
![]()
Galang, Forkopincam Galang bersama tokoh masyarakat dan pemuka agama serta ormas Islam menolak rencana kegiatan Konvoi Tahrib yang dilakukan FPI (Front Persaudaraan Islam) Galang dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan yang akan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 23 Pebruari 2025.
Penolakan tersebut dinyatakan bersama di kantor Camat Galang jalan Sersan Arifin, Kelurahan Galang Kota, Jum’at (21/02/2025).
Turut hadir Camat Galang, Drs Syahdin Setia Budi Pane, Kapolsek Galang, AKP HD Simanjuntak SH, Danramil Galang, Kapten Inf Gultom, Kepala KUA Galang, KH Ichsanul Arifin MA, Kanit Intel Polsek Galang, Ipda H Siagian, Lurah Galang Kota, Merry Luciana Pasaribu, Ketua FKDM Galang, Al Jufri Salim Siregar, Ketua NU Galang, Kyai Yatiman, Ketua Muhammadiyah Galang, Daman Ginting, Ketua Al Washliyah Galang, H Muhammad Amin, Ketua GP Ansor Galang, Al Fachri, Ketua FORMASGA Haikal Ilham, Ustadz Syafrizas, H Nurdin Barus dan Menek Nasution.
Camat Galang, Drs Syahdin Setia Budi Pane mengatakan, Forkopincam Galang tidak keberatan FPI atau organisasi maupun komunitas Islam lainnya melakukan penyambutan bulan suci ramadhan. Tapi tidak dengan melakukan konvoi kenderaan sambil berorasi. Karena dikhawatirkan dapat menggangu ketertiban lalu lintas.
“Kita semuanya sepakat menolak kegiatan konvoi FPI yang akan dilaksanakan 23 Pebruari nanti. Karena dikhawatirkan dapat menggangu ketertiban lalu lintas. Selain itu, saya sependapat dengan apa yang dikemukakan Ustadz Syafrizas, bahwa konvoi sambil berorasi itu tidak ada relevansinya dengan suasana gembira menyambut bulan suci ramadhan $, ucap Camat Galang.
Andi Syahputra, salah seorang pengurus FPI saat dikonfirmasi Awak Media melalui telepon seluler, membenarkan FPI akan melakukan Konvoi Tahrib dengan titik kumpul di lapangan sepak bola Kelurahan Galang Kota.
Menurut Andi, Konvoi Tahrib tersebut mereka lakukan sifatnya ajakan untuk mengawal bulan suci dari kemaksiatan.
Namun ketika diinformasikan adanya kekhawatiran terhadap konvoi tersebut nantinya dapat menggangu ketertiban lalu lintas, Andi mengatakan hal itu akan diatur sebaik mungkin supaya badan jalan tidak semua dipakai.
“Nanti itu diatur, satu baris misalnya tiga kenderaan. Tidak semua badan jalan dipakai. Jadi tidak seperti pawai tujuh belas Agustus. Semua jalan dipakai “, ucapnya. (leg)



