Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Menyikapi maraknya fenomena pengendara motor dibawah umur, Satgas Preemtif Ditlantas Polda Sulbar dalam operasi Keselamatan Marano 2024 kali ini menyasar pelajar yang ada di bangku sekolah menengah pertama (SMP) di Mamuju.
Terlihat petugas Ditlantas di SMPN 1 Mamuju memberikan penjelasan terkait aturan dan tata tertib berlalu lintas yang baik dan benar, Senin (11/3/24).
Memang boleh anak SMP naik motor? Tanya petugas saat memberikan penjelasan kepada para siswa-siswi. Dijelaskan batas minimal usia mengemudi kendaraan di Indonesia adalah 17 tahun, ini juga merupakan syarat utama membuat Surat Izin Mengemudi (SIM).
Untuk itu demi keselamatan berkendara, syarat ini harus dipedomani setiap pengendara karena jika melanggar tentu ada hukuman hingga denda yang akan dikenakan bagi setiap pelanggar saat dirazia petugas.
Berkendara dengan tidak mengikuti tata tertib itu berbahaya adik-adik, sadar tidak sadar pengendara yang tetap melanggar aturan sebenarnya bahaya tengah mengintai keselamatan mereka.
Jadi mulai hari ini dan seterusnya kedepan tidak boleh ada lagi yang mengendarai motor sendiri ke sekolah, minta orang tua untuk mengantar ataupun gunakan kendaraan layanan umum.
Sementara itu, pihak sekolah mengapresiasi Ditlantas Polda Sulbar yang telah memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang aturan dan tata tertib berkendara. Terimakasih bapak dan ibu Polisi kami siap bantu wujudkan generasi yang peduli dan patuh tata tertib berkendara demi keselamatan dan kemanusian.(*/Udin)
Sidik24jam.com, MAMUJU — Ratusan masyarakat terlihat berbondong-bondong berbelanja di pasar murah yang diadakan Pemerintah Kabupaten Mamuju lewat Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan di Lapangan Ahmad Kirang, Kemarin.
Mereka datang sejak pukul 6:30 wita sembari menunggu antrian untuk membeli sejumlah kebutuhan pokok seperti beras,minyak goreng,telur,sampai daging ayam.
Bupati Mamuju Hj. Sitti Sutinah Suhardi, menyampaikan harapan agar pasar murah yang dilakukan dapat membantu masyarakat, terlebih saat ini sedang mendekati Bulan Ramadan.
Gelaran pasar murah ini direncanakan akan dilakukan lagi selama Bulan Ramadan.
“Khusus untuk Kecamatan Mamuju, kita usahakan setiap dua minggu sekali. Sementara untuk kecamatan lain, akan kita rangkaikan dengan Safari Ramadan. Jadi sembari kita berkeliling safari, juga akan ada Pasar Murah untuk masyarakat kita,” Kata Bupati Mamuju Sutinah Suhardi, Sabtu 9 Maret 2024.
Niatan ini disambut baik oleh warga, terbukti lewat pengakuan beberapa orang yang hadir dan mengungkapkan adanya selisih harga yang signifikan antara pasar konvensional dan Pasar Murah helatan Pemkab mamuju.
Dahlia,salah seorang warga lingkungan puncak, mengaku sangat terbantu adanya pasar murah, meski wanita paruh baya ini hanya mendapatkan minyak goreng sebab ia terlambat ikut mengantri,namun selisih dua sampai enam ribu rupiah sudah sangat berarti bagi dirinya, sebab jika ia menghitung pembelian yang ia rencanakan, maka selisih yang akan diperoleh akan semakin banyak.
Dirinya bersama ibu-ibu lain mengharapkan pasar murah harus lebih sering dilakukan dan barang yang dijual dua kali lebih banyak agar masyarakat juga bisa lebih banyak yang mendapat kebutuhan pokok lebih murah sehingga dapat mengurangi pengeluaran belanja kebutuhan mereka.
Meski selisih harga barang hanya ribuan rupiah dibandingkan dengan barang dipasar tradisional namun ternyata tidak demikian perhitungan sejumlah ibu rumah tangga yang memadati lokasi.
Salah satunya Hasnirah, ibu yang beralamat di jl tuna ini mengaku bisa berhemat jika berbelanja di pasar murah.
“Bayangkan ki’ kalau dua sampai empat ribu rupiah selisihnya minyak,beras juga ada selisihnya kalau beli disini,telur juga,maka pasti bisa sampai puluhan ribu kita hemat kasian kalau ada pasar murah,kata Hasnirah,” salah satu ibu rumah tangga yang turut menimpali.
Sayangnya, meski cukup banyak stock barang telah disiapkan, namun ternyata banyaknya warga yang mengantre menyebabkan tidak semua mendapatkan barang yang diinginkan.
Beberapa komoditas yang disediakan dalam Pasar Murah ini antara lain:
1.) Beras Medium seharga Rp. 55.000,-/5kg
2.) Telur seharga Rp. 54.000,-/rak
3.) Minyak Goreng seharga Rp. 14.000,-/liter
4.) Tepung Terigu seharga Rp. 9.000,-/kg
5.) Gula Pasir seharga Rp. 16.000,-/kg
6.) Daging Ayam seharga Rp. 58.000/ekor
7.) Bawang Merah seharga Rp. 13.000,-/setengah kg
8.) Bawang Putih seharga Rp. 18.000,-/setengah kg.
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Polisi wanita (Polwan) cantik di Mamuju yang terlibat langsung dalam pelaksanaan operasi keselamatan Marano 2024 terlihat bagi-bagi stiker tertib berlalu lintas dengan sasaran utama para tukang ojek, Sabtu (9/3/24).
Saat memulai aksi menyasar para tukang ojek untuk berbagi stiker untuk ditempelkan langsung di kendaraan, para Polwan cantik itu juga mengajak para tukang ojek untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas khususnya di daerah Mamuju.
Selamat pagi pak, ini kami mau bagi-bagi stiker tertib berlalu lintas berkenang ya pak di pasang di kendaraannya sebagai pengingat untuk bapak dan orang lain yang nanti membacanya.
Sementara itu, aksi para Polwan cantik itu mendapat apresiasi dari para tukang ojek yang dikunjungi. Siap ibu Polwan kami siap menjadi pelopor berlalu lintas demi keamanan dan keselamatan.
Dikesempatan yang berbeda, Iptu Nopera selaku Satgas Preemtif Ditlantas Polda Sulbar mengatakan kegiatan ini untuk memberikan pengertian dan pengetahuan kepada para tukang ojek agar lebih tertib saat berkendara dengan memberikan informasi akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Untuk stiker yang dibagikan itu isinya beraga ada himbauan maupun petunjuk keselamatan berlalu lintas dan public addrres tentang konsultasi tertib berlalu lintas.(*/Udin)
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Kembali menggandeng pihak jasa raharja untuk melancarkan kegiatan sosialisasi tertib berlalu lintas dalam operasi keselamatan Marano 2024, Tak hanya mengunjungi pelajar tingkat atas dan masyarakat pada umumnya kali ini Ditlantas Polda Sulbar yang tergabung dalam Satgas Preemtif juga melakukan blusukan ke SD Rimuku Mamuju, Jumat (8/3/24).
Iptu Nopera menuturkan, pihaknya sengaja menargetkan anak-anak di sekolah dasar karena kebanyak dari mereka sudah diberi izin oleh orang tuanya untuk berkendara sendiri kesekolahnya menggunakan sepeda listrik.
“Sejauh pengamatan kita, pelajar yang bahkan masih duduk di bangku Sekolah Dasar, sudah diizinkan orang tuanya mengendarai sepeda listrik hingga sepeda motor ke sekolah. Padahal itu keputusan yang keliru dan bisa membahayakan keselamatan anak-anak,” tuturnya.
Di SD Rimuku terlihat Iptu Nopera bersama Jasa Raharja menyampaikan himbauannya kepada anak-anak tentang pentingnya keselamatan saat berkendara.
Menggunakan kendaraan itu punya aturan anak-anakku sekalian jadi meski memiliki kendaraan dirumah tidak boleh digunakan seenaknya apalagi di jalan raya karena resikonya besar.
Bersamaan itu, pihaknya juga meminta Kepala sekolah dan guru-guru untuk melarang setiap siswanya agar tidak menggunakan kendaraan sendiri ke sekolah, cukup diantar oleh orang tuanya demi keamanan dan keselamatannya.
Tak hanya memberikan himbauan dan sosialisasi pentingnya tertib berlalu lintas, Iptu Nopera bersama timnya juga mengajak para anak-anak sekolah dasar itu untuk seru-seruan dan bermain bersama.
Sementara itu, pihak sekolah SD Rimuku mengapresiasi kepekaan dan perhatian Ditlantas Polda Sulbar dalam memberikan himbauan keselamatan kepada semua kalangan khususnya anak-anak kami di SD Rimuku.(*/ Udin)
Sidik24jam.com, Pasangkayu – Suku Bunggu adalah nama yang diberikan kepada komunitas suku yang mendiami daerah pegunungan di Mamuju Utara dengan pola hidup nomaden. Beberapa di antara mereka telah berinteraksi dengan suku lain. Namun, tidak sedikit pula yang masih bertahan hidup di pedalaman dan menjadi komunitas suku terasing.
Suku Bunggu aslinya adalah Suku Kaili dari Sulawesi Tengah. Orang tua kami kemudian menyebar ke wilayah lain misalnya, Mamuju Utara karena hutan masih sangat lebat untuk dibuka menjadi perkampungan dan kebun seadanya. Suku inilah yang kemudian menjadi Suku Da’a, Suku Bunggu, dan suku-suku lainnya.
Penyebaran mereka hingga ke Mamuju Utara dan beberapa daerah lainnya lebih banyak dipengaruhi pola hidup nomaden atau hidup berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Rumah yang digunakan untuk berlindung dari terpaan sinar matahari, hujan dan serangan binatang buas, selalu dalam bentuk darurat atau tidak permanen.
Namun sekarang, beberapa suku Bunggu mulai menemukan titik balik dari kehidupan berkelana mereka menjadi hidup menetap dan membentuk sebuah perkampungan. Mereka mulai mengenal rumah berdinding dan berlantai papan. Atap memang masih tetap menggunakan daun rotan atau daun nira.
Rumah yang mereka bangun tetap dalam ukuran yang kecil sekira 4×6 meter. Bagian rumah tersekat menjadi dua, yakni ruang tempat menerima tamu dan bagian rumah yang lainnya, digunakan sebagai tempat beristirahat sekaligus langsung terhubung dengan tempat memasak. Tinggi rumah mereka rata-rata masih setinggi 2-3 meter dengan tangga tunggal yang terbuat dari batang kayu bulat yang dibuat coakan sebagai tempat pijakan kaki.
Suku Bunggu hidup berladang dan berpindah-pindah dengan membuka hutan dan membentuk sebuah komunitas atau perkampungan yang terdiri dari lima kepala keluarga (KK) atau maksimal 30 KK. Rumah mereka dibangun di atas pohon yang tingginya dapat mencapai 20 meter. Bentuknya sangat sederhana, sehingga sering disebut sebagai rumah pohon.
Selain rumah pohon, mereka juga kadang membangun rumah sederhana model panggung setinggi 2-3 meter. Lantainya terbuat dari bilah bambu atau kulit kayu yang dikelupas serta beralaskan tikar daun nipah atau daun pohon sagu yang dianyam seadanya. Karena keterbatasan alat, kedua jenis rumah ini hanya berdinding daun rotan, atau bahkan lebih banyak yang tidak berdinding.
Tiang-tiang rumah mereka adalah batangan kayu bulat utuh yang berukuran tidak terlalu besar. Untuk menyambungkan bagian satu dengan yang lainnya, tidak menggunakan paku, melainkan cukup hanya diikat rotan.
Suku Bunggu telah mengenal permusyawaratan adat. Selain menaati hukum pemerintah, mereka juga sangat taat terhadap hukum adat.
Ketua Bhayangkari Daerah Sulbar Ny. Miranti Adang dalam sambutannya mengucapkan terima Kasih kepada Seluruh masyarakat Suku Da’a di Dusun Saloraya Desa Gunung Sari dengan penyambutan yang sangat luar biasa,
“Saya Ketua Bhayangkari Daerah Sulbar bersama rombongan Sangat berterimah Kasih kepada Seluruh masyarakat Suku Da’a Dusun Saloraya Desa Gunung Sari telah menyambut kami dengan luar biasa”ucapnya.
“Hari ini kami laksanakan Bakti Sosial dalam rangka HUT Yayasan Kemala Bhayangkari ke 44 Thn 2024, kami menyapa berkenalan dengan Masyarakat Dusun Saloraya Desa Gunung Sari sangat Senang dan bahagia melihatnya, sekali lagi terima kasih banyak kepada kepala suku Sdr. Bapak Neso”tambahnya.
Diakhir sambutanya Ketua Bhayangkari Daerah Sulbar memberikan Pesan kepada anak-anak suku Da’a, “Berburulah Banyak Ilmu Anak-Anakku, Supaya Sulbar Makin Maju” pesan Ibu Kapolda Sulbar Ny. Miranti Adang.
Andi Latifa Arifin S.Pd, pemerhati seniman di Pasangkayu ini mengatakan, kunjungan ibu kapolda Ny Miranti Adang Ginanjar ke kampung Bunggu luar merupakan langkah positif dalam memperluas dialog antara komunitas dalam.
Hal ini memungkinkan ibu kapolda untuk mendengarkan dan melihat langsung kebutuhan masyarakat bunggu serta memperkuat keterlibatan pemerintah dalam membangun hubungan yang lebih baik.
“Di tambah lagi Penggunaan baju kulit kayu oleh ibu kapolda sendiri yang menunjukkan kearifan lokal masyarakat bunggu dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan,” Ujar Andi Latifa Arifin S.Pd.
Andi Latifa Arifin, pemerhati seniman Kabupaten Pasasangkayu mengatakan, Suku Bunggu adalah potret kekayaan budaya yang harus dilestarikan. Suku yang tinggal di kawasan pegunungan di Mamuju Utara ini punya berbagai keunikan, yang jarang dilakukan oleh manusia kebanyakan. Dimana suku ini hidup di atas pohon dan memanfaatkan alam sebagai sumber penghidupannya.
“Saya bukan orang bunggu asli, melihat ibu kapolda menggunakan baju kulit kayu, saya merasakan bahwa masyarakat bunggu bangga dengan melihatnya, Ini juga mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi unik mereka yang patut dihargai dan dilestarikan,” Tutup Andi Latifa Arifin.(*/Udin)
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Tim Satgas Preemtif Ditlantas Polda Polda Sulbar yang tergabung dalam operasi keselamatan Marano 2024 pada kegiatan sosialisasinya di SMA 3 Mamuju kali ini mengajak seluruh siswa-siswi dan para guru untuk menjadi pelopor budaya tertib berkendara, Kamis (7/3/24).
“Ayo bersama jadi pelopor budaya tertib bekendara demi keselamatan dan kemanusian,” seru Iptu Nopera bersama Tim Satgas Preemtif.
Dalam kesempatan tersebut pihaknya juga menyampaikan 11 sasaran pokok yang menjadi dasar penindakan operasi keselamatan saat ini. Untuk itu, diharapkan para guru maupun pelajar di SMA 3 Mamuju dapat mengambil peran dengan menjadi pelopor budaya tertib berkendara demi keselamatan.
Kita mulai dari diri saja dulu, kata Iptu Nopera. Saat berkendara perhatikan kelengkapan berkendara dulu misalnya surat-surat kendaraan maupun kelayakan fisik kendaraan rem kendaraan misalnya, spion, ban, wajid mengenakan helm dan sebagainya.
Semua yang disebutkan tadi , lanjut Iptu Nopera itu memang terdengar sepele namun sangat penting untuk menunjang keselamatan dan mencegah dari fatalitas kecelakaan saat berkendara.
Sementara itu, pihak sekolah mengucapkan apresiasinya kepada para petugas yang telah memberikan bekal terkait pentingnya berlalu lintas. Ini sangat penting dan bermanfaat untuk kami ibu Polwan dan kami siap jadi pelopor budaya tertib berkendara dengan memulai dari diri sendiri.(*/Udin)
Sidik24jam.com, Polman – Menyikapi kenaikan harga bahan pangan khususnya beras menjelang bulan suci Ramadhan 1445 H, yang dipicu karena meningkatnya kebutuhan masyarakat. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara berkolaborasi dengan Himpunan Pelajar Mahasiswa Kesehatan (Hipermakes) Kabupaten Polman menggelar bakti sosial.
Kedua organisasi tersebut menyasar masyarakat yang kurang mampu yang berada di beberapa wilayah seperti Kelurahan Madatte, Kelurahan Darma, Kelurahan Manding, Kelurahan Polewali, Kelurahan Anreapi dan Desa Buttu Lamba Kabupaten Polman, Rabu (6/3/24).
Ketua BEMNUS Kabupaten Polman Muh. Farid menyebutkan aksinya itu dilakukan sebagai bentuk peduli kemanusian untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat yang kurang mampu di masa-masa bahan pangan yang sedang mengalami lonjakan harga.
Selain memberikan bantuan sosial berupa bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir dan mie instant yang dikemas sebanyak 25 paket, dua organisasi mahasiswa itu juga memberikan konsultasi kesehatan kepada masyarakat yang sedang sakit.
Ini pak-ibu ada sedikit bantuan, berkenang diterima dan semoga bermanfaat, tutur para mahasiswa saat menyerahkan bantuannya.
Sementara itu, aksi kemanusian tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat dan berharap pemerintah juga bisa segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan yang ada saat ini, khususnya solusi lonjakan harga pangan menjelang Ramadhan.(*/Udin)
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Eduksi tertib berkendara terus dilancarkan Ditlantas Polda Sulbar dalam gelar operasi keselamatan Marano 2024 guna mewujudkan budaya tertib berlalu lintas.
Kali ini Ditlantas yang tergabung dalam Satgas Preemtif melancarkan sosialisasi dengan menyusuri anak sekolah dan komunitas ojek untuk kengedukasi pentingnya tertib berkendara demi keselamatan bersama, Rabu (6/3/24).
Iptu Nopera bersama tim Satgas Preemtif terlihat menyampaikan himbauan tertib berkendara dan mengajak seluruh kalangan yang dijumpai untuk menjadi pelopor keselamatan.
Memasuki hari ke tiga pelaksanaan operasi keselamatan saat ini, selain menyasar anak sekolah kita juga menyusuri komunitas ojek yang ada di Mamuju.
“Saat ini Polri sedang menggelar operasi keselamatan, adik-adik dan bapak-bapak mari bersama jadi pelopor keselamatan dan membudayakan tertib berlalu lintas demi keselamatan karena jatuh saat berkendara tak seindah jatuh cinta,” imbau Nopera.
Sementara itu, anak sekolah dan tukang ojek yang dikunjungi memberikan respon positif dan siap mendukung kepolisian dalam hal ini Ditlantas untuk mewujudkan budaya tertib berkendara.
Mulai dari diri saja dulu, selanjutnya kita sama-sama saling mengajak untuk tertib berkendara, karena keselamatan saat berkendara itu penting, tutup Iptu Nopera.(*/Udi)
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Kembali melancarkan kegiatan razia pada pelaksanaan operasi keselamatan Marano 2024, Aipda Ronald unit PJR Ditlantas Polda Sulbar yang memimpin aksi tersebut menyebutkan pihak terus melakukan kegiatan razia untuk mendorong masyarakat khususnya pengendara agar membudayakan tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.
Hari kedua pelaksanaan operasi keselamatan ini, kata Aipda Ronald kita fokus di simpang Lima Mamuju karena merupakan wilayah titik rawan terjadinya pelanggaran lalu lintas dan daerah rawan terjadinya kecelakaan Lalu lintas, Selasa (5/3/24).
Dari kegiatan tersebut, banyak pengendara yang harus kita berhentikan karena melanggar tata tertib berkendara misalkan tidak mengenakan helm, kendaraannya tidak ada spion, tidak menggunakan plat kendaraan dan beberapa pelanggaran lainnya.
Sebanyak 27 pengendara kita tegur dan 3 kendaraan harus kami tilang karena melanggar 11 sasaran pokok operasi yang tidak bisa ditolerir. Dari 3 kendaraan yang ditilang dua diantaranya adalah mobil truk.
Ditempat yang berbeda Direktur Lalulintas Polda Sulbar, Kombes Pol Valentinis Asmoro mengatakan, Operasi keselamatan Marano 2024 merupakan upaya Polri dalam mengedukasi masyarakat guna meningkatkan disiplin berlalu lintas dan menurunkan angka Kecelakaan Lalu lintas serta Pelanggaran Lalu lintas.
Pada operasi ini, personil mengedepankan penindakan berupa teguran serta memberikan tindakan tegas dan humanis berupa tilang kepada pengemudi yang menjadi atensi penyebab terjadi kecelakaan lalu lintas, ucap Dirlantas.
Pihaknya juga berharap melalui kegiatan hari ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam berlalu lintas, sehingga dapat menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan lancar.(*/Udin)
Sidik24jam.com, MAMUJU – Harga beras yang disubsidi Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat di Pasar Tradisional atau Pasar Baru Mamuju mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
Warga mulai merasa legah karena harga beras peremium sudah turun karena adanya program subsidi.
di Pasar Baru Mamuju, Jl Andi Makassau, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, harga beras peremium untuk 25 kilogram menjadi Rp 325 ribu yang sebelumnya Rp 400 ribu.
Kemudian untuk beras 10 kilogram dari harga Rp 165 ribu menjadi Rp 135 ribu.
Sementara untuk beras berat 5 kilogram juga turun dari harga Rp 85 ribu kini menjadi Rp 70 ribu.
Sedangkan untuk harga bahan pokok lainya seperti telur dan cabai mengalami kenaikan jelang ramadan.
Untuk harga telur naik dari harga Rp 45 ribu per rak kini menjadi Rp 55 ribu.
Kemudian untuk cabai kecil Rp 45 ribu,cabai besar 60 ribu dan cabai keriting Rp 55 ribu per kilogram.
Justru harga tomat yang turun dari Rp 35 ribu kini menjadi Rp 12 ribu per kilogram.
Salah satu ibu rumah tangga Dina mengaku, adanya harga beras yang disubsidi oleh pemerintah itu sangat membantu masyarakat.
“Pasti kami warga terbantu karena harga beras disubsidi jadi sedikit turun harganya,” ungkap Dina, Selasa 5 Maret 2024.
Namun di sisi lain, harga bahan pokok lainya seperti telur dan cabai justru mengalami kenaikan jelang ramadan ini.
“Beras memang disubsidi tapi harga bahan pokok lainya itu naik drastis, cuman tomatji yang turun ini harganya,” ujarnya.
Dia berharap pemerintah bisa kembali mengendalikan harga bahan pokok apalagi saat ini mau memasuki bulan puasa.(*/Udin)