Sidik24jam.com – Franchise, atau waralaba, merupakan model bisnis di mana pemilik merek, yang kita sebut franchisor, memberikan hak kepada pihak lain, atau franchisee, untuk menjalankan bisnis menggunakan merek, produk, dan sistem operasional yang sudah terbukti berhasil.
Kini, bagi masyarakat yang tertarik untuk menjalankan usaha dengan sistem franchise, proses memperoleh izin jadi lebih mudah.
Pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag), baru saja menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 25 Tahun 2025, untuk mengatur tentang tata cara penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) oleh Pemerintah Daerah.
Peraturan terbaru ini dirancang untuk menyederhanakan proses pendaftaran izin waralaba.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyatakan bahwa pemilik waralaba kini dapat memakai bukti pendaftaran sebagai tanda sah untuk menjalankan usaha.
“Jika dalam waktu 5 hari surat tanda pendaftaran waralaba belum diterbitkan, maka dapat digunakan sebagai bukti untuk melaksanakan kegiatan usaha. “Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah keterangan resmi pada Kamis, (3/7/2025).
Budi juga mengungkapkan banyaknya keluhan yang diterima dari masyarakat terkait proses pendaftaran waralaba, sehingga adanya peraturan baru ini diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mempermudah wirausaha. Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya saing dan menciptakan ekosistem yang mendukung penciptaan lapangan kerja.
Ia menyoroti pentingnya dukungan terhadap sektor padat karya guna menarik investasi dan mempertahankan yang sudah ada.
“Dari perspektif yang sama, kita perlu menjaga pertumbuhan ekonomi nasional,” tuturnya.
Dengan semua langkah ini, diharapkan proses berbisnis di sektor waralaba menjadi lebih efisien dan ramah bagi para pengusaha. (M RIZWAN)
Sidik24jam. Pekanbaru- Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, didampingi Ketua Bhayangkari Pusat Ny. Juliati Sigit Prabowo, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau untuk meresmikan Hanggar Presisi Polda Riau dan memulai pembangunan 9 titik Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tahap II di jajaran Polres se-Riau, pada Minggu, (13/7/2025).
Dalam sambutannya, Kapolri menekankan bahwa agenda ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung transformasi kelembagaan, penguatan pelayanan publik, dan pembangunan sumber daya manusia unggul sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.
“Jadilah Polri yang bekerja dari hati, hadir di tengah rakyat, dan terus berbuat baik. Karena dari sanalah kekuatan sesungguhnya Polri berasal dari kepercayaan masyarakat,” tandas Kapolri.
Peresmian Hanggar Presisi Polda Riau menandai dimulainya babak baru dalam kesiapan operasional dan profesionalisme Polri. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat dukungan logistik dan operasional dengan teknologi terkini, memungkinkan respons cepat dan adaptif terhadap dinamika keamanan nasional dan lokal. Hanggar ini juga mendukung sistem pengawasan digital dan integrasi antar-unit sebagai bagian dari sistem komando modern.
Kapolri turut meninjau War Room RADAR (Riau Anti Cyber Crime) dan Command Center Polda Riau, yang berada di lantai dua Mapolda Riau. Kedua fasilitas ini menjadi pusat kendali teknologi untuk memantau, mendeteksi, dan menanggulangi kejahatan siber serta memfasilitasi layanan publik berbasis digital.
Groundbreaking pembangunan 9 titik SPPG Tahap II menjadi bagian dari prioritas nasional dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan pelajar.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan bahwa program ini ditujukan untuk 30.059 penerima manfaat di wilayah Riau, dan seluruh unit ditargetkan beroperasi penuh antara September hingga awal Oktober 2025.
“Program ini adalah bagian dari prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan kompetitif,” ungkap Kapolda Riau.
SPPG akan menyediakan makanan bergizi secara gratis dan terbuka untuk masyarakat umum, menegaskan peran Polri yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembangunan sosial jangka panjang.
Selain fokus pada intervensi gizi, Polda Riau juga aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Sebanyak 2,8 juta bibit jagung ditanam di atas lahan seluas 68,32 hektare di berbagai kabupaten/kota, dengan panen ditargetkan mencapai 73 ton pada Juli 2025. Ini menunjukkan peran strategis Polri dalam mendukung program swasembada pangan dan ketahanan nasional.
“Ini adalah bukti bahwa Polri bukan hanya penegak hukum, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan nasional,” tegas Irjen Herry.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga memaparkan perkembangan pembangunan Sentra Pelayanan Digital dan Gizi (SDPG) secara nasional, yang dimulai sejak 2019 di Sumatera Utara. Dari target 200 unit SDPG hingga akhir 2025, sebanyak 190 SDPG telah dalam tahap pembangunan, dengan 18 sudah beroperasi, 72 dalam tahap verifikasi, dan sisanya dalam konstruksi.
“Harapan kita, SDPG yang ada ini bisa bermanfaat bagi anak-anak kita dan para penerima manfaat untuk betul-betul mempersiapkan diri secara kualitas. Anak-anak yang sehat dan cerdas akan menjadi fondasi Indonesia Emas 2045,” ucap Kapolri.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Riau, pejabat utama Mabes Polri dan Polda Riau, Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Riau, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Kapolda Riau menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Kapolri terhadap kemajuan Polda Riau, yang dinilainya telah menjadi refleksi nyata dari visi Polri sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir dalam setiap lini kehidupan masyarakat.
Program-program strategis yang diresmikan dan dikembangkan di Provinsi Riau menunjukkan arah baru Polri dalam memperkuat perannya sebagai mitra pembangunan bangsa.
Melalui modernisasi infrastruktur, penguatan pelayanan publik, dan intervensi sosial berbasis gizi serta digitalisasi, Polri menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian penting dalam pencapaian visi besar Indonesia Emas 2045.***
Sidik24jam. Pekanbaru – Riau Bhayangkara Run 2025 dimulai pagi ini. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan flag off melepas para peserta.
Flag off dilakulan di garis start, depan Mapolda Riau, Kota Pekanbaru, Riau, pada Minggu (13/7/2025) pukul 06.00 WIB. Kapolri didampingi Irwasum Polri Komjen Dedi Prasetyo, Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryo Nugroho, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, dan Rocky Gerung.
Kapolri melakukan flag off untuk kategori 5K dan 10K. Sebelumnya, kategori 21K flag off dilakukan oleh Kapolda Irjen Herry dan Gubernur Riau Abdul Wahid.
Total ada 13.079 pelari bersiap untuk berlari di event terbesar se-Sumatera ini. Ribuan peserta sudah bersiap mengambil start di depan Markas Polda Riau, Kota Pekanbaru, pagi ini. Tidak hanya orang tua, tapi anak muda hingga bocil sudah siap berlari menjadi yang tercepat.
Ada tiga kategori lari pada Riau Bhayangkara Run 2025 ini, yakni 21K (nasional dan internasional), 10K, dan 5K. Para pelari tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari mancanegara.
“Tujuan kita ini adalah bukan hanya untuk merayakan Hari Bhayangkara, tapi kita bisa menunjukkan kepada seluruh masyarakat Indonesia, di luar Provinsi Riau, bahwa kita bisa melaksanakan yang insyaallah diikuti 14 ribu lebih peserta,” ujar Irjen Herry Heryawan***
Sidik24jam. Pekanbaru – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si menerima Anugerah “Ingat Budi” dan penabalan gelar adat Datuk Seri Setia Amanah dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Sabtu (12/7/2025). Acara berlangsung khidmat di Balai Adat LAMR, Jalan Diponegoro, Pekanbaru.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan dedikasi Kapolri dalam menjaga keamanan serta memajukan nilai-nilai kebangsaan yang selaras dengan budaya Melayu.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, dalam sambutannya menyebut bahwa penganugerahan ini merupakan bentuk konkret dari semangat membalas budi dalam adat Melayu.
“Ini bukan sekadar seremoni. Tapi bentuk penghormatan yang dalam kepada nilai budi dalam adat dan budaya Melayu,” ujarnya.
Makna “Ingat Budi” dalam Budaya Melayu
Konsep “Ingat Budi” dalam budaya Melayu memiliki makna filosofis yang dalam. Ia melambangkan penghargaan, empati, dan perilaku terpuji yang menjadi dasar peradaban Melayu. Filosofi ini tercermin dalam peribahasa “hutang emas dapat dibayar, hutang budi dibawa mati”.
Upacara adat penabalan dilakukan secara simbolik dengan berbagai ritual yang menggabungkan warisan tradisional dan nilai-nilai modern, menunjukkan bahwa adat tetap relevan di era kini, LAMR berharap anugerah ini memperkuat peran budaya dalam memperkokoh etika sosial dan membangun bangsa yang beradab.
Apresiasi Kapolri dan Harapan ke Depan
Dalam sambutannya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas anugerah tersebut, Ia menganggapnya sebagai amanah moral untuk terus menegakkan nilai-nilai luhur dalam setiap pengabdian.
“Anugerah ini adalah pengingat bahwa setiap langkah pengabdian harus berakar pada budi. Ini akan menumbuhkan kebaikan yang dikenang dan dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Kapolri juga menegaskan pentingnya budaya sebagai jangkar identitas bangsa di tengah tantangan global seperti konflik geopolitik, krisis iklim, dan disrupsi teknologi.
“Nilai budaya Melayu adalah arah moral bangsa. LAM Riau telah menjadi penjaga nilai itu, dan saya berharap terus menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi, kerukunan, dan gotong royong,” tambahnya.
Ia juga menyerukan sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan dan menyukseskan visi Indonesia Emas 2045.
Dukungan dari Tokoh Daerah
Gubernur Riau, Abdul Wahid, turut memberikan apresiasi atas kehadiran Kapolri dan menyebut penabalan adat ini sebagai bukti keharmonisan antara negara dan adat.
“Penghormatan adat kepada Kapolri adalah cermin bahwa adat dan negara dapat berjalan seiring dalam menjaga kehormatan, keamanan, dan kedamaian bumi Melayu,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, juga hadir dan mengucapkan selamat atas penganugerahan tersebut.
“Semoga dengan penabalan adat yang diberikan oleh LAMR ini, menjadi tradisi untuk memperkuat nilai-nilai budaya dalam tugas beliau sebagai Kapolri RI,” ujarnya.
Acara ditutup dengan jamuan makan bersama serta pantun adat yang disampaikan Kapolri sebagai bentuk terima kasih:
“Riau akan jadi ingatan. Takkan lapuk ditelan masa.”.
Sidik24jam. Pekanbaru-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima Anugerah Adat Ingatan Budi dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau), dalam sebuah prosesi adat yang khidmat di Balai Adat LAM Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Sabtu (12/7/2025).
Dalam prosesi adat tersebut, Kapolri dikenakan tanjak sebagai tanda kehormatan, selempang yang menyimbolkan keagungan dan perlindungan, keris sebagai simbol kekuatan, serta kalung pingat sebagai pengikat persaudaraan.
Puncak prosesi ditandai dengan tepuk tepung tawar, yakni ritual adat berupa percikan air dan dedaunan sebagai lambang harapan, doa keselamatan, dan kebijaksanaan.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil menjelaskan, anugerah ini adalah bentuk penghormatan mendalam terhadap nilai budi yang menjadi inti dari budaya Melayu.
“Ingatan budi bukan sekadar memori, tetapi kesadaran moral yang melahirkan empati, penghargaan, dan perilaku terpuji. Ini adalah nilai dasar peradaban yang menjadi jati diri masyarakat Melayu,” ujar Datuk Taufik.
Dalam amanahnya, Datuk Taufik menegaskan selain sebagai penghormatan, anugerah ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi besar Kapolri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia, termasuk di bumi Melayu Riau.
Menurutnya, Kapolri telah banyak menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk negeri ini, khususnya di Riau, melalui penanganan kebakaran hutan dan lahan, pendekatan penegakan hukum yang humanis, serta kebijakan strategis yang dieksekusi secara presisi oleh jajaran Polda Riau.
Datuk Taufik juga secara khusus memuji Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, yang dinilainya telah menerjemahkan kebijakan Kapolri secara tepat dan efektif.
“Kapolda Riau adalah figur pemimpin yang tidak hanya menjalankan tugas dengan tegas, tetapi juga dengan sentuhan kemanusiaan. Ia menjadi wajah Polri yang bersahabat dan solutif di tengah masyarakat Melayu Riau,” katanya.
Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya atas anugerah tersebut. Ia memaknainya sebagai bentuk amanah moral, sekaligus pengingat agar pengabdian Polri tetap berpijak pada nilai-nilai luhur dan keikhlasan.
“Anugerah ini adalah pengingat bahwa setiap langkah pengabdian harus berakar pada budi dan nilai-nilai luhur. Ini akan menumbuhkan kebaikan yang dikenang dan dirasakan oleh masyarakat,” kata Jenderal Sigit.
Ia juga menekankan pentingnya peran budaya dalam menjaga identitas bangsa, khususnya dalam menghadapi tantangan global seperti konflik geopolitik, krisis iklim, dan disrupsi teknologi.
“Nilai budaya Melayu adalah jangkar peradaban dan arah moral bangsa. LAM Riau telah menjadi penjaga nilai itu, dan saya berharap terus menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi, kerukunan, dan gotong royong,” tegasnya.
Kapolri menyerukan sinergi seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan agenda pembangunan nasional dan menjaga persatuan menuju Indonesia Emas 2045.
“Bangsa kita adalah bangsa yang beragam. Tapi dalam keberagaman itu kita satu kehendak, yaitu hidup rukun sebagai keluarga besar untuk mencapai cita-cita bersama. Persatuan adalah kekuatan kita,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Riau Abdul Wahid dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolri dan menegaskan bahwasanya penganugerahan ini mencerminkan hubungan erat antara institusi negara dan kearifan lokal.
“Penghormatan adat kepada Kapolri adalah cermin bahwa adat dan negara dapat berjalan seiring dalam menjaga kehormatan, keamanan, dan kedamaian bumi Melayu,” ujar Gubernur Wahid.
Kapolri menutup sambutannya dengan pantun adat yang menggambarkan rasa terima kasih dan penghargaan atas penghormatan yang diberikan.
“Riau akan jadi ingatan. Takkan lapuk ditelan masa,” ucap Kapolri.
Dalam prosesi itu, sejumlah tamu undangan nampak hadir, seperi Forkopimda Provinsi Riau, Ketua Umum Bhayangkari, sejumlah pejabat utama Mabes Polri, dan jajaran PJU Polda Riau. ***
Tanjung Redeb,Berau – Melihat dari situasi jetty penampungan batu bara di kampung saburakat. Kecamatan gunung tabur kabupaten Berau Kalimantan Timur yang diduga ilegal yang dikelola oleh oknum tak bertanggung jawab dan tidak menaati aturan mendasar dari UKL-UPL dalam pengelolaan Jety atau TUKS.
Dari investigasi yang dilakukan awak media dan lsm lingkungan hidup dilapangan ditemukan banyak batu bara yang diduga berasal dari penambang ilegal.
Saat awak media ini konfirmasi, Kamis,tanggal (10/07/2025). Kepihak Kapolsek gunung tabur pajri melalui via ponsel sampai saat ini belum ada tanggapan dan awak media dan LSM pun konfirmasi ke pihak Kanit pak uyu mengatakan ke pihak awak media dan LSM saya tidak tau terkait itu langsung saja ke kapolesek,”ungkapnya
Fendy.LA Ketua LSM Lingkungan Hidup Aliansi Jurnalis Penyelamat Lingkungan Hidup resmi akan membuat pengaduan ke Deputi Penegakan Hukum Lingkungan Hidup di jakarta dan meminta agar menindak pemilik dan penampung batu bara yang diduga ilegal di kampung saburakat sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku.
Dan Sanksi bagi penambang ilegal, atau penambangan tanpa izin, diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba). Sanksi utamanya adalah pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.
“Selain itu, pelaku juga bisa dikenakan sanksi tambahan seperti ganti rugi kerusakan lingkungan atau pencabutan izin usaha,”tutup fendi.(Team Redaksi)
.
Maluku Sidik24jam,com-
Saumlaki, 11 Juli 2025 — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Bandara Mathilda Batlayeri, Saumlaki, saat masyarakat dan jajaran Forkopimda Kabupaten Kepulauan Tanimbar menyambut kedatangan Komandan Lanal Saumlaki yang baru, Letkol Laut (P) Petrus Indra Cahyadi, S.T., M.T., M.Tr.Opsla, pada Jumat pagi (11/07/2025).
Letkol Petrus Indra Cahyadi yang resmi dikukuhkan sebagai Komandan Lanal Saumlaki pada 4 Juli 2025 di Lantamal IX Ambon, tiba bersama istri tercinta, Ny. Dina Petrus Indra, selaku Ketua Cabang 3 Korcab IX DJA III.
Kedatangan mereka disambut secara langsung oleh Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerisa, S.E., Ketua DPRD Richie Laurens Anggito, serta unsur Forkopimda lainnya: Danlanud IG Dewanto Letkol Pom Made Oka Dharmayasa, M.Han., Dandim 1507/Saumlaki Letkol Kav Kiswanto Yudha Kurniawan beserta ibu, Dansatrad 245/Saumlaki Letkol Lek Ardhi Cairova, Danyonif 734/SNS KKT Letkol Inf Pono Darmadi, S.Tr.(Han)., Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Ayani, S.P., S.I.K., M.H., beserta ibu, serta Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kelas II Saumlaki, Ignatius Yulianto Ariwibowo.
Turut hadir dalam penyambutan ini para perwira staf dan prajurit Lanal Saumlaki, serta anggota Jalasenastri Cabang 3 Korcab IX DJA III.
Sebagai bagian dari prosesi penyambutan, upacara adat dan tarian khas Tanimbar digelar sebagai simbol penerimaan resmi di Bumi Duan Lolat. Tradisi adat ini mencerminkan penghormatan serta penghargaan masyarakat Tanimbar kepada para tamu kehormatan.
Dalam sambutannya, Komandan Lanal Saumlaki menyampaikan rasa terima kasih dan syukur atas sambutan yang hangat dari masyarakat dan pemerintah daerah. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk memimpin Prajurit Garda Kokoh Samudera Lanal Saumlaki dalam menjaga pertahanan wilayah maritim di Kepulauan Tanimbar.
Serdang Bedagai, Sumatra Utara – Sinergi antara pemerintah desa, TNI, dan Polri kembali terjalin erat dalam mendukung kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) di Desa Sukajadi, Kecamatan Tanjung Beringin, Serdang Bedagai, Kamis (10/7/2025).
Kepala Desa Sukajadi, Sugianto, bersama Wakapolsek Tanjung Beringin, Ipda Brimen, dan Babinsa Koramil 11 Tanjung Beringin, Hermanto meninjau langsung kediaman mahasiswa KKN, menunjukkan kepedulian dan dukungan penuh terhadap keberadaan mereka.
Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah desa serta aparat keamanan dalam memastikan kelancaran dan kenyamanan 21 mahasiswa Unimed yang sedang mengabdi di Desa Sukajadi dan desa-desa lainnya di Tanjung Beringin.
Dalam tinjauan tersebut, Kepala Desa Sugianto, Wakapolsek Ipda Brimen, dan Babinsa Koramil 11 Tanjung Beringin, Hermanto secara bergantian memberikan imbauan dan motivasi kepada para mahasiswa. Mereka diingatkan untuk senantiasa peduli, menjaga diri dan lingkungan, serta aktif berinteraksi dengan warga sekitar.
Hal ini bertujuan agar mahasiswa dapat menyatu dengan masyarakat dan memberikan dampak positif yang maksimal selama masa KKN.
Para mahasiswa Unimed sendiri menunjukkan peran aktif mereka dalam membantu warga dan perangkat desa, dalam beberapa momen kegiatan desa.
Peran aktif mereka membuktikan bahwa peran kampus sangat besar dalam melayani dan mengedukasi masyarakat, menjembatani pengetahuan akademis dengan kebutuhan riil di lapangan.
Sidik24jam. Pekanbaru – Riau Bhayangkara Run 2025 tinggal menghitung hari. Event half marathon terbesar se-Sumatera ini akan diikuti oleh hampir 14 ribu pelari dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Anom Karibianto mengatakan Riau Bhayangkara Run 2025 adalah kali ketiga. Setiap tahun menunjukkan perkembangan yang positif.
“Alhamdulillah pelaksanaan Riau Bhayangkara Run ini sudah tiga tahun kita laksanakan dan dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan yang positif,” kata Anom kepada wartawan, Kamis (10/7/2025).
Bahkan tahun ini, peserta lari Riau Bhayangkara Run mencapai hampir 14 ribu. Anom mengapresiasi dukungan media yang menggelorakan kegiatan ini.
“Tahun lalu, peserta jumlahnya 10 ribu dan tahun ini alhamdulillah dukungan teman-teman, alhamdulillah pesertanya 13.079 mendekati 14 ribu. Ini tidak lepas dari peran media,” imbuhnya.
Anom meyakini, event ini akan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi Kota Pekanbaru sebagai tuan rumah, tetapi Provinsi Riau secara umum.
“Kalau 14 ribu peserta yang akan hadir di Kota Pekanbaru, dari seluruh Indonesia, baik itu masyarakat umum dan komunitas-komunitas pelari, tentu ini akan membawa dampak positif bagi Kota Pekanbaru khususnya, dan Prov Riau umumnya,” ungkapnya.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa Provinsi Riau mampu menyelenggarakan event berskala internasional.
“Artinya kita ingin membuktikan bahwa kita mampu menyelenggarakan event nasional, bahkan internasional. Karena pelarinya ada dari mancanegara, yang mana tahun lalu tidak ada pelari internasional,” jelasnya.
Riau Bhayangkara Run ini diyakini membangkitkan perekonomian di Kota Pekanbaru, khususnya. Bahkan tingkat okupansi hotel-hotel di Kota Pekanbaru meningkat pesat menjelang Riau Bhayangkara Run.
“Hotelnya penuh. Mulai Jumat, 11 Juli besok mungkin agak kesusahan sampai dengan Minggu, 13 Juli nanti. UMKM juga akan menggeliat,” katanya.
Riau Bhayangkara Run 2025 digelar pada Minggu (13/7). Kegiatan ini akan dibuka Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang akan melakukan flag off.***
Sidik24jam. MERANTI – Polres Kepulauan Meranti melaksanakan Kegiatan Zoom Penanaman Jagung Serentak Kuartal III di Lahan Perhutanan Sosial di Lahan Milik Ketua Kelompok Tani Mantiasa Maju Bapak Zulqodri, Jalan Pusara Desa Mantiasa Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Rabu (09/07/25).
Dalam sambutannya Kapolres Meranti melalui Kabag SDM Polres Meranti Ali Azar, S.Sos menyampaikan Atas nama Kapolres Kepulauan Meranti, saya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Pertanian dan pengelolaan lahan perhutanan sosial adalah bagian penting dari pembangunan nasional yang berkelanjutan.
“Kami di jajaran kepolisian, khususnya Polres Kepulauan Meranti, siap bersinergi dan mendukung program-program pemerintah yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.”
Menurutnya kegiatan ini tidak hanya mencerminkan semangat gotong royong dan ketahanan pangan, namun juga merupakan bentuk nyata penguatan kolaborasi antar lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Kami percaya, keamanan dan ketertiban masyarakat akan semakin kokoh apabila didukung oleh ketahanan ekonomi, terutama dari sektor pertanian, Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan menjadi contoh baik dalam memanfaatkan lahan secara produktif dan berkelanjutan.”
Disamping itu, Muhajir Atas nama pemerintah Desa Mantiasa, saya menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini sebagai bagian dari upaya kita bersama dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pengelolaan lahan perhutanan sosial yang berkelanjutan.
Program ini tidak hanya memberikan manfaat dari sisi ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan membuka peluang kerja bagi masyarakat desa.
Saya berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara konsisten, dengan melibatkan masyarakat secara aktif, khususnya kelompok tani, sehingga hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.***