
![]()
Ambon sidik24jam,com- Slogan “Polri Untuk Masyarakat” kini semakin gencar disosialisasikan oleh Kepolisian Republik Indonesia di seluruh jajaran, termasuk hingga ke tingkat Polsek.
Slogan “Polri Untuk Masyarakat menjadi cerminan dari tugas dan tanggung jawab kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Selain itu, untuk semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Hal itu diimplementasikan oleh “Polsek Nusaniwe,mulai dari berkunjung ke Mesjid, Gereja Sekolah bahkan ke setiap pangkalan ojek di Wilayah Nusaniwe dan selalu menyempatkan diri untuk hadir dalam setiap kegiatan yang masyarakat lakukan serta selalu memberi himbaun secara edukasi dengan masif tutur Kapolsek Nusaniwe ( Johan.W.M.Anakotta) pada media sidik24jam,com-kamis 17-04-2025.
Lanjut “Anakotta terkait dengan Suatu wilayah aman menurut saya secara logika sebagai anggota polri penegak hukum kita harus humanis kita harus tinggalkan sifat-sifat arogansi sikap egoisme, sikap melihat masyarakat sebagai kalangan terbawa. Jangan, kita harus menganggap mereka sebagai keluarga dan sahabat.
Kemudian yang kedua polisi harus perbanyak atau tingkatkan giat silaturahmi-silaturahmi dengan siapa saja ? Dengan semua pihak baik dari kalangan atas sampai kalangan bawah akar rumput.
Dalam silaturahmi itu ada beberapa kegiatan sambang,rangkul,ajak dan sentu semua pihak karena menurut “Saya ketika kita sentuh mereka berulang-ulang dan memberikan himbauan secara edukasi dengan masif “Saya yakin pasti aman.
Menurut Anakotta ibarat parang kalau berkarat digosok satu kali tidak akan tajam harus, diulang-ulang dan “Saya yakin sifat dan emosi siapapun dia ataupun sekelas penjahatpun kalau kita berteman dengan dia dan kita setiap saat sambangi “dia Saya yakin pasti “dia akan berubah.
Yang ketiga hal yang paling penting setiap ada kejadian, laporan dan pengaduan masyarakat terkait suatu peristiwa yang akan menjadi tindak pidana atau pelanggaran hukum polisi harus cepat datang ke tkp atau di lokasi kejadian.
“Saya contohkan ketika dua orang lawan dua orang berkelahi, telepon polisi belum datang ketika dia mengajak temannya sepuluh lawan sepuluh polisi juga belum datang sudah membesar barulah polisi datang hal ini yang salah dan inilah lambatnya polisi dalam mengatasi masalah.
Anakotta menambahkan, di Wilayah Nusaniwe sekurang-kurangnya kami, selema-lemanya kami Polsek Nusaniwe tetapi ketika, ada aduhan yang sampai di Wilayah Polsek Nusaniwe paling cepat sepuluh menit kita udah sampai di tkp kalaupun jauh paling lambat 15–20 menit kita udah sampaik di tkp.Karena kita berfikir kalau kita lambat pasti akan jadi lebih besar dan yang paling parah.
Pada kesempatan tersebut Kapolsek juga sampaikan mari tetap menjaga situasi Nusaniwe yang semakin baik. Ingat persoalan orang per orang diselesaikan per orang..jangan dibawa menjadi persoalan kelompok. Kampung. Suku ataupun Agama.
Kapolsek juga mohon maaf kalau masih banyak kekurangan dalam melayani masyarakat dan Polri anti Kritik,terimakasih banyak kepada seluruh Masyrakat Nusaniwe yang selalu menjaga Wilayah aman”ucapanya.
Ongensidik



