Sidik24jam.com, Jakarta: Polri telah menyiapkan pengamanan Welcoming Dinner tamu event World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali yang akan digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK) pada Minggu malam (19/5/2024).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Polri melibatkan seluruh Satgas dalam pengamanan welcoming dinner.
“Satgas-satgas yang ada di Operasi Puri Agung telah kita libatkan dari Satgas preemtif, preventif, tindak dan Satgas lainnya,” katanya.
Untuk personel dilibatkan sebanyak 433 personel yang nantinya akan bergabung dengan Paspampres dan TNI. Dimana ring 1 akan ada Paspampres, ring 2 ada TNI dan ring 3 pengamanan dari Polri.
“Tentu langkah-langkah pengamanan dari venue akomodasi sampai dengan kegiatan welcoming dinner ada bid-bid pengamanan walrolakir hingga tempat welcoming dinner,” katanya.
Semua pengamanan tersebut, kata Trunoyudo, sudah direncanakan dan disimulasikan melalui Tactical Floor Game (TFG). Kemudian Satgas juga melakukan latihan pra operasi.
Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini mengatakan, semua personel yang dilibatkan dalam pengamanan ini semuanya dalam kontrol atau komando posko 91 Command Center 91 ITDC, Nusa Dua, Bali.
“Kaposko bisa melihat sebaran semua personel yang terlibat dengan aplikasi dimana masing-masing personel bisa terlihat secara GPS dan berkomunikasi melalui body warm dan HT,” ucapnya.
Kaposko akan melihat pengendalian dari mulai pelaksanaan pengamanan akomodasi sampai delegasi, VIP, dan VVIP tiba di lokasi welcoming dinner.
Trunoyudo yang juga menjabat sebagai Kasatgas Humas Operasi Puri Agung 2024 ini mengatakan, Satgas humas juga akan memberikan sosialisasi bahwa akan ada kegiatan welcoming dinner di GWK.
“Tentunya akses-akses dari venue akomodasi ke GWK ini ada beberapa ruas dan waktu tertentu akan dilakukan pengalihan sebagai pengaturan agar seluruh kegiatan aman, nyaman dan lancar,” katanya.(*/Aen)
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Menggrebek salah satu sekolah menengah atas (SMA) di Mamuju, Polwan cantik Direktorat Lalu Lintas mengajak para siswa untuk jadi pelopor keselamatan dengan tertib berkendara.
Terlihat para Polwan cantik yang dipimpin oleh Iptu Nopera menyapa para siswa, Selamat pagi adik-adik ganteng, terus belajar yang rajin ya dan ingat harus patuh, hormat kepada guru agar ilmu yang dipelajari berkah, Senin (20/5/24) di SMA 2 Mamuju.
Bersamaan itu, pihaknya juga menyampaikan pesan kamtibmas tentang tata tertib berlalu lintas. “Adik-adik berkendara itu punya aturan, harus memiliki SIM dulu dan yang terpenting saat berkendara tidak boleh ugal-ugalan di jalan demi keamanan dan keselamatan bersama.
Sebaiknya untuk keamanan dan keselamatan adik-adik, kata Iptu Nopera jika belum memiliki SIM jangan berkendara sendiri ke sekolah, mintalah orang tua mengantar atau naik angkutan umum saja itu lebih baik, ajaknya.
Pesan tersebut, langsung direspon positif oleh para siswa meski beberapa siswa menyampaikan alasannya kenapa harus berkendara sendiri (naik motor) saat kesekolah.
Tak hanya menyapa dan menghimbau para siswa yang dijumpai, Wakil Kepala Sekolah SMA 2 Mamuju yang juga sempat berkoordinasi dengan Iptu Nopera sekaligus mengapresiasi upaya kepolisian yang aktif mengajak para siswa untuk tertib berlalu lintas.
“Terimakasih ibu Polwan sudah aktif memberikan sosialisasi dan himbauan tertib berkendara di sekolah kami,” tutur Wakil Kepala Sekola SMA 2 Mamuju.
Sementara itu, Iptu Nopera mengungkapkan bahwa aksinya itu guna meningkatkan kesadaran tertib berlalulintas kepada para pelajar di Mamuju.
“Upaya ini kita gencarkan sebagaimana arahan Dirlantas Polda Sulbar Kombes Pol Valentinus, dalam kegiatan yang dilakukan kami memberikan pendidikan para siswa-siswi untuk tertib berlalu dan sadar tata cara berlalu lintas yang baik dan sopan santun di jalan. Kalau belum punya SIM, jangan bawa kendaraan dulu,” Jelasnya.
Iptu Nopera juga menambahkan akan konsisten untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadi pelopor keselamatan berkendara dan membudayakan keselamatan sebagai kebutuhan.
“Salah satu upaya yang terus kita gencarkan saat ini dengan menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini,” tandasnya.(*/Udin)
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat Irjen Pol Adang Ginanjar hari ini melakukan bersih-bersih terhadap personelnya yang nakal, Senin (20/4/24) di lapangan Tribrata Mapolda.
Dari 12 personel yang diberhentikan dengan tidak hormat, 5 diantaranya merupakan personel di Polda Sulbar dan 7 personel lainnya merupakan personel dari Polres jajaran.
Ke-5 personel Polda Sulbar yang di pecat berdasarkan surat keputusan Kapolda Sulbar Nomor : Kep/71,76,77, 79/III/2024 dan surat keputusan Nomor : Kep/116/V/2024 tentang pemberhentian tidak hormat dari dinas kepolisian negara republik Indonesia.
Pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap 12 personel di lingkungan Polda Sulbar itu karena dinilai melakukan pelanggaran kode etik berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan.
Kapolda Sulbar mengatakan, pemberhentian tidak hormat tersebut merupakan salah satu wujud dan bentuk realisasi Polri dalam memberikan sanksi hukuman bagi personel yang telah mencoreng nama institusi.
Kapolda juga menambahkan bahwa saat ini Polda Sulbar melaksanakan program POLRI PRESISI, dimana seluruh anggota polda sulbar harus menjalankan tugas-tugasnya dengan presisi dan profesional.
Siapapun yang mencoreng, mengotori dan merusak nama baik institusi ini akan kami berhentikan (pecat) demi menjaga kepercayaan masyarakat.
Saya selaku pimpinan Polda Sulbar, tidak akan segan-segan untuk memberikan tindakan tegas terhadap seluruh personel yang melakukan tindakan pelanggaran berat.
“Menjadi anggota Polri itu merupakan suatu kehormatan yang harus dijaga dengan baik, yang tidak bisa menjaga amanah ini mohon maaf jika kami pecat,” tegas Kapolda.
Ke-5 personel Polda Sulbar yang menjalani upacara PTDH hari ini diantaranya tiga terserat kasus narkotika dan 2 kasus penipuan atau penggelapan calo casis bintara Polri.
Adapun identitas personel Polda Sulbar yang dipecat yaitu Zabdeus Datuan Brigadir Polisi terlibat kasus Narkoba, Muh. Anugrah Brigadir Polisi terlibat kasus Penipuan dan Penggelapan, Muh. Fiqri Maulana Ibrahim Brigadir Polisi kasus Narkoba, Septianto Baraka kasus Narkoba dan Supratman Aipda terlibat Penipuan dan Penggelapan.
Sementara untuk 7 personel yang turut di PTDH dari Polres jajaran seluruhnya terlibat kasus Narkoba dengan identitas antara lain Brigpol Haeruddin Halik (Polres Pasangkayu), Brigpol Rajamuddin (Polres Mamasa), Bripda Ahmad Sofyan (Polresta Mamuju), Brigpol Syarifuddin (Polres Mamasa), Bripka Riko (Polres Pasangkayu), Bripka Yulius Garanta (Polres Pasangkayu) dan Brigpol Awaluddin (Polres Pasangkayu).(*/Udin)
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Di moment hari kesadaran nasional yang ke 116 di Polda Sulbar, sebanyak 24 personel dapat penghargaan (reward) dari Kapolda Sulbar karena dinilai berprestasi, Senin (20/5/24) di lapangan Tribrata Mapolda.
Terlihat Kapolda Sulbar menyerahkan penghargaan kepada seluruh personel yang berprestasi, selamat ya, pertahankan dan terus tingkatkan, tutur Kapolda.
Kapolda Sulbar Irjen Pol Adang Ginanjar dalam amanatnya mengatakan sebagaimana untuk memperbaiki kinerja personel yang melakukan pelanggaran dengan punishment, kita juga
terus memberikan reward kepada setiap personel yang berprestasi sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi dan semangat kerjanya dalam memajukan Polda Sulbar.
Reward ini, lanjut Kapolda tentu merupakan salah satu bentuk apresiasi pimpinan atas kinerja yang telah ditunjukkan oleh personel Polri dalam melaksanakan tugas pokok yang membawa harum nama institusi Polri.
Untuk itu, saya ucapkan selamat dan terimakasih atas dedikasi, kinerja dan prestasi yang telah diberikan kepada institusi Polri. Harapan saya kepada personel yang berprestasi agar jangan cepat puas, pertahankan dan tingkatkan prestasi yang sudah diraih.
Adapun perwakilan personel yang mendapat prestasi berdasarkan surat keputusan Kapolda Nomor: Kep/126/V/2024 tanggal 17 Mei 2024 yaitu Kasat Reskrim Polresta Mamuju AKP Jamaluddin yang berhasil mengungkap kasus pembunuhan dalam kurung waktu kurang dari 24 jam.
Selanjutnya Ps. Kasubbagrenmin Ditintelkam Iptu Marlinda prestasi mendapat peringkat pertama dari KPPN Mamuju sebagai satuan kerja dengan pejabat penandatangan surat perintah membayar kategori jumlah SPM lebih dari 200.
Disusul Ps. Pamin Sifasma TSBST Subditregident Aiptu Jawadi prestasi mendapat peringkat pertama dari KPPN terkait penyampaian laporan pertanggung jawaban bendahara penerimaan tahun 2023.
Lanjut, Brigpol Buana Nandang Fitriantoro Bamin Urlipproduk Subbid PID Bid Humas Polda Sulbar prestasi mendapatkan peringkat ke 2 dari Divisi Humas Polri sebagai operator sistem pengelolaan informasi terpadu pada Zona Wita Priode Oktober 2023 sampai dengan Maret 2024.
Terakhir Erwin Haeruddin Tamtama Dir Polairud Polda Sulbar prestasi telah mengungkap kasus pidana penyalahgunaan bahan peledak bom ikan.
Untuk 19 personel yang juga mendapatkan penghargaan masing-masing berprestasi pada kategori :
– Mengungkap Kasus Pembunuhan di Halaman Kantor Basarnas Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju kurang dari 24 jam.
– Pengungkapan kasus Pembunuhan diKec. Papalang, Kab. Mamuju kurang dari 6 jam
– Pengungkapan Kasus Penyalahgunaan Handak Bom Ikan
Sementara itu, Kapolda Sulbar diakhir amanatnya berpesan Kepada personel yang belum dapat prestasi, agar menjadikan hal ini sebagai motivasi untuk bekerja dengan maksimal. Tingkatkan dan kembangkan setiap potensi yang dimiliki, jadilah pribadi yang tangguh yang tidak goyang oleh cacian dan tidak tinggi oleh pujian, tutup Kapolda.(*/Udin)
Sidik24jam.com, Bali – Para delegasi, tamu VIP hingga VVIP mulai berdatangan untuk mengikuti kegiatan World Water Forum (WWF) ke-10 di Nusa Dua Bali. Polri melakukan kegiatan steriliasi untuk memastikan tidak ada barang-barang mencurigakan yang dapat mengganggu jalannya acara.
Kegiatan strelisasi tidak hanya di tempat kedatangan yakni bandara dan veneu kegiatan WWF ke-10 berlangsung di Nusa Dua. Namun juga kamar para tamu dan kendaraan yang digunakan tidak luput dari pemeriksaan petugas.
Kanit Atsus Cluster Nusa Dua Selatan dari Subsatgas Sterilisasi, AKP Noeryadi menjelaskan sebelum kedatangan para delegasi, pihak kepolisian melakukan strelisasi. “Selanjutnya delegasi setingkat menteri kamar dan kendaraan kita sterilisasi. Setingkat kepala negara kita akan diminta perbantukan ke paspampres,” terang Noeryadi, Minggu (19/5/2024).
Noeryadi melanjutkan, kegiatan strelisasi yang dilakukan oleh Polri dengan menggunakan peralatan deteksi metal dektector, kimia radiologi, deteksi bahan peledak, miror dan anjing K-9. “Alhamdullilah kita tidak menemukan alat-alat atau benda mencurigakan yang mengganggu jalannya kegiatan,” ujarnya.
Dirinya menambahkan, usai melakukan sterilisasi di Nusa Dua, petugas kembali ke pos-nya masing-masing yang telah disediakan. “Untuk Claster Nusa Dua Selatan petugas standby di pos Pentagraha dan petugas di Nusa Dua Utara standby di Grand Mirage,” tambahnya.(*/Wadi)
Sidik24jam.com, Denoasar: Kapolda Bali Irjen Pol Ida Bagus Kade Putra Narendra mengatakan, pihaknya bersinergi dengan seluruh stakeholders seperti TNI, BSSN, BIN, BNPB dan Pemprov Bali dalam upaya pengamanan penyelenggaraan Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF).
Sebanyak 5.791 personel telah disiapkan untuk pengamanan event internasional yang digelar pada 18-25 Mei 2024 ini.
“Tentunya kita mengutamakan tindakan preemtif dan preventif. Kami juga ersinergi dengan TNI untuk berkolaborasi dengan BSSN, BIN, kemudian dengan juga BNPB. Hal itu untuk mengantisipasi tindakan yang tidak kita inginkan, semisal ada bencana alam itu sudah dikoordinasikan secara baik,” kata Ida Bagus di Pos Command Center 91 ITDC, Nusa Dua, Bali, Minggu (19/5/2024).
Terkait dengan acara opening ceremony penyelenggaraan WWF pada Senin besok 20 Mei 2024, Ida Bagus menuturkan, pengamanan dibagi menjadi tiga ring. Ring 1 pengamanan dilakukan Paspampres, ring 2 dari TNI sebagai pengamanan wilayah dan ring 3 dari Polri yang menyangkut objek-objek maupun pengawalan, rute dan parkir.
“Polri sudah kita gladikan dan telah dicek pimpinan dengan satgas-satgas yang ada. Sebanyak 8 satgas untuk membackup untuk kegiatan ini,” katanya.
Lebih lanjut, ia pun menyebut masyarakat khususnya yang berada di Bali sangat mendukung penyelenggaraan WWF ini. Bahkan, ia mengatakan, masyarakat membantu mengamankan wilayahnya masing-masing.
“Masyarakat bersosialisasi dengan kita dengan stakeholder dari TNI maupun Pemprov juga. Mereka justru senang, adapun pengamanan seperti pecalang juga membantu kita dan di bawah koordinasi kita,” ujarnya.
Sidik24jam.com, Jakarta. DPR RI mengapresiasi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo yang memberikan penghargaan kepada calon siswa (casis) Bintara Polri, Satrio Mukti. Penghargaan berupa lolos seleksi Bintara jalur disabilitas itu diberikan usai Satrio menjadi korban begal di Jakarta Barat hingga jarinya putus.
Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Trimedya Panjaitan menyebut, langkah ini belum pernah dilakukan Kapolri lainnya sebelum Jenderal Sigit.
“Sangat memperhatikan hal-hal yang luput dari perhatian kita, karena selama ini kan semuanya berdasarkan formalitas dan prosedural karena syarat-syaratnya apa, tahap prosedurnya seperti apa, itu yang harus diikuti,” jelas Trimedya, Minggu (19/5/24).
Selain itu, dia memandang apa yang dilakukan Jenderal Sigit diharapkan juga bisa diberikan kepada disabilitas lainnya.
“Setelah dia dibegal lalu dia jadi disabilitas, kan begitu, itu juga bentuk perhatian Kapolri terhadap korban victim, mudah-mudahan itu memberikan semangat kepada yang lain dan seharusnya bukan disabilitas korban victim saja, tetapi juga disabilitas yang lain juga dapat mendapat porsi juga, tentu dengan sangat terukur,” ujarnya.
Di sisi lain, dia meminta Kapolda Metro Jaya Irjen. Pol. Karyoto memperhatikan persoalan begal. Irjen. Pol. Karyoto diharapkan memberikan keamanan kepada masyarakat dengan tak ada lagi kejadian seruoa.
“Fenomena begal ini ternyata di Jakarta belum selesai, itu tugas Kapolda Metro dan Pemprov DKI, harus sinergi. Tidak larut dalam argumen-argumen nggak perlu bahwa ini begini-begini, yang jelas begal itu secara faktual masih ada, ya selesaikan lah. Kita minta, karena ini Ibu Kota Negara, kita minta perhatian tinggi dari Pak Kapolda Metro,” ungkapnya.
Untuk diketahui, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan kepada calon siswa (Casis) Bintara Polri yang menjadi korban begal hingga jari tangannya putus. Dia adalah Satrio Mukhti (18).
Jenderal Sigit merekrut Satrio untuk ikut pendidikan Bintara Polri melalui jalur khusus disabilitas.
“Bapak Kapolri prihatin dengan kejadian yang dialami casis tersebut. Namun Bapak Kapolri pun bangga, casis tersebut memiliki keberanian melawan komplotan begal, dan casis tersebut tetap semangat ingin mengikuti rekrutmen,” ungkap Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen. Pol. Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Jumat (17/5/24).
Sidik24jam.com, Jakarta. Ketua Umum PP Persis, Jeje Zaenudin mengapresiasi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo yang memberikan penghargaan masuk Bintara Polri kepada Satrio Mukhti. Satrio merupakan calon siswa (Casis) Bintara yang menjadi korban begal hingga dua jarinya terputus.
“Kami sangat mengapresiasi sikap bijak Kapolri yang memberikan kuota khusus bagi casis bintara polisi yang jadi korban pembegalan,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (19/5/24).
Ia menilai, Jenderal Sigit sangat luar biasa menunjukkan sikap humanis dan berempati. Sikap itu pun dipandang patut dijadikan contoh oleh pejabat negara lainnya.
Lebih lanjut ia berpandangan, masyarakat sangat wajar jika merasa salut dan bangga dengan sikap humanisme serta rasa empati tersebut.
“Sikap humanisme, simpati, dan empati Kapolri kepada casis yang jadi korban kejahatan adalah sikap yang luar biasa membanggakan dan membahagiakan, bukan hanya bagi korban dan keluarganya, tetapi juga patut jadi teladan bagi para pejabat di instansi lainnya,” ujarnya.
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan kepada calon siswa (Casis) Bintara Polri yang menjadi korban begal hingga jari tangannya putus. Dia adalah Satrio Mukhti (18).
Jenderal Sigit merekrut Satrio untuk ikut pendidikan Bintara Polri melalui jalur khusus disabilitas.
“Bapak Kapolri prihatin dengan kejadian yang dialami casis tersebut. Namun Bapak Kapolri pun bangga, casis tersebut memiliki keberanian melawan komplotan begal, dan casis tersebut tetap semangat ingin mengikuti rekrutmen,” ungkap Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen. Pol. Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Jumat (17/5/24).
Sidik24jam.com, Bali – Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Bali menyiagakan dua kapal dan tiga unit helikopter dalam rangka pengamanan kegiatan KTT World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali.
Direktur Polairud Polda Bali Kombes Ponadi mengatakan pihaknya selain mengerahkan personil juga alat material khusus (almatsus). “Jadi ada kapal-kapal kita dan diback-up oleh Korpolairud Barhakam Polri. Ada 2 kapal yang ikut terlibat kegiatan termasuk juga pesawat helikopter ada 3 unit diback-up dalam rangka untuk pengamanan kegiatan World Water Forum ke-10 di Bali ini.,” kata Ponadi dalam keterangan, Sabtu (18/5/2024).
Dirinya menerangkan, dalam rangka pengamanan event internasional ini, Ditpolairud Polda Bali juga berkoordinasi dengan TNI maupun Basarnas. Titik-titik pengamanan dengan menggunakan kapal, sambung Ponadi yakni di bawah kolong tol, kemudian pantai dan perairan Nusa Dua Bali.
Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan patroli di wilayah pelabuhan-pelabuhan penyebrangan seperti Gilimanuk, Padangbai dan lainnya. ‘Itu titik-titik penyebrangan untuk antisipasi masuknya orang-orang dari luar Bali, antisipasi pelaku-pelaku pidana, kita berkolaborasi, kita berkoordinasi dengan satuan wilayah setempat ,” ujarnya.
Sementara beberapa sambung Ponadi, helikopter juga di tempatkan di dekat kegiatan World Water Forum berlangsung. Helikopter jenis Dolphin ini kata dia, digunakan dalam situasi darurat. Misalnya, jika ada delegasi yang membutuhkan penanganan medis dapat menggunakan heli untuk ke rumah sakit terdekat.
Ia menambahkan, para personil juga telah dilengkapi alat-alat komunikasi seperti HT, Podium dan juga aplikasi-aplikasi seperti SOT. Dengan perlengkapan tersebut, anggota bisa melaporkan situasi yang ada di lapangan ke Posko Command Center 91.
“Kita terkoneksi dengan posko, yang sewaktu-waktu Posko kontak dengan anggota di lapangan bisa melaporkan langsung di lapangan,” ucapnya.(*/Udin)
MEDAN — Dugaan porstitusi berkedok Premiere SPA masih terlihat buka. Meskipun sudah viral dan muncul pemberitaan adanya praktek Porstitusi, Premiere SPA seakan jadi idola dan belum juga ditindak.
Terlihat handuk diduga digunakan untuk pengunjung masih dijemur oleh management Premiere SPA.
Melihat hal itu, Ketua Laskar Al-Wali, Muhammad Iqbal bersama teman-temannya langsung melakukan investigasi dengan mendatangi Premiere SPA yang katanya sudah di tutup.
“Katanya sudah tutup. Kenapa masih buka Premiere SPA ini??” Tanyak Iqbal. Sabtu, (18/5).
Mengetahui beberapa warga mengatasnamakan Laskar Al-Wali yang datang, Pihak management Premiere SPA terlihat grasak- grusuk untuk membereskan aktifitas yang terjadi didalam Premiere SPA, jalan Williem Iskandar Komplek MMTC Blok H No 9, Desa Medan Estate, Kec Percut Sei Tuan.
Tidak hanya itu, Iqbal bersama timnya juga mencoba untuk memastikan apakah didalam Premiere SPA masih ada melayani dugaan Porstitusi atau kusuk-kusuk plus, namun saat ingin membuka pintu kaca Premiere SPA, pihak management langsung mengunci pintu usahanya dari dalam.
“Jadi kita lihat bersama ya, bahwa usaha Premiere SPA masih buka. Saat kita mencoba untuk melihat kedalam, pihak management langsung menutup pintunya. Jadi kami kemari untuk melakukan investigasi berdasarkan adanya laporan warga masyarakat dan menindaklanjuti beberapa pemberitaan yang heboh di medsos ataupun di media cetak, ternyata di lokasi usaha Premiere SPA masih membuka usaha Prostitusi yang berkedok Spa” Ujar Iqbal kepada wartawan.
Iqbal menambahkan dengan tidak mengindahkan segala aturan yang ada dan disebut menyediakan praktek Porstitusi, usaha Premiere SPA dianggap telah menodai umat beragama.
Sebab, usaha Premiere SPA yang saat ini masih beroperasi berdekatan dengan tiga rumah ibadah yakni Mesjid, Vihara dan Gereja, namun seakan tidak perduli hingga masih terlihat buka dan beroperasi.
“Mereka tidak perduli dengan aturan ini. Jadi kita minta ditutup usaha Premiere SPA ini. dan kami akan berkoordinasi dengan TIM Hukum Laskar Al-Wali untuk menyikapi ini” Terang Iqbal.
Sementara, Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan, Iptu Jefri Simamora saat di mintai tanggapan, masih beroperasinya usaha Premiere SPA, menyebutkan bahwa Premiere SPA sudah tutup.
“Sudah tutup itu bang, jadi karyawan nya saja yang disana bang. Karena mereka tinggal dan tidur disana katanya” Ujar Jefri berkilah, Sabtu (18/5),
Terpisah, TIM Hukum Laskar Al-Wali bernama Tim Penegak Konstitusi Umat, Mahmud Irsad Lubis, SH, didampingi Sumantri, SH, Iskandar, SH, Mursida, SH, Hendrawan, SH, Ahmad Jufri Harahap, SH, dan Muhammad Natsir PSR, saat di wawancarai wartawan, Sabtu, (18/5), mengatakan bahwa aksi ataupun peninjauan lapangan yang dilakukan oleh Laskar Al-Wali, dimana mereka untuk memastikan apakah usaha Premiere SPA berdasarkan informasi yang didapat masih melakukan aktivitas sebagaimana biasanya.
“Jadi peninjauan Ketua Laskar Al-Wali, bahwa berdasarkan informasi masyarakat masih buka, Maka dengan ini atas nama tim Pengacara Laskar Al-Wali menyatakan pernyataan, Pertama kita mendukung tindakan Laskar AL-Wali yang melakukan investigasi terhadap laporan adanya dugaan, bahwa Premiere SPA yang diduga melakukan perbuatan-perbuatan asusila dan mesum ini kembali melakukan operasional. nah terhadap hal ini, seharusnya tindakan Premiere SPA ini haruslah ditutup secara operasionalnya, karena secara pasti bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan, apalagi bukannya 24 jam, dan ini sudah melanggar aturan pemerintah. Dan petugas kepolisian seharusnya aktif untuk melihat bahwa ada perbuatan pelanggaran hukum di sana, khususnya bertentangan dengan apa yang diatur di dalam KUHP kita” Kata Mahmud Irsad.
Ia menambahkan, setelah dipastikan oleh Laskar Al-Wali ternyata usaha Premiere SPA masih membuka operasional.
“Maka dengan ini kita akan berkordinasi dengan Laskar Al-Wali dan komponen masyarakat agar usaha Premiere SPA ini bisa ditutup secara permanen tanpa diganti baju, tanpa ganti nama dan sebagainya, Sebab, perusahaan itu harus mempunyai izin dan ini harus kita lihat secara objektif tanpa hanya melihat secara parsial, tidak bisa, ini harus menyeluruh” Sebut Mahmud Irsad.
Maka atas nama tim Hukum Laskar Al-Wali menyatakan jika masih membuka, pertama kita akan berkoordinasi dengan Ulama-ulama atau Komponen-komponen masyarakat lainnya, karena Premiere SPA sudah melakukan operasional kembali.
“Jika tidak diindahkan, kita akan melakukan aksi Besar-besaran untuk menutup secara paksa keberadaan dari Premiere SPA tersebut, kalau tidak juga, maka jalan terakhir adalah pertama kita akan melakukan gugatan terhadap Bupati Kabupaten Deli Serdang, terhadap Dinas Perizinan (PTSP), terhadap Dinas Pariwisata dan juga melaukan gugatan terhadap pengelola dan owner dari pada tersebut. karena itu jangan macam-macam, kalau sudah mengetahui hal itu, dari mulai aparat, Bupati, Camat hingga Kepala Desa cepat menutup lokasi itu tanpa ada pertimbangan lainnya, karena sudah melukai hati umat beragama dan kita juga akan segera melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Lubuk Pakam terhadap keberadaan Premiere SPA”tutup Mahmud Irsad.(*)