Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Ratusan personel bintara remaja Polda Sulbar angkatan 51 dan 52 Polda Sulbar mengikuti sosialisasi dan promosi Program Pendidikan Universitas Terbuka yang terpusat di Kabupaten Majene, Kamis (23/1/25).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Marannu Mapolda Sulbar ini dihadiri langsung oleh Karo SDM Kombes Pol Indra Setiawan. Dikesempatan yang sama Karo SDM juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran UT Majene di Polda Sulbar.
Menurutnya, UT Majene telah berkontribusi dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) personel polri khususnya di Sulbar.
“Banyak anggota kita yang telah mendapatkan gelar sarjana di UT Majene. Ini tentu penting untuk meningkatkan profesionalisme dan SDM bagi para anggota polri,” katanya.
Sementara itu, Husain Saddam sebagai Dosen ilmu pemerintahan yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut memperkenalkan program-program pendidikan di Universitas Terbuka kepada para Bintara remaja Polda Sulbar, memberikan mereka peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sembari menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian dalam menjaga Kamtibmas yang kondusif.
Dalam materi yang disampaikan, fleksibilitas dan keunggulan sistem pembelajaran jarak jauh juga ditawarkan oleh UT sehingga memikat minat para bintara remaja apalagi program studi yang di tawarkan UT sangat relevan dengan pengembangan karier di lingkungan kepolisian.
UT Majene dalam hal ini berkomitmen untuk menjadi mitra strategis berbagai institusi, termasuk kepolisian, dalam memberikan solusi pendidikan yang fleksibel dan berkualitas. Melalui kegiatan ini, diharapkan lebih banyak anggota Polri yang dapat memanfaatkan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi untuk mendukung karier mereka di masa depan.(*/Udin)
Sidik24jam.com, Mamuju, – Dalam Rapat Koordinasi Bhabinkamtibmas Jajaran Polda Sulbar Tahun Anggaran 2025, Kabiddokkes Polda Sulawesi Barat, AKBP dr. Effri Susanto M.M. memaparkan salah satu program unggulan yang bertajuk Dokpol Mitra Sekolah.
Program ini merupakan bagian dari upaya inovasi dalam mendukung kesehatan generasi muda sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dengan masyarakat melalui bidang pendidikan.
Program Dokpol Mitra Sekolah dirancang untuk memberikan pelayanan kesehatan secara langsung ke sekolah-sekolah di wilayah Sulawesi Barat, termasuk pemeriksaan kesehatan, penyuluhan tentang gaya hidup sehat, serta penanganan dini masalah kesehatan di kalangan pelajar.
Dalam paparan tersebut, Kabiddokkes menegaskan pentingnya kesehatan generasi muda untuk mendukung tercapainya masyarakat yang maju dan mandiri, sejalan dengan visi Indonesia Emas.
“Program ini bukan hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga membangun kesadaran siswa tentang pentingnya pola hidup sehat dan menjadikan mereka duta kesehatan di lingkungan masing-masing,” ungkap Kabiddokkes.
Pelaksanaan program melibatkan kolaborasi antara Bhabinkamtibmas, tenaga medis dari Dokkes Polda Sulbar, dan instansi pendidikan.
Adapun kegiatan yang dilaksanakan meliputi: Pemeriksaan Kesehatan Rutin – Memastikan siswa dalam kondisi kesehatan optimal untuk mendukung proses belajar.
Penyuluhan Kesehatan, membahas isu seperti bahaya narkoba, pentingnya menjaga kebersihan diri, serta pencegahan penyakit menular.
Pemberian Bantuan Kesehatan, distribusi vitamin dan edukasi tentang nutrisi guna meningkatkan daya tahan tubuh siswa.
Pendampingan Psikologis, penanganan dini untuk siswa yang menghadapi tekanan emosional atau mental.
Program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan para siswa sekaligus mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman.
Dengan adanya inovasi ini, Polda Sulawesi Barat menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas sebagai pondasi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Stadion Manakarra Mamuju pagi ini bergema dengan semangat juang para personel Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat. Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Barat, Brigjen Pol Rachmat Pamudji turut langsung memimpin kegiatan tes kesehatan jasmani dan juga diikuti oleh seluruh pejabat utama Polda Sulbar, Kamis (23/1/25).
Bukan sekadar rutinitas, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen kesiapan optimal Polda Sulbar dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.
Dengan penuh semangat dan dedikasi, Wakapolda dan para pejabat utama lainnya mengikuti serangkaian tes kebugaran jasmani yang terukur. Tes tersebut meliputi lari selama 12 menit untuk mengukur daya tahan tubuh, full up, sit up, dan push up untuk menguji kekuatan otot inti dan lengan, serta shuttle run yang menggabungkan kecepatan dan kelincahan. Setiap gerakan dilakukan dengan disiplin dan penuh konsentrasi, mencerminkan profesionalisme dan dedikasi tinggi para personel Polda Sulbar.
Di sela-sela kegiatan, Brigjen Pol Rachmat Pamudji menekankan betapa pentingnya kebugaran jasmani bagi setiap personel Polri. “Kebugaran tubuh bukan sekadar soal kesehatan fisik semata,” tegas Wakapolda.
Lebih dari itu, Wakapolda melanjutkan kebugaran yang prima merupakan fondasi penting untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang kompleks dan penuh tantangan. Dengan fisik yang kuat dan sehat, kita dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menangani situasi darurat dengan efektif dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat secara optimal.
Lebih lanjut, Wakapolda menjelaskan bahwa kegiatan tes kesehatan jasmani ini bukan hanya untuk mengevaluasi kondisi fisik personel, tetapi juga sebagai bentuk motivasi dan komitmen untuk senantiasa menjaga kesehatan dan kebugaran. Ia berharap agar seluruh personel Polda Sulbar menjadikan kegiatan ini sebagai kebiasaan positif yang berkelanjutan, sehingga kebugaran jasmani dapat terjaga dan kinerja optimal dapat terus terwujud.
Pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran ini juga dikaitkan dengan peningkatan profesionalisme dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai tugas dan tantangan ke depan.
Kegiatan tes kesehatan jasmani di Stadion Manakarra ini menjadi bukti nyata komitmen Polda Sulbar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Polri. Dengan personel yang sehat dan bugar, Polda Sulbar siap memberikan pengabdian terbaiknya untuk masyarakat Sulawesi Barat.(*/Udin)
Sidil24jam.com, Polda Sulbar – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulbar berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba yang melibatkan dua tersangka, masing-masing berinisial W (25) asal Kabupaten Majene dan S (55) asal Kabupaten Polman.
Penangkapan yang dilakukan pada tanggal 12 Januari 2025 ini merupakan hasil pengembangan informasi dari masyarakat terkait transaksi narkotika di lingkungan Galung, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene.
Proses penangkapan diawali dengan penyelidikan terhadap W. Petugas berhasil mengamankan W dan menemukan barang bukti berupa satu saset kecil yang diduga berisi narkotika jenis sabu. Interogasi intensif terhadap W membuahkan hasil, ia mengakui memperoleh sabu tersebut dari S yang berdomisili di Desa Rappang Barat, Dusun Sila-sila, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polman.
Tim kemudian bergerak menuju lokasi dan berhasil mengamankan S. Selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita telepon genggam milik S sebagai barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut. Telepon genggam tersebut diharapkan dapat mengungkap jaringan peredaran narkoba yang lebih luas dan mengidentifikasi potensi tersangka lainnya.
Kasubdit II Ditnarkoba Polda Sulbar, Kompol Ujang Saputra yang memimpin langsung operasi ini dan menegaskan komitmen Polda Sulbar dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah Sulawesi Barat.
“Penangkapan ini menjadi bukti nyata keseriusan Ditnarkoba Polda Sulbar dalam merespon informasi dari masyarakat dan menindak tegas para pelaku kejahatan narkoba,” tegas Kompol Ujang.
Ia menambahkan bahwa proses penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap seluruh jaringan dan aktor yang terlibat dalam sindikat ini. Kami dalam hal ini Ditnarkoba Polda Sulbar mengajak seluruh masyarakat untuk turut aktif berpartisipasi dalam memberantas peredaran narkoba dengan memberikan informasi yang akurat dan terpercaya, tutup Kompol Ujang, Rabu (22/1/25).
Sidik24jam.com, Polres Majene – Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Majene menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres Majene.
Kegiatan tersebut berlangsung di ruang data Polres Majene pada Rabu (22/1/25), dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Iptu Japaruddin, S.H., M.M., didampingi Kasi Humas Polres Majene, Iptu Suyuti.
Dalam keterangannya, Iptu Japaruddin mengungkapkan bahwa sepanjang Januari 2025, pihaknya berhasil mengamankan sembilan tersangka pengguna narkoba jenis sabu. Para tersangka yang diamankan berasal dari berbagai wilayah, yakni:
1. ZK (24), warga Kelurahan Galung, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene
2. RS (23), warga Kelurahan Banggae, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene
3. AR (26), warga Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene
4. RD (29), warga Kelurahan Banggae, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene
5. RH (33), warga Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene
6. AW (27), warga Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene
7. AL (37), warga Desa Tallu Banua, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene
8. SR (37), warga Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar
9. IR (32), warga Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar
Ke sembilang tersangka ditangkap di lokasi yang berbeda. Dalam operasi tersebut, Satuan Reserse Narkoba juga menyita barang bukti berupa 28 sachet kristal bening yang diduga sabu.
Para tersangka dijerat dengan Pasal 112 dan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang mengatur tentang penguasaan, penyimpanan, serta peredaran narkotika dengan ancaman hukuman berat.
Kasat Narkoba menegaskan bahwa Polres Majene akan terus memperketat pengawasan serta menindak tegas pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkotika demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami berharap masyarakat turut berperan aktif dalam memberikan informasi terkait dugaan penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar,” ujar Iptu Japaruddin.
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Keberhasilan Ditresnarkoba Polda Sulbar dalam memberantas peredaran narkoba kembali terukir. Pada Kamis, 16 Januari 2025, tiga pemuda asal Mamuju berhasil diamankan di Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju setelah terbukti membawa dan mengedarkan sabu-sabu. Pengungkapan kasus ini tak lepas dari peran aktif masyarakat yang memberikan informasi kepada pihak kepolisian.
Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Sulbar, Kompol Eduard Steffry Allan yang memimpin langsung operasi penangkapan tersebut mengungkapkan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat atas kesadaran dan partisipasi aktifnya dalam memerangi bahaya narkoba. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran publik akan dampak merusak narkoba terhadap kesehatan dan mental generasi muda.
Kronologi penangkapan bermula dari penangkapan RZ, yang kedapatan membawa sabu-sabu seberat 0,21 gram. RZ mengaku memperoleh sabu tersebut dari T seharga Rp 300.000. Petugas kemudian bergerak cepat mengamankan T, yang selanjutnya mengakui mendapatkan barang haram tersebut dari D.
D sendiri mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seseorang berinisial A seharga Rp 400.000. Saat ini, A masih dalam pengejaran pihak kepolisian untuk mengungkap lebih lanjut jaringan peredaran narkoba di Sulawesi Barat.
Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi satu saset kristal bening diduga sabu-sabu (0,21 gram bruto), satu saset plastik bekas sabu, satu unit telepon genggam, satu buah tutup botol, pipet, dan sebuah tas.
Kompol Eduard Steffry Allan melanjutkan, keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi bukti komitmen Ditresnarkoba Polda Sulbar dalam memberantas peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya.
Upaya pencegahan dan penindakan yang berkelanjutan, dikombinasikan dengan peran aktif masyarakat, diharapkan mampu menekan dan memberantas peredaran narkoba di Sulawesi Barat secara efektif. Untuk itu, kami menghimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan setiap informasi terkait penyalahgunaan narkoba kepada pihak berwajib, Rabu (22/1/25).
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Menjadi pemateri dalam rangka peningkatan wawasan bintara remaja Polda Sulbar untuk mendukung maksimalisasi pelaksanaan tugas dan menjaga citra Polri di tengah masyarakat, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kombes Pol Slamet Wahyudi mengenalkan fungsi Humas Polri serta strategi humas menjaga kamtibmas lewat media sosial.
Di era digital saat ini, kata Kabid Humas media sosial telah menjadi platform komunikasi yang sangat berpengaruh, menjangkau jutaan pengguna di seluruh dunia. Keberadaan media sosial memiliki dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam konteks keamanan dan ketertiban masyarakat.
Polri, sebagai lembaga penegak hukum sanagat perlu memanfaatkan media sosial secara efektif untuk mendukung tugasnya menjaga keamanan yang kondusif.
Selanjutnya, Kabid Humas menyampaikan beberapa poin tentang peluang maupun tantangan media Sosial dalam pelaksanaan tugas Polri.
Peluang media Sosial dalam mendukung tugas Polri meliputi :
1. Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas: Media sosial memungkinkan Polri untuk mempublikasikan informasi terkait kinerja, kegiatan, dan pencapaiannya secara transparan. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan publik dan akuntabilitas Polri terhadap masyarakat. Contohnya, unggahan video kegiatan patroli, penangkapan pelaku kejahatan, atau sosialisasi program-program kepolisian.
2. Peningkatan Komunikasi Publik: Media sosial menjadi saluran komunikasi yang efektif antara Polri dan masyarakat. Polri dapat memanfaatkannya untuk memberikan informasi penting, imbauan, dan edukasi kepada masyarakat terkait isu-isu keamanan dan ketertiban. Contohnya, imbauan mengenai pencegahan kejahatan, sosialisasi peraturan lalu lintas, atau informasi mengenai situasi keamanan terkini.
3. Deteksi Dini dan Pencegahan Kejahatan: Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai alat deteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Informasi dan kejadian yang diunggah oleh masyarakat dapat menjadi indikator dini potensi konflik atau kejahatan. Polri dapat memantau media sosial untuk mendeteksi informasi tersebut dan mengambil tindakan pencegahan.
4. Pengumpulan Informasi dan Intelijen: Media sosial dapat menjadi sumber informasi dan intelijen yang berharga bagi Polri. Unggahan, komentar dan percakapan di media sosial dapat memberikan gambaran tentang opini publik, sentimen masyarakat dan potensi ancaman keamanan. Informasi ini dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan strategis.
5. Rekrutmen dan Sosialisasi: Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai platform rekrutmen anggota Polri dan sosialisasi program-program kepolisian. Hal ini dapat membantu Polri dalam menjaring calon anggota yang berkualitas dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tugas dan fungsi Polri.
Selanjutnya, untuk tantangan Media Sosial dalam pelaksanaan Tugas Polri meliputi :
1. Hoaks dan Informasi Salah: Penyebaran hoaks dan informasi salah di media sosial dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu keamanan. Polri perlu memiliki strategi yang efektif untuk menanggulangi penyebaran hoaks dan memberikan klarifikasi kepada masyarakat.
2. Ujaran Kebencian dan Provokasi: Media sosial dapat menjadi tempat penyebaran ujaran kebencian dan provokasi yang dapat memicu konflik sosial. Polri perlu mengawasi dan menindak tegas penyebaran ujaran kebencian dan provokasi di media sosial.
3. Penyalahgunaan Media Sosial oleh Pelaku Kejahatan: Pelaku kejahatan dapat memanfaatkan media sosial untuk melakukan kejahatan, seperti penipuan online, penyebaran konten ilegal, atau perencanaan aksi terorisme. Polri perlu meningkatkan kemampuannya dalam mendeteksi dan menanggulangi kejahatan di media sosial.
4. Manajemen Reputasi: Media sosial dapat menjadi tempat munculnya kritik dan komentar negatif terhadap Polri. Polri perlu memiliki strategi manajemen reputasi yang efektif untuk menanggapi kritik dan menjaga citra positif di mata masyarakat.
Kabid Humas melanjutkan, media sosial memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung tugas Polri menjaga keamanan yang kondusif. Namun, Polri juga perlu menghadapi berbagai tantangan dalam memanfaatkan media sosial secara efektif.
Oleh karena itu, Polri perlu meningkatkan kemampuannya dalam memanfaatkan media sosial secara bijak, responsif dan profesional. Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, pelatihan bagi personel dan kerjasama dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan Polri dalam memanfaatkan media sosial untuk mendukung tugasnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tutup Kabid Humas.(*/Udin)
Sidik24jam. Meranti – Plt Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menghadiri acara Penanaman Jagung Serentak di tingkat kabupaten/kota se-Indonesia yang digelar di Jalan Sidodadi RT 04/RW 02, Desa Alah Air Timur, Kecamatan Tebing Tinggi, Selasa (21/01/2025).
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Kepulauan Meranti, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, jajaran kepala OPD, Camat Tebing Tinggi, Kepala Desa Alah Air Timur, Ketua beserta anggota kelompok tani, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.
Acara dimulai dengan sesi virtual bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (RI). Dalam kesempatan itu, Kapolri dan perwakilan Kementerian Pertanian RI menyampaikan target luas lahan yang akan ditanami jagung di setiap provinsi. Apabila target tersebut tercapai, Kementerian Pertanian RI akan memberikan bantuan tambahan melalui koordinasi dengan Polda di seluruh Indonesia.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Kurnia Setyawan, S.H., S.I.K., mengungkapkan bahwa penanaman jagung serentak ini merupakan bagian dari program nasional yang dicanangkan Presiden RI, H. Prabowo Subianto. Di Desa Alah Air Timur sendiri, telah disiapkan lahan seluas delapan hektar untuk penanaman jagung.
Plt Bupati H. Asmar menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara Polri, Kementerian Pertanian, sektor swasta, dan kelompok tani dalam mendukung percepatan swasembada jagung. “Kami mendukung penuh program ini untuk memanfaatkan lahan produktif guna mencapai visi Indonesia Emas 2045, sesuai arahan Presiden Prabowo,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, Polri, dan kelompok tani untuk menghadapi tantangan dan merealisasikan target swasembada pangan. “Sinergi adalah kunci utama. Kami siap berkontribusi dan bekerja sama untuk memaksimalkan potensi lahan yang ada,” tambahnya.
Selain mendukung ketahanan pangan nasional, program ini juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat kemandirian pangan yang berkelanjutan. Plt Bupati juga mengungkapkan rencana perluasan penanaman jagung di seluruh kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti yang memiliki lahan kosong dan tidak ditanami padi.
“Momentum ini diharapkan dapat memperkokoh peran Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai penopang ketahanan pangan nasional,” tutupnya.****
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Sebagai respons terhadap tantangan ketahanan pangan nasional, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), melaksanakan program penanaman jagung massal di Dusun Tarawe, Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Selasa (21/1/25).
Hari ini, sebuah aksi nyata ditunjukkan dengan kegiatan penanaman jagung serentak di Dusun Tarawe, Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Mamuju. Nampak Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol. Adang Ginanjar, bersama seluruh elemen Forkopimda menunjukkan sinergi kepemimpinan dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan.
Kegiatan diawali dengan mengikuti arahan Kapolri dan Mentan RI melalui video zoom, menekankan pentingnya peran aktif seluruh lapisan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Selanjutnya di lahan seluas kurang lebih satu hektar, Kapolda bersama para peserta dengan penuh semangat menanam bibit jagung, menunjukkan komitmen bersama untuk mencapai swasembada pangan.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar aksi simbolik, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam membangun pertanian berkelanjutan di Sulawesi Barat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menguatkan fondasi ketahanan pangan nasional.
Kapolda Sulbar disela-sela kegiatannya mengatakan “Ini adalah langkah nyata untuk membangun pertanian berkelanjutan di Sulawesi Barat. Kami berharap penanaman di lahan seluas kurang lebih satu hektar ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi pangan lokal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Kapolda.
Lebih dari itu, program ini dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang. Rencananya, akan ada pendampingan berkelanjutan bagi petani setempat, termasuk pelatihan teknik budidaya jagung yang modern dan efisien. Hal ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan program dan meningkatkan produktivitas pertanian secara keseluruhan.(*/Usin)
Sidik24jam. Meranti – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menerima kunjungan Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (DPD HIMPERRA) Provinsi Riau di Jalan Dorak. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD HIMPERRA Provinsi Riau, DR (HC) Donny Satria Putra, SE, MBA, guna membahas program pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Senen 20 Januari 2025.
Dalam pertemuan tersebut, HIMPERRA menyampaikan rencana pelaksanaan program pemerintah pusat yang menargetkan pembangunan tiga juta unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Indonesia. Program ini juga mencakup penyediaan rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Kami meminta dukungan penuh dari Pak Bupati agar program ini dapat berjalan dengan baik di Meranti. Kami juga berharap data masyarakat yang memenuhi kriteria penerima rumah MBR dapat disiapkan oleh pemerintah daerah,” ujar Donny Satria Putra.
HIMPERRA turut mengapresiasi langkah Bupati yang telah menindaklanjuti Surat Keputusan
SK bupati terkait pembebasan BPHTB, bagi masyarakat penerima Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk kategori MBR. Selain itu, apresiasi juga diberikan atas kebijakan Plt Bupati yang memberikan fasilitas pembebasan retribusi untuk pelaksanaan program tersebut.
Ketua DPD HIMPERRA Riau menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkim), Badan Kepegawaian Daerah (BKD), serta dinas terkait lainnya. “Kami juga akan melihat data kebutuhan rumah untuk ASN, PPPK, dan masyarakat melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan,” tambahnya.
Plt Bupati Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyambut baik inisiatif ini. “Terima kasih atas kunjungan DPD HIMPERRA Riau Kami siap mendukung program ini dan akan mengarahkan dinas terkait untuk menyediakan data yang diperlukan,” ungkapnya.
Ia juga berharap program perumahan ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Meranti. “Semoga program ini berjalan lancar dan menjadi awal masuknya program-program pusat lain yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tutup H. Asmar.
Program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, ASN, dan PPPK di Kabupaten Kepulauan Meranti, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.