
![]()
Sidik24jam.com | Aceh Tamiang.
Ada banyak cara untuk mengenang kelahiran manusia mulia, tetapi cara terbaik untuk mencintai Rasulullah SAW bukan sekadar dengan memperingatinya, melainkan dengan berusaha menghadirkan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana penuh khidmat dan kesejukan terasa di halaman Masjid Baitulriddha Kampung Sukajadi Paya Bujok, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, saat masyarakat bersama Pemerintah Kampung Sukajadi Paya Bujok menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Selasa (25/08/26) malam pukul 09.00 Wib
Peringatan tersebut bukan hanya menjadi sebuah acara keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk kembali mengingat sosok Rasulullah SAW yang mengajarkan kasih sayang, kesabaran, kejujuran, persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.
Rangkaian acara diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Walidy Abdussyafi, S.Sos.I, Pimpinan Dayah Almadrus Langsa, yang beralamat di Sidodadi, Kecamatan Langsa Kota.
Pesan-pesan yang disampaikan dalam tausiyah seakan mengajak setiap jamaah untuk sejenak melihat kembali perjalanan hidup Rasulullah SAW. Di tengah kehidupan yang semakin penuh tantangan, keteladanan Nabi Muhammad SAW menjadi pengingat bahwa kemuliaan seseorang bukan hanya diukur dari apa yang dimilikinya, tetapi dari bagaimana ia memperlakukan orang lain.
Maulid bukan sekadar mengenang tanggal kelahiran Rasulullah. Maulid adalah tentang bagaimana rasa cinta kepada Rasulullah mampu mengubah diri kita menjadi manusia yang lebih baik.
Jika Rasulullah mengajarkan kasih sayang, maka sudah sepatutnya kasih sayang tumbuh di tengah keluarga dan masyarakat. Jika Rasulullah mengajarkan kejujuran, maka kejujuran harus menjadi bagian dari kehidupan. Jika Rasulullah mengajarkan persaudaraan, maka perbedaan jangan menjadi alasan untuk saling menjauh.
Hal inilah yang membuat peringatan Maulid Nabi di Kampung Sukajadi Paya Bujok terasa memiliki makna yang begitu dalam. Di bawah suasana kebersamaan masyarakat, halaman Masjid Baitulriddha menjadi tempat berkumpulnya hati-hati yang ingin kembali mendekat kepada nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW.

Barangkali setelah acara berakhir, tenda akan dibongkar, kursi akan dirapikan dan halaman masjid kembali seperti biasanya. Namun, pesan Maulid hendaknya tidak ikut berakhir bersama selesainya acara.
Ia harus tetap hidup dalam perilaku. Sebab, ukuran keberhasilan sebuah peringatan Maulid bukanlah seberapa meriah acara digelar, melainkan seberapa besar keteladanan Rasulullah SAW mampu hadir dalam kehidupan masyarakat setelahnya.
Dari Kampung Sukajadi Paya Bujok, semangat itu diharapkan terus tumbuh. Semangat untuk mempererat silaturahmi, menjaga persatuan, menghormati sesama dan menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai cahaya dalam menjalani kehidupan.
Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Semoga cinta kepada Rasulullah tidak hanya terucap di lisan, tetapi benar-benar hidup di dalam hati dan tercermin dalam setiap langkah kehidupan. (Andi)



