Sidik24jam. MERANTI – Polres Kepulauan Meranti melaksanakan upacara korp raport kenaikan pangkat penghargaan, pemberian reward, Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Kepulauan Meranti Jalan Raya Gogok Darussalam Kecamatan Tebing Barat, Senin (30/12/24) pagi.
Upacara yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Kurnia Setyawan SH SIK, didampingi Wakapolres Kompol Dodi Zulkarnain Hasibuan,S.E,.M.H, Ketua Bhayangkari Cabang Kep Meranti Lexcy Kurnia beserta Pengurus, Para (PJU) Pejabat utama Polres Meranti, Kapolsek dan Perwira Polres Meranti Serta Jajaran.
Kegiatan upacara kenaikan pangkat ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi personel selama bertugas di Kepolisian RI, khususnya di Polres Kepulauan Meranti.
Sebanyak 26 personel mendapatkan kenaikan pangkat, terdiri dari Kompol ke AKBP Yuherman SPsi, Iptu Ke AKP Jimmy Andre dan AKP Raden Surtika Kasi Humas, Ipda Ke Iptu Anton Hilman.
Dalam amanatnya, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Kurnia Setyawan SH SIK mengucapkan selamat kepada personel yang menerima penghargaan atas kinerja luar biasa mereka.
“Selamat atas kenaikan pangkat yang telah diraih, jadikan kenaikan pangkat ini sebagai motivasi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, tetap semangat. Terus laksanakan tugas dan pengabdian kepada masyarakat dengan penuh dedikasi,” ujar Kapolres.
Kurnia, berharap dengan kenaikan pangkat 26 anggota ini akan memotivasi anggota yang bersangkutan maupun anggota yang lain agar meningkatkan kedisiplinan dan loyalitasnya dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
“Kenaikan pangkat bukan merupakan suatu ajang untuk gagah-gagahan, namun merupakan suatu kebanggaan dan tanggung jawab yang lebih besar lagi kedepannya serta menjadikan Kita lebih dewasa, semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT.”
Kenaikan pangkat ini diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh personel Polres Kepulauan Meranti untuk terus berprestasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.**
SIDIK24JAM.COM,INHIL.-Sebanyak 44 personel Polres Indragiri Hilir (Inhil), Polda Riau naik pangkat setingkat lebih tinggi, pada Senin (30/12/2024).
Kapolres AKBP Budi Setiawan mengatakan kenaikan pangkat personel Kepolisian di wilayah tersebut berdasarkan peningkatan kinerja, dedikasi dan loyalitas.
“Kenaikan pangkat bagi personel merupakan reward yang diberikan pimpinan atas dedikasi dan loyatlitas yang diberikan guna mendukung kelancaran tugas kepolisian harus melalui tahapan-tahapan penilaian,” ujarnya, usai memimpin upacara kenaikan pangkat tersebut.
Personel yang diusulkan untuk dinaikan pangkat setingkat dilakukan personel oleh pimpinan masing – masing dengan menggunakan sistem manjeman kinerja dan selanjutnya dilakukan penilaian tingkah laku personel oleh sipropam dengan mengeluarkan rekomendasi kenaikan pangkat dan dinyatakan berhak untuk diusulkan.
“Jika tahapan tersebut telah dilaksanakan maka selanjutnya persyaratan dan hasil uji kemampuan dan pengetahuan tersebut diteruskan ke Biro SDM Polda Riau untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh Biro SDM dan Bid Propam Polda Riau dari proses tersebut membuktikan bahwa kenaikan pangkat bukan lah hak mutlak bagi personel karena harus melalui tahapan,” terang Kapolres.
Dia berharap dengan kenaikan pangkat ini, kiranya dibarengi dengan perubahan sikap, perilaku, peningkatan disiplin, loyalitas dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas Kepolisian yang semakin luas dan kompleks.
“Naiknya pangkat saudara beban dan tanggung jawab saudara kemampuan semakin berat saudara agar tingkatkan keberadaan saudara mampu memberikan kontribusi bagi kesatuan ini. Dan kepada para istri saya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya atas dukungan dan motivasi yang telah diberikan sehingga personel yang naik pangkat dapat melaksanakan tugas dengan baik karena dibalik semua itu ada keluarga yang tangguh selalu mendampingi kita,” harapnya.
Periode 1 Januari 2025 Polres Inhil mengusulakn personel sebanyak 44 orang dan keseluruhan dinyatakan lulus dan memenuhi syarat naik pangkat, dengan rincian sebagai berikut :
1. IPTU ke AKP 8 orang
2. IPDA ke IPTU 8 orang
3. AIPDA ke AIPTU 5 orang
4. BRIPKA ke AIPDA 13 orang
5. BRIGADIR ke BRIPKA 2 orang
6. BRIPTU ke BRIGADIR 8 orang.
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Bidang Huhungan Masyarakat (Bid Humas) Polda Sulbar menggelar press release akhir tahun 2024, Senin (30/12/24) di Aula Marannu Polda Sulbar. Acara ini bertujuan untuk menyampaikan laporan kinerja Polda Sulbar sepanjang tahun 2024 mulai dari capaian pengungkapan kasus kriminal hingga prestasi.
Kapolda Sulbar Irjen Pol Adang Ginanjar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh lapisan masyarakat khususnya para awak media dalam menjaga situasi yang tetap kondusif, khususnya selama Pilkada dan Natal 2024 lewat pemberitaan yang positif, edukatif dan berimbang.
Lebih Lanjut, Kapolda memaparkan Kepada sejumlah awak media yang hadir bahwa terjadi penurunan angka kasus kriminal selama tahun 2024 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini tentu tidak terlepas dari partisipasi seluruh pihak dan peran aktif Polda Sulbar dalam melakukan kegiatan patroli dan memberikan himbauan kamtibmas secara berkala.
Penurunan angka kriminalitas juga menunjukkan komitmen Polda Sulbar dalam memberantas kejahatan dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
– Berdasarkan data Kriminal umum, sebanyak 1.306 laporan yang diterima dan 986 diantaranya berhasil dituntaskan di tahun 2023. Sementara untuk tahun 2024 laporan kriminal menurun menjadi 1.253 dan sebanyak 888 kasus berhasil dituntaskan.
– Berdasarkan data Krimnal Khusus, sebanyak 38 laporan yang diterima dan berhasil dituntaskan seluruhnya. Sedangkan untuk tahun 2024 laporan menurun menjadi 26 kasus dan berhasil dituntaskan seluruhnya bahkan ditambah 1 penyelesaian tunggakan kasus di tahun 2022.
– Berdasarkan data narkotika, ada 86 kasus dan yang tuntas sebanyak 83 laporan di tahun 2023. Sedangkan untuk tahun 2024 kasus narkoba menurun menjadi 82 kasus dan tuntas sebanyak 72 kasus.
Selanjutnya, untuk data kasus Lalu Lintas disebutkan jumlah kecelakaan meningkat sebanyak 11%. Di tahun 2023 tercatat 1.094 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 177 orang dan kerugian materil sebanyak Rp. 2.619.770.000. Sedangkan di tahun 2024 tercatat 1.214 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 148 orang dan kerugian materil sebanyak Rp. 2.901.270.000.
Sementara untuk data pelanggaran lalu lintas, terjadi penurunan angka pelanggaran lalu lintas sebanyak 22%. Dari data pelanggaran lalu lintas di tahun 2023 sebanyak 9.412 pelanggaran dan turun menjadi 7.374 di tahun 2024. Hal Ini berkat upaya yang terus gencar dilakukan Ditlantas dalam mensosialisasikan keselamatan berlalu lintas dan melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas.
Selain menyampaikan pengungkapan kasus kriminal dan Lalu Lintas, Kapolda juga memaparkan berbagai prestasi yang diraih Polda Sulbar sepanjang tahun 2024 khususnya di bidang olahraga mulai dari tingkat Provinsi hingga Nasional.
Kapolda Sulbar Diakhir paparannya juga menekankan bahwa Press Release Akhir Tahun merupakan bagian dari transparansi dan akuntabilitas Polda Sulbar kepada publik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Polda Sulbar terus berupaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif,” tutup Kapolda.
Usai paparan Kapolda, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab serta pemberian penghargaan kepada para mitra Polri (awak media) yang Paing aktif dalam membantu Polda Sulbar untuk memberitakan kegiatan pelayanan Kepolisian kepada masyarakat.(*/Udin)
Tapanuli Selatan,Satresnarkoba Polres Tapanuli Selatan berhasil meringkus dua warga pelaku penyalahgunaan narkotika jenis Shabu Sabtu (28-12-2024) sekira pukul 17.20 Wib hingga pukul 24.00 Wib di Desa Aek Nauli Kecamatan Hulu Sihapas Kabupaten Padang Lawas Utara.
Sungguh tragis ingin menjalani hidup yang dirasa nikmat penuh dengan kebahagiaan tersendiri kini Muhammad Syahrul Hasibuan alias Dapot (40) Tahun warga Desa Kota Pinang Kecamatan. Kota Pinang Kabupaten. Labuhan Batu Selatan dan Saparuddin Siregar (37) warga Desa Aek Nauli Kecamatan Hulu Sihapas Kabupaten Padang Lawas Utara harus menikmati sakitnya derita di dalam terali besi atas ulah dan perbuatannya sendiri.
Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Yasir Ahmadi,S.I.K, M.H melalui Kasat Resnarkoba AKP I.R. Sitompul,S.H, M.H membenarkan kejadian penangkapan kedua pelaku yang terkenal dengan licin Sabtu (28-12-2024) sekira pukul 15.00 Wib Personil Satresnarkoba Polres Tapanuli Selatan mendapat informasi tentang adanya transaksi jual beli narkotika jenis shabu di Desa Aek Nauli kecamatan Hulu Sihapas kabupaten Padang Lawas Utara.
Kasat Resnarkoba AKP I.R. Sitompul, SH, MH bersama dengan Personil Satresnarkoba Polres Tapanuli Selatan berangkat kelokasi yang dimaksud dan setibanya di Desa Aek Nauli Kecamatan Hulu Sihapas kabupaten Padang Lawas Utara personil satresnarkoba Polres Tapanuli Selatan menuju ke kebun milik masyarakat melakukan penyelidikan. Sekira pukul 17.20 Wib melihat 2 (dua) orang laki-laki yang mencurigakan sedang duduk, kemudian Personil Satresnarkoba Polres Tapanuli Selatan mendekati kedua laki-laki tersebut dan langsung mengamankannya.
Dilakukan pemeriksaan terhadap kedua laki-laki tersebut yang mengaku bernama Saparuddin Siregar dan Muhammad Syahrul Hasibuan,dari tangan sebelah kanan Muhammad Syahrul Hasibuan ditemukan uang tunai sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah).Selanjutnya Personil Satresnarkoba Polres Tapanuli Selatan melakukan interogasi terhadap kedua orang pelaku kepemilikan narkoba jenis shabu terhadap Saparudin Siregar tentang dimana shabu miliknya tersebut disimpan, lalu Saparuddin Siregar menjelaskan bahwa benar ada memesan Shabu kepada Muhammad Syahrul sebanyak 10 (sepuluh)dji.Kemudian Saparuddin Siregar menyuruh Muhammad Syahrul Hasibuan guna memberikan Shabu tersebut kepada Adik-adik Harahap (lidik). Dimana Adi Harahap (lidik) yang akan menyimpan shabu tersebut ketempat penyimpanan shabu milik Saparudin , sesuai keterangan Saparuddin kemudian Personil Satresnarkoba Polres Tapanuli Selatan menyuruh Saparuddin Siregar untuk mengambil dan menunjukkan tempat penyimpanan shabu tersebut yang berada dikebun milik Jumadil Daulay tepatnya dibawah pohon kelapa sawit ditemukan 1 (satu) buah potongan bambu, setelah itu Personil Satresnarkoba Polres Tapsel menyuruh Saparuddin Siregar untuk membukanya, setelah dibuka ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastik klip sedanDENGAN diduga berisikan shabu dan 1 (satu) unit timbangan elektrik berwarna hitam.
Pelaku Saparuddin Siregar menjelaskan bahwa shabu tersebut diperoleh dengan cara membelinya dari Muhammad Syahrul Hasibuan alias Dapot sebanyak 10 (sepuluh) Dji dengan harga Rp. 7.000.000,- (tujuh juta rupiah) namun baru memberikan uang muka sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) sisa kekurangannya akan dibayarkan setelah shabu habis terjual. Saparuddin Siregar mengakui bahwa sudah ada 3 (tiga) kali membeli shabu dari Muhammad Syahrul Hasibuan, dan Muhammad Syahrul Hasibuan membenarkan bahwa shabu tersebut dibeli darinya selanjutnya kedua pelaku berikut barang bukti dibawa ke Sat.Resnarkoba Polres Tapsel demi kepentingan penyelidikan dan penyidikan.
Barang bukti 1(satu) unit handphone merk vivo warna Biru, Uang tunai sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah),1 (satu) buah potongan bambu yang didalamnya ditemukan 1 (satu) buah kaleng rokok dji sam soe warna hitam yang berisikan 1 (satu) bungkus plastik klip ukuran sedang yang diduga berisikan shabu seberat 10.00 (sepuluh) gram, 1 (satu) unit timbangan elektrik warna hitam, 1 (satu) unit handphone merk oppo warna biru , kedua pelaku terancam pidana kurungan paling singkat 5 tahun dan paling banyak 20 tahun penjara , pasal yang dipersangkakan
Pasal 114 ayat 1 UU RI NO 35 Tahun 2009 ttg narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun kurungan penjara.
Sidik24jam.com, Jakarta – Dikutip tvOnenews.com Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman menyebutkan Polri menjadi institusi yang paling responsif dalam menindaklanjuti aduan dari masyarakat luas.
Menurutnya, terdapat 469 aduan masyarakat yang masuk ke komisinya selama 2024 dengan Polri menjadi lembaga penegak hukum paling cepat menanggapi dan tindaklanjuti seluruh laporan.
“Polri adalah mitra Komisi III yang paling responsif menindaklanjuti temuan aduan dari masyarakat yang disampaikan ke Komisi III. Tingkatnya hampir 94%, hampir 100%. Kenapa? Karena setiap kita tindaklanjuti aduan tersebut, langsung direspons,” kata Habiburokhman dalam keterangannya, Jumat (27/12/2024).
Dia mencontohkan, seperti adanya aduan masyarakat di suatu daerah kepada Komisi III DPR RI.
“Kapolresnya langsung telepon, langsung memberikan data-data terkait. Langsung saat itu kita komunikasikan, kita kawal terus bagaimana penanganannya,” jelasnya.
Komisi III DPR RI juga mengapresiasi kepada Polri, dalam akuntabilitas pemerintahan, responsivitas dalam penegakan hukum di berbagai bidang, seperti Sumber Daya Alam, narkotika, mafia tanah, dan judi online.
Komisi III DPR RI juga mengapresiasi kepada Kapolri yang telah memberikan sanksi tegas kepada oknum Polri yang melakukan pelanggaran dan meminta agar Kepolisian lebih responsif dalam menindaklanjuti pengaduan masyarakat.
“Komisi III DPR RI memberikan apresiasi kepada Kapolri dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat dengan inovasi program dan operasi pengamanan yang efektif di berbagai kegiatan masyarakat, seperti Pilpres dan Pilkada, dan hari raya keagamaan,” pungkasnya.
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Tahun 2024 akan segera berganti menjadi tahun 2025. Pergantian tahun ini selalu dirayakan oleh masyarakat sebagai tradisi, dan untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama perayaan pergantian tahun, Wakapolda Sulawesi Barat, Brigjen Pol Rachmat Pamudji, turun langsung mengecek kesiapan dilapangan.
Wakapolda melakukan pengecekan kesiapan seluruh personel yang ditempatkan di setiap Pos Pengamanan (Pos Pam) di Mamuju. Salah satu posko yang dikunjungi adalah Anjungan Pantai Manakarra, Mamuju, pada Jumat (27/12/2024). Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang akan merayakan malam pergantian tahun di lokasi tersebut .
Wakapolda didampingi Wadirlantas Polda Sulbar, AKBP Muhammad Islam, Kasat PJR Ditlantas Polda Sulbar, Kompol Anindita Rizal, Kasat Lantas Polresta Mamuju, AKP Maulana Al Qurthubi, dan Kepala Jasa Raharja Mamuju, Arnold Dwi Novrianto, dalam kunjungannya.
Dalam kesempatan ini, Wakapolda menekankan pentingnya kesiapan personel dalam menjaga situasi tetap kondusif selama perayaan tahun baru. “Kita ingin memastikan semua anggota siap dan sigap menghadapi berbagai potensi gangguan, sehingga masyarakat dapat merayakan tahun baru dengan aman dan nyaman,” tegasnya .
Selain kesiapan personel, Wakapolda juga memeriksa sarana dan prasarana di Pos Pam, termasuk alat komunikasi dan kendaraan operasional. Ia meminta agar koordinasi antarinstansi, seperti polisi lalu lintas, satuan pengamanan, dan Jasa Raharja, terus diperkuat.
Bersamaan itu, Wakapolda juga memberikan motivasi kepada petugas agar tetap semangat menjalankan tugas, terutama dalam mengantisipasi lonjakan pengunjung di kawasan Pantai Manakarra. Brigjen Pol Rachmat Pamudji mengapresiasi komitmen para personel yang sudah bersiaga penuh untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Semoga dengan upaya terbaik yang telah dilakukan seluruh rangkaian perayaan tahun baru dapat berlangsung aman, tertib, dan tanpa kendala berarti. Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Sulawesi Barat, tutup Wakapolda.
Sementara itu, diakhir kunjungannya ke pos-pos pengamanan Wakapolda juga menyerahkan bingkisan kepada para personel sebagai motivasi agar seluruh tetap semangat memberikan yang terbaik kepada masyarakat.(*/Udin)
Sidik24jam.com, JAKARTA–Miranti Serad Ginanjar, pegiat kebaya dan budaya Indonesia, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan workshop bertajuk “Kebaya: Warisan Budaya dan Identitas Bangsa”. Acara diselenggarakan di Gedung A kementerian Pendidikan & Kebudayaan. Sebanyak 200 siswa dari 6 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di DKI Jakarta saling berebut tanya pada wanita cantik ini.
Acara diselenggarakan di Gedung A kementerian Pendidikan & Kebudayaan. Workshop diadakan oleh Kementerian Kebudayaan yang dipimpin Menteri Fadli Zon dalam rangka program Raya, berlangsung selama tiga jam ini menjadi momen berharga untuk mengenalkan kebaya, salah satu warisan budaya yang telah diakui UNESCO, kepada generasi muda.
Antusiasme para siswa tampak sejak awal acara. Mereka dengan penuh semangat mengikuti diskusi, bahkan berebut mengajukan pertanyaan.
Salah satu topik yang paling menarik perhatian adalah bagaimana kebaya tidak hanya menjadi bagian dari identitas budaya, tetapi juga peluang besar dalam industri kreatif.
“Ibu, bagaimana kami bisa menjadi bagian dari program pelestarian kebaya? Apakah harus selalu dari jurusan fashion untuk terlibat?” tanya seorang siswa dengan penuh semangat.
Pertanyaan ini mencerminkan keinginan besar mereka untuk turut andil dalam menjaga dan mengembangkan kebaya, baik dari segi sejarah maupun inovasi desain.
Salah seorang peserta dari kalangan Gen Z juga mengajukan pertanyaan menarik, “Mengapa kita harus memakai kebaya setiap hari seperti zaman dulu?”
Menanggapi hal ini, Miranti Serad Ginanjar, pegiat kebaya dan budaya Indonesia, menyampaikan bahwa kebaya bukan sekadar pakaian, tetapi simbol identitas budaya perempuan Indonesia.
“Dalam diri saya, kebaya menjadi identitas budaya perempuan Indonesia, dan saya bangga. Ketika saya sedang di Eropa , mereka di sana lebih menghargai kita bukan karena merek pakaian yang kita gunakan, tetapi karena kita adalah perempuan yang mengerti dan menghormati budaya sendiri,” ujar Miranti Serad Ginanjar.
Menurutnya, kebaya memberikan kebanggaan dan nilai lebih bagi perempuan Indonesia karena mencerminkan kekayaan tradisi, sejarah, dan jati diri bangsa.
Ia menekankan bahwa penghargaan dari masyarakat internasional sering kali datang dari bagaimana kita mempertahankan dan mempromosikan warisan budaya, bukan hanya dari mengikuti tren global.
Namun, Miranti Serad Ginanjar juga menyoroti pentingnya adaptasi agar kebaya tetap relevan dalam kehidupan modern. Ia menyarankan desain kebaya yang lebih praktis dan fleksibel untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Dengan pendekatan ini, kebaya dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang mencerminkan kecintaan terhadap budaya tanpa mengesampingkan kebutuhan zaman.
Kebaya Sebagai Inspirasi Ekonomi Kreatif Dalam audiensi, para siswa diajak memahami kebaya tidak hanya sebagai busana tradisional, tetapi juga sebagai peluang besar dalam industri ekonomi kreatif.
Dengan pengakuan UNESCO, kebaya kini mendapatkan sorotan internasional, membuka peluang bagi calon desainer muda untuk menciptakan kebaya yang relevan dengan generasi mereka.
“Sebagai anak muda, kalian bisa mendesain kebaya yang modern tanpa meninggalkan nilai tradisionalnya. Ini adalah cara agar kebaya tetap hidup, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia internasional,” ujar Miranti Serad Ginanjar
Salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah sesi demonstrasi teknik kebaya kerancang yang dipandu oleh pewaris kebaya kerancang, Ibu Vielga.
Mereka mempraktikkan bagaimana teknik jahit tradisional ini tetap relevan dengan menggunakan mesin modern tanpa mengurangi nilai seni dan keasliannya.
Para siswa terlihat kagum menyaksikan proses tersebut. Beberapa dari mereka bahkan mengajukan pertanyaan kritis tentang keberlanjutan teknik ini di masa depan.
“Melestarikan kebaya kerancang bukan hanya soal menjaga tradisi, tetapi juga menciptakan produk yang mampu bersaing di pasar global. Anak-anak muda seperti kalianlah yang akan menentukan masa depan ini,” tegas Miranti Serad Ginanjar.
Melalui workshop ini Miranti Serad Ginanjar berharap dapat memotivasi generasi muda untuk tidak hanya melihat kebaya sebagai busana tradisional, tetapi juga sebagai bagian penting dari identitas budaya bangsa yang harus dijaga.
“Dengan antusiasme yang ditunjukkan para siswa selama acara, masa depan kebaya tampaknya berada di tangan yang tepat. Generasi muda ini tidak hanya siap melestarikan kebaya, tetapi juga membawa warisan budaya ini ke tingkat yang lebih tinggi, menjadikannya kebanggaan bangsa dan daya tarik internasional,” pungkasnya.(*/Udin)
Sidik24jam.com.Langkat (Sumut) – Berkembangnya isu-isu yang beredar bahwa Pengurus Cabang P3RI PTPN.I Regional.I yang sudah solid dan kompak di bawah kepeminpinan Bapak Drs.H.Soekardi.MM yang akan dirusak tatanannya oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Oleh karena itu Pengurus Cabang P3RI PTPN.I Regional.I langsung menggelar konsolidasi, Selasa (24/12/2024) untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.Kegiatan tersebut bertempat di Caffe Lanang Des Stabat Lama Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat Sumatera Utara.
Dalam rangka konsolidasi itu dihadiri oleh Pengurus Besar (PB) P3RI.PTPN.I Regional.I dari Jakarta Bapak Aspan Nenggolan, Ketua Cabang P3RI PTPN.I Regional.I Drs.H.Soekardi.MM, sekertaris H.Adi Taslim, wakil sekertaris Kosasih, wakil Ketua Ponijan Rianto, Indra Putra.SE, bendahara.Sueyanto dan dihadiri 21 Pengurus Ranting P3RI yang diwakili dari unsur Ketua, sekertaris dan bendhara dari masing unit perkebunan PTPN.I Regional.I.
Pada kesempatan itu Pengurus PB yang menjabat sebagai Ketua Bidang (Kabid)P3RI Pusat (Jakarta)Aspan Nenggolan memberikan arahan dan bimbingannya terkait isu yang beredar menyampaikan mari kita tetap semangat di organesasi P3RI ini Alhamdulilah kita tetap sehat sehingga kita dapat bersilahturahmi kembali di Caffe Lanang ini.
Terkait isu yang beredar kata Aspan Nenggolan kita ini dalam wadah organesasi P3RI kita mengcu berdasarkan AD/ART.Ketua terpilih adalah berdasarkan hasil musyawarah dari pengurus-pengurus ranting.Kalau ada oknum yang mau menjatuhkan Ketua cabang mengadakan muslub tidak segampang itu, ada mekanismenya berdasarkan AD/ART kita.Kecuali ketua cabang terpilih melanggar peraturan yang ada dalam AD/ART baru bisa dilengserkan, Tapi pada kenyataannya dalam organesasi Pengurus cabang P3RI kan aman aman saja.Oke tidak ada masalah karena saya tau siapa oknum tersebut yang akan merusak tatanan yang sudah solid ini.Karena yang ngeluarkan SK saya.Mari kita tetap semangat terus berjuang untuk mendapatkan hak kita, tegas Aspan.
Pernyataan Sikap
Selanjutnya Pembacaan Pernyataan sikap yang dibacakan oleh perwakilan pengurus ranting P3RI PTPN.I Regional.I yang masing-masing pengurus ranting membubuhkan tandatangan dalam acara tersebut.Kami sebagai pengurus ranting P3RI se-PTPN.I Rehional.I menyatakan: Mendukung sepenuhnya pengurus cabang P3RI PTPN.I Eegional.I masa bakti tahun 2023 s/d tahun 2027 sesuai surat keputusan PB P3RI Nomor: PB/PC.2/Kpts/28/19.VI/2023 tanggal 19 Juni 2023.Demikian surat pernyataan ini kami perbuat atas kesadaran kami sendiri menghindari dari isu-isu yang berkembang saat ini.
Kemudian usai dibacakan surat pernyataan itu diserahkan kepada Ketua Cabang P3RI PTPN.I Regional.I Drs.Soekardi.MM didampingi wakil Ketua Ponijan Rianto, Sekertaris H.Adi Taslim, wakil sekertaris Kosasih dan bendahara Soeyanto.
Sebelumnya pada hari itu juga ditempat yang sama konsolidasi Pengurus cabang P3RI PTPN.I Regional.I di hadiri oleh SEV.Regional.I PTPN.I Taanjung Morawa Medan Bapak wis Pranoto dan Dapebun Bpk Indi Prana Jaya menyampaikan tentang Penghasilan Dasar Dana Pensiun (PHDP) dan nilai catu beras.
SIDIK24JAM.COM,INHIL.-Optimalkan Pengamanan Natal dan Tahun Baru, Kapolres Indragiri Hilir (Inhil), AKBP Budi Setiawan tinjau dan cek Pos Pengamanan Nataru, Jum’at (27/12/2024).
Pengecekan itu mencakup kesiapan personel, peralatan dan sarana pengamanan. Sekaligus memastikan umat Kristiani di Kabupaten Inhil merayakan Natal dengan aman dan nyaman.
Saat ini Polres Inhil telah mendirikan Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan di beberapa titik di Kabupaten Inhil dalam rangka pelaksanaan Operasi yang akan berlangsung hingga 2 Januari 2025.
Operasi ini berfokus pada pengamanan perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Selain mengecek Pos Pengamanan Nataru, Kapolres juga meninjau pelabuhan angkutan perairan, yang padat mengangkut penumpang.
“Kita berikan rasa aman dan nyaman saat pelaksanaan Natal dan Tahun Baru di Inhil,” katanya.
AKBP Budi menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga keamanan lingkungan sekitar.
“Harapan kami dari Polres Inhil semoga perayaan natal dan tahun baru kali ini dapat berjalan aman dan kondusif sesuai harapan kita bersama. Sehingga masyarakat dapat menikmati hari libur natal dan tahun baru tanpa suatu kendala apapun,” harapnya.
Kapolres Inhil juga memberikan bingkisan untuk para personel pengaman baik di pos yan dan pos pam.
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Sebagai semangat memperingati hari jadi yang ke-10, DTN 439 Polda Sulawesi Barat tidak hanya merayakan dengan kegiatan seremoni, tetapi juga dengan aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui kegiatan “Mendukung Ketahanan Pangan”, DTN 439 Polda Sulbar menunjukkan komitmennya dalam mendukung stabilitas perekonomian bangsa, khususnya di wilayah Sulawesi Barat.
Sebagai bentuk konkret dukungan terhadap ketahanan pangan, DTN 439 Polda Sulbar memberikan bantuan berupa bibit ikan nila kepada Pak Acci, seorang warga Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju. Bantuan ini diharapkan dapat membantu Pak Acci dalam memulai usaha budidaya ikan dan meningkatkan pendapatan keluarganya. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian pangan di tingkat desa .
Tidak hanya memberikan bantuan, DTN 439 Polda Sulbar juga memanfaatkan lahan kosong di Jalan Martadinata, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju. Lahan ini ditanami dengan sayur-sayuran dan buah-buahan yang sehat, serta digunakan untuk peternakan ayam dan bebek. Inisiatif ini menunjukkan kepedulian DTN 439 Polda Sulbar terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, sekaligus mendorong pemanfaatan lahan yang optimal.
Bripol Erwinwijaya, Ketua Panitia HUT DTN 439 Polda Sulbar yang ke-10, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen DTN 439 Polda Sulbar dalam mendukung program pemerintah perihal ketahanan pangan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa anggota DTN 439 Polda Sulbar tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga peduli dengan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bripol Erwinwijaya.
Kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara berbagai pihak dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional. DTN 439 Polda Sulbar menunjukkan bahwa peran kepolisian tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga dapat berperan aktif dalam mendukung program pembangunan di berbagai bidang, termasuk ketahanan pangan.(*/Udin)