
![]()
SERGAI – Kondisi tanaman kelapa sawit di Blok 32 dan 33 Afdeling II Kebun Melati, PTPN Regional II, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), menjadi sorotan. Sejumlah pohon sawit di areal tersebut dilaporkan terserang hama ulat api yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman dan menurunkan produktivitas kebun.
Temuan tersebut terlihat saat dilakukan peninjauan Tim Awak Media dilapangan pada Rabu (3/6/2026). Selain serangan hama, ditemukan pula banyak janjangan atau tandan buah sawit yang tertinggal di Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) dan belum diangkut untuk diproses lebih lanjut.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan apabila tidak segera ditangani. Tandan buah yang terlalu lama tertinggal di TPH berpotensi mengalami penurunan kualitas dan memengaruhi hasil produksi.
Tidak hanya itu, sejumlah areal perkebunan juga terlihat dipenuhi semak belukar meskipun sebelumnya telah dilakukan kegiatan penyemprotan gulma. Tingginya pertumbuhan gulma di beberapa blok tanaman menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas pemeliharaan areal yang dilakukan.
Saat dikonfirmasi tim awak media di kantornya, Asisten Afdeling II Kebun Melati, Budi M. Rumapea, mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan perawatan kebun secara maksimal.
“Bagaimana ya Bang, anggaran kami memang terbatas untuk melakukan perawatan yang signifikan. Semua anggaran dari atas, dan yang sampai ke afdeling hanya sedikit. Dengan kondisi seperti itu, cukup sulit melakukan perawatan secara optimal,” ujarnya.
Sejumlah pekerja di lapangan berharap pihak manajemen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan pemeliharaan tanaman, pengendalian hama ulat api, serta pengawasan panen dan pengangkutan hasil kebun.
Menurut mereka, langkah tersebut penting untuk menjaga produktivitas tanaman sekaligus mencegah kerugian yang lebih besar di masa mendatang.
Kebun Melati di Kabupaten Serdang Bedagai merupakan salah satu unit perkebunan yang berada di bawah naungan PTPN Regional II. Afdeling II sebelumnya juga beberapa kali menjadi perhatian terkait pengelolaan areal dan pelaksanaan kegiatan operasional kebun.
Hingga berita ini diturunkan, diharapkan pihak manajemen segera mengambil langkah penanganan terhadap serangan ulat api, mempercepat pengangkutan janjangan yang tertinggal di TPH, serta meningkatkan pemeliharaan areal agar kondisi kebun tetap terawat dan produktif.(Tim red)



