
![]()
Sidik24jam|Manyak Payed (Aceh Tamiang).
Tidak semua peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 dirayakan dengan kemeriahan. Di Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, momen bersejarah bagi Kepolisian Republik Indonesia justru menjadi pengingat akan beratnya ujian yang harus dihadapi para personel Polsek Manyak Payed Polres Langsa.
Sudah lebih dari tujuh bulan sejak banjir bandang menerjang Aceh Tamiang pada November 2025. Air bah yang datang tanpa ampun tidak hanya melumpuhkan aktivitas masyarakat, tetapi juga memporak – Porandakan Sektor Polsek Manyak Payed Polres Langsa hingga mengalami kerusakan berat dan tidak ditempati untuk melaksanakan kedinasan sebagaimana institusi Kepolisian.

Namun, bangunan boleh porak – poranda akan tetapi Semangat pengabdian tidak pernah ikut runtuh.
Sejak musibah itu, seluruh aktivitas pelayanan kepolisian dalam melayani masyarakat, untuk sementara dipindahkan di sebuah gedung bekas perpustakaan milik Kantor Camat Manyak Payed. Gedung sederhana itu kini menjadi saksi bagaimana para personel tetap menjalankan tugas negara dengan penuh dedikasi di tengah keterbatasan.
Ruang kerja yang sempit, fasilitas yang minim, hingga meja dan kursi sederhana yang digunakan untuk melayani masyarakat tidak pernah menjadi alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan. Warga yang datang tetap disambut dengan sikap ramah dan pelayanan yang maksimal, sebagaimana tugas utama Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Kapolsek Manyak Payed, Iptu Sabaruddin, mengatakan “peringatan HUT Bhayangkara tahun ini memang terasa berbeda. Tidak ada kemewahan, tidak ada kantor yang megah. Namun, ada rasa syukur yang jauh lebih besar karena di balik musibah tersebut tersimpan kabar yang membawa harapan baru.
“Ada anugerah di balik bencana. Mabes Polri akan segera membangun kembali Kantor Polsek Manyak Payed yang rusak akibat banjir. Ini menjadi semangat baru bagi seluruh personel,” ujar Iptu Sabaruddin saat ditemui di kantor sementara, Selasa (30/6/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, khususnya Bupati Armia Fahmi dan Camat Manyak Payed Muammar Khadafi, yang telah memberikan dukungan dengan meminjamkan gedung perpustakaan sebagai kantor sementara.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan sangat penting dalam menjaga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan meski di tengah situasi darurat.
Meski bekerja dalam kondisi yang jauh dari ideal, tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tidak pernah berhenti. Justru pascabencana, Polsek Manyak Payed semakin aktif hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-80, jajaran Polsek Manyak Payed juga menggelar bakti sosial berupa pemberian santunan kepada masyarakat kurang mampu yang terdampak banjir serta melaksanakan aksi gotong royong membersihkan fasilitas MCK di Masjid Raya Manyak Payed.
Tidak berhenti di situ, berbagai kegiatan pembinaan masyarakat juga terus dilakukan. Bertepatan dengan momen pertandingan Piala Dunia, Polsek Manyak Payed mengadakan nonton bareng bersama masyarakat sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kedekatan emosional antara polisi dan warga.
Di berbagai sudut wilayah Manyak Payed, spanduk-spanduk berisi ajakan memerangi narkoba, mencegah pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan menjaga keamanan lingkungan turut dipasang sebagai bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat.
Bagi Iptu Sabaruddin dan seluruh anggotanya, memperingati HUT Bhayangkara bukan sekadar mengenang perjalanan panjang institusi Polri. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat bahwa pengabdian sejati tidak ditentukan oleh megahnya bangunan kantor, melainkan oleh ketulusan hati dalam melayani masyarakat.

Di tengah bangunan yang masih menyisakan luka akibat banjir, Polsek Manyak Payed membuktikan bahwa dedikasi tidak pernah hanyut bersama derasnya arus. Justru dari ruang kerja sederhana itulah semangat Bhayangkara terus hidup—menghadirkan rasa aman, menebarkan kepedulian, dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Sebab pada akhirnya, yang membuat Polri tetap berdiri bukan hanya kokohnya gedung, melainkan kokohnya komitmen para personel yang tak pernah berhenti mengabdi untuk negeri
Reporter : Andi



