
![]()
Sidik24jam | Banda Aceh.
Komitmen Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Program P3MD Provinsi Aceh dalam meningkatkan kualitas pendampingan desa kembali membuahkan apresiasi. Melalui kolaborasi yang semakin kuat dengan berbagai pemangku kepentingan, TPP Aceh terus memperkuat kapasitas sumber daya pendamping sekaligus mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan pembangunan dan ekonomi desa.
Di tengah tantangan pembangunan desa yang semakin kompleks, peran pendamping desa tidak lagi hanya sebatas memastikan administrasi berjalan sesuai ketentuan. Lebih dari itu, TPP kini dituntut mampu menjadi fasilitator perubahan, penghubung berbagai kepentingan, sekaligus agen inovasi yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat desa. Karena itu, peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.

Salah satu bentuk nyata sinergi tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Aceh yang memberikan program capacity building kepada para TPP. Kegiatan ini membekali peserta dengan pemahaman mengenai pemanfaatan media sosial sebagai sarana edutainment, strategi komunikasi publik, hingga kemampuan public speaking yang komprehensif.
Ketua Koordinator TPP-P3MD Provinsi Aceh, Busra, ST, MM, menegaskan bahwa kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi setiap pendamping desa. Menurutnya, TPP tidak hanya dituntut memahami regulasi dan program pembangunan, tetapi juga harus mampu menyampaikan informasi kepada masyarakat secara efektif, menarik, dan mudah dipahami.
“Di era digital saat ini, media sosial bukan sekadar ruang berbagi informasi, tetapi juga menjadi media edukasi yang mampu memperkenalkan potensi desa, mengangkat inovasi lokal, serta menyebarluaskan praktik-praktik terbaik pembangunan desa kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Pandangan tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan pembangunan desa masa kini. Ketika informasi bergerak begitu cepat, kemampuan menyampaikan edukasi yang benar dan membangun kepercayaan publik menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong partisipasi masyarakat terhadap program-program pembangunan desa.
Selain memperoleh penguatan kapasitas dari Bank Indonesia, TPP Aceh juga aktif berpartisipasi dalam Lokakarya Strategi Kolaboratif Pengembangan Ekonomi melalui Penguatan UMKM dan BUMG yang diselenggarakan Bappeda Aceh di Kabupaten Bireuen pada 29–30 Juli 2026.
Dalam forum tersebut, Busra tampil sebagai narasumber dengan materi “Pengembangan BUMDes melalui Pengelolaan Pengetahuan dan Informasi”, yang menekankan pentingnya membangun BUMDes berbasis data, inovasi, serta pembelajaran berkelanjutan. Kehadiran TPP dalam forum strategis tersebut menunjukkan bahwa pendamping desa kini tidak hanya menjalankan fungsi pendampingan administratif, tetapi juga mampu menyumbangkan gagasan, pengalaman, dan pengetahuan dalam memperkuat fondasi ekonomi desa.

Keikutsertaan TPP dalam forum-forum strategis seperti ini menjadi bukti bahwa kapasitas pendamping desa semakin mendapat pengakuan dari berbagai institusi. Hal tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan desa membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar mampu menghasilkan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat.
Atas dedikasi dan kontribusinya, Busra, ST, MM selaku Ketua Koordinator TPP-P3MD Provinsi Aceh menerima plakat penghargaan dari dua institusi berbeda.
Penghargaan pertama diserahkan secara simbolis oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Aceh dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) Cinta, Bangga, Paham Rupiah yang berlangsung di Banda Aceh pada 22–23 Juli 2026. Selanjutnya, penghargaan kedua diberikan oleh Bappeda Provinsi Aceh pada pelaksanaan Lokakarya Strategi Kolaboratif Pengembangan Ekonomi melalui Penguatan UMKM dan BUMG di Kabupaten Bireuen pada 29–30 Juli 2026. Sehingga Pemberitaan Ini disiarkan, Senin (03/08/2026).
Dua penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi TPP Aceh dalam membangun kolaborasi lintas sektor, meningkatkan kapasitas sumber daya pendamping desa, serta memperkuat peran TPP sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan desa yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing.
Penghargaan ini bukan sekadar simbol keberhasilan individu, melainkan juga menjadi representasi atas dedikasi seluruh jajaran TPP Aceh yang selama ini bekerja mendampingi desa hingga ke pelosok. Kepercayaan yang diberikan oleh Bank Indonesia dan Bappeda Aceh menjadi motivasi untuk terus menghadirkan pendampingan yang lebih profesional, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Melalui semangat kolaborasi yang terus dibangun, TPP Aceh menegaskan komitmennya untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat desa sebagai pendamping yang profesional, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan di era digital. Dengan memperkuat jejaring bersama pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, TPP optimistis desa-desa di Aceh akan semakin maju, tangguh, serta menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Reporter : KS/Andi



