Ambon sidik24jam, com-
TNI ANGKATAN LAUT. Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IX (Danlantamal IX) Brigadir Jenderal TNI (Mar) Suwandi, S.A.P., M.M., laksanakan _Courtesy Call_ (CC) ke Panglima Komando Daerah Militer XV/Pattimura bertempat di Jl. Makodam No.1, Kel Rijali, Sirimau, Kota Ambon. Senin (12/08/2024)
_Courtesy Call_ (CC) atau kunjungan kehormatan ini merupakan bentuk silaturahmi dan salah satu upaya membangun serta memperkuat sinergitas antara Lantamal IX dengan Kodam XV/Pattimura. Kegiatan tersebut juga merupakan kunjungan
perdana Brigjen TNI (Mar) Suwandi, S.A.P. setelah menjabat sebagai Danlantamal IX Ambon yang baru.
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Pangdam XV/Pattimura dan jajaran di ruang kerja Pangdam. Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Syafrial pada kesempatan itu mengucapkan selamat datang kepada Danlantamal IX Ambon yang baru di Makodam XV/Pattimura.
Danlantamal IX Ambon juga sangat berterima kasih karena pada kunjungan tersebut Brigjen TNI (Mar) Suwandi dapat diterima dengan baik dan hangat oleh Pangdam XV beserta jajaran.
“Saya sangat berterima kasih kepada Kodam XV/PTM karena sudah diterima dengan baik dan disambut hangat oleh Pangdam XV/PTM beserta jajaran” ujar Danlantamal IX.
Turut Hadir dalam kegiatan tersebut, Kasdam XV/PTM, Irdam XV/PTM, Asintel Kasdam XV/PTM, Wadan Lantamal IX, Asrena Danlantamal IX dan Aslog Danlantamal IX. (Dispen Lantamal IX)
SUMBAR|Sidik24jam.com–Nova Herianto, ST, MT, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Sumatera Barat, kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan infrastruktur jalan yang berkualitas di wilayah Sumatera Barat.
Dalam kesempatan wawancara Senin, 12 Agustus 2024, Nova menekankan bahwa jalan yang baik bukan hanya sekadar aksesibilitas, namun juga menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Jalan merupakan urat nadi perekonomian suatu daerah. Kualitas jalan yang baik akan berdampak positif terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari mobilitas, pertumbuhan ekonomi, hingga akses terhadap pelayanan publik,”ujar Nova.
Lebih lanjut, Nova menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
“Tidak hanya membangun jalan baru, namun juga perlu dilakukan pemeliharaan secara rutin agar kondisi jalan tetap optimal. Selain itu, kami juga memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan dengan menerapkan standar keselamatan yang tinggi dalam setiap proyek,”tambahnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, PPK 2.3 berkomitmen untuk menjalin kerjasama yang erat dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, serta media massa.
“Kami menyadari bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, kami membuka diri untuk menerima masukan dan saran dari berbagai pihak,”ungkap Nova.
Kolaborasi dengan Media dan LSM untuk memberikan informasi terkait Pembangunan Preservasi jalan Padang-Painan-Kambang.
Nova juga menekankan pentingnya peran media massa dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam mengawal pembangunan infrastruktur jalan.
“Wartawan dan LSM memiliki peran yang sangat strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan mengawasi jalannya proyek. Kami berharap dapat menjalin kerjasama yang baik dengan media dan LSM untuk bersama-sama membangun infrastruktur jalan yang berkualitas,” tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Nova juga menyampaikan bahwa PPK 2.3 akan terus berupaya untuk menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam setiap proyek yang dilaksanakan Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Sumatera Barat.
“Kami berkomitmen untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Selain itu, kami juga akan melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan terkait pembangunan infrastruktur jalan,”pungkasnya.
SUMBAR|Sidik24jam.com–Pengamat Hukum Kesehatan asal Sumatera Barat, Firdaus Diezo mendorong pemerintah daerah membuat peraturan turunan di daerah terkait pengawasan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dalam melindungi konsumen dari kandungan bromat.
“Kalau ingin serius tentu kita di daerah ini melalui pemerintah daerah harus memiliki Perda dalam mengawasi ini. Karena hal menyangkut kesehatan masyarakat dan nyawa yang mesti dipikirkan serius,” ungkap Firdaus Dalam diskusi media tentang regulasi pengawasan AMDK dalam melindungi masyarakat dari bahaya kandungan bromat yang melebihi baku mutu, Rabu 22 Mei 2024.
Ia menjelaskan, selain aturan daerah, saat ini sudah aturan yang mengatur tentang peredaran AMDK dalam Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan dan Undang- Undang Nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan.
Menurutnya, dalam aturan tersebut sudah menjelaskan, jika produsen wajib mencantumkan informasi kandungan produk pada kemasan termasuk untuk AMDK.
Namun, dalam peraturan lain ada yang mengatur terkait kandungan bromat ini untuk tidak melakukan uji laboratorium dulu, hingga sudah ada pengujian yang terakreditasi.
“Ya aturan khusus itu, ada pada Permenperin No 26. Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perubahan Atas Permenperin No 78M-IND/PER/11/2016 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Air Mineral, Air Demineral, Air Mineral Alami, dan Air Minum Embun secara Wajib.
Tapi kalau laboratorium ini sudah ada, maka kandungan bromat seharusnya dicantumkan dalam informasi di kemasan,” terangnya.
Sementara itu, Pengawas Farmasi dan Makanan BBPOM Padang, Azfrianty, menilai AMDK yang mengandung senyawa bromat di atas ambang batas sangat membahayakan kesehatan. Untuk itu produk AMDK tersebut bisa ditarik dari peredaran.
“Sesuai regulasi, AMDK yang terbukti memiliki kandungan senyawa bromat di atas ambang batas sehingga dinilai membahayakan kesehatan bisa ditarik dari peredaran,” terangnya.
Ia menjelaskan, sesuai UU No 18 tahun 2012 tentang Pangan, industri wajib mematuhi standar keamanan yang sudah ditetapkan. Ambang batas aman untuk bromat sesuai standar SNI adalah 10 ppb.
Tetapi untuk mengukurnya secara akurat hanya bisa dilakukan pada laboratorium yang memiliki perlengkapan memadai. Sementara saat ini di Sumbar, laboratorium yang tersedia belum bisa mengukur kadar bromat secara akurat.
Meski demikian ia menyatakan BBPOM Padang telah melakukan fungsinya untuk pengawasan semaksimal mungkin. Tidak hanya bromat, tetapi juga kandungan senyawa dan logam berbahaya lainnya.
Guru Besar Lingkungan Universitas Negeri Padang, Prof. Dr. Indang Dewata menyebutkan bromat sebenarnya bukan senyawa yang ada di alam. Bromat muncul dari proses ozonisasi pada air yang mengandung bromida.
Ia menilai salah satu cara untuk mengidentifikasi air kemasan mengandung bromat adalah dengan mengecek sumber air yang digunakan.
“Jika sumber air mengandung bromida maka bisa dipastikan air kemasannya mengandung bromat,” katanya.
Ia menyebut faktor yang mempengaruhi terbentuknya bromat diantaranya adalah PH Air, konsentrasi ion bromida dalam air, kadar ozon dan lamanya proses ozonisasi atau filterisasi air mengandung bromida.
Plt. Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Zulnadi menyebut konsumen memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dari produsen.
Kalau hal itu dilanggar, maka ada saluran untuk menyelesaikan sengketa yaitu melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen.
Dikutip dari laman Cek Fakta Klikpositif, disebutkan 3 dari 11 sampel yang diuji mengandung bromate di atas 10 ppb, yaitu 19 ppb, 29 ppb dan 48 ppb. Pengujian terhadap 11 merk AMDK tersebut dilakukan pada periode Maret – April 2024.
Dari hasil uji laboratorium tersebut, ditemukan rentang kandungan Bromat paling rendah berada di angka 3,4 ppb dan paling tinggi di angka 48 ppb. Sebelumnya, sejumlah akun di sosial media juga menyampaikan hasil uji kandungan bromat pada AMDK yang melebihi 10 ppb. Misalnya, akun @naktekpang yang memang memiliki latar belakang kimia.
SUMBAR|Sidik24jam.com–Masyarakat Sumatera Barat menyorot hasil kerja proyek yang dilaksanakan PT. Sarana Mitra Saudara di Jalan Nasional Preservasi kawasan jalan Padang -Lubuk Alung -Padang Pajang -BTS Kota Solok Sumatera Barat.
Masyarakat di Kota Padang dan Lubuk Alung menyorot hasil Perawatan pelebaran pasangan Aspal di sepanjang bahu jalan nasional tepatnya di kawasan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariman memprihatikan. Seperti Kualitas Aspal Berserak, ada yang retak, Bergelombang ,bangunannya juga ada yang pecah terlihat putus-putus dan patah.
Jalan Pada Lubuk Alung, kualitas aspal berserak dan diduga tidak berkualitas. Padahal pasangan Aspal yang dikerjakan PT. Sarana Mitra Saudara belum berlangsung lama, dan belum sampai satu bulan sejak dikerjakan.
“Hasilnya sangat mengecewakan, banyak yang Berserak dan pasangan Pasangan Aspal tidak merata,” ungkap Wayudi(30) warga yang melintas di kawasan itu.
Hasil data yang dihimpun Detik24jam.com proyek yang dikerjakan PT. Sarana Mitra Saudara merupakan program Kementerian PUPR wilayah Sumbar yang Sumber Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
Nama proyek yang dilaksanakan PT. Sarana Mitra Saudar Preservasi Jalan Padang -lubuk Alung – Padang Panjang Padang luar, Padang Panjang -BTS Kota Solok dengan Rp.13.357.147.000 miliar dan diantara titiknya lokasi perkejaan di jalan Nasional kawasan Lubuk Alung.
Jika hasilnya seperti ini, bagaimana bisa tahan lama. Selain Kualitas Berserak pasangan Aspal bahu jalan dan aspal juga banyak menggelembung,”ujarnya.
Ia berharap, terkait kondisi jalan tersebut harus dievaluasi pihak balai jalan nasional Provinsi Sumatera Barat, jikalau tidak bakal merugikan uang negara.
Gimana tidak, kan dengan korupsi uang negara. Kerja tidak sesuai seperti nilai kontrak, sehingga yang rugi masyarakat juga. Jadi kami sebagai masyarakat minta, ini bisa diusut tuntas ,”ujarnya.
Sementara terkait, hasil kualitas kerja, saat dikonfirmasi pejabat Balai Pelaksana Jalan Nasional PPK/SK-PJN PKK-1.1 melalui pesan whatsapp, dan di telpon WhatsApp, tidak ada Balasan.
Hingga berita ini, diturunkan Awak media masih berupaya untuk mengkonfirmasi kepada pihak yang terkait demi keberimbangan berita.
SUMBAR|Sidik24jam.com–Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) menargetkan perbaikan jalan lintas Padang-Painan di Pasar Ambacang, Barung-Barung Belantai, Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar tuntas akhir Mei 2024 ini.
Hal itu diungkapkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 BPJN Sumatera Barat, Nova Harianto mengingatkan kondisi pengerjaan jalan dan faktor cuaca selama perbaikan tersebut.
“Target 31 Mei 2024 sudah tuntas, karena kendala perbaikan tidak bisa dikerjakan di saat hujan, karena alat pancang menggunakan arus listrik tegangan tinggi dari genset,” ungkapnya pada Detik24jam, Rabu 24 April 2024.
Ia menjelaskan, saat ini untuk memastikan keamanan konstruksi pengerjaan, pihaknya terpaksa memberlakukan arus lalu lintas dengan buka tutup dari satu arah.
“Ya, saat ini karena jalan sempit akibat pengerjaan terpaksa kita berlakukan buka tutup satu arah secara bergantian,” terangnya.
Lanjutnya, saat untuk memastikan tidak ada gangguan lalu lintas, pihak mengimbau pengendara untuk bersabar dan memahami kondisi jalan yang saat sempit akibat perbaikan.
“Harapan bersabar karena masa pelaksanaan terpaksa terganggu lalu lintas areal sempit akibat bencana alam,” ujarnya.
Jalan Padang-Painan di Kampung Pasar Ambacang di Barung-Barung Balantai, Koto XI Tarusan adalah salah satu akses jalan nasional yang terban pasca banjir yang terjadi pada 7 Maret 2024, lalu.
Akibat kondisi itu, terpaksa dibuka tutup karena akses jalan dalam proses perbaikan, sebab sebagian badan jalan terban digerus air Sungai.
Sidik24jam.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan patroli udara menggunakan Helikopter, di jalur tol untuk mengecek kondisi terkini arus balik Hari Raya Idul Fitri 2024.
Tinjauan secara langsung tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan masyarakat dalam momen arus balik Lebaran khususnya via jalan tol, pada hari ini, Senin (15/4/2024).
Dalam hal ini, Kapolri melakukan peninjauan bersama dengan Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto .
Kapolri juga akan meninjau secara langsung penerapan rekayasa lalu lintas yang diberlakukan oleh jajarannya serta sektoral terkait pada arus balik Lebaran saat ini. Hal itu untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat yang mudik.
Usai melakukan patroli udara menggunakan Heli, Kapolri nantinya juga akan menggelar rapat koordinasi di Kantor Jasa Marga KM 70 Tol Cikampek Utama, Jawa Barat.
Nantinya, Kapolri akan mendengarkan pemaparan dari pengelola tol hingga jajaran kepolisian lalu lintas setempat terkait kondisi arus balik saat ini.
Kapolri nantinya juga akan menyampaikan tanggapan serta solusi kepada jajaran maupun pihak terkait demi mewujudkan arus balik yang aman dan nyaman bagi pemudik.(*/Udin)
PADANG,Sidik24jam.com- Polresta Padang siapkan sejumlah pos pengamanan, pelayanan dan terpadu selama perjalanan arus mudik dan liburan lebaran 2024.
Kasi Humas Polresta Padang, Iptu. Yanti Delfina mengungkapkan Pada Detik24jam, pada operasi ketupat atau lebaran 2024 ini Polresta Padang menyiapkan 13 pos.
Ia mengatakan, 13 pos tersebut, terdiri dari lima pos pengamanan, tujuh pos pelayanan dan satu pos terpadu.
Menurutnya, pos pelayanan itu khusus di kawasan pusat keramaian seperti di Basko, Transmart, Plaza Andalas, Pantai Air Manis, Pelabuhan Barau dan Pelabuhan Muaro.
“Sedangkan untuk Pos Terpadu, itu di Danau Cimpago. Kemudian, Pos PAM ada lima yaitu di Ladang Padi, Sungai Pisang, Masjid Al Hakim dan Simpang Tambing,” terangnya..
Ia menjelaskan, pembagian sebanyak 13 pos tersebut dibagi sesuai dengan kebutuhan dan hasil rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder.
Ia mengatakan, dalam operasi ketupat tahun ini yang mengisi sejumlah pos itu, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 270 personel.
270 personel itu terdiri dari unsur TNI, Polri, Dishub, Pol PP, Perdagangan dan Pariwisata. Di samping itu, pihaknya juga melibatkan 2 tim dari Dinas PU khusus di Ladang Padi.
Selain itu, juga ada satu tim dari BPBD, kemudian lima tim dari Senkom Mitra Polri yang tersebar di 13 pos yang telah disediakan.
“Dua tim dari dari Dinas PU di Ladang Padi itu khusus untuk menangani ketika ada longsor,”ujarnya.
SUMBAR,Sidik24jam.com–Balai Pengerjaan Jalan Nasional (BPJN) wilayah Sumatera Barat (Sumbar) melalui Kementerian Perkerjan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat jenderal Bina Marga Balai Pelaksana Jalan Nasional (PJN) terus memaksimalkan percepatan perbaikan jalan nasional jalur Padang-Pessel, jelang lebaran.
Selain perbaikan jalan, BPJN wilayah Sumatera Barat, juga menyiapkan sejumlah alat berat di daerah-daerah yang terdeteksi rawan bencana seperti di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 BPJN Sumbar, Nova Harianto mengungkapkan, salah satu daerah bencana yang kerap terjadi banjir dan longsor adalah di Kecamatan Koto XI Tarusan.
Selain di Koto XI Tarusan seperti di kawasan Berung-Berung Belantai, juga ada di Bungus kawasan Kota Padang.
Bahkan tidak hanya di sana, BPJN Sumbar juga menyiapkan alat berat untuk mencegah kemacetan akibat longsor di kawasan Bukit Pulai, Kecamatan Batang Kapas.”
Kita ada posko, dan alat rekanan standby di Painan, Bukit Pulai, Bungus, Berung Berung Belantai,” ungkapnya pada Awak media.
Selain fokus penanganan gangguan jalur lalu lintas akibat longsor, pihak nya saat ini juga fokus memantau dan memperbaiki jalan belum tertangani.
Menurutnya, khusus untuk penanganan jalan saat ini, pihaknya melaksanakan dengan fungsional untuk supaya cepat tertangani dan bisa dilalui aman oleh pengendara.
“Ya, sementara sebelum lebaran fungsional saja dulu agar jalur aman dilewati, setelah lebaran kita lanjutkan kesempurnaannya,” terangnya.
Selain itu, lanjutnya, untuk memaksimalkan penanganan gangguan jalur arus mudik di wilayah Padang-Kambang Pessel, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Polres.
“Ya, kita selalu udah koordinasi dengan Polres dan Satlantas untuk jalur lebaran,” ujarnya.
SUMBAR,Sidik24jam.com– Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)-2.3 Balai Pengerjaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sumatera Barat cepat tanggap tangani jalan nasional yang rusak di Padang- Painan-Kambang.
PPK 2.3 BPJN Sumbar, Nova mengaku, perbaikan jalan tersebut sesuai dengan kebutuahan dan laporan dari masyarakat. Dengan, pihak bergerak cepat dan melakukan perbaikan.
“Alhamdulillah, proses pengaspalan tambal sulam akan secepatnya kita selesaikan, sehingga masyarakat khususnya Sumbar dan aman berkendara aman,” terangnya.
Adi, salah satu pengendara memuji, tidakan cepat yang dilakukan PPK 2.3 BPJN Sumbar.
Ia mengatakan, dengan mulusnya jalan dan sudah bisa kita lalui walaupun ada beberapa pascah terdampak bencana alam dan Alhamdulillah konektivitas sudah menjadi lancar.
Pengendara Roda Empat, Andre, Ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat jalan yang ada berlobang Sudah di Tambal, cepat tanggap PPK 2.3 lakukan Tambal Padang-Painan-kambang dengan baik, jalan juga Sudah bisa di lalui walaupun ada yang pascah terdampak Bencana alam di Padang-Painan-Kambang melalui kementerian Pekerjaan umum dan direktorat jenderal Bina marga pelaksanaan jalan Nasional (PJN) Wilayah .II Pejabat komitmen PPK-2.3 provinsi Sumatera Barat,”jelasnya.
“Alhamdulillah jalan kami sudah lancar dan lebar. Jalan belubang setelah hitam tebal kami senang,”ujarnya lagi.
Pembangunan jalan nasional mulus Rehabilitas Minor Padang-Painan-Kambang ini adalah sasatu bentuk kepedulian Pemerintah Pusat dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat.
“Jalan mulus, saya rasa sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang hendak Mudik dari luar kota yang hendak menuju Padang dan Pesisir Selatan,”terang Nova.
Ia mengaku, sangat berkomitmen memperbaiki seluruh jalan di kewenagan untuk bisa tempu masyarakat dengan aman dan lancar.
“Jika ada yang bukan karena dampak bencana alam rusak cepat lapor, sesuai SOP akan kami tangani sesuai kebutuhan anggaran,”ujarnya.
PESSEL,Detik24jam.com– Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar menyebut, 12 unit jembatan gantung yang rusak pasca bencana di daerah itu bakal ditangani pemerintah pusat.
Hal itu, diungkapkan Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PU Pessel, Fahresi Eka Siska setelah adanya usulan Pemkab melalui Menteri PUPR RI dan BNPB.
“Sudah disetujui oleh Menteri PUPR RI, sekarang kita masih menunggu pagu anggarannya. Insya Allah tahun ini bakal segera dikerjakan,” ungkapnya pada Awak media, Kamis 4 April 2024.
Berdasarkan data yang dicatat Bidang Bina Marga, Dinas PU Pessel total jembatan yang rusak berat di daerah itu 20 unit.
Dimana menurutnya, dari 20 itu, sebanyak 8 unit akan dibangun melalui anggaran Kementerian PUPR, dan 4 jembatan lagi dibangun melalui BNPB.
“Ya, 4 jembatan lagi bakal dibangun BNPB dan usulan kita juga telah diterima. Sekarang kita tinggal menunggu pagu anggarannya,” terang Eka.
Sementara itu, selanjutnya untuk jembatan yang rusak lainnya yang menjadi kewenangan kabupaten akan ditangani melalui anggaran daerah.
Sedangkan, untuk 4 jembatan lainnya yang tidak bisa ditangani kabupaten, seperti di Langgai Kecamatan Sutera itu diusulkan kepada pemerintah provinsi.
Karena hal tersebut menurutnya, merupakan kewenangan Provinsi, dan juga telah mereka usulkan dan tinggal menunggu tindak lanjutnya dari pihak Provinsi.
“Kalau jembatan langgai itu kewenangan Provinsi, tapi sudah kita usulkan tinggal lagi tindak lanjutnya,”sebut Eka.
“Untuk jembatan yang rusak ringan dan jembatan-jembatan kecil perbaikannya kita dari Pemkab yang bakal mengerjakan.
Itu dikerjakan secara bertahap karena kondisi anggaran kita,” ujarnya.