
Polres Meranti Gelar Supervisi Rekrutmen Proaktif, Putra-Putri Asli Daerah Perbatasan Jadi Prioritas
![]()
sidik24jam. Meranti – Polres Kepulauan Meranti menggelar kegiatan Supervisi Penyusunan Kajian Kebijakan Penyelenggaraan Personil Polri di wilayah perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar, Rabu (1/10/2025).
Acara yang berlangsung di Ruang Rupatama Tantya Sudhirajati Polres Kepulauan Meranti ini, juga dirangkai dengan pembahasan mengenai penerimaan anggota Polri jalur Rekrutmen Proaktif (Rekpro) dan Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) tahun 2025.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Assessor SDM Kepolisian Madya TK. III SSDM Polri, Kombes Pol Yohanes Agustiandru SH SIK MH, dan dihadiri Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Maitertika SH MH, beserta jajaran pejabat utama Polres.
Wakapolres Kompol Maitertika menegaskan bahwa Polri berkomitmen memperkuat penjagaan wilayah strategis, terutama daerah perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar, melalui jalur Rekrutmen Proaktif (Rekpro) dan Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus).
“Rekrutmen proaktif ini memberikan prioritas kepada putra-putri asli daerah perbatasan. Karena selain memahami karakter wilayahnya, mereka juga memiliki ikatan sosial budaya yang erat dengan masyarakat. Kehadiran personel lokal akan memperkuat pengamanan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Polri,” ungkap Kompol Maitertika.
Sementara itu, dalam paparannya Kombes Pol Yohanes menyampaikan bahwa Indonesia memiliki wilayah perbatasan yang sangat rawan terhadap berbagai ancaman seperti transnational crime, penyelundupan, illegal fishing, pelanggaran kedaulatan, hingga potensi konflik sosial.
Menurutnya, keterbatasan jumlah, kompetensi, dan distribusi personel Polri di daerah perbatasan masih menjadi tantangan besar. Transformasi rekrutmen melalui jalur Rekpro dan Bakomsus menjadi langkah strategis. Rekpro memastikan keterlibatan putra-putri asli perbatasan, sementara Bakomsus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan keahlian khusus, seperti di bidang siber, komunikasi, navigasi laut, kesehatan, bahasa asing, hingga intelijen.
“Semua proses ini harus dijalankan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan ketat, agar menghasilkan personel Polri yang profesional dan berintegritas,” jelasnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengumpulkan data primer sebagai bahan penyusunan naskah kajian kebijakan penyelenggaraan personel Polri di wilayah perbatasan, serta melakukan supervisi terhadap pelaksanaan Rekpro kelompok affirmative action. Selain itu, turut dilakukan peninjauan kesesuaian Polsek dan Polsubsektor di wilayah perbatasan sesuai Keputusan Kapolri No. Kep/119/I/2022.***
Editor…zamri.








Acara ini mendapat perhatian khusus dari jajaran Polda Riau. Hadir langsung Wakapolda Riau Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han. bersama sejumlah pejabat utama Polda Riau, di antaranya Karo Ops Kombes Pol Ino Harianto, S.I.K., M.M., Dir Samapta Kombes Pol Syahral M. Said, S.I.K., Dir Reskrimsus Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan, S.I.K., Dansat Brimobda Kombes Pol I Ketut Adi Wibawa, S.I.K., serta Kabag Binops Roops AKBP Dodi Wirawijaya, S.I.K.
Dari jajaran Polres Indragiri Hilir, kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K., didampingi Wakapolres Kompol Rizki Hidayat, S.E., S.I.K., M.H., para pejabat utama, perwira, bintara, hingga personel Batalyon C Brimobda Polda Riau.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dimulai dengan TFG yang berfungsi untuk memetakan potensi kerawanan, meningkatkan koordinasi antar-unit, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan gangguan kamtibmas.
Selanjutnya, personel mengikuti Simulasi Pengamanan Mako (SISPAMMAKO), guna melatih respon cepat menghadapi ancaman terhadap markas kepolisian. Latihan ini menekankan pada kesiapsiagaan jalur evakuasi, sistem pengamanan berlapis, hingga pembagian peran dalam kondisi darurat.
Kegiatan ditutup dengan Simulasi Pengamanan Unjuk Rasa (SISPAMUNRAS). Dalam simulasi ini, personel dilatih teknik negosiasi, pengendalian massa, hingga penggunaan peralatan sesuai standar prosedur dengan pendekatan humanis, agar aksi unjuk rasa dapat ditangani secara aman dan tertib.
Wakapolda Riau Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo S.H,M.Han menegaskan bahwa pelatihan semacam ini sangat penting dalam menjaga profesionalisme dan kesiapan aparat. “Kegiatan ini sangat bagus, karena mampu meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi situasi darurat maupun dinamika di lapangan dengan tepat dan terukur,” ujar Wakapolda.
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora, S.H, S.I.K, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan langkah, meningkatkan koordinasi, serta menguji kesiapan personel dan peralatan sebelum diterapkan dalam situasi nyata di lapangan.
