
![]()
PADANG — Proyek pembangunan gedung ruang praktik pendidikan nonformal di Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, kini menjadi sorotan tajam. Meski secara fisik telah rampung, bangunan hasil proyek senilai ratusan juta rupiah itu justru tak kunjung dimanfaatkan. Kondisinya kian memprihatinkan—kusam, tertutup, dan tidak terawat.
Proyek yang dikerjakan oleh CV Utama Konstruksi ini merupakan bagian dari program peningkatan sarana pendidikan yang didanai oleh anggaran pemerintah. Namun fakta di lapangan menunjukkan, fasilitas ini justru menjadi bangunan kosong yang mengendap tanpa kejelasan fungsi.

“Kami melihat bangunan ini selesai sejak lama, tapi tak ada kegiatan apa-apa. Sekarang malah mulai rusak. Apa gunanya dibangun kalau hanya untuk jadi pajangan?” keluh seorang warga setempat kepada awak media Rabu (14/5/2025).
Gedung ini semestinya difungsikan sebagai ruang praktik dan ruang guru kesetaraan untuk masyarakat dan pelajar pendidikan nonformal. Namun alih-alih membawa manfaat, keberadaannya kini justru menjadi simbol pemborosan anggaran. Warga menilai proyek ini tidak hanya mangkrak, tapi berpotensi menimbulkan kerugian negara karena aset yang telah dibangun tidak digunakan dan mulai rusak sebelum sempat difungsikan.
“Kalau dihitung, bukan hanya bangunan yang sia-sia. Perabotan di dalamnya juga mubazir. Ini uang rakyat, bukan uang pribadi. Harusnya ada pertanggungjawaban,” tegas warga lainnya.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak CV Utama Konstruksi maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang. Upaya konfirmasi terus dilakukan oleh tim awak media.



