
![]()
Sidik24jam.com | Aceh Tamiang – Kepedulian terhadap masyarakat tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk yang besar. Terkadang, sebuah uluran tangan sederhana justru menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi seseorang yang sedang berada dalam kesulitan.
Hal tersebut ditunjukkan jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Tamiang melalui aksi peduli kasih terhadap seorang warga bernama M. Yusuf (42), asal Stabat, Sumatera Utara, yang tengah berjuang menuju wilayah Lhoksukon, Aceh Utara, untuk menemui keluarganya sekaligus mencari pekerjaan.
Kisah M. Yusuf bermula ketika dirinya bertemu dengan seorang wartawan yang sedang melintas menggunakan sepeda motor untuk pulang ke rumah. Pertemuan tersebut terjadi tepat di depan gerbang masuk Kantor DPRK Aceh Tamiang.
Dengan kondisi serba keterbatasan, M. Yusuf kemudian meminta bantuan kepada wartawan tersebut agar dapat diberikan tumpangan hingga batas perjalanan yang memungkinkan. Setelah itu, ia berencana melanjutkan perjalanan menuju Lhoksukon dengan berjalan kaki.
Kepada wartawan, M. Yusuf menceritakan bahwa dirinya telah menempuh perjalanan dari Stabat hingga Kota Kualasimpang dengan berjalan kaki. Tujuannya adalah menuju Lhoksukon, tempat saudaranya berada, dengan harapan dapat memperoleh pekerjaan dan memperbaiki kehidupannya.
Yang membuat kisah tersebut semakin mengharukan, M. Yusuf mengaku tidak memiliki uang untuk membayar ongkos angkutan umum. Dalam kondisi demikian, ia memilih terus berjalan meskipun jarak yang harus ditempuh masih cukup jauh.
Mendengar cerita tersebut, rasa iba dan kepedulian sosial muncul dari wartawan yang ditemuinya. Tidak ingin membiarkan M. Yusuf terus berjalan kaki dalam kondisi yang serba terbatas, wartawan tersebut kemudian berinisiatif berkoordinasi dengan jajaran Satlantas Polres Aceh Tamiang untuk meminta bantuan.
Koordinasi tersebut mendapat respons positif dari pihak kepolisian. Selanjutnya, wartawan bersama M. Yusuf mendatangi Kantor Satlantas Polres Aceh Tamiang.
Di sana, jajaran Satlantas menunjukkan kepedulian dengan membantu M. Yusuf mendapatkan ongkos perjalanan menggunakan angkutan umum menuju Lhoksukon. Bantuan tersebut diberikan agar M. Yusuf dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih aman dan layak, tanpa harus kembali berjalan kaki menempuh perjalanan yang begitu jauh.
Kasat Lantas Polres Aceh Tamiang AKP Hendra Sukmana, S.H., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian penting dari kehadiran Polri di tengah masyarakat.
Menurutnya, apa yang dilakukan terhadap M. Yusuf merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan, terutama kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan dan membutuhkan bantuan.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap masyarakat. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan dan masih dalam kemampuan kita untuk membantu, tentu kita akan berupaya memberikan bantuan,” demikian disampaikan AKP Hendra.

Ketika Seragam Polisi Menjadi Simbol Kehadiran dan Kepedulian
Kisah M. Yusuf memberikan pelajaran bahwa perjalanan hidup seseorang tidak selalu mudah. Di balik langkah kaki yang terus berjalan dari Stabat hingga Kualasimpang, ada harapan besar untuk menemukan kehidupan yang lebih baik.
Mungkin bagi sebagian orang, sebuah tiket angkutan umum bukanlah sesuatu yang bernilai besar. Namun bagi M. Yusuf, bantuan tersebut memiliki arti yang jauh lebih dalam. Tiket itu bukan sekadar alat untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi menjadi jembatan kecil menuju harapan baru.
Apa yang dilakukan jajaran Satlantas Polres Aceh Tamiang juga menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan pengaturan lalu lintas, penegakan hukum maupun menjaga keamanan. Lebih dari itu, polisi juga hadir sebagai bagian dari masyarakat, mendengar keluhan, melihat kesulitan dan memberikan pertolongan ketika masyarakat membutuhkan.
Di tengah kehidupan yang terkadang membuat manusia sibuk dengan urusannya masing-masing, kisah M. Yusuf mengingatkan kita bahwa sedikit kepedulian dapat menjadi sangat berarti bagi orang lain.
Satu tumpangan, satu komunikasi, satu tiket perjalanan dan satu uluran tangan mungkin terlihat sederhana. Namun bagi seseorang yang sedang berjalan dalam keterbatasan, hal-hal sederhana itu dapat menjadi alasan untuk kembali percaya bahwa masih ada orang yang peduli.
Semoga kepedulian yang ditunjukkan jajaran Satlantas Polres Aceh Tamiang ini tidak berhenti pada satu kisah saja. Semoga semakin banyak tangan yang tergerak untuk membantu, semakin banyak hati yang terketuk untuk peduli, dan semakin banyak masyarakat yang merasakan bahwa di tengah kesulitan, mereka tidak benar-benar sendirian.
“Karena terkadang, menjadi berarti bagi seseorang tidak membutuhkan sesuatu yang besar. Cukup dengan hadir, peduli, dan membantu semampu kita”. (KS)



