
![]()
Ambon, Sidik24jam.com – 17/9/2025.
Satuan Kapal Patroli (Satrol) Koarmada IX berhasil menangkap kapal ikan KM Berkat Jaya pada Senin malam, 15 September 2025, di Perairan Teluk Ambon. Hal ini disampaikan oleh Komandan Satrol Koarmada IX, Kolonel Laut (P) Hapsoro A. Purbaningtyas, S.H., M.PM., CHRMP, didampingi Asisten Intelijen (Asintel) Dankoarmada IX, Kolonel Laut (KH) Jeffri Irwandi, ST., serta Asisten Operasi (Asops) Dankoarmada IX, Kolonel Laut (P) Sigit Sugihartono, S.Sos., M.Si., M.Tr.Opsla., dalam konferensi pers di Mako Lantamal IX Ambon.
Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah ABK tidak memiliki dokumen resmi, serta muatan berupa 60 ribu kiloliter BBM jenis biosolar yang diduga ilegal. Muatan tersebut jelas menyalahi fungsi kapal ikan, yang seharusnya digunakan untuk mengangkut hasil tangkapan laut.
Kronologis Penangkapan
Nama Kapal: KM Berkat Jaya
Jenis: Kapal penangkap cumi
Tonase: 59 GT
Pemilik: TS (sesuai dokumen kapal)
Nakhoda: Sukron
Jumlah ABK: 31 orang (WNI)
Rencana Pelayaran: Ambon menuju Perairan Arafura
Lokasi & Waktu Pemeriksaan: 15 September 2025 pukul 22.00 WIT, di Perairan Teluk Ambon (03°41’ LS – 128°08’185 BT).
Saat ini, nakhoda dan KKM telah diperiksa di darat, sementara ABK lainnya tetap berada di kapal.
Tindak Lanjut
Kasus ini masih dalam tahap pendalaman dengan melibatkan unsur Intelijen, Pomal, Asops, Diskum, dan instansi terkait.
Jika ditemukan indikasi dokumen palsu/manipulasi (DPM), kasus akan dilimpahkan ke Polri.
Urusan pelayaran akan ditangani oleh KSOP.
Perikanan ditangani oleh KSDKP.
Dugaan BBM ilegal akan dikoordinasikan dengan instansi terkait, mengingat di Ambon belum terdapat perwakilan Kementerian ESDM.
Keterangan Tambahan
Informasi sementara menyebutkan, muatan kapal diduga akan dikirim ke Aru, namun hal ini masih dalam pendalaman. Belum dapat dipastikan apakah pelanggaran ini merupakan yang pertama atau sudah berulang.
Satrol Koarmada IX menegaskan komitmennya untuk menjaga kedaulatan sekaligus menegakkan hukum di wilayah perairan Indonesia, khususnya di Maluku dan sekitarnya.
Ongen Sidik



