Berau, Kalimantan Timur — Warga Kampung Balikukup, Kecamatan Batu Putih, mengeluhkan tidak berfungsinya jaringan Wi-Fi bantuan dari Pemerintah Kabupaten Berau yang sebelumnya dapat dinikmati bersama.
Hal ini diketahui sejak salasatu warga menghubungi awak media dan menjelaskan secara detail.
Diketahui,Kampung Balikukup yang dihuni kurang lebih 300 kepala keluarga itu, mendapat bantuan Wi-Fi publik yang salah satunya dipasang di rumah kepala kampung. Namun, saat ini jaringan tersebut tidak dapat diakses oleh warga. Menurut keterangan warga, kata sandi (password) Wi-Fi tersebut telah diubah atau disembunyikan tanpa pemberitahuan.
“Warga sangat kecewa karena Wi-Fi yang dulu bisa diakses bersama, sekarang tidak bisa lagi. Apalagi Wi-Fi itu ada di rumah kepala kampung,” ungkap salah seorang warga.
Pulau Balikukup sendiri diketahui memiliki empat titik Wi-Fi yang dipasang sebagai bagian dari program layanan internet desa. Sayangnya, khusus Wi-Fi yang berada di rumah kepala kampung kini tak lagi ,bisa digunakan bersama warga sekitar komplek rumah kakamp.
Warga berharap agar fasilitas publik tersebut kembali difungsikan sebagaimana mestinya, sehingga bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat kampung secara adil dan merata. Pemerintah kampung diminta untuk lebih terbuka dan tidak memanfaatkan fasilitas umum sebagai akses terbatas. Fendy
Sidik24jam. Meranti— Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Drawshoot Billiard bekerja sama dengan Polres Kepulauan Meranti dan Persatuan Olahraga Billiard Seluruh Indonesia (POBSI) menggelar pembukaan FUN Game Billiard 2025, Rabu (18/06/2025). Kegiatan ini berlangsung di Drawshoot Billiard, Jalan Imam Bonjol, Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti 18 Juni 2025.
Acara pembukaan dihadiri oleh Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, bersama Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH., S.I.K., MH, unsur Forkopimda, kepala OPD, Camat Tebing Tinggi, Ketua KONI, pengurus POBSI, panitia penyelenggara, serta para peserta turnamen.
Kapolres Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang turut memeriahkan ajang ini. Ia menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi antar pecinta billiard di Kepulauan Meranti.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan olahraga di Meranti. Kami juga mencari bibit-bibit atlet potensial yang bisa bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia atas kerja keras dalam mempersiapkan acara, serta menekankan pentingnya menjadikan olahraga sebagai sarana pembinaan karakter dan peningkatan prestasi.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah untuk meningkatkan minat dan prestasi di bidang olahraga billiard. Billiard bukan sekadar hiburan, namun olahraga prestasi yang membutuhkan konsentrasi, strategi, dan keterampilan,” jelas Bupati.
Bupati juga menekankan bahwa Pemerintah Daerah mendukung penuh pengembangan semua cabang olahraga, termasuk billiard, sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkarakter.
“Kami berharap kegiatan ini bisa digelar secara rutin dan meningkat menjadi turnamen yang lebih besar. Turnamen seperti ini dapat menjaring bibit-bibit atlet baru dan memasyarakatkan olahraga billiard,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, kemenangan bukan segalanya, tetapi semangat kebersamaan dan saling menghargai jauh lebih penting.
“Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Tunjukkan kemampuan terbaik kalian dan tetap junjung tinggi nilai-nilai sportivitas,” pungkasnya.
Kegiatan FUN Game Billiard 2025 ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan olahraga billiard di Kabupaten Kepulauan Meranti serta menjadi momentum pembinaan atlet berbakat di daerah tersebut.****
Sidik24jam. Selatpanjang – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, meninjau langsung lokasi kebakaran gedung Sekolah MDA Al-Muhtadin di Jalan Rintis, Selatpanjang, Rabu (18/6/2025). Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, S.I.K, MH.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Asmar menyampaikan bahwa berdasarkan pengecekan awal, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik. Ia juga langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) agar proses hibah lahan dan pembangunan sekolah dapat segera dilakukan.
“Insyaallah akan kita prioritaskan. Jika anggaran memungkinkan, sekolah akan dibangun kembali tahun ini. Untuk sementara, anak-anak bisa belajar di masjid. Kami akan bantu penyediaan meja belajarnya,” ujar Bupati Asmar kepada wartawan di lokasi kejadian.
Ia menambahkan bahwa Pemkab Kepulauan Meranti tetap berkomitmen membangun kembali gedung sekolah tersebut, namun pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.
“Kita tetap usahakan pembangunan gedung baru MDA Al-Muhtadin, tapi perlu koordinasi dengan Kemenag terlebih dahulu. Kami juga harus melihat kekuatan anggaran daerah sebelum merealisasikannya,” tutup Bupati.***
Sidik24jam. Meranti– Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Kepulauan Meranti bersama sejumlah pihak melaksanakan kegiatan penanaman 2.079 pohon mangrove di Pantai Desa Mekong, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Rabu (17/6/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar 17 Juni 2025.
Selain Bupati, hadir pula Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH., S.I.K., MH, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala OPD, Camat Tebing Tinggi Barat Rinaldi, M.Si, serta Kepala Desa Mekong Lisya Kumala, S.KM.
Kepala Desa Mekong Lisya Kumala dalam sambutannya mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Pemerintah Desa Mekong dengan Polres Kepulauan Meranti dan berbagai pihak dalam kegiatan penanaman mangrove ini. Ia juga menyampaikan harapan agar rekomendasi pembangunan batu pemecah ombak segera mendapat persetujuan dari Bupati.
“Penanaman mangrove ini penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada bibir pantai. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada PWI dan PT ITA atas dukungan dan keterlibatannya,” ujar Lisya.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi wujud kecintaan terhadap alam dan lingkungan sekitar. Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga kelestarian lingkungan di Kepulauan Meranti.
“Penanaman mangrove ini bukan hanya simbolis. Ini bukti nyata bahwa kita peduli terhadap lingkungan. Saya harap kerja sama ini tidak berhenti hari ini saja,” kata Faroqi.
Ketua PWI Kepulauan Meranti juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian wartawan dalam memperingati Hari Pers Nasional, sekaligus bentuk sinergi bersama PT ITA dalam upaya pelestarian lingkungan.
“Kami berharap pembangunan batu pemecah ombak bisa segera direalisasikan, dan kami juga mendorong adanya jembatan nelayan agar wisata di Desa Mekong bisa terus berkembang,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya hutan mangrove sebagai penyangga ekosistem pesisir dan solusi terhadap persoalan abrasi yang kian mengancam wilayah pantai di Meranti.
“Tanaman mangrove memiliki banyak manfaat, mulai dari menstabilkan garis pantai, mengurangi erosi, hingga menjadi tempat berlindung bagi berbagai biota laut. Penanaman ini adalah langkah strategis menjaga keberlanjutan lingkungan kita,” ujar Bupati.
Ia juga berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremonial semata, melainkan menjadi gerakan kolektif yang terus dilanjutkan. Bupati mengajak warga Desa Mekong untuk menjaga dan merawat tanaman mangrove yang telah ditanam agar memberikan manfaat jangka panjang.
“Jika ini dijaga dan dikembangkan, kawasan mangrove bisa menjadi sumber ekonomi baru, terutama melalui ekowisata,” tambahnya.
Kegiatan penanaman mangrove ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menjaga ekosistem pesisir dan memitigasi dampak perubahan iklim, khususnya di wilayah rawan abrasi seperti Desa Mekong.***
Berau,Buser24.com: Aktivitas pembagunan pengamanan air di Sambaliung Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur yang bernilai 18 miliyar jadi sorotan LSM Lingkungan Hidup (Aliansi Jurnalis Penyelamat Lingkungan Hidup).
Dikarenakan tidak memakai k3 dan tidak mengikuti aturan yang sudah di tetapkan oleh pemerintahan setempat.
Hasil pantauan LSM Lingkungan Hidup bersama beberapa awak media pekerjaan yang tidak mengunakan k3 saat dilakukan pemasangan pancang atribut.
“Yang seharusnya di gunakan agar tidak membahayakan para pekerja,”ungkap fendi Ketua LSM Lingkungan usai chek pekerjaan tersebut.
Kami.dari LSM Lingkungan Hidup dan awak media meminta pada pihak dinas ketenaga kerja setempat untuk dapat menindak setiap proyek yang dalam pekerjaanya dapat membahayakan nyawa manusia dan mahluk hidup lainya,”tutup fendi…Bersambung.(Team Redaksi)
Sumatra Utara,-Warga Kota Tanjung Balai menolak aktivitas PMI (PEKERJA MIGRAN INDONESIA) Ilegal di wilayah mereka, hal ini ditandai dengan adanya spanduk bertebaran di seputaran desa yang kerap dijadikan segai pintu akses keluar masuknya aktivitas tersebut. Minggu (15 Juni 2025).
Adapun spanduk penolakan tersebut terpasang di beberapa kecamatan, antara lain :
– Datuk Bandar
– Sei Tualang Raso
– Teluk Nibung
Masyarakat tanjung balai menganggap aktivitas tersebut dapat mencoreng nama baik wilayah mereka, karna aktivitas itu merupakan aktivitas yang sangat bertentangan dengan hukum di negara ini.
Salah satu masyarakat di Kec. Teluk Nibung menyampaikan bahwa aktivitas tersebut dapat menjatuhkan martabat asli masyarakat disana .
“Terlepas dari aktivitas tersebut merupakan aktivitas ilegal, aktivitas tersebut juga dapat membahayakan keselematan jiwa para calon korban yang akan berangkat, karena akomadasi yang digunakan jauh sekali dari kata layak, dan sama sekali tidak memikirkan faktor keselamatan.”Ujar MS warga sekitar.
Warga tersebut juga mengatakan apabila hendak menjadi PMI (PEKERJA MIGRAN INDONESIA) hendaklah yang sesuai prosedur dan mengikut aturan yang berlaku, sebab kegiatan tersebut dilindungi oleh negara yang artinya tidak beresiko untuk keselamatan jiwa para calon pekerja.
Dimana sebelumnya, baru baru ini saja Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non-Prosedural yang dicegah kepulangannya oleh Aparat
Para pekerja migran tersebut dicegah kepulangannya oleh pihak Aparat di Tanjung Balai Asahan saat melakukan patroli pada tanggal (14/5/2025) kemarin.
Kapal yang diberhentikan, KM Sari Ulan I GT 15, diduga berlayar dari Perairan Malaysia menuju Perairan Tambuntulang, Silau Laut, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Kapal tersebut membawa 20 penumpang yang terdiri dari 18 laki-laki dan 2 perempuan.
Setelah kapal diberhentikan, petugas melakukan pemeriksaan dokumen terhadap para penumpang. Karena tidak ditemukan dokumen resmi yang sah, para Pekerja Migran Non-Prosedural kemudian dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Asahan untuk dilakukan pendataan.
Menteri Karding Tegaskan Tak Boleh Ada yang Main-Main soal Urusan PM I: “yang Nakal Saya Sikat Semua”. *(Tim)*
Sidik24jam.com – Bupati Sukabumi H. Asep Japar melepas Kafilah asal Kabupaten Sukabumi di Pondok Pesantren Darul Huffazh Al Matin Sukaraja, Sabtu, 14 Juni 2025. Pelepasan kafilah yang berjumlah 70 orang ini, untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XXXIX Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 di Kabupaten Bandung.
Berdasarkan data yang dihimpun, perlombaan tersebut akan dilaksanakan dari 14-21 Juni 2025. Dari Kabupaten Sukabumi sendiri, ada sekitar 35 peserta yang mengikuti berbagai perlombaan. Sementara sisanya berupa pembina dan official.
Bupati Sukabumi H.Asep Japar mengaku senang bisa melepas kafilah ini. Apalagi ketika melihat kecerian para peserta lomba. Terutama melihat semangat juang dalam mengemban amanah dan tugas untuk mengharumkan nama Kabupaten Sukabumi.
“Kesiapan, optimisime, dan tekad yang bulat sudah sangat terlihat dari setiap peserta. Ketiga hal itu pula menjadi modal utama dalam memberikan yang terbaik demi diri sendiri, keluarga, dan Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.
Dengan semangat juang yang tinggi ini, H. Asep berpesan agar benar-benar pula melaksanakan amanahnya dengan memberikan yang terbaik di setiap pertandingan.
“Perlombaan ini, jadikan sebagai ajang untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan wawasan. Baik yang diperoleh dalam pembinaan maupun dari pengalaman lainnya,” ucapnya.
Selain itu, H. Asep pun berpesan untuk terus berjuang dan bersemangat. Ia pun berharap agar semua rangkain yang diikuti berjalan lancar. Bahkan para peserta ini bisa menjadi teladan dalam menyebarkan nilai nilai keislaman yang rahmatan lil alamin.
“Apapun hasilnya nanti, kalian tetap yang terbaik untuk Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Sukabumi KH. Maftuhin Ahmad mengatakan, daerah terluas di Jawa Barat ini selalu masuk 10 besar. Bahkan salah satu lomba, Kabupaten Sukabumi menjadi juara pertama.
“Semoga tahun ini, kafilah Kabupaten Sukabumi menjadi yang terbaik dan membawa nama baik Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (M Rizwan)
Sidik24jam.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi menerima audiensi dari Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Sukabumi Utara (KSU) bersama Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, BPKAD, Bagian Tata Pemerintahan, Bappelitbangda, Bagian Hukum Setda, dan Bagian Organisasi Setda. Audiensi ini berlangsung pada hari Selasa, 10 Juni 2025, di ruang Badan Musyawarah (BAMUS) DPRD Kabupaten Sukabumi.
Audiensi dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP. Dalam pernyataannya, Budi Azhar Mutawali menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Sukabumi menerima aspirasi pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara. Beliau menjelaskan bahwa perjuangan pemekaran Kabupaten Sukabumi telah mencapai titik final, dengan seluruh persyaratan administrasi telah terpenuhi sesuai dengan pernyataan Pemerintah Pusat.
“Pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara dan kami menerima itu, kita sampaikan bahwa perjuangan pemekaran Kabupaten Sukabumi ini sudah titik final ini sudah disetujui dan seluruh persyaratan administrasinya sudah memenuhi syarat. Itu Pernyataan pemerintah Pusat yang sudah disampaikan kepada kami,” ujar Budi Azhar Mutawali.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa saat ini, proses pemekaran tinggal menunggu pencabutan moratorium pemekaran oleh Presiden Republik Indonesia. Setelah moratorium dicabut, secara otomatis pemekaran akan terjadi.
“Tinggal hari ini, bagaimana pemerintah pusat. Presiden mencabut moratorium pemekaran itu sendiri. Setelah dicabut tentu kita secara otomatis pemekaran itu terjadi. Tinggal bagaimana kita tetap istiqomah, terus berjuang, berdoa segera moratorium yang diputuskan pemerintah pusat segera dicabut oleh Presiden dan pemekaran itu terjadi,” tambahnya.
Dalam audiensi tersebut, DPRD Kabupaten Sukabumi menegaskan dukungan dari pihak eksekutif dan legislatif terhadap pemekaran DOB KSU. Pemerintah Kabupaten Sukabumi memastikan komitmen penuh terhadap keputusan yang telah disepakati bersama.
Ketua DPRD juga mengajak seluruh tokoh Sukabumi untuk berpikir secara rasional dan memahami harapan masyarakat Kabupaten Sukabumi yang telah lama memperjuangkan pemekaran ini. Ia menekankan bahwa saat ini, perjuangan hanya tinggal menunggu pencabutan moratorium oleh Presiden.
“Kami pastikan kami mengajak kepada semua tokoh Sukabumi. Kita berpikir secara rasional secara dengan pemikiran yang ingin, yang ngerti bahwa harapan masyarakat kabupaten ini sudah lama, perjuangannya sudah lama, kita tinggal menunggu saja. Jadi sebaiknya kita lanjutkan perjuangan ini tinggal menunggu apa yang menjadi harapan. Kita Moratorium itu dicabut oleh Presiden,” pungkasnya. (M Rizwan)
Sidik24jam.com – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP, menghadiri acara Grand Opening Ratu Fresh Mart dan Launching SPPG Palabuhanratu 2 dan SPPG Palabuhanratu 3. Acara ini berlangsung di Ratu Fresh Mart, Jalan Jendral Sudirman No.18 Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat,Selasa (10/06/2025).
Dalam sambutannya, Budi Azhar Mutawali menyampaikan apresiasi tinggi kepada manajemen Ratu Fresh Mart atas inisiatif dan kontribusinya dalam memajukan perekonomian di Palabuhanratu. “Atas nama pribadi dan lembaga DPRD Kabupaten Sukabumi, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran manajemen Ratu Fresh Mart atas inisiatif dan kontribusinya dalam meningkatkan perekonomian lokal di Palabuhanratu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Budi Azhar Mutawali menekankan bahwa Ratu Fresh Mart bukan sekadar pusat perbelanjaan modern, melainkan simbol transformasi ekonomi lokal. Keberadaan Ratu Fresh Mart menunjukkan bahwa pelaku usaha di daerah mampu bersaing dengan ritel-ritel besar nasional, membuktikan bahwa kemandirian ekonomi daerah bukanlah sekadar mimpi, tetapi kenyataan yang sedang dibangun bersama.
Peresmian SPPG Palabuhanratu 2 dan 3 juga menjadi sorotan dalam acara ini. Ketua DPRD menyampaikan bahwa langkah ini merupakan upaya nyata dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan publik dan barang kebutuhan pokok secara lebih cepat, efisien, dan terjangkau. Hal ini sejalan dengan semangat Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mendorong pemerataan pembangunan dan penguatan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP, menghadiri acara Grand Opening Ratu Fresh Mart dan Launching SPPG Palabuhanratu 2 dan SPPG Palabuhanratu 3. Acara yang berlangsung di Ratu Fresh Mart, Jalan Jendral Sudirman No. 18 Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Selasa (10-06-2025).
DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali, menegaskan akan selalu mendukung penuh inisiatif-inisiatif ekonomi yang berlandaskan pada pemberdayaan masyarakat, kemandirian usaha, dan kolaborasi lintas sektor. “Kami di lembaga DPRD meyakini, bahwa kekuatan ekonomi rakyat bukan dibangun dari pusat, tapi dari desa, dari kecamatan, dari pusat-pusat komunitas seperti ini yang tumbuh dari bawah, mengakar kuat, dan memberikan manfaat langsung,” ungkapnya.
Budi Azhar Mutawali juga mengajak seluruh pihak, baik pelaku usaha, masyarakat, maupun pemerintah, untuk mendukung keberlanjutan usaha seperti Ratu Fresh Mart dan SPPG. Ia menekankan bahwa kemajuan satu entitas bisnis lokal akan turut membangkitkan ekonomi daerah secara keseluruhan.
“Peresmian ini bukan titik akhir, melainkan titik awal dari perjalanan usaha yang panjang, yang membutuhkan konsistensi, inovasi, dan integritas. Mari kita jaga bersama semangat kolaboratif ini. Mari kita dorong lebih banyak lagi pengusaha daerah untuk tumbuh. Dan mari kita pastikan bahwa hadirnya Ratu Fresh Mart dan SPPG ini akan membawa manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (M Rizwan)
Sidik24jam.com – Sekda Ade Suryaman menghadiri Rapat Koordinasi Forum Kemitraan Pengelola Kerjasama Fasilitas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Tahun 2025 pada Jumat, 13 Juni 2025 di kantor BPJS Kesehatan Sukabumi.
Kepala BPJS Kesehatan Sukabumi
Sawal Sani Tarigan mengatakan Forum Kemitraan Pengelolaan Kerjasama Fasilitas Kesehatan (Faskes) Wilayah Kabupaten Sukabumi 2025 adalah forum yang bertujuan untuk menyinergikan semua pihak terkait dalam meningkatkan pelayanan fasilitas kesehatan di wilayah tersebut. Forum ini membahas berbagai isu, termasuk UHC (Universal Health Coverage) dan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).
“Tujuan dari forum ini adalah Meningkatkan Pelayanan Fasilitas Kesehatan melalui sinergi berbagai pihak,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Sekda Ade Suryaman, dirinya mengatakan Forum Kemitraan Pengelolaan Kerjasama Fasilitas Kesehatan Wilayah Kabupaten Sukabumi adalah untuk menyinergikan semua unsur terkait demi peningkatan pelayanan fasilitas kesehatan. Baik itu dari tingkat puskesmas, RSUD hingga RS swasta.
“Melalui transformasi ini BPJS Kesehatan dapat mewujudkan pelayanan yang mudah diakses, cepat, dan setara untuk setiap peserta Jaminan Kesehatan Nasional,” ungkapnya.
Untuk mencapai tujuan ini, pemerintah Kabupaten Sukabumi siap selalu mendukung program JKN dan memastikan penduduk Sukabumi memiliki jaminan kesehatan serta tidak memiliki kendala saat membutuhkan layanan kesehatan.
“kepada seluruh pihak terkait agar dapat mengoptimalkan program jaminan kesehatan nasional sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing, terutama dalam mendukung kualitas pelayanan kesehatan program JKN” Pungkasnya. (M Rizwan)