Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Hadir untuk masyarakat, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulbar terus memberikan pelayanan terbaik untuk menjamin kenyamanan, keamanan dan keselamatan masyarakat melalui kegiatan rutin yang terus ditingkatkan seperti pengaturan lalu lintas, patroli dan sebagainya.
Seperti yang terlihat kali ini, dimana personel lalu lintas selain sibuk mengatur arus lalu lintas juga aktif mengingatkan para pengendara untuk tertib berkendara di wilayah Mamuju Sulbar.
“Helmnya jangan lupa di klik ya ibu, bapak dan adik saat berkendara,” imbau para personel Ditlantas sambil membantu membenarkan cara penggunaan helm yang baik dan benar.
Tak hanya mengatur arus lalu lintas dan menghimbau para pengendara untuk tertib berkendara, disetiap kesempatan personel lalu lintas juga aktif menyebrankan para pejalan kaki untuk memastikan aktivitasnya aman dan selamat.
Sementara itu, ditempat yang berbeda Dirlantas Kombes Pol Valentinus mengungkapkan pihaknya akan terus meningkat kegiatan rutin seperti pengaturan, patroli hingga penindakan kepada setiap pelanggar lalu lintas untuk menciptakan budaya tertib berkendara di Sulbar.
“Ayo kita budayakan tertib berkendara, mulai dari diri sendiri saja dulu. Stop pelanggaran, stop kecelakaan keselamatan untuk kemanusian,” tutur Dirlantas, Jumat (17/5/24).*Din)
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Kepala Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Mamuju, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat (Sulbar) IPTU dr. Komang Indra Setia Widyantara, mengisi materi pada kegiatan pelatihan dan evaluasi Binmas Online System Versi 2 (BOS V2), di salah satu hotel dalam Kota Mamuju, Kamis (16/5/24).
Saat dikonfirmasi, dr. Komang membenarkan dirinya memang di tunjuk sebagai salah satu pemateri pada kegiatan tersebut, “Iya betul, kami memberikan materi untuk memudahkan tugas pelayanan sebagai Bhabinkamtibmas sehingga anggota bisa mengetahui apapun yang ada di wilayah binaannya,” ungkapnya.
Diketahui, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka mewujudkan program prioritas Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dibidang peningkatan pelayanan publik yang lebih mudah bagi masyarakat dan berbasis TI.
Dia berharap, para anggota menyimak setiap penjelasan yang diberikan dengan sebaik mungkin, sehingga mampu diterapkan.
“Sebagai polisi kami harus melaksanakan pembinaan terhadap masyarakat, pendekatan dan membangun kepercayaan masyarakat, mencegah timbulnya penyakit masyarakat,” jelas IPTU dr Komang Indra Setia Widyantara.
Kata dia, pihak kepolisian juga dapat meningkatkan daya tangkal masyarakat terhadap gangguan Kamtibmas serta menumbuhkan kesadaran dan ketaatan terhadap hukum.
Tidak kalah penting, BOS V2 dimungkinkan untuk melaporkan kodisi anggota saat melakukan pekerjaannya.
“Kami sampaikan, cara memberi pertolongan pertama kepada masyarakat yang sedang dalam keadaan sakit,” tandasnya.(*/Udin)
Sidik24jam.com, Jakarta: Polri menurunkan Detasemen Turangga atau pasukan berkuda dalam Operasi Puri Agung 2024 guna mengamankan penyelenggaran Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali pada 18-25 Mei 2024.
Kasubsatgas Sterilisasi Satgas Preventif Operasi Puri Agung 2024, Kombes Harri Muharram Firmansyah mengatakan, pasukan berkuda ini berasal dari Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri.
“Ada 4 kuda yang disiapkan berasal dari Polda Bali. Jenis kudanya warmblood berasal dari Belanda,” kata Harri di Bali, Kamis (16/5/2024).
Harri mengatakan, pasukan berkuda ini ditempatkan pada kegiatan-kegiatan yang sifatnya preventif, diantaranya patroli khususnya di jalur atau sekitar ITDC dimana menjadi tempat pelaksanaan World Water Forum.
“Detasemen Turangga atau pasukan berkuda ini untuk melaksanakan kegiatan yang sifatnya atau medannya yang tidak bisa dilalui kendaraan. Oleh karena itu bisa menggunakan Turangga ini namun pada pelaksanaan event ini melaksanakan patroli yang sifatnya jaraknya sedang,” katanya.
Tak hanya pasukan berkuda, pihaknya juga mengerahkan sebanyak 34 anjing pelacak atau K9 yang diturunkan untuk mengamankan mulai dari Pelabuhan Gilimanuk hingga Ketapang. Lalu sampai perbatasan NTB guna mencegah preventif kejahatan.
Sementara itu, drh Nadia Kamila selaku dokter hewan mengatakan, pihaknya harus mempersiapkan kondisi kuda yang diturunkan secara maksimal, dengan pemeriksaan kesehatan dan pemberian vitamin.
“Hal ini untuk menghindari dropnya kondisii menghadapi perubahan cuaca. Kita tidak sendiri tapi juga bekerja sama dengan para pawangnya,” katanya.(Sae)
Sidik24jam.com, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali aktifkan Command Center 91 selama Operasi Puri Agung 2024 berlangsung. Posko yang berada di komplek ITDC Nusa Dua, Bali ini untuk menjamin keamanan kegiatan KTT World Water Forum (WWF) berjalan dengan lancar.
“Operasi Puri Agung merupakan operasi kepolisian terpusat, yang mana operasi ini dengan Sandi Puri Agung sengaja dibentuk, operasi ini guna menjamin pemeliharaan keamanan yang dilaksanakan selama KTT World Water Forum berlangsung,” kata Kepala Posko Command Center 91 Operasi Puri Agung 2024, Brigjen Pol Muhammad Firman di Posko Command Center 91, Kamis (16/5/2024).
Firman menerangkan, sebanyak 5.791 personil yang tergabung dalam 8 satgas dan 2 satgas wilayah dikendalikan melalui Posko Command Center 91. Selain itu, dari posko ini juga dapat menonitor langsung setiap kegiatan di mana seluruh anggota sudah disebar di seluruh klaster. Ia mengatakan ada lima klaster yang menjadi objek pengamanan yaitu Klaster Nusa Dua Utara, Nusa Dua Selatan, Jimbaran, Kuta dan Sanur.
“Kemudian untuk memonitor kegiatan pengamanan ini tidak hanya objek kegiatan tapi di objek-objek penginapan para delegasi nanti,” terangnya.
Firman melanjutkan, posko Command Center 91 juga terkoneksi dengan kamera CCTV yang berada di Bali. Para petugas sambungnya, pada saat diperlukan untuk melaksanakan kegiatan di lapangan bila ada permasalahan, ancaman dan gangguan di lapangan dapat dikendalikan dengan cepat.
“Anggota sudah disebar berdasarkan surat perintah yang sudah dikeluarkan, kemudian untuk memonitor dan melaporkan situasi ada beberapa alat komunikasi untuk memonitor mereka, berupa HT, kemudian CCTV yang terkoneksi dengan posko, kemudian CCTV yang terpasang di objek-objek tertentu, kemudian HT yang terkoneksi video analytic itu saja,” bebernya.
Dirinya mengatakan, keberadaan posko ini untuk menjamin kegiatan aktivitas masyarakat tidak terganggu selama KTT WWF berlangsung mulai 18-25 Mei besok. Menurutnya, masyarakat di Pulau Dewata juga telah terbiasa dengan adanya event nasional maupun internasional.
“Keberadaan operasi ini menjamin aktifitas dari masyarakat tidak terganggu, kemudian menjamin pelaksanaan KTT ini berlangsung dengan aman. Sehingga beriringan ini tentunya pengendalian anggota di lapangan tidak sampai mengganggu aktifitas Masyarakat juga di lapangan,” tutur Firman.
“Kami berharap masyarakat Bali tentunya terkhusus mendukung kegiatan ini dan sama-sama kita menjaga sehingga event internasional ini sebagai citra kita di mata Internasional dapat kita bawa lebih baik,” tambahnya.(*/Udin)
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – POM TNI dan Propam Polri Polda Sulbar terlihat menggelar pertemuan silaturahmi dalam rangka meningkatkan sinergitas menuju Pilkada serentak tahun 2024 serta pencegahan mitigasi terjadinya konflik antar TNI – Polri ke depannya, Kamis (16/5/24) di Rumah Makan Ba’go Hotel D’Maleo.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kabid Propam Polda Sulbar, Kapolres jajaran, Dandim jajaran, Danpuspom Parepare, Danlanal Mamuju, Dandenpom Mamuju, Kasi Propam jajaran Polda Sulbar, Danramil 1401-01, Kasdim 1428 Mamasa, Pasi Intel jajaran Sulbar dan tamu undangan lainnya.
Kabid Propam Polda Sulbar Kombes Pol Budi Yudantara pada kesempatannya menyampaikan kegiatan ini diselenggarakan terkait koordinasi dan penguatan menjelang Pilkada tahun 2024 untuk saling menjaga silahturami demi menjaga sinergitas TNI-POLRI.
Menurut Kabid Propam Sinergitas TNI/Polri merupakan kunci pelaksanaan tugas yang kuat, dimana TNI/Polri merupakan salah satu pilar NKRI yang berperan untuk mencegah dan menangani segala bentuk kerawanan.
Kegiatan ini pada dasarnya, lanjut Kabid Propam untuk menyamakan persepsi dalam penegakkan hukum di lingkungan TNI dan Polri khususnya di wilayah Sulbar, guna menghadapi Pilkada serentak 2024,” tutur Kabid Propam.
Kabid Propam Polda Sulbar juga menyampaikan sebagai penegak hukum Polri lewat dukungan TNI harus bisa menjadi contoh bagi masyarakat, artinya sebelum menertibkan masyarakat maka perlu tertib ke dalam dulu.
Untuk itu, pihak berkomitmen menjaga dan memastikan sinergitas TNI/Polri tetap solid serta menjadi teladan ditengah masyarakat.(*/Udin)
Sidik24jam. PEKANBARU – Sebagai bentuk sinergitas antar Kepala Daerah, KPK dan Pimpinan Instansi dan lembaga dalam upaya pemberantasan korupsi terintegrasi, Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Korupsi Terintegrasi Wilayah Riau Tahun 2024. Rakor di digelar di Ballroom Hotel Premier Pekanbaru, Kamis (16/5/2024).
Menghadiri kegiatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H Asmar menyatakan Pemkab Kepulauan Meranti sangat berkomitmen dan mendukung setiap upaya untuk pemberantasan dan pencegahan korupsi.
Menurutnya, Pemkab Kepulauan Meranti terus melakukan berbagai langkah dan upaya untuk meminimalkan potensi korupsi baik dengan cara preventif maupun melalui edukasi.
H Asmar juga meminta kepada seluruh OPD di Meranti untuk berhati-hati dalam mengelola keuangan serta melaksanakan seluruh kegiatan dengan baik dan benar.
“OPD bekerjalah sesuai aturan, yang sudah berhati-hati saja masih ada yang tersandung, apalagi yang tidak berhati-hati, jangan main-main,” ungkap Plt Bupati Asmar usai Rakor dengan KPK.
Sebelumnya, Deputi Koordinator Supervisi KPK, Irjen Didik Agung Wijanarko, usai membuka acara secara resmi memaparkan capaian program Monitoring Center for Prevention (MCP) tahun 2023 masing masing Kabupaten/Kota di wilayah Riau, dan berharap dilakukan optimalisasi di tahun-tahun mendatang.
Adapun Inspektur Khusus Inspektorat Jenderal Kemendagri, Teguh Narutomo menuturkan bahwa ada hal sangat signifikan yang harus dilakukan pemerintah daerah bukan hanya pengumpulan dokumen saja tetapi bisa memberi bukti kondisi faktual. Dengan begitu sangat diperlukan sinergitas kuat.
“Sedemikiannya bahwa semua capaian ini bisa diperoleh adalah kuncinya sinergi kita bersama. Mari kita berbenah dan rapikan semua tata kelola pemerintah daerah minimal dari terkait administrasi. Oleh karena itu apa yang diperoleh dalam pencapaian indikator kita akan lihat faktualnya,” kata Teguh.
Penjabat (Pj) Gubernur Riau, SF Hariyanto MT, dalam sambutannya turut megingatkan kepada seluruh Kepala Daerah, untuk selalu berkoordinasi dengan penegak hukum dalam melaksanakan kegiatan di daerah.
“Saya harap seluruh kepala daerah dapat bekerjasama dengan penegak hukum, minta supervisi di setiap kegiatan, itu penting sekali dilakukan supaya sinergitas dapat terus dicapai dan meminimalisir permasalahan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Bambang Supriyanto menyampaikan saat ini beberapa OPD di Pemkab Kepulauan Meranti telah menyesuaikan kapasitas dan partisipasinya dalam Survey Penilaian Integritas (SPI) sehingga dari sisi penilaian dirasa telah optimal.
“Tahun 2024 ini indeks SPI Pemkab Meranti sudah mencapai target nasional, namun belum mencapai target provinsi, oleh karena itu kita akan terus melakukan pembenahan dan optimalisasi,” jelasnya.
Sekda Bambang juga berharap kedepan pihaknya dapat terus meningkatkan penilaian MCP melalui beberapa komponen yang akan di intervensi.
“Harapannya agar kita dapat meningkatkan penilaian MCP, khususnya melakukan perubahan dan mengintervensi beberapa komponennya. Kita akan fokus dari sisi perencanaan dan penganggarannya karena penilaian itu harus dilakukan tepat waktu sehingga mampu memenuhi target nasional dan target provinsi,” jelasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur Korsupgah Wilayah Satu Edi Suriyanto, Inspektur Khusus Teguh Narutomo, Kakawil BPN Nurhadi Putra, Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Riau Jariyatna, Kakanwil Direktorat Jendral Pajak Provinsi Riau Imanul Hakim serta Bupati/Walikota se-Provinsi Riau.
Sementara itu dari Pemkab Kepulauan Meranti hadir Inspektur Daerah Rawelly Anelia, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Drs Irmansyah, Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah, Susanti, Kabag Prokopim Alfian, Kabag Umum Tarmizi, dan sejumlah pejabat lainnya.***
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Melancarkan kegiatan rutin sambang warga di pasar baru Mamuju, Polisi RW Direktorat Binmas Polda Sulbar mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban tetap kondusif.
Terlihat petugas menyapa dan menghimbau masyarakat khususnya pedagang di pasar baru untuk menjaga keamanan lingkungan, sekaligus mensosialisasikan layanan Kepolisian kepada warga apabila terjadi gangguan Kamtibmas.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan kerjasama antara polisi dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Kegiatan sambang warga yang dilakukan oleh Polisi RW DitBinmas Polda Sulbar juga bertujuan untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa Polisi selalu hadir ditengah masyarakat untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif.(*/Udin)
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Sulbar) menerima kunjungan silaturahmi dari perwakilan Jasa Raharja Mamuju, Kamis (16/5/24) di ruang kerja Dirlantas.
Dirlantas Polda Sulbar, Kombes Pol. Valentinus Virasandy Asmoro yang menyambut langsung kunjungan Jasa Raharja menyebutkan moment ini untuk meningkatkan koordinasi antara kepolisian dan lembaga asuransi.
Dalam kesempatan itu, juga dibahas berbagai isu terkait penertiban kupon Jasa Raharja di wilayah Majene dan Polman.
Menurut Dirlantas, sinergi antara Ditlantas Polda Sulbar dan Jasa Raharja sangat penting dalam upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kunjungan silaturahmi ini merupakan langkah positif dalam memperkuat sinergi antara kepolisian dan Jasa Raharja dalam menjaga keamanan masyarakat,” Kata Kombes Pol. Valentinus Virasandy Asmoro.
Sementara itu, Kepala PT Jasa Raharja Perwakilan Mamuju H Budianto menekankan pentingnya koordinasi yang intensif antara Jasa Raharja dan Dirlantas Polda Sulbar.
“Kunjungan ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus bersinergi dengan pihak kepolisian. Kami berharap, melalui pertemuan ini, kita bisa memperkuat koordinasi dalam penanganan kecelakaan lalu lintas, sehingga masyarakat yang mengalami musibah bisa mendapatkan penanganan dan santunan dengan cepat dan tepat,” katanya.
Selain silaturahmi, pertemuan ini juga diisi dengan diskusi mengenai berbagai strategi dan inovasi layanan yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas penanganan kecelakaan lalu lintas. Salah satu fokus utama diskusi adalah peningkatan efisiensi dalam proses klaim santunan bagi korban kecelakaan.(*/Udin)
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Direktorat Polairud Polda Sulbar kembali merilis hasil tangkapan kasus bom ikan, kali ini petugas mengamankan tiga tersangka dan 88 bahan peledak.
Diketahui tersangka bom ikan berinisial BS (41), AM (46) dan DT (43), ketiganya merupakan nelayan yang berasal dari Balikpapan Kalimantan Timur.
Kegiatan press rilis itu, dihadiri langsung, Kapolda, Danrem 142 Tatag, Danlanal Mamuju, Dir Polairud, Kadis Perikanan Provinsi dan Kadis Lingkungan Hidup Provinsi, Kamis (16/5/24) di Baruga Tribrata Polda Sulbar.
Kapolda Sulbar Irjen Pol Adang Ginanjar di dampingi Direktur Pol Airud Kombes Pol Deny Pudjianto menjelaskan kronologi penangkapan terhadap tiga tersangka, berawal dari kegiatan patroli rutin yang gelar oleh personel Polairud ke perairan pulau balabalakang Kecamatan Balabalakang Kabupaten Mamuju pada hari Sabtu (11/5/24) lalu.
Selanjutnya, pada hari Senin tanggal 13 Mei 2024 sekira pukul 09.00 Wita di Koordinat (2°27’’163″ LS & 117°19’42″2 BT) tim patroli melihat ada kapal yang mencurigakan. Saat kapal tim akan mendekat, Kapal tersebut langsung tancap gas kemudian tim melakukan pengejaran menggunakan perahu karet.
Alhasil kapal yang dikejar oleh tim patroli Ditpolairud di temukan dengan posisi akan berlabuh di salah satu pulau di Kecamatan Balabalakang yakni pulau Samataha.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, tim langsung memeriksa kapal beserta muatannya dan menemukan adanya botol kaca dan botol plastik di bagian depan lambung kapal dan setelah diperiksa secara cermat, tim menduga bahwa isi dalam botol kaca dan plastik itu adalah bahan peledak.
Dari interogasi awal yang dilakukan kepada Juragan kapal yaitu BS, pihaknya juga mengakui bahwa isi dalam botol kaca dan botol Plastik tersebut adalah bahan peledak jenis bom ikan.
Atas perbuatannya, BS dan dua rekannya yang diamankan petugas dijerat dengan dua pasal yaitu pasal 1 ayat 1 undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman dua puluh tahun penjara.
Pasal lainnya yaitu pasal 84 ayat 1 undang-undang nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp1.200.000.000,00 (satu miliar dua ratus juta rupiah).
Untuk Barang Bukti yang di amankan petugas berupa botol kaca bekas bir yang diduga berisi Handak sebanyak 34 botol, Botol Plastik bekas Aqua yang diduga berisi Handak sebanyak 40 botol dan 14 botol yang sudah dirakit dengan pemberat.
Barang bukti lainnya berupa perahu kayu, selang kompresor, Sepatu katak, detonator atau sumbu rakitan.
Sama seperti pengungkapan sebelumnya, diketahui bahwa peledak bom ikan dirakit sendiri dengan campuran pupuk cantik, korek api kayu, cat perak yang diisi dalam wada botol kaca dan plastik. Tersangka mengaku bahan-bahan itu mereka peroleh dengan membeli di salah satu toko yang ada di Balikpapan.
Sama seperti press release sebelumnya, Kapolda Sulbar akan terus berkomitmen melakukan upaya terbaik seperti patroli dan koordinasi dengan pihak terkait untuk memberantas aksi bom ikan di Sulbar demi menjaga ekosistem laut.
Harapannya, lewat upaya tersebut aksi bom ikan yang tentu sangat berbahaya dapat diminimalisir hingga diberantas ke akar-akarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, kata Kapolda tulang ikan yang terkena bom akan langsung remuk dan perutnya pecah sehingga dagingnya berpotensi berbahaya saat dikomsumsi.(*/Udin)
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Menutup kegiatan taklimat akhir audit kinerja tahap I 2024 aspek perencanaan dan pengorganisasian, Kapolda Sulbar Irjen Pol Adang Ginanjar didampingi Wakapolda dan Irwasda juga berharap melalui kegiatan ini predikat WTP (Wajar tanpa pengecualian) yang sudah diraih sejak tahun 2014 bisa tetap dipertahankan.
Dikesempatan yang sama, Kapolda juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh Kasatker dan Kasatwil yang telah mendukung sehingga pelaksanaan audit kinerja tersebut dapat berjalan lancar sesuai waktu yang direncanakan.
Kapolda yakin dengan komitmen dan dedikasi segenap jajaran khusus inspektorat selaku Apip yang selama ini telah terbukti banyak berperan dalam meningkatkan akuntabilitas kinerja akan mampu mewujudkan perencanaan yang baik di Polda Sulbar.
“Komitmen ini sudah dibuktikan dengan hasil Ikpa Polda Sulbar bukan hanya juara ditingkat Provinsi Sulbar akan tetapi juga juara terbaik tingkat mabes polri,” tutur Kapolda.
Lebih lanjut kata Kapolda momen audit kinerja ini kita jadikan sebagai sarana untuk evaluasi setiap temuan berulang, baik dibidang sumber daya manusia, logistic, perancanaan, garku pada setiap satuan kerja di jajaran Polda Sulbar.
Untuk itu segera lakukan tindaklanjut perbaikan atas temuan yang telah disampaikan oleh tim audit sesuai dengan rekomendasi yang diberikan, tegas Kapolda.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir para pejabat utama, Kapolres jajaran, para Kasat dan Kabag serta seluruh tamu ndangan lainnya, Rabu (15/5/24) di Aula Marannu Mapolda.(*/Udin)