
![]()
Ambon, Sidik24jam.com — Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak dapat hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran keluarga hingga lingkungan terkecil seperti RT/RW menjadi kunci utama dalam mencegah potensi konflik sosial di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kapolsek Sirimau, IPTU Bastian Tuhuteru, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, pengawasan orang tua terhadap anak-anak, khususnya pada malam hari, sangat penting guna mencegah kenakalan remaja yang berujung pada tindakan kriminal.
“Mulai dari rumah. Orang tua harus tahu anaknya ke mana, jam berapa keluar, dan dengan siapa,” ujarnya.
Ia menilai, lemahnya kontrol keluarga kerap menjadi celah munculnya berbagai persoalan sosial.
Lingkungan Negatif Picu Konflik
Selain faktor keluarga, lingkungan pergaulan juga berpengaruh besar. Aktivitas seperti pergaulan bebas, perjudian, hingga konsumsi minuman keras dinilai menjadi pemicu utama terjadinya konflik.
Jika tidak dikendalikan, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi gesekan antar kelompok hingga konflik antar kampung.
Insiden Karpan Jadi Pelajaran
IPTU Bastian juga menyinggung insiden di kawasan Karpan, di mana seorang Ketua RT menjadi korban kekerasan usai menegur sekelompok pemuda yang berkumpul hingga larut malam.
Teguran tersebut berujung aksi brutal menggunakan senjata tajam. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik kecil dapat membesar apabila tidak disikapi dengan bijak.
Warga Diminta Tidak Main Hakim Sendiri
Masyarakat diimbau untuk tidak terpancing emosi dan menghindari tindakan main hakim sendiri.
“Yang awalnya korban bisa berubah jadi pelaku. Ini yang harus dihindari bersama,” tegasnya.
Sinergi Jadi Kunci Kamtibmas
Ia menekankan pentingnya kerja sama antara warga, tokoh masyarakat, dan aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan.
Warga juga diminta proaktif melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas agar dapat segera ditangani.
“Kalau semua bergerak bersama, lingkungan pasti aman,” pungkasnya.
Ongen
Sidik24jam.com



