Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Irjen Pol. Adang Ginanjar, Kapolda Sulbar, resmi menutup kegiatan audit kinerja tahap I di lingkungan Polda Sulbar dan jajarannya. Audit yang berlangsung selama 23 April hingga 14 Mei 2025 ini berfokus pada aspek perencanaan dan pengorganisasian.
Acara penutupan yang digelar di Aula Marannu Mapolda dihadiri Wakapolda Sulbar, Irwasda, pejabat utama, Kapolres jajaran, dan para perwira Satker.
Dalam sambutannya, Kapolda menekankan pentingnya sinergi seluruh Satker dalam mempertahankan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) keuangan Polri yang telah diraih selama 13 tahun berturut-turut sejak 2014.
Ia menyampaikan kepercayaan penuh pada tim audit Itwasda Polda Sulbar, yang berperan sebagai pengawas, konsultan, dan Quality Assurance, untuk mencapai tujuan tersebut. Kapolda juga berharap audit ini akan berdampak positif pada peningkatan kinerja dan penggunaan anggaran yang lebih tepat sasaran.
“Hasil audit, apapun itu, diharapkan akan menjadi pendorong peningkatan kinerja Polri, khususnya Polda Sulbar ke depannya,” tegas Kapolda.
Kegiatan audit diawali dengan presentasi bukti jejak digital pelaksanaan audit di seluruh Satker. Berdasarkan penyampaian hasil audit (PHA) oleh Itwasda, kegiatan ini terbukti efektif sebagai sarana evaluasi dan konsultasi, memberikan informasi faktual dan data akurat untuk setiap Satker.
Dengan demikian, audit kinerja ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi peningkatan kinerja dan pengelolaan keuangan yang lebih baik di lingkungan Polda Sulbar.(*/Udin)
Sidik24jam. MERANTI – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menggelar Rapat Paripurna dalam rangka pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) usulan Pemerintah Daerah dan inisiatif DPRD di Balai Sidang DPRD Kepulauan Meranti, Rabu (14/5/2025).
Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, dan dihadiri oleh Ketua dan Wakil Ketua DPRD beserta anggota, Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala OPD, camat se-Kabupaten Meranti, tokoh masyarakat, tokoh adat, alim ulama, perwakilan partai politik, organisasi masyarakat, pemuda, LSM, serta insan pers.
Dalam sambutannya, Bupati Asmar mengungkapkan apresiasi atas dukungan DPRD dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Ia memaparkan bahwa tahun ini terdapat 16 Ranperda yang masuk dalam Program Legislasi Daerah, terdiri dari 3 Ranperda inisiatif DPRD, 10 usulan Pemerintah Daerah, serta 3 Ranperda kumulatif terbuka.
Salah satu Ranperda penting yang diusulkan Pemerintah Daerah berkaitan dengan perlindungan ekosistem mangrove yang semakin terdegradasi di wilayah pesisir Meranti.
“Kerusakan mangrove disebabkan oleh alih fungsi lahan, penebangan liar, aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab, serta dampak perubahan iklim. Melalui Ranperda ini, kami ingin memberikan payung hukum yang kuat untuk pelestarian lingkungan,” kata Asmar.
Ranperda lainnya yang diajukan adalah perubahan kedua atas Perda Nomor 13 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah. Perubahan ini mencakup penyesuaian nomenklatur perangkat daerah serta pengaturan terkait pengelolaan sampah spesifik sesuai PP Nomor 27 Tahun 2020.
Selain itu, Pemerintah Daerah juga mengusulkan revisi Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi guna mengakomodasi tarif baru serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Usulan ini berasal dari sejumlah perangkat daerah, seperti Dinas PERKIMTANLH, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, UPT RSUD, dan BPKAD.
Sementara itu, dari pihak DPRD, Bapemperda menyampaikan satu Ranperda inisiatif yang menjadi skala prioritas, yakni Ranperda tentang Fasilitasi Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan.
“Ranperda ini adalah respons terhadap banyaknya laporan masyarakat terkait sengketa lahan. DPRD ingin menciptakan regulasi yang adil dan partisipatif sebagai langkah strategis mengatasi konflik agraria,” ujar Drs. Jani Pasaribu, MM, mewakili Bapemperda.
Ia menyebutkan, konflik pertanahan yang mencuat di antaranya sengketa lahan antara masyarakat Tasik Putri Puyu dengan PT. RAPP, serta masyarakat Tanjung Kedabu dengan PT. SRL. Termasuk pula persoalan kepemilikan lahan di kawasan perkantoran bupati yang masih berproses.
Ranperda ini diharapkan akan menciptakan mekanisme penyelesaian yang melibatkan forum mediasi, tim penyelesaian sengketa, serta koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan lembaga adat.
“Tujuan utama dari Ranperda ini adalah menciptakan sistem penyelesaian konflik yang adil, transparan, dan partisipatif, sekaligus mencegah konflik horizontal,” pungkasnya.
Rapat Paripurna ditutup dengan harapan agar seluruh Ranperda yang diajukan dapat dibahas secara komprehensif dan menghasilkan regulasi yang berpihak pada kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah.***
Sidik24jam. Meranti – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola Tanjung Bakau Cup III yang digelar di Lapangan Sepak Bola Bunga Tanjung, Desa Tanjung Bakau, Kecamatan Rangsang, Selasa (13/5/2025).
Acara pembukaan turut dihadiri oleh perwakilan Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, unsur Forkopimda, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Rangsang, Kepala Desa Tanjung Bakau, Ketua Panitia Turnamen beserta anggota, wasit, para peserta serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Asmar mengapresiasi terselenggaranya turnamen ini dan menyampaikan bahwa kegiatan olahraga seperti ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk mempererat tali silaturahmi, persatuan, serta mengembangkan potensi generasi muda di bidang olahraga.
“Kita semua patut bergembira. Turnamen ini menjadi ajang untuk menyalurkan hobi sekaligus memperkokoh persaudaraan dan kebersamaan. Saya harap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang sepak bola,” ujar Asmar.
Ia juga menyampaikan harapannya agar turnamen ini bisa melahirkan atlet-atlet berbakat yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Kepulauan Meranti, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Selain itu, semangat sportivitas diharapkan tumbuh subur dalam diri para peserta sebagai wujud kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Sebagai bentuk dukungan, Bupati Meranti menambahkan dana sebesar Rp20 juta, masing-masing Rp10 juta untuk panitia dan Rp10 juta untuk hadiah pemain. Ia juga mengumumkan bonus khusus, yakni Rp1 juta bagi pencetak gol pertama dan Rp500 ribu untuk pencetak gol kedua dalam turnamen ini.
Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara pemuda-pemudi Desa Tanjung Bakau dengan masyarakat dan para donatur, termasuk perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Adapun pada hari pertama turnamen, digelar pertandingan antara tim All Star melawan Tanjung Bakau FC. Sebanyak 52 klub diundang untuk berpartisipasi dalam ajang ini, dengan total hadiah yang disediakan antara lain: Juara 1 sebesar Rp25 juta, Juara 2 Rp17,5 juta, Juara 3 Rp11,5 juta, dan Juara 4 Rp6 juta.
Turnamen Tanjung Bakau Cup III diharapkan menjadi momentum penting dalam menggairahkan kembali olahraga sepak bola di Kabupaten Kepulauan Meranti.***
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Polda Sulbar) menggelar nonton bareng (Nobar) film “Sayap-Sayap Patah 2” di Bioskop Matos, Mamuju, Senin (12 Mei 25). Acara ini dihadiri Kapolda Sulbar Irjen Pol. Adang Ginanjar beserta Ketua Bhayangkari Ny. Miranti Adang, Wakapolda Brigjen Pol. Rachmat Pamudji, pejabat utama, dan personel Polda Sulbar.
Usai menyaksikan film yang menyentuh hati tersebut, Kapolda Sulbar mengungkapkan kekagumannya terhadap alur cerita yang begitu kuat menggambarkan dedikasi dan pengorbanan para anggota kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, meski harus meninggalkan keluarga tercinta.
Film ini, menurut Kapolda akan menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polri untuk tetap teguh dalam menjalankan tugas. Irjen Pol. Adang Ginanjar menekankan pentingnya keseimbangan antara pengabdian kepada negara dan tanggung jawab keluarga.
Bersamaan itu, Kapolda juga menyampaikan pesan kepada seluruh anggota agar tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sembari juga memastikan keselamatan dan kesejahteraan keluarga mereka.
“Tetap semangat, karena tugas Polri adalah jalan pengabdian yang mulia. Jadikan kisa ini sebagai momen refleksi dan penguatan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara,” tutur Kapolda.(*/Udin)
Sidik24jam. MERANTI- Bupati Meranti H Asmar Kukuhkan Tim Pengerak PKK dan Tim pembina Posyandu, Pokja Bunda Paud dan Pokja Literasi di Gedung Kuning Kantor Bupati.(13/05/2025)
Dalam hal itu Bupati Meranti H Asmar mengucapkan selamat kepada Ketua TP PKK yang telah dikukuhkan dan pengurus Tim Penggerak PKK dan Tim Pembina Posyandu, Pokja Bunda Paud dan Pokja Literasi yang telah dilantik. Pengukuhan Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Meranti.
ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan Kepala Daerah Periode 2025-2030 oleh Bapak Presiden secara serentak di Istana Negara Jakarta.
PKK adalah organisasi terbesar di Indonesia, tidak ada organisasi yang sampai ke Rumah Tangga kecuali PKK, POLRI, Pertanian, Kemendes dan yang lainnya hanya sampai tingkat desa. Organisasi PKK merupakan kesatuan unit terkecil dalam sistem administrasi kependudukan.
Tim Penggerak PKK menjadi mitra setia pemerintah daerah, dimana secara hakiki mendukung melaksanakan tugas negara, menjaga Rumah Tangga Rakyat kita.
“PKK memiliki potensi untuk bisa digerakkan hal yang positif diantaranya membantu program pemerintah pusat maupun daerah. Persoalan cuma satu kita mau pakai atau tidak organisasi ini, ibarat mobil merci mau digerakkan atau hanya diparkir saja”, kata H Asmar.
“Saya mengharapkan organisasi PKK ini bisa digerakkan, dimanfaatkan untuk membantu program-program pemerintahan baik pusat maupun daerah. Kalau PKK mau bergerak kunci yang paling utama sekali ibarat mobil tadi adalah pengemudinya, setir artinya leadership pemimpinnya,” kata H Asmar.
Organisasi akan berjalan efektif kalau pemimpinnya baik. Pemimpin harus memiliki dua hal yaitu kemauan dan kemampuan. Dari dua hal ini yang penting kemauan yaitu niat menggerakkan organisasi ini, Mau dulu untuk bergerak setelah itu diiringi dengan kemampuan. Untuk itu cari tim yang kuat dan buat program yang didasarkan dari 10 program pokok PKK.
Kemudian Posyandu yang selama ini hanya sebagai pos pelayanan penimbangan anak dan kesehatan, padahal sebetulnya ada 6 kegiatan SPM yang dipadukan dalam pos pelayanan terpadu. Posyandu ini mirip Mall Pelayanan Publik yang dijadikan terpadu di buat Dinas PTSP Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Posyandu Pelayanan Terpadu tingkat desa tidak hanya untuk bidang kesehatan melainkan juga untuk bidang pendidikan, pangan dan sebagainya.
PKK dan Posyandu ini daya jangkau yang paling masif, terstruktur mulai dari pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa. Kita diharapkan dapat mengatasi stunting, mengatasi gizi buruk serta mengatasi putus sekolah.
Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Pokja Bunda PAUD dimana kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan dibidang pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak Usia Dini( PAUD) di Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Peran Bunda PAUD sangatlah penting dalam mendukung perkembangan dan pertumbuhan anak usia dini, oleh karena itu bunda PAUD perlu di bekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menjadi teladan dan inspirator bagi para orang tua dan masyarakat dalam menyelenggarakan PAUD berkualitas,” kata H Asmar.
“Diharapkan Pokja Bunda PAUD yang dikukuhkan dapat membantu Bunda PAUD dalam melaksanakan semua program kerja Bunda PAUD Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kegiatan pemilihan atau penunjukkan Bunda Baca/Bunda Literasi merupakan salah satu strategi memotivasi dan mempercepat tumbuhnya budaya gemar membaca di masyarakat,” kata H Asmar.
Proses pemberian motivasi melalui contoh langsung oleh panutan yang dapat meraih kesuksesan melalui kegiatan membaca dapat digunakan sebagai strategi pengembangan Pembudayaan Kegemaran Membaca, melalui pemberdayaan perpustakaan sesuai dengan visi dan misi pemerintah Indonesia dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, yaitu terciptanya masyarakat Indonesia cerdas dan unggul yang diperoleh melalui pendidikan nonformal maupun wahana belajar mandiri sepanjang hayat seperti perpustakaan, taman bacaan masyarakat (TBM), komunitas baca dan sejenisnya.
“Seorang Bunda Baca/ Bunda Literasi diharapkan dapat meningkatkan budaya baca masyarakat di tengah budaya lisan atau tutur yang melekat pada masyarakat. Harapan inisangat optimis karena seorang Bunda Baca/ Bunda Literasi terpilih adalah motor penggerak dalam kepeduliannya terhadap pemberdayaan perpustakaan,” kata H Asmar.
Seorang Bunda Baca/ Bunda Literasi selain mempromosikan tentang pentingnya membaca dan fungsi perpustakaan, diharapkan dapat menjadi panutan dan juru kampanye serta menjadi inspirasi bagi anak, remaja dan dewasa melalui sosialisasi atau kampanye Pembudayaan Kegemaran Membaca baik melalui tatap muka (seminar, talkshow, lokakarya, simposium, dan lain sebagainya) maupun melalui berbagai media sosial seperti Facebook, Twitter, Youtube, Instagram dan berbagai media sosial lain.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kelancaran dalam pelaksanakan kegiataan ini, seluruh organisasi ini dapat digerakkan dan dimanfaatkan sebagai mitra pemerintah untuk meningkatkan program-program pemerintah.(***)
Sidik24jam. Pekanbaru – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk kekerasan dan aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum debt collector dalam proses penagihan utang.
Penegasan ini disampaikan Direktur Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol. Asep Darmawan, usai pelaksanaan Coaching Clinic Hukum Perdata yang digelar sebagai bagian dari upaya edukasi dan penertiban penegakan hukum perdata di wilayah hukum Polda Riau.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi praktik penagihan utang yang disertai kekerasan atau intimidasi. Siapa pun yang melakukan atau memerintahkan tindakan tersebut, akan kami proses secara hukum tanpa pandang bulu,” tegas Kombes Pol. Asep, Sabtu (10/5).
Pernyataan ini merespons berbagai kasus kekerasan oleh debt collector di wilayah hukum Polda Riau.
Asep menjelaskan, sesuai ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tenaga penagih utang wajib memiliki dokumen resmi seperti surat tugas, sertifikat jaminan fidusia, dan sertifikat kompetensi sebagai tenaga ahli.
Penagihan yang dilakukan tanpa prosedur sah dan legalitas yang lengkap adalah tindakan melanggar hukum.
“Penarikan kendaraan atau barang jaminan fidusia tanpa dasar hukum dan dengan cara paksa, itu adalah pidana. Kami akan bertindak sesuai hukum yang berlaku, termasuk terhadap pihak pemberi perintah yang membiarkan praktik tersebut,” tambahnya.
Lebih lanjut, melalui forum Coaching Clinic ini, Polda Riau mendorong sinergi antara aparat penegak hukum, perusahaan pembiayaan, dan masyarakat untuk memastikan setiap tindakan penagihan dilakukan secara profesional dan beradab, tanpa melanggar hak asasi maupun hukum yang berlaku.
“Dalam kepemimpinan Bapak Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, kami berkomitmen menjadikan hukum sebagai alat perlindungan masyarakat, bukan sebagai alat intimidasi,” tutup Asep. []***”
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Ucapan selamat dan harapan peringatan Hari Tri Suci Waisak 2567 BE di Sulawesi Barat juga disampaikan oleh Kapolda Sulbar, Irjen Pol. Adang Ginanjar.
Bersama Ketua Bhayangkari, Ny. Miranti Adang, beliau menyampaikan apresiasi dan harapannya untuk masa depan Sulawesi Barat yang lebih baik dan maju.
“Atas nama Polda Sulbar dan seluruh keluarga besar Bhayangkari, kami mengucapkan Selamat Hari Tri Suci Waisak 2567 BE kepada seluruh umat Buddha di Sulawesi Barat. Semoga nilai-nilai luhur ajaran Buddha, seperti kasih sayang, kebijaksanaan, dan kedamaian, dapat menginspirasi kita semua untuk membangun Sulawesi Barat yang aman, damai dan sejahtera,” tutur Kapolda.
Kapolda juga menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Sulawesi Barat. Beliau berharap semangat Tri Suci Waisak dapat memperkuat komitmen bersama untuk membangun daerah yang lebih harmonis dan berkelanjutan serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga seluruh warga dapat menjalankan aktivitasnya dengan tenang dan damai.
Lebih lanjut, Irjen Pol. Adang Ginanjar menyampaikan harapannya agar momentum Hari Waisak dapat menjadi pendorong semangat untuk meningkatkan pembangunan di berbagai sektor di Sulawesi Barat. Beliau mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah, demi mewujudkan Sulawesi Barat yang lebih maju dan sejahtera bagi seluruh warganya.
Ucapan selamat dan harapan damai ini disampaikan sebagai bentuk penghormatan Polda Sulbar terhadap perayaan keagamaan umat Buddha di Sulawesi Barat.(&/Udin)
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Petugas Direktorat Reserse Narkotika Polda Sulbar berhasil mengungkap modus baru penyelundupan sabu. Seorang tersangka berinisial S (45) ditangkap di Kelurahan Mamunyu, Kabupaten Mamuju, Kamis (8/5/25), karena mencoba menyelundupkan sabu yang disembunyikan di dalam kemasan deodoran Rexona.
Kompol Eduard Steffry Allan, yang memimpin penangkapan itu, menjelaskan bahwa penyelidikan berawal dari informasi masyarakat tentang aktivitas mencurigakan di depan bengkel Yasdi Motor. Petugas kemudian memeriksa S dan barang bawaannya.
Awalnya, tidak ditemukan barang bukti. Namun, setelah pemeriksaan lebih teliti, petugas menemukan sebuah plastik berisi kristal bening diduga sabu yang disembunyikan di dalam kemasan Rexona. Kompol Eduard menekankan bahwa ini merupakan modus baru penyelundupan narkoba di Sulawesi Barat.
“Penyelundupan sabu dengan cara disembunyikan di dalam kemasan produk sehari-hari seperti ini memang tergolong modus baru di wilayah kita,” tutur Kompol Eduard.
Dari hasil interogasi, S mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seseorang berinisial B yang beralamat di Desa Sarudu, Kabupaten Pasangkayu. Saat ini, B telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Ditresnarkoba Polda Sulbar.
Barang bukti yang diamankan meliputi satu sachet berisi kristal bening diduga sabu, 18 sachet kosong, dua telepon genggam, kemasan Rexona, pipet, jarum suntik, sebuah mobil, dan uang tunai sebesar Rp 1.200.000.
Polda Sulbar berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkoba dan berharap dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk menciptakan generasi muda yang sehat dan bebas dari narkoba.(*/Udin)
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Sulawesi Barat merasakan dampak positif dari Operasi Pekat Marano 2025. Dimana Polda Sulbar, melalui kerja sama yang solid antara Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan jajaran Polres se-Sulbar, berhasil mengungkap 21 kasus kejahatan yang meresahkan masyarakat.
Keberhasilan ini melampaui target awal operasi yang fokus pada pemberantasan premanisme. Dari 14 target operasi (TO) yang ditetapkan, 13 kasus berhasil diungkap, dengan tambahan 8 kasus non-TO yang saat ini juga ditangani.
Prestasi ini bukan sekadar angka statistik. Di baliknya terdapat upaya gigih para petugas dalam membongkar jaringan kejahatan yang selama ini beroperasi di Sulbar. Rincian kasus yang berhasil diungkap menunjukkan beragam modus operandi kejahatan yang meresahkan meliputi :
– 10 kasus penganiayaan, menunjukkan tingginya angka kekerasan.
– 5 kasus pengeroyokan, menggambarkan ancaman kelompok preman.
– 2 kasus pemerasan, menunjukkan eksploitasi ekonomi yang tidak adil.
– 1 kasus perbuatan tidak menyenangkan, menunjukkan pelanggaran terhadap hak asasi manusia.
– 1 kasus pengancaman, menunjukkan intimidasi dan teror.
– 1 kasus pengancaman dengan senjata tajam, menunjukkan tingkat kekerasan yang lebih tinggi.
– 1 kasus pencurian, menunjukkan pelanggaran hak milik.
Keberhasilan Operasi Pekat Marano 2025 bukan hanya menunjukkan komitmen Polda Sulbar dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga menjadi bukti nyata penegakan hukum yang tegas dan konsisten. Hal ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Sulbar untuk beraktivitas dan menjalankan kehidupan sehari-hari.
Kombes Pol I Nyoman Artana, Karoops Polda Sulbar, menyatakan bahwa penanganan kasus kejahatan tidak berhenti pada Operasi Pekat Marano 2025. Menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat adalah tugas pokok Kepolisian. Kami berkomitmen untuk terus berupaya menciptakan Sulbar yang aman dan kondusif, baik selama operasi maupun pasca operasi.
Ia melanjutkan, upaya pencegahan kejahatan akan terus ditingkatkan melalui berbagai program dan kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, tegasnya.
Bersamaan itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk terus berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai di Sulawesi Barat. Laporan dan informasi dari masyarakat sangat penting dalam mendukung upaya pencegahan dan penindakan kejahatan, ajak Karoops Ops, Sabtu (10/5/25)
Sidik24jam.com, Polda Sulbar – Irjen Pol Adang Ginanjar, Kapolda Sulawesi Barat beserta Ketua Bhayangkari Ny. Miranti Adang dan pejabat utama (PJU) Polda Sulbar termasuk Irwasda, Dirkrimsus, Dirlantas, dan Kabid Propam melakukan kunjungan kerja ke wilayah Polres Mamasa, Sabtu (10/5/25).
Kunjungan ini berfokus pada pemantauan langsung pembangunan rusu (rumah susun) yang direncanakan untuk Polsek Mamasa.
Kedatangan rombongan Kapolda disambut hangat oleh Kapolres Mamasa. Di lokasi pembangunan rusun, Kapolres dan kontraktor pembangunan secara detail memaparkan progres pembangunan, termasuk rencana tahapan selanjutnya dan kendala yang mungkin dihadapi. Penjelasan tersebut mencakup aspek teknis, anggaran, dan target penyelesaian proyek.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sulbar Irjen Pol Adang Ginanjar menekankan pentingnya pembangunan rusun ini sebagai upaya meningkatkan kualitas akomodasi bagi personel Polsek Mamasa. Beliau juga menyampaikan harapan agar pembangunan dapat selesai tepat waktu dan sesuai standar, sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Mamasa.
Lebih lanjut, Kapolda menekankan pentingnya sinergi antara pihak kepolisian, pemerintah daerah dan kontraktor dalam memastikan kelancaran proyek ini.
Kunjungan ini juga sebagai bentuk dukungan nyata Kapolda terhadap kemajuan pembangunan di Mamasa dan peningkatan kesejahteraan personel kepolisian di daerah tersebut. Beliau juga berkesempatan berdialog langsung dengan anggota Polsek Mamasa, mendengarkan aspirasi mereka dan memberikan semangat untuk tetap menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas.(*/Udin)