
![]()
Ambon sidik24jam,com – Pimpinan Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Maluku mendesak Kapolri untuk segera mencopot Direktur Polisi Air dan Udara (Dir-Polairud) Polda Maluku. Desakan ini muncul menyusul maraknya dugaan praktik illegal oil yang diduga telah berlangsung cukup lama di wilayah pesisir Desa Galala, Kota Ambon, tanpa adanya tindakan tegas dari jajaran kepolisian perairan.
> “Ini adalah bentuk kelalaian struktural yang fatal. Dir-Polairud Polda Maluku harus bertanggung jawab karena telah lalai menjalankan fungsi pengawasan laut yang menjadi domain kerjanya. Kejahatan seperti ini mustahil terjadi tanpa pembiaran. Apalagi, dua anggota Polairud bahkan diduga turut membekingi aktivitas ilegal ini,” tegas Ketua PW SEMMI Maluku, Risman Soulisa, kepada media, Selasa (1/6/2025).
Soulisa menambahkan, aktivitas bongkar muat minyak ilegal di Desa Galala mengindikasikan adanya pola kerja terstruktur yang melibatkan lebih dari sekadar pelaku lapangan. Fakta-fakta di lapangan menunjukkan bahwa kejahatan tersebut berlangsung secara sistematis, dengan kemungkinan keterlibatan oknum aparat sebagai bagian dari jaringan yang lebih besar.
> “Kalau fungsi pengawasan dijalankan secara benar dan profesional, mustahil kapal-kapal pengangkut minyak ilegal bisa bebas beroperasi di kawasan strategis seperti Galala,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjut, PW SEMMI juga mendesak Mabes Polri untuk segera membentuk tim investigasi independen guna melakukan audit menyeluruh terhadap kinerja Polairud di wilayah Maluku. Audit ini diharapkan dapat menelusuri jejak dugaan keterlibatan aparat dan memastikan penegakan hukum yang adil dan transparan.
> “Kami menuntut penegakan hukum yang bersih dan menyeluruh. Jika terbukti ada keterlibatan aparat, maka pencopotan jabatan bukan hanya menjadi sanksi administratif semata, tetapi harus dilanjutkan ke proses hukum pidana,” tegas Soulisa.
Kasus illegal oil di Galala kini menjadi sorotan publik luas, seiring meningkatnya tekanan dari berbagai elemen masyarakat sipil yang mendesak institusi kepolisian untuk bertindak tegas, profesional, dan tidak tebang pilih dalam membongkar praktik mafia migas yang merugikan negara dan mencederai kepercayaan publik di wilayah kepulauan seperti Maluku.
Timsidik



