatan yang melibatkan para siswa SD dan MI se-Kecamatan Tebingtinggi tersebut.
“Lomba ini bukan sekadar mencari pemenang, tetapi menjadi wadah pembelajaran untuk menumbuhkan budaya membaca, berbahasa yang baik, serta berani mengungkapkan gagasan dengan sopan dan bermakna,” ujarnya.
Mahdi menilai, di tengah derasnya arus digitalisasi, anak-anak perlu dibekali kemampuan menyaring informasi, memahami bacaan, dan mengungkapkannya kembali dengan bahasa sendiri.
“Melalui lomba bertutur, kita menanamkan kecerdasan literasi yang tidak hanya membaca teks, tapi juga memahami makna dan nilai-nilai kehidupan di dalamnya,” tambahnya.
Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Kepulauan Meranti, Hj. Ismiatun, mengatakan bahwa lomba bertutur merupakan sarana untuk menumbuhkan minat baca, kemampuan berbahasa, serta kecintaan terhadap budaya literasi dan cerita rakyat nusantara.
“Kegiatan seperti ini penting dalam membentuk karakter anak-anak yang berani, kreatif, komunikatif, dan berakhlak mulia. Melalui kegiatan bertutur, mereka belajar menyampaikan pesan moral dan mengenal kekayaan budaya bangsa,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Meranti, Atan, M.Pd, menuturkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan minat baca, melatih keberanian, serta meningkatkan kemampuan bertutur dan berbahasa dengan baik dan benar.
“Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang seleksi untuk mencari peserta terbaik yang akan mewakili kecamatan di tingkat kabupaten dan provinsi,” jelasnya.
Lomba bertutur diikuti oleh 31 peserta dari Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) se-Kecamatan Tebingtinggi, dengan kategori peserta dari kelas IV dan V.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Kepulauan Meranti, Cun Cun, Ketua DPH LAMR Afrizal Cik, Camat Tebingtinggi, Husni Mubarak, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip, Ira Selda Fitri, pegiat literasi, dewan juri, peserta lomba, serta undangan lainnya”..****
SERDANG BEDAGAI – Suasana haru bercampur bahagia tampak di Posko Banjir dan rumah warga saat Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya bersama Lions Club meninjau langsung warga terdampak banjir di Desa Pekan dan Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Sumatera Utara, Sabtu (25/10/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati bersama rombongan memberikan semangat moril serta menyalurkan bantuan: puluhan karung beras, ratusan nasi bungkus, selimut dan sejumlah tikar matras kepada warga yang terdampak banjir.
Kehadiran rombongan Bupati disambut hangat oleh Kepala Desa Pekan, Ir. Indra Syahputra, Wadan Pos TNI AL Bedagai Letda Laut (P) Tri Wibowo, Kanit Samapta Polsek Tanjung Beringin IPDA Brimen, SH, MH, dan Serka Budi Santoso dari Koramil 11/TB serta Kades Bagan Kuala Sapril.
Turut hadir pula sejumlah awak media asal Tanjung Beringin, di antaranya Fani Aulia, Malik, Azmi, Hery, dan Azhar, yang turut peduli dan meliput kegiatan sosial di kampung halamannya.
“Apa kabar, Bu? Sehat-sehat ya!” sapa Bupati Darma Wijaya dengan ramah. Sapaan itu langsung disambut hangat para emak-emak dengan senyum dan balasan, “Sehat, Pak Bupati!”
Warga, khususnya para ibu-ibu di beberapa posko pengungsian, tampak haru dan spontan menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan. “Terima kasih Pak Bupati sudah datang melihat kami,” ujar salah satu warga dengan haru.
Ketua Lions Club, Zebra Cristian, mengatakan bahwa kehadiran pihaknya merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah dilanda musibah. “Kami membagikan ratusan paket bahan makanan pokok sebagai wujud kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergitas antara pemerintah daerah, TNI–Polri, dan organisasi sosial dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Batubara // Sidik24jam.com
Komplik jual beli tanah terjadi di Desa Tanjung Muda, Kecamatan Air Putih, yang melibatkan dua saudara kandung, Juandus Nainggolan dan Sardianus Nainggolan. Permasalahan bermula dari tanah seluas 14 rante setengah milik Juandus yang telah dijual kepada seorang warga bernama Pak Deddy Azhar, namun kemudian berujung pada laporan polisi yang dilayangkan oleh Sardianus terhadap pembeli tanah tersebut.
Menurut keterangan yang diperoleh awak media, Juandus Nainggolan adalah pemilik sah tanah seluas 14 rante setengah di dua lokasi berbeda di Desa Tanjung Muda. Tanah tersebut diketahui selama bertahun-tahun dikelola oleh abang kandungnya sendiri, namun dari sekian lamanya sampai lebih dari 10 tahun di kelola oleh abangnya Sardianus Nainggolan, adeknya Juandus Nainggolan sama sekali sepeserpun tidak perna menerima hasilnya, akibat tidak adanya hasilnya dari tanah yang dikelola Abang nya Sardianus nainggolan akhirnya adek Juandus Nainggolan berniat menjual ke abangnya, Sardianus Nainggolan tunggu punya tunggu hingga 4 bulan lebih tidak ada sama sekali Sardianus Nainggolan berniat membayar kepada adek nya Juandus Nainggolan
Dengan tidak koperatifnya Sardianus Nainggolan tidak niat bayar tanah Juandus Nainggolan sekian lama, Juandus pun menjual tanah tersebut kepada Dedi Azhar, yang juga berdomisili di desa yang sama. Konflik mulai mencuat setelah Juandus Nainggolan memutuskan untuk menjual tanah itu kepada Pak Deddy Azhar, dengan alasan sudah tidak lagi dikelola abangnya Sardianus Nainggolan
Berdasarkan penuturan Pak Deddy Azhar, proses pembelian dilakukan secara terbuka dan disetujui oleh pihak keluarga Juandus Nainggolan “
Kalau Dedi Azhar memang mau serius mau beli tanah saya panjar saja dulu,” ungkap Juandus Nainggolan kepada, Deddy Azhar, Setelah berkomunikasi langsung dengan Juandus Nainggolan lewat sambungan telepon, Deddy Azhar akhirnya menyetujui dan menyerahkan uang panjar sebesar Rp20 juta sebagai tanda jadi pembelian tanah tersebut.
Namun, beberapa hari setelah panjar diberikan, Sardianus Nainggolan mendatangi rumah Pak Deddy Azhar Dalam pertemuan tersebut, Sardianus Nainggolan mohon sama Deddy Azhar agar membatalkan membeli tanah milik Juandus Nainggolan sambil berkata kudengar kau mau beli tanah adekku itu, kupulangkanlah panjar mu itu ya,” kata Sardianus, Nainggolan tapi tanpa ada menunjukkan sepeserpun uang hanya dengan ucapan saja seperti diceritakan oleh Deddy Azhar Permintaan tersebut ditolak oleh Deddy Azhar karena ia merasa sudah resmi memberikan panjar dan telah menunggu proses lebih dari lima bulan. Sardianus kemudian menegaskan bahwa ia tidak akan menandatangani batas pringgan tanah jika transaksi tetap dilanjutkan.
Beberapa bulan berselang, pembelian tanah tersebut dilunasi oleh Pak Deddy Azhar sebesar Rp130 juta kepada Juandus Nainggolan sebagai pemilik sah. Dokumen dan surat tanah kemudian diajukan kepada PJ Kepala Desa Tanjung Muda, Muhammad Nuur Saragih, SH., untuk pengurusan administrasi dan pembuatan surat kepemilikan. Proses administrasi berjalan lancar dan tiga saksi penanda batas telah menandatangani dokumen tersebut.
Namun, Sardianus Nainggolan tetap menolak menandatangani batas pringgan dengan alasan keberatan atas transaksi yang dilakukan adiknya. Ia berpendapat bahwa tanah tersebut tidak seharusnya dijual kepada orang lain tanpa persetujuannya, meski secara hukum kepemilikan berada di tangan Juandus Nainggolan. Sikap penolakan ini memunculkan ketegangan antara kedua saudara kandung dan berdampak pada hubungan baik mereka selama ini.
Tidak berhenti sampai di situ, Sardianus Nainggolan akhirnya melaporkan Pak Deddy Azhar ke Polres Batubara dengan tuduhan penyerobotan, pengerusakan tanah di batas pringgan miliknya. Laporan ini muncul setelah diketahui bahwa tanah yang dibeli oleh Deddy Azhar berbatasan langsung dengan lahan milik Sardianus Nainggolan. Dalam laporan tersebut, Sardianus menuding adanya pengikisan batas tanah akibat penggunaan alat berat dalam proses pembersihan lahan.
Akibat dari jual beli tanah tersebut, terjadi pengukuran yang salah akibat tidak mau nya Abang kandung Juandus Nainggolan tidak ikut dalam pengukuran tanah, yang sudah dilakukan sampai tiga kali, meski sudah dipanggil langsung oleh kepala dusun setempat, mengakibatkan salah ukur dimana tanah Sardianus masuk 1,2 meter dan begitu juga dengan tanah pembeli Deddy Azhar masuk 6 meter dari mengikuti surat lama, namun meski demikian, Pak Deddy Azhar menunjukkan itikad baik dengan memperbaiki kembali batas tanah milik Sardianus Nainggolan 1,2 meter yang tergores alat berat tersebut hingga selesai, serta mengiklaskan tanah Dedi 3 meter kepada Sardianus Nainggolan secara cuma-cuma tanah Deddy Azhar yang masuk juga dalam ukuran tanah milik Sardianus Nainggolan tersebut.
Dan dari keberatan Sardianus Nainggolan yang mana sampai pelaporan ke Polres Batu Bara terkait SKT yang sudah diterima oleh Deddy Azhar bahwasanya Sardianus Nainggolan belum menanda tangani sepadan tanah, dia tidak berkaca dari SKT yang diurus oleh sardianus Nainggolan sendiri bahwasanya 3 orang belum menanda tangani sepadan tanah SKT nya
Dengan santun dan tidak ingin ada keributan menegaskan tidak pernah bermaksud merusak atau melanggar batas tanah milik siapa pun. “Saya hanya ingin semua berjalan baik, sesuai aturan, karena tanah itu sudah saya beli secara sah dari pemiliknya,” ujar Dedi. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam tahap klarifikasi di Polres Batubara, sementara warga berharap aparat desa dan pihak berwenang dapat menjadi penengah agar konflik keluarga Abang beradik bisa selesai secara kekeluargaan. (Tim)
sidik24jam. Meranti – Dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan dan membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau, Polres Kepulauan Meranti, Polda Riau, bersama Perum Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di sembilan kecamatan pada Sabtu (25/10/2025).
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Polri bersama Bulog dalam mendukung pemerintah menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu masyarakat di bidang ekonomi, terutama dalam ketersediaan bahan pokok,” ujar AKBP Aldi.
Kapolres menjelaskan, di Kecamatan Tebingtinggi Barat, kegiatan GPM dipimpin Kapolsek Iptu Iskandar Nopianto bersama personel Polsek. Sebanyak 22 ton beras SPHP atau 4.400 karung disalurkan ke 11 desa, antara lain Tanjung Peranap, Maini, Mantiasa, Kundur, Tanjung Darul Takzim, Tanjung, Gogok Darussalam, Batang Malas, Alai, Alai Selatan, dan Mekong.
Seluruh stok beras habis terjual pada hari yang sama, menandakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program pangan murah yang digagas Polres Kepulauan Meranti.
Di Kecamatan Tebingtinggi, kegiatan penjualan beras SPHP dipusatkan di Kantor Desa Alahair. Sebanyak 400 karung beras ukuran 5 kilogram dijual dengan harga Rp65.000 per karung, lebih rendah dari harga pasaran. Hingga Sabtu siang, 340 karung sudah terjual dan sisanya masih dalam proses penyaluran ke warga.
Di wilayah Polsek Merbau, kegiatan GPM dipimpin Kapolsek AKP Jimmy Andre SH MH bersama personel dan Bhabinkamtibmas. Sebanyak 30 ton beras SPHP atau 6.000 karung disalurkan kepada masyarakat di dua kecamatan, yakni Merbau dan Tasik Putri Puyu.
Penyaluran dilakukan di sejumlah desa, seperti Meranti Bunting, Pelantai, Mekar Sari, Teluk Belitung, Bagan Melibur, Mengkopot, Mayang Sari, Mengkirau, Tanjung Kulim, dan Sungai Anak Kamal.
Di dua kecamatan lainnya, Rangsang dan Rangsang Pesisir, kegiatan GPM dipimpin Kapolsek Ipda D. Turnip SE. Sebanyak 31 ton beras SPHP atau 6.200 karung didistribusikan kepada warga dan seluruhnya habis terjual hingga kegiatan berakhir.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Kecamatan Rangsang Barat. Kapolsek Ipda Ahmad Fauzi Menara bersama para Bhabinkamtibmas menyalurkan 15 ton beras SPHP atau 3.000 karung ke tujuh desa, yakni Bokor, Sialang Pasung, Bantar, Permai, Anak Setatah, Telaga Baru, dan Melai. Seluruh stok beras habis terjual pada hari yang sama.****
Isu UPTD SMPN 1 Sei Balai jual baju seragam olahraga dibantah oleh kepala sekolah, apalagi isu tersebut sangat fantastis karena tidak ada konfirmasi langsung terkait harga baju seragam olahraga yang mana pihak sekolah hanya memfasilitasi sekaligus merespon keinginan para orang tua siswa yang menginginkan adanya seragam olahraga di UPTD SMPN 1 Sei Balai.
Kepala sekolah UPTD SMPN 1 Sei Balai Ngatimin,S.Pd. saat dikonfirmasi beberapa media di Sei bejangkar mengatakan “Baju olahraga senilai Rp.300.000,- itu tidak benar, tetapi dari Nilai tersebut merupakan total harga dari satu (1) pasang pakaian olahraga, satu (1) set atribut,satu buah topi,satu buah dasi, dan satu pcs baju songket, sehingga total harga Rp.300.000,- jelas Ngatimin.Selasa,21/10/2025 sekitar pukul 14’00 wib.
Lanjut Ngatimin, perihal tudingan ada bisnis jual beli seragam itu tidak benar adanya, mungkin itu kesalahpahaman saja, karena kita hanya membantu orang tua yang pengen anaknya memakai baju seragam sekolah, kenapa melalui sekolah,sebab kalau beli masing-masing nanti tidak tampak keseragaman, dan banyak juga orang tua tidak mampu membeli sendiri secara tunai,maka mereka menyicil semampu mereka sampai lunas, jelas Ngatimin.
Dijelaskannya, bahwa semua itu dari awal saya sudah membuat rapat bersama orang tua dan komite sekolah agar jangan ada isu kalau sekolah berbisnis jual beli pakaian sekolah, tutupnya.(AN01)